Menjadi Lebih baik dan terbaik walaupun buruk dimata orang | Doakan Orang Tua Anda | Sedekahkan harta anda Kepada Fakir Miskin dan Kaum yang tertindas | Hari ini Mungkin kematian menjemput kita tetapi maka dari itu kerjakanlah kebaikan walau di mata manusia tak ada harganya

Sunday, January 08, 2012

Wifi

Jaringan nirkabel sangat membantu karena jaringan wireless ini membantu Anda menggunakan komputer dan terhubung ke Internet di manapun, di rumah Anda atau di kantor. Namun, kebanyakan jaringan nirkabel menggunakan router nirkabel, yang lumayan mahal. Jika Anda memiliki lebih dari satu komputer, Anda dapat mengkonfigurasi jaringan nirkabel tanpa membeli router nirkabel dan dapatlah kita sedikit menghemat biaya.



Dalam sebuah jaringan nirkabel tradisional, sebuah router nirkabel bertindak sebagai base station, mirip dengan stasiun pangkalan untuk telepon tanpa kabel.  Semua komunikasi nirkabel melalui router nirkabel, yang memungkinkan komputer terdekat untuk terhubung ke Internet atau terhubung satu sama lain. jadi dalam hal ini, sebuah komputer dengan wireless cardnya di sulap manjadi router, istilahnya jadi pemancar seperti layaknya router biasa.


Gambaran koneksi antara komputer melalui router


Jaringan nirkabel ad hoc lebih cara kerjanya  seperti walkie-talkie, karena komputer berkomunikasi langsung dengan satu sama lain.  Dengan mengaktifkan Internet Connection Sharing pada salah satu komputer, Anda dapat berbagi akses internet.


Jaringan ad-hoc antara 2 komputer atau lebih


jaringan ad hoc tampaknya merupakan alternatif lain tanpa menggunakan router nirkabel, tetapi memiliki beberapa kelemahan:


• Jika komputer yang terhubung ke internet ditutup, semua komputer yang merupakan bagian dari jaringan ad hoc kehilangan akses Internet mereka.

• Untuk menghubungkan ke Internet, komputer harus memiliki sambungan jaringan kabel.



Untuk menghubungkan komputer Anda ke Internet menggunakan jaringan ad hoc nirkabel, ikuti langkah-langkah berikut:



  1. Aktifkan Internet Connection Sharing pada komputer yang tersambung ke Internet. Anda dapat melewatkan langkah ini jika Anda tidak perlu mengakses Web.

  2. Set up ad hoc jaringan nirkabel pada komputer yang tersambung ke Internet.

  3. Tambahkan komputer Anda yang lain ke jaringan nirkabel.


Cara mengaktifkan Internet Connection Sharing


Pada jaringan dengan router nirkabel, router memiliki tugas penting dalam komunikasi antara komputer pada jaringan rumah Anda ke Internet. Pada jaringan ad hoc, Anda harus menetapkan salah satu komputer untuk menggantikan tugas ini.  Komputer yang Anda pilih harus memiliki koneksi ke Internet, dan harus ditinggalkan di setiap kali Anda ingin menggunakan komputer Anda yang lain. Akan tetapi jika ingin menghubungkan antara 2 laptop yang memiliki koneksi wireless atau nirkabel, koneksi ke internet yah ngga perlu.


Cara mengatur komputer pertama


Untuk mengatur jaringan nirkabel ad hoc yang memungkinkan komputer untuk berbagi koneksi internet tanpa router



  1. Jika diperlukan, pasanglah adapter jaringan nirkabel disetiap komputer.

  2. Klik Start, dan kemudian klik Control Panel.


Cara masuk ke kontrol panel windows xp


3. Di bawah Pilih kategori, klik Sambungan Jaringan dan Internet.



4. Dibawah ikon kontrol panel, klik Network Connections.



5. Klik kanan koneksi jaringan nirkabel Anda, kemudian klik Properties.




6. Dalam Jaringan Koneksi Nirkabel kotak dialog Properties, klik tab Wireless Networks.



7. Pada tab Jaringan Nirkabel, di bawah jaringan yang dipilih, klik Tambah.



8.  Dalam kotak dialog “Wireless network properties” pada tab “Association” masukin nama jaringan ad hoc anda yg disuka dalam kotak “Network name (SSID)” seperti dalam langkah no.10, kali ini kita namakan saja MyHomeNetwork.


9. Perhatikan jangan conteng kotak dialog “The key is provided for me automatically” dan conteng kotak dialog “This is a computer-to-computer (ad hoc) network”.


10. Buat password 13 digit dan ketikan di kedua kotak “Network key” dan “Confirm Network Key”. Untuk keamanan terbaik, masukin kombinasi termasuk huruf, angka, dan tanda baca. Lalu klik OK.




11. Klik OK lagi untuk menyimpan perubahan Anda.



Cara mengatur komputer tambahan / client


Jika komputer yang akan digunakan untuk koneksi ke komputer tadi belum ada adapter wireless atau nirkabel, pasanglah adapter agar bisa menggunakan jaringan wireless atau nirkabel. Windows akan otomatis mendeteksi jaringan yang telah kita buat tadi.



Sekarang caranya menghubungkan komputer Anda ke jaringan nirkabel Anda


Catatan: Langkah-langkah ini berlaku hanya jika Anda menggunakan Windows XP Service Pack 2 (SP2).  Jika Anda belum menginstall SP2, kunjungi Microsoft Update untuk menginstalnya sebelum terhubung ke jaringan ad hoc.



1. Klik kanan ikon “Wireless Network” di sudut layar kanan monitor anda, lalu klik “View Available Wireless Networks.”



2. Muncul jendela “Wireless Network Connection” dan menampilkan jaringan nirkabel anda yang terdaftar dengan SSID yang anda pilih tadi, Jika anda tidak dapat melihat SSID anda, klik “Refresh Network List” disudut kiri atas. Klik jaringan anda, lalu klik “Connect” disudut kanan bawah.



3. Windows xp akan meminta anda memasukkan kata kunci, masukkan kata kunci ke kotak “Network key” dan “Confirm network key”, laku klik “Connect”.



Windows xp akan melakukan koneksi ke komputer yang telah kita setting jadi server tadi, setelah terhubung dapatlah anda menutup jendela “Wireless Network Connection “. Untuk melakukan koneksi dengan komputer yang lainnya, ikuti langkah2 tadi diatas. Langkah2 ini juga bisa diterapkan untuk melakukan koneksi antara dua laptop yang ada wifi atau wireless network tanpa memakai router. dan berbagi file atau apa saja.

Mendulang Emas Dari Komputer Bekas

Terutama digunakan dalam perhiasan, emas (simbol kimia Au) juga digunakan secara umum di bidang manufaktur (industri elektronik dan komputer khususnya) karena sangat baik dalam hal konduktivitas panas dan listrik, ketahanan terhadap oksidasi, dan inalterability. Industri komputer menggunakan beberapa ratus ton (318 ton pada tahun 2003, misalnya) dalam unsur setiap tahun.







Logam mulia ditemukan di hampir semua komponen komputer – prosesor, motherboard, kartu grafis, DIMM memori, dan lain sebagainya. Tentu saja, jumlah yang digunakan di setiap bagian sangat kecil. Tetapi dengan harga emas meroket dalam beberapa tahun terakhir, itu menjadi harga lebih dan lebih ekonomis juga layak untuk menambang emas dari komponen elektronik dan komputer bekas seperti itu. Itulah mengapa perusahaan-perusahaan khusus bermunculan untuk melakukan hal ini.



Sekarang, kami akan menunjukkan kepada Anda bagaimana kita mendulang emas dari motherboard lama menggunakan metode “do-it-yourself” (lakukan sendiri) . Harap diperhatikan: bahan kimia yang digunakan dalam demonstrasi ini adalah sangat berbahaya, terutama pada konsentrasi yang digunakan. Oleh karena itu, kami sangat menyarankan anda mencoba untuk mereproduksi percobaan ini di rumah.



Emas ditemukan di berbagai tempat pada motherboard: konektor IDE, slot PCI Express, PCI, AGP, ISA, dan port2 lain, pin jumper, soket prosesor, dan slot DIMM (SIMM di motherboard yang lebih tua).


Semua konektor ini sering ditutupi dengan lapisan emas beberapa mikron tebalnya, disimpan dengan cara flashing atau pelapisan.



Jadi, tahap pertama dari percobaan ini adalah untuk mengumpulkan semua pin dan konektor. Kita perlu tang dan cutter, obeng datar dan bunga (Philips), dan lainya…




Kita memerlukan banyak pin dan konektor dll, makanya kumpulin sebanyak mungkin barang bekas motherboar dr donor anda…! hehe



… Bersama dengan beberapa peralatan dan bahan kimia.



Untuk mendapatkan beberapa mikrogram emas yang tersimpan di pin, kita akan menggunakan metode sel elektrolitik. Nampan kaca ini terdiri dari 95% larutan asam sulfat. Katoda dinampan dan anoda di pin tembaga. ( lihat gambar )



Dengan menjalankan arus listrik melalui sel, dengan menggunakan pengisi baterai biasa, tembaga anoda (jepit di pin) larut dan diendapkan pada katoda di nampan. Emas, terlepas dari tembaga, akan membentuk sedimen di bagian bawah sel nampan. perlu dicatat bahwa suhu bak meningkat secara signifikan selama proses ini.



Setelah semua pin kita mandikan atau celupin dan emasnya sudah terlepas, diamkan dulu sebentar bak mandi kita, agar mengendap emasnya dibawah, lalu larutan asam sulfat tadi kita simpan sebanyak mungkin sampai tersisa ampas emas dibawah nampan (bak).



Hati-hati untuk menuangkan asam ke dalam air, dan bukan sebaliknya! Jika Anda salah melakukannya, pertama tetesan air yang menyentuh permukaan asam sulfat akan segera menguap dan dapat menyebabkan percikan asam. jadi tuang asam ke air dan bukan air tuang ke dalam larutan asam!.




dan menghasilkan cairan sulfat yang encer, berbagai logam ( termasuk emas ) dan sampah lain perlu disaring terlebih dahulu, kenapa kita tidak langsung menyaringnya? karena saringan sulit untuk menyaring cairan yg kental.



Yang tersisa di filter adalah campuran dari berbagai logam dan kotoran. sekarang semuanya larutkan dalam campuran asam klorida 35% dan pemutih klorin (sodium hipoklorit) sebesar 5%, dalam proporsi 2: 1.

dimana: 2 HCl + NaClO -> Cl2 + NaCl + H2O



Hati-hati! Reaksi sangat eksotermik dan menghasilkan klorin, gas yang sangat berbahaya. Gas khlor digunakan sebagai senjata kimia selama Perang Dunia pertama, di namakan bertholite.




nyatanya, klorin diproduksi oleh pencampuran asam klorida dan pemutih klorin inilah yang akan melarutkan emas dan membentuk klorida emas (III).

dimana: 2 Au + 3 Cl2 -> 2 AuCl3



Sekarang, yang perlu kita lakukan adalah menyaring semuanya sekali lagi. Filter akan mempertahankan semua kotoran, hanya menyisakan emas (III) larutan klorida.



Untuk menghasilkan emas metalik, kita perlu untuk mengendapkan emas yang berada didalam larutan, kita gunakan bubuk sodium metabisulfite, dengan adanya air, sodium metabisulfite akan menghasilkan sodium bisulfite.



dimana: Na2S2O5 + H2O –> 2 NaHSO3


sodium bisulfite ini yang akan mengendapkan emas.


dimana:3 NaHSO3 + 2 AuCl3 + 3 H2O –> 3 NaHSO4 + 6 HCl + 2 Au




sekarang kita diamkan, lihat endapan bubuk coklat dibagian bawah gelas, hati2 jangan kita hilang barang sedikitpun, itulah EMAS metalik!.



lalu yang perlu kita lakukan ialah mencairkan bubuk ini dalam wadah lain, Titik lebur emas adalah sekitar 1064 ° C (1947,52 ° F), sebuah pembakar bertenaga gas oxy-butane dapat melakukan tugas ini.









Lihatlah hasilnya, butiran emas!, secara ekonomis apakah ini akan menjadi masalah?, tentu saja tidak, proses ini hanya layak digunakan pada skala industri, butiran emas kecil yang kita hasilkan hanya benilai beberapa ratus ribu saja, pada kenyataanya, pabrik pengolahan limbah seperti ini menggunakan tehnik dan bahan kimia yang lebih berbahaya, tips ini menarik dan menyenangkan bukan? agar kita tahu bahwa bisa menghasilkan tambang emas sendiri dari bahan bahan komputer bekas sendiri.


Tomshardware.com

Tutorial Menambang emas dari Motherboard Usang

yap bnar, kira2 menambang emas beneran dari mobo usang

Logam mulia ini ditemukan hampir disemua komponen2 komputer--prosesor, mobo, pci card, memory dimms, dan sebagainya. Tentu saja kadar emas dalam masing2 part tersebut adalah kecil skali.

Please note:
bahan2 kimia yg digunakan dalam demo ini sangat berbahaya, terutama dalam penggunaan konsentrat nya. SEbaiknya jangan dilakukan dirumah.

Emas ditemukan tersebar di dalam mobo(motherboard)
IDE connectors, PCI Express slot, PCI, AGP, ISA, dan other ports, jumper pins, the processor socket, and DIMM (SIMM on older motherboards) slots.


Jadi tahap pertama dari eksperimen ini untuk mengambil pin dan konektor, gunakan tang japit-potong, cutter, obeng, gemuk(oli padat/silicon grease) dan dibutuhkan banyak pin2 dan konektor dari mobo tersebut.
kira2 segini:

alat2nya:


Untuk mengambil beberapa mikrogram gram yg terdapat pada pins, gunakan pengisi batterai aki. Bak ini mengandung 95% asam sulfur. Katoda di pin(timah) dan anoda nya adalah tembaga. Pin dan konektor di taruh di tembaga anoda, yg berbentuk sperti sendok.


Dengan mengalirkan arus listrik, tembaga akan terlepas dari sisi anoda dan terkumpul di sekitar pin katoda. Emas akan terkelupas dari tembaga, membentuk sedimen di dasar bak. Awas temperatur akan meningkat tajam dari proses ini.


Kemudian buang asam sulfur nya ke segelas air dan jangan sebaliknya.


setelah selesai tuangkan ke gelas lain dan filter kertas sebagai penyaring, isi gelas tersebut adalah campuran asam belerang 35% dan klorin pemutih(sodium hypochlorite) 5% proporsinya adalah 2:1
2 HCl + NaClO -> Cl2 + NaCl + H2O


hati2 dan BAHAYA! menimbulkan gas klorin


Kenyataannya, klorin yg dihasilkan dengan asam belerang dan pemutih klorin adalah yg akan melarutkan emas ke bentuk emas(III) klorida
2 Au + 3 Cl2 -> 2 AuCl3


Filter lagi ke gelas yg kosong


Untuk mengambil logam emas, kita perlu mengendapkan emas tersebut. Untuk itu, gunakan bubuk sodium metabisulfat. Dengan larutan air, sodium metabisulfat menghasilkam sodium bisulfat
Na2S2O5 + H2O --> 2 NaHSO3


Sodium bisulfat ini yg akan membuat emas mengendap
3 NaHSO3 + 2 AuCl3 + 3 H2O --> 3 NaHSO4 + 6 HCl + 2 Au


Sekarang, yg kita butuhkan adalah melebur bubuk dalam crucible(tempat melebur logam)
Titik lebur emas adalah 1064C, jadi dengan api dari oxy-butane(gas butana) akan beres.


dan bginilah hasilnya:


eh yg bner ini ko




translate by azchtein
http://www.tomshardware.com/picturestory/550-gold-motherboard-chemistry.html

Saturday, January 07, 2012

Prospek Usaha Gorengan


Shareaneka-gorenganSiapa yang tidak suka makan gorengan? Nah, makanan ringan yang satu ini memang sudah tidak asing lagi bagi lidah kita. Mulai dari balita sampai dengan manula, bisa menikmati lezatnya berbagai jenis bahan makanan yang digoreng. Dalam hal usaha pun, dapat dipastikan para pedagang gorengan bisa meraih pangsa pasar yang sangat beragam. Berbagai macam jenis gorengan yang kita kenal antara lain, mulai dari gorengan yang fenomenal yakni Ayam Goreng Kentucky Fried Chicken atau KFC, yang dirintis oleh Kolonel Harland Sanders, hingga tempe mendoan khas Karesidenan Banyumas.

Dengan melihat kesuksesan KFC, maka bisa disimpulkan bahwa prospek usaha gorengan bisa menjadi jaminan masa depan jika kita mampu meracik bumbu yang unik dan tentunya lain dari pada yang lain. Untuk usaha gorengan ayam sendiri di wilayah Yogyakarta kita akan mengenal ayam goreng Mbok Berek, yang biasa disebut Fried Chicken-nya Jawa atau Javanese Fried Chicken, yang dirintis oleh Nini Ronodikromo atau yang biasa disapa Mbok Berek.

[usaha gorengan.] Selain berbagai macam ayam goreng, kita bisa menemukan macam gorengan lain yang sangat popular bagi kita, seperti tempe goreng, tahu isi, bakwan, ubi goreng, cireng (aci goreng), tape goreng, dan lain-lain. Kita bisa menemukan berbagai macam gorengan tersebut mulai dari Restoran yang mewah hingga yang dijual di angkringan atau rumah. Nah, untuk membuat usaha warung gorengan ini pun cukup mudah. Peralatan yang perlu dipersiapkan antara lain:









1. Tempat Untuk Berjualan.

Tempat untuk berjualan gorengan ini bisa berupa gerobak dorong dengan kisaran harga ratusan ribu rupiah. Bisa juga ditambahkan terpal jika Anda ingin berjualan menetap. Namun jika tidak memungkinkan ataupun tidak menghendaki berjualan dengan menggunakan gerobak, Anda bisa menjual gorengan cukup di rumah atau depan rumah, dengan tempat yang sederhana, misalnya etalase atau cukup dengan meja untuk meletakkan gorengan. Selain itu, berbagai alternatif tempat berjualan ini antara lain di perempatan, depan gang, depan sekolah, gerbang komplek perumahan, pinggir jalan yang ramai, dan lain-lain. Tentunya dengan catatan bahwa tempat-tempat tersebut diperbolehkan untuk berjualan atau tidak mengganggu ketertiban umum.

2. Peralatan Memasak.

Untuk peralatan memasak sendiri tentunya cukup dengan peralatan memasak yang sederhana, seperti kompor, wajan dan serok untuk menggoreng (kalau bisa wajan yang besar agar bisa menampung banyak bahan yang digoreng), tempat plastik untuk meletakkan gorengan, alat penggiling jika diperlukan, serta tas plastik atau kresek. Sediakan pula cabai rawit, karena banyak yang beranggapan bahwa rasa gorengan tidak lengkap tanpa cabai rawit.

3. Peralatan Lain.

Untuk peralatan yang lain Anda bisa menambahkan meja atau kursi secukupnya untuk para pembeli yang mengantri.

Harga yang bisa Anda tawarkan antara Rp. 500,00 sampai Rp. 750,00 per gorengan, dengan keuntungan antara Rp. 50,00 hingga Rp. 100,00 per gorengannya. Kisaran keuntungan yang sebesar itu, dan gorengan yang terjual bisa mencapai ratusan buah maka dalam satu bulannya Anda bisa mendapatkan keuntungan bersih hingga ratusan ribu rupiah. Hal ini juga tergantung seberapa banyak Anda akan menjual gorengan per harinya.

Yang perlu diingat dalam usaha gorengan ini adalah dampak kesehatan yang bisa ditimbulkan. Namun tidak usah khawatir, adapun beberapa solusinya antara lain:

Gantilah minyak yang Anda gunakan secara berkala. Apabila minyak yang digunakan sudah berwarna hitam atau keruh, maka gantilah dengan minyak yang baru. Hal ini bisa mencegah penimbunan kolesterol lebih banyak.
Biasanya ada beberapa penjual gorengan yang bertindak curang, dengan menambahkan plastik atau sedotan plastik pada saat menggoreng. Tindakan seperti ini mereka lakukan dengan tujuan agar gorengan tetap crispy. Anda bisa membuktikan sendiri dengan mempraktekkannya di rumah. Buat gorengan yang dicampur dengan sedotan plastik dan gorengan yang tidak dicampur dengan sedotan plastik, lalu diamkan beberapa jam. Setelah itu Anda bisa melihat, gorengan yang dicampur dengan sedotan plastik akan tetap terlihat crispy sementara yang lain akan terlihat melempem. Hal ini sebaiknya jangan Anda contoh, apabila Anda tidak ingin kehilangan pelanggan.
Dalam meniriskan gorengan, sebaiknya Anda menggunakan tisu dapur atau bahan penyerap lain yang dapat kontak dengan makanan (food grade). Hindari meniriskan gorengan dengan menggunakan kertas koran atau kertas lainnya yang bertinta, karena tinta mengandung timbal dan akan mudah menempel pada makanan berminyak.

Mengingat semakin banyaknya penjual gorengan maka disarankan agar Anda mencoba mencari inovasi-inovasi resep gorengan Anda agar tidak kalah saing. Dengan modal ratusan ribu rupiah pun Anda bisa memulai membuka usaha gorengan yang sederhana. Kini saatnya membuka peluang usaha dengan modal kecil, Anda pun sudah bisa memperoleh keuntungan besar yang menjanjikan.

Analisis Ekonomi :

Modal awal
Bahan baku Rp 100.000,00
Gerobak Rp 300.000,00
Peralatan Rp 200.000,00
Lain – lain Rp 25.000,00 +
Jumlah Rp 625.000,00

Biaya Operasional / hari
Pembelian bahan baku Rp 100.000,00
Gas Elpiji Rp 13.000,00
Lain – lain Rp 10.000,00+
Jumlah Rp 123.000,00

Pemasukan
Omset/ hari : 300 buah x @ Rp 500,00 = Rp 150.000,00
Laba bersih / hari Rp 27.000,00
Laba bersih / bulan
Rp 27.000,00 x 30 hari = Rp 810.000,00

Tips: Membuat Ayam KFC

Ayam Goreng KFC
bhn: 3 ekor ayam (@12 pot)
27 bwg putih (90 gr) haluskan
3 sdm garam
3 sdm merica bubuk
2 ltr minyak goreng
tepung: 300 gr tepung kanji
1,125 gr tepung terigu protein tinggi (tep. cakra)
4,5 sdt baking powder
4,5 sdt bawang putih bubuk
4,5 sdt garam
3 sdt merica bubuk
cara:
- rendam ayam dg bawang putih, garam,merica bubuk ( dlm 1 malam lbh baik)
- lumuri ayam dg tepung kanji, celup ke air es
- Gulingkan ke bahan tepung (tep cakra,baking powder, bwg putih bubuk, garam, merica bubuk).utk hasil bagus, di aduk2 dg 2 tangan sampai keluar gumpalan2 tepung.
- celup ke air es lagi, gulingkan ke banhan tepung.
- goreng
tips: utk hasil bagus, di aduk2 dg 2 tangan sampai keluar gumpalan2 tepung.

Ayam Goreng Crispy
ayam dipotong kecil, biar renyah saat digoreng
Bahan : 100 gr tepung tapioka200 gr tepung terigu1 btr putih telur
50 ml susu cair
1 sdt garam
1 sdt merica bubuk
1/2 sdt mericak bubuk hitam
1/2 sdt garlic bubuk
minak goreng secukupnya
Cara :
1. cuci bersih ayam, taburkan 1/2 sdt merica, 1/2 sdt garam dan garlic
2. campur putih telur dan susu dalam mangkuk, aduk rata
3. campur tepung terigu, tapioka, lada hitam, 1/2 sdt garam, 1/2 sdt merica bubuk, aduk2 rata tercampur semuanya
4. ambil satu potong ayam, celupkan dalam putih telur, lalu masukkan ke dalam adonan tepung, aduk2 hingga semua tubuh daging ayam tersebut berbalut tepung, masukkan kembali ke adonana telur, lalu masukkan kembali ke tepung (2 kali proses)
5. diamkan selama satu jam, lalu lakukan proses yang sama ke semua sisa daging ayam
6. panasakan minyak, dan siap di goreng hingga kecoklatan, dengan api sedang.
7. tiriskan ayam, sajikan dengan sambal botolan
TEXAS FRIED CHICKEN
BAHAN :
1 ekor ayam, potong 8, cuci lalu tiriskan
250 ml krim
200 ml susu
2 sendok teh garam
1/2 sendok teh merica bubuk
175 gram tepung terigu
1 sendok teh garam
minyak untuk menggoreng
CARA MEMBUAT :
Rendam ayam dalam krim, susu, garam, dan merica lalu diamkan dalam lemari es selama 2 jam.
Tambahkan garam pada terigu lalu masukkan dalam kantong plastik.
Angkat potongan ayam lalu masukkan dalam plastik berisi tepung. Aduk sampai permukaan ayam tertutup tepung.
Panaskan minyak goreng. Goreng ayam sampai kering.
Untuk 6 porsi

Riyadh Fried Chicken
Bahan:
1 ekor ayam ukuran sedang, potong 6
3 siung bawang putih
2 cm jahe
air 200 ml
2 butir telor kocok lepas
6 sdm tepung jagung (maizena)
2 sdm tepung terigu
1 sdt cabe / paprika bubuk
garam
minyak untuk menggoreng
Cara bikin:
Haluskan bawang putih dan jahe.
Ungkep ayam dengan bumbu dan air, biarkan sampe air kering.
Aduk rata maizena, terigu, paprika dan garam.
Celupkan ayam yang sudah dingin ke telur yang sudah di kocok lepas, lalu gulingkan ke tepung. Lakukan 2 kali, agar kulit tepung yang lebih tebal & gurih.
langsung goreng di minyak yang banyak dan panas.
Sajikan dengan kentang goreng, pickle (acar-acaran), saos cabe dan saos tomat.

Ayam Goreng Tepung Tanpa Nama
Bahan :
2−3 ons ayam yang telah dipotong-potong
1 liter air
3 sendok makan garam (untuk rendaman)
1 cangkir susu
1 buah telor, dikocok
2 cangkir tepung terigu
1 sendok teh MSG (Mi-Won, Aji No Moto, Sasa, dll)
1 sendok makan garam
1 sendok teh black pepper
Minyak Kedelai (Soybean oil), dan tidak boleh diganti oleh jenis minyak yang lain
Cara :
1. PENTING! Rendam ayam dalam air dan garam selama setengah jam, tidak kurang tidak lebih.
2. Campur telur dan susu dalam wadah tersendiri, kocok sampai menyatu.
3. Campurkan tepung terigu, MSG, garam dan merica dalam wadah tersendiri.
4. Masukkan minyak ke dalam wajan sampai terisi 3/4-nya dan panaskan dengan api sedang. Atau jika anda menggunakan deep-fryer (lebih bagus pake ini) panaskan sampai 180C. Bisa juga diganti dengan memakai pressure cooker.
5. Keringkan ayam dengan paper towel. Lumuri ayam dengan campuran tepung terigu, masukkan ke dalam campuran telur dan susu, dan sekali lagi lumuri dengan tepung sampai seluruh bagian ayam terselimuti tepung.
6. Kalau anda menggunakan deep-fryer, balik ayamnya setelah 20 menit. Kalau anda menggunakan wajan biasa jangan lupa bahwa kita menggunakan api medium, dan pastikan seluruh bagian ayam terendam dalam minyak!! Balik ayam setelah 30 menit.
7. Setelah matang, tiriskan dan keringkan minyaknya dengan paper towel.

KFC ORIGINAL RECIPE
Bahan : 2 ayam broiler dipotong menjadi delapan bagian dan direndam dalam bumbu (atau ganti aja beli potongan paha ayam di supermarket)
1,5 Liter minyak sayur untuk menggoreng merk Crisco
1 butir telur (dikocok)
500cc/0,5 Liter Susu
4,5 ons Tepung Terigu
2 sendok teh black pepper
3 sendok makan garam
1 sendok teh MSG (Mi-Won, Aji No Moto, dll)
1/8 sendok teh Bawang Putih bubuk
sedikit paprika (1 dash itu kurang dari seperempat sendok teh jadi dikit aja)
Cara :
1. Masukkan minyak goreng ke dalam pressure cooker dan panaskan dengan api sedang sampai kurang lebih 200°C.
2. Campurkan susu dan telur dalam satu mangkok.
3. Campurkan tepung, merica bubuk, garam, MSG, bawang putih bubuk dan paprika ke dalam mangkok tersendiri.
4. Celupkan setiap potongan ayam ke dalam campuran susu dan telur sampai benar-benar basah. Lulurkan dalam campuran tepung sampai terbalur semua oleh tepungnya.
5. Masukkan ayam ke dalam pressure cooker (tiap potongan harus terendam dalam minyak goreng – jadi kalau pressure cooker standar untuk rumahan mungkin cukup untuk 4 potong ayam sekali goreng)
6. Goreng selama 10 menit.
Tambahan:
Jadi kunci memasaknya pada suhu tinggi yang didapat melalui pressure cooker! Di sini ga disebutin berapa lama kalo misalnya kita memasak pake deep fryer atau wajan biasa.


KFC EXTRA CRISPY
Bahan : 1 ayam broiler utuh, dipotong-potong
1,5-2 liter minyak sayur untuk menggoreng
1 butir telur, dikocok
200 cc susu
2 ons tepung terigu
2,5 sendok teh garam
3/4 (tiga-perempat) sendok teh black pepper
3/4 sendok teh MSG
1/8 sendok teh paprika
1/8 sendok teh bawang putih bubuk
1/8 sendok teh baking powder (tentang perbedaan baking powder dan baking soda klik di sini. Jadi pastikan yang anda pakai baking powder, jangan ganti dengan baking soda – efeknya lain)
Cara :
1. Bersihkan ayam dari kulit dan lemak yang berlebih pada tiap potongan ayam.
2. Panaskan minyak sampai kurang lebih 200°C.
3. Campurkan susu dan telur yang sudah dikocok dalam mangkuk.
4. Campurkan bahan lainnya (tepung, garam dll) dalam mangkuk yang lain.
5. Keringkan ayam dengan paper towel, dan masukkan ke dalam campuran susu dan telur.
6. Masukkan dalam campuran tepung terigu dan kembali masukkan ke dalam campuran susu dan telur sebelum akhirnya sekali lagi diluluri campuran tepung terigu. Lakukan ini untuk setiap potong satu per satu.
7. Pastikan bahwa setiap ayam sudah diluluri tepung secara menyeluruh.
8. Goreng ayam (sekali goreng empat potong saja), selama 12-15 menit atau sampe berwarna kuning kecoklatan. Jangan lupa dibolak-balik ayamnya
hingga tiap bagian matang secara sempurna.
9. Angkat, keringkan dengan paper towel.

Fried Chicken ala Kentucky
Buat yang suka KFC atau model Ayam Fried Chicken balur tepung…..ini Fried Chicken rumahan, pakai resep sederhana. Crispy and murah meriah.
Bahan :
1 ayam potong bagi 8 atau 12 berkulit, bersihkan dan keringkan
susu 1 cup
telur 1-2 butir
tepung terigu 2 cup
garam
black pepper
garlic powder
italian seasoning
garam masala
curry powder
baking soda
corn oil 3 cup
veggie butter 1 stick
Cara :
taburi ayam dengan garam dan lada, diamkan 10 menitan
kocok telur dengan susu
campur tepung dengan semua bumbu kering
panaskan minyak dan butter
gulir ayam ke dalam susu-telur, lalu balur dengan tepung merata
goreng ayam 5-6 potong di dalam minyak panas tutup dengan cover keramik
balik setelah sisi bawah crispy dan kecoklatan
tutup lagi dengan cover keramik
angkat dan tiriskan
serap minyak dengan paper towel
Hidangkan dengan frech fries yang dibalur tepung, onion ring, coleslaw, nasi panas, saos tomat, sambal dan sup hmmmmmmm

Download Film

Up Date Terbaru Download Filem

Downloadfilem.com

FILM 50/50 (2011)

FILM 50/50 (2011)

Inspired by a true story, 50/50 is an original story about friendship, love, survival and finding humor in unlikely places. Joseph Gordon-Levitt and

Film Barat

2 Comments

FILM REAL STEEL (2011)

FILM REAL STEEL (2011)

Charlie Kenton (Hugh Jackman) tahu kalau ia tak punya apa-apa lagi selain kemampuannya bertinju. Sayang kesempatan untuk meraih gelar juara tak juga

Film Barat

61 Comments

FILM TOP CAT (2012)

FILM TOP CAT (2012)

Top Cat and the gang face a new police chief, who is not at all happy with officer Dibble's performance in trying to prevent Top Cat's scams. Strick

Film Barat

5 Comments

FILM THE GIRL FROM THE NAKED EYE (2012)

FILM THE GIRL FROM THE NAKED EYE (2012)

Jake is a driver for a seedy escort service operating out of 'The Naked Eye strip club', he's a street thug type who falls for a witty high-class esco

Film Asia

3 Comments

FILM HOLLYWOOD SEX WARS (2011)

FILM HOLLYWOOD SEX WARS (2011)

Max (Dominique Purdy), Aaron (Richard Blair) and Glen (Nicholas Cooper) have a track record littered with strike-outs and misfit hook-ups. The boys

Film Barat

11 Comments

FILM YOUNG ADULT (2011)

FILM YOUNG ADULT (2011)

Soon after her divorce, a fiction writer returns to her home in small-town Minnesota, looking to rekindle a romance with her ex-boyfriend, who is no

Film Barat

1 Comment

Page 1 of 36712345102030...Last »

Sunday, January 01, 2012

Perencanaan Financial dengan Dinar



Bagi para perencana finansial, inflasi adalah faktor ketidak pastian terbesar yang paling sulit diatasi. Betapa tidak, di negeri seperti Indonesia Inflasi terburuk (terbesar) dalam sepuluh tahun terakhir pernah mencapai 78% (tahun 1998). Lebih buruk lagi dalam lima puluh tahun terakhir, di Indonesia inflasi pernah benar-benar tidak terkendali dan mencapai angka 650% (tahun 1965). Inflasi yang berarti menurunnya daya beli uang, ternyata tidak hanya di alami oleh mata uang Rupiah, bahkan mata uang dunia yang selama ini dianggap perkasa yaitu Dollar Amerika, daya beli mata uang Dollar Amerika tersebut terhadap emas telah turun tinggal 29 % dalam 8 tahun terakhir, dalam 40 tahun terakhir daya beli Dollar Amerika terhadap emas tinggal 4 % saja!

Pada umumnya ketika kita merencanakan kebutuhan finansial Kita kedepan, apakah untuk keperluan ‘pensiun’ yang mungkin masih 20-30 tahun lagi, biaya pendidikan anak di perguruan tinggi yang masih belasan tahun lagi, ataupun kebutuhan biaya lain yang sifatnya jangka panjang, Kita memerlukan asumsi inflasi yang Kita akan hadapi – misalnya 10% per tahun. Asumsi kedua adalah hasil investasi dari dana Kita, targetnya tentu selalu diatas angka inflasi tersebut agar pertumbuhan dana Kita tidak kalah cepat dengan kenaikan inflasi. Disinilah problem Kita yaitu menghadapi dua ketidak pastian sekaligus, ketidak pastian inflasi dan ketidak pastian hasil investasi.

Contoh konkrit masalah ini saya ambilkan pengalaman seorang kawan dengan asuransi pendidikannya. Kawan ini eksekutif di perusahan telekomunikasi, beliau kecewa berat dengan asuransi pendidikan anaknya yang dibeli tahun 1988. Saat itu ketika anaknya baru lahir, dia membeli produk asuransi pendidikan senilai Rp 22.5 juta yang akan cair pada saat anaknya masuk perguruan tinggi. Saat itu nilai pertanggungan ini sangat besar dan pada tahun-tahun awalnya harus dibayar 20 % dari gaji bulanan dia. Tahun 2006 ketika anaknya masuk ITB dan perlu membayar Rp 45 juta uang pangkal, dana asuransi yang cair ternyata hanya cukup membayar separuh dari uang pangkal tersebut. Siapa yang salah ? perusahaan asuransi sudah membayar kewajibannya dengan benar, kawan saya juga telah konsisten selalu membayar preminya bertahun-tahun dengan benar.

Yang salah tidak lain adalah nilai uang kita yang sangat tidak bisa diandalkan. Nilai pertanggungan Rp 22.5 juta tahun 1988 adalah setara dengan 227 Dinar.; ketika cair tahun 2006, nilai asuransi Rp 22.5 juta tersebut tinggal 32 Dinar ! (kalau uang asuransi tersebut cair pada saat tulisan ini saya buat 1 Muharam 1429 – Rp 22.5 juta hanya setara dengan 19 Dinar !). Bayangkan kalau dari awal teman saya yang sholeh tersebut membeli produk asuransi pendidikan dengan nilai sebesar 227 Dinar*, maka saat cair tahun 2006 nilai 227 Dinar tersebut setara dengan Rp 161 juta (Kalau jumlah Dinar yang sama ditukar ke Rupiahnya saat ini menjadi Rp 261 juta). Uang ini bukan hanya cukup untuk membayar uang pangkal di ITB, tetapi juga masih cukup untuk membelikan anaknya mobil baru untuk kuliah dan membayar seluruh biaya pendidikan sampai anaknya tamat !. Inilah indahnya kalau produk keuangan jangka panjang dikelola dengan Dinar, mata uang baku yang nilainya tidak pernah terdevaluasi sepanjang jaman….!

Note:
*Sayangnya produk asuransi pendidikan belum ada yang dibuat dengan nilai Dinar, mudah-mudahan ada perusahaan asuransi jiwa syariah yang mau mengeluarkan produk berbasis Dinar ini – solanya di asuransi kesehatan sudah ada.

Sumber: Geraidinar.com

Bakyak Pak Kyai Dan Tukang Nasi Pecel…


Oleh Muhaimin Iqbal

Seorang kyai tua tinggal beberapa ratus meter dari surau-nya yang selalu sepi. Dia selalu bangun satu jam menjelang subuh dan kemudian berjalan ke surau. Di keheningan malam desa, bakyak (alas kaki dari kayu) Pak Kyai ini menjadi pertanda awal pagi bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang jalan antara rumah Pak Kyai dengan suraunya. Begitu mendengar suara teklek – teklek –teklek , masyarakat yang punya urusan pagi itu segera bangun untuk memulai urusannya.



Ada yang berangkat ke pasar pagi-pagi di hari pasaran, ada yang mulai masak untuk membuka warungnya dlsb – namun tetap sangat sedikit yang kemudian mengikuti Pak Kyai ke surau. Hanya beberapa orang saja yang setia bermakmum di belakangnya ketika sholat subuh ditegakkan.



Mengamati perilaku masyarakat yang dilaluinya, dalam setiap kesempatan Pak Kyai ini ingin selalu mendakwahi mereka. Maka suatu pagi sepulang sholat subuh dia ingin mampir ke si mbok tukang nasi pecel dan suaminya yang tidak pernah dilihatnya ke surau.



Setelah selesai makan nasi pecel dari warung tersebut Pak Kyai mulai dengan strategi dakwahnya, dia bertanya ke si embok : “bapake teng pundi, kok mboten ketingal ?” (bapak kemana kok tidak kelihatan) ; dijawab oleh si embok : “Wonten wingking, mbantu nggodok toya” (di belakang, membantu masak air).



Lalu Pak Kyai melanjutkan dialognya dalam bahasa jawab tetapi langsung saya artikan yang kurang lebih begini : “Setiap saya berjalan ke surau, saya melihat warung ini masih tutup, dan ketika saya pulang warung ini sudah selalu buka…, apa yang membuatnya demikian ?”. Si embok menjawab : “Iya Pak Kyai, kami terbangun setiap mendengar bakyak Pak Kyai – untuk terus mulai masak dan membuka warung ini…”.



Pak Kyai yang sekaligus merangkap muadzin ini, mulai menangkap peluang untuk mendakwahinya , dia bertanya : “lho, kenapa yang di dengar kok suara bakyak saya – bukan ajakan saya untuk sholat di surau/masjid (suara adzan ) ?”. Dengan agak malu-malu si embok berusaha menjelaskan alasan suaminya tidak ke surau : “Anu Pak Kyai, suara bakyak Pak Kyai bisa membangunkan kami, terus kami dapat mulai buka warung dan langsung dapat uang untuk makan sekeluarga. Ajakan sholat (adzan) Pak Kyai mengajak kami ke surau lha terus yang mencarikan uang kami siapa ?”.



Sambil pingin meyakinkan Pak Kyai dengan argumennya, si embok balik bertanya : “Gusti Allah niku nopo estu enten nggih Pak Kyai ?, kok kulo nyuwon nopo-nopo dereng diparingi, dadosi tasih kedah kerjo ngaten niki…!” (Allah itu apa bener-bener ada sih Pak Kyai, kok saya minta apa saja belum ada yang diberi, jadi masih harus kerja seperti ini…!).



Mendapat pertanyaan yang seolah cerdas ini Pak Kyai desa ini tidak mau langsung menjawabnya, pertama karena pertanyaan ini tidak diantisipasinya – dia tidak langsung siap jawabannya saat itu, kedua dia tidak ingin berargumen dengan target dakwahnya pagi ini.



Setelah selesai makan nasi pecel Pak Kyai beranjak pergi , di tengah jalan dilihatnya ada gelandangan dengan badan dan baju yang kotor, rambut berantakan dan selalu menengadahkan tangan minta-minta pada orang yang lalu lalang dengan kalimat standarnya yang memelas “…telung dinten dereng mangan…” (tiga hari belum makan).



Pak Kyai merasa dapat ilham langsung balik ke warung nasi pecel tadi, dengan bergegas dia menyampaikan ke si embok yang tadi melayani dia : “Mbok, mbok, sampeyan lihat tukang ngemis disana itu…?”, si embok menjawabnya : “ Oh Iya pak Kyai, memang pekerjaannya setiap hari disitu ya begitu…”.



Pak Kyai melanjutkan : “Lantas mengapa embok tidak memberinya makan nasi pecel ini ?, nasi pecel disini kan banyak sekali – dia tidak perlu bekerja dengan mengemis setiap hari kalau setiap dia datang ke warung ini embok langsung beri dia makan…!”.



Si mbok kaget dengan saran Pak Kyai ini, dia menjawab : “Pak Kyai ini bagaimana sih !, nasi pecel yang ada di warung ini kan untuk dijual, kok kami malah disuruh memberikan begitu saja ke si pengemis…, mana bisa dia membayarnya ?”.



‘”Ini Dia” pikir Pak Kyai , dia langsung menyampaikan kalimat dakwahnya yang jitu ke si embok : “begitulah Allah mbok, Dia punya apa saja yang embok dan keluarga inginkan …, tetapi mana mau Dia memberikan semua keinginan ke mbok, lha wong mbok nggak mampu membayarnya kok…!”.



Merasa logika Pak Kyai mengenainya, dia mulai tertarik : “Lha terus bagaimana Pak Kyai ? bagaimana kami bisa ‘membeli’ kepada Allah apa yang kami inginkan…”. Dengan senang Pak Kyai menjawab : “Dengan mentaatiNya mbok, mengikuti perintahNya dan menjauhi laranganNya…, ya antara lain kalau Dia memanggil untuk sholat ke surau/masjid – penuhilah panggilanNya, terutama untuk suamimu – karena itu wajib bagi laki-laki”.



Begitulah kita semua, seperti keluarga tukang pecel tadi. Kita sibuk dengan urusan kita, sehingga ketika Allah memanggil (untuk sholat, zakat, menyantuni fakir-miskin, berhijrah untuk kebaikan, berjihad dst…) kita tidak segera meresponnya, tetapi ketika kita berdoa minta kepadaNya – mau kita segera diberiNya – mana bisa begitu ?. Wa Allahu A’lam.

Tidak Ada Pekerjaan Tetap, Tetapi Tetap Bekerja…



Di masjid komplek tempat saya tinggal, jamaah shalat dhuhurnya kini hampir sama banyaknya dengan shalat fardhu lainnya. Kok bisa ?, bukankah penghuninya pada ke kantor di siang hari ? sebagiannya memang demikian, tetapi cukup banyak yang mulai bekerja di rumah. Yang pada bekerja di rumah ini sebagian memiliki pegawai beberapa orang, maka mereka inilah yang ikut meramaikan masjid di siang hari selain penghuni komplek sendiri. Awalnya orang yang melihat kami siang-siang pada sarungan ke masjid, sering bertanya ‘apakah Anda tidak bekerja ?’, maka sambil berseloroh kami punya jawaban yang khas untuk ini : ‘kami ini adalah orang-orang yang tidak memiliki pekerjaan tetap, tetapi kami tetap bekerja !’.



Inilah paradigma baru yang rupanya menular di komplek kami tinggal. Belasan tahun lalu ketika saya mulai masuk komplek ini, saat itu hampir semua orang bekerja di kantor sehingga masjid sepi ketika siang hari. Kini hampir berimbang antara yang bekerja di kantor dan yang di rumah. Sebagian karena usia pensiun, sebagian karena memutuskan untuk berwirausaha sebelum usia pensiun tiba, sebagian lain memang dengan bantuan teknologi kini bisa bekerja dari rumah.



Ada budaya baru yang menarik yaitu orang-orang sarungan atau pakai baju gamis ke masjid siang hari – padahal mereka orang-orang yang sibuk. Kok bisa ?, kapan mereka berganti sarung atu gamisnya ? mereka tidak perlu berganti !, karena ketika mereka bekerja di rumah, tidak lagi diperlukan pakaian formal – sarungan atau bergamis-pun jadi.



Yang ikut saya rasakan adalah bahwa ketika kita tidak lagi terkendala waktu (bekerja harus pada waktu-waktu tertentu), tidak terkendala ruang (bekerja harus berkantor), tidak terkendala formalitas (bekerja harus pakai pakaian resmi, berdasi atau bahkan ber jas) maupun kendala-kendala lainnya, maka pengaruhnya adalah pada kreativitas dan kebebasan kita untuk berpikir.



Saya misalnya, tidak kebayang dalam profesi saya yang lama ketika bekerja harus pada jam kerja pergi ke kantor di pusat kota dengan berdasi dan berjas – tetapi pada saat yang bersamaan juga mengurusi peternakan kambing di lapangan, atau berganti sarung untuk shalat dhuhur di masjid. Jangankan shalat khusu’ di masjid, shalat tepat waktu saja tidak selalu mudah bagi orang-orang kantoran.



Belenggu ruang dan waktu kerja, belenggu pakaian dan formalitas lainnya terkadang ikut membelenggu kebebasan berpikir kita dan membatasi ruang gerak kita. Istilah ‘pekerjaan tetap’ – yang dahulu menjadi kebanggaan calon mertua bila sang calon menantu sudah memilikinya, mungkin waktunya untuk direnungkan kembali sekarang.



Bila Anda memiliki ‘pekerjaan tetap’ sampai Anda pensiun, bukankah ini berarti Anda sudah memutuskan untuk diri Anda sendiri tetap sebagai pegawai sampai usia pensiun ?. Bukankah ini akan memasukkan Anda menjadi bagian dari 9 orang dari 10 orang yang tidak siap ketika pensiun tiba ?.



Yang jelas tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk berhijrah dari kwandrant E (Employee) ke S (Self Employed), B (Business Owner) atau bahkan I (Investor), tetapi bila Anda tidak mencobanya selagi muda – toh Anda kemungkinan juga harus menghadapinya ketika usia pensiun Anda tiba !, jadi mencobanya lebih cepat insyaallah akan lebih baik.



Yang perlu di sadari adalah bila Anda sudah di kwadrant S, B atau I , pekerjaan Anda juga tidak akan lebih ringan dari pekerjaan di kwadrant E. Terutama di awal-awal usaha, bisa jadi Anda perlu bekerja siang malam dan tidak mengenal hari libur. Bahkan ketika sukses-pun menghampiri Anda, sukses ini tidak bersifat permanen – Anda tetap harus bekerja keras untuk mempertahankannya atau bahkan mencapai puncak sukses berikutnya.



Sebaliknya juga ketika Anda gagal, kegagalan ini tidak harus bersifat final yang membuat Anda berhenti mencoba. Anda harus terus mencobanya karena kegagalan-kegagalan inilah yang nantinya justru menempa kwalitas Anda.



Di kwadrant S, B ataupun I, jadinya Anda memang tidak memiliki pekerjaan tetap – tetapi Anda tetap harus bekerja ! Wa Allahu A’lam.





Catatan : E, S, B, I adalah Istilah yang di perkenalkan oleh Robert T. Kiyosaki dalam bukunya Cashflow Quadrant (Warner Books, N.Y. 1998)

Bagaimana Langkah Memulai Investasi di Dinar Emas Dirham Perak

Apa itu Dinar dan Dirham?

Koin dinar emas adalah koin emas 22 karat dengan berat 4,25 gram dan diameter 23 mm yang dapat berfungsi sebagai alat investasi dan proteksi nilai kekayaan.

Mengapa 4,25 gram?

Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Salam bersabda “Timbangan mengikuti yang digunakan penduduk Mekah, Takaran mengikuti yang digunakan penduduk Madinah”.

Dari hadits Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Salam tersebut, Dr. Qaradawi menyimpulkan bahwa berat 1 Dinar atau 1 Mithqal adalah sama dengan 4.25 gram timbangan saat ini ; sedangkan berat 1 Dirham adalah 2.975 gram.

Mengapa 22 karat?

Berikut adalah fakta-fakta sejarah:

Semasa Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Salam masih hidup; beliau belum (memerintahkan ) mencetak Dinar Islam sendiri. Berarti Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Salam menggunakan Dinar yang diproduksi oleh dunia di luar Islam.

Apa yang ada sebelum Islam atau di luar Islam kemudian juga digunakan oleh beliau, maka ini menjadi ketetapan atau taqrir beliau – yang berarti Dinar (uang emas) diluar Islam-pun boleh digunakan oleh umat Islam.

Dinar baru mulai dicetak di Kekhalifahan Islam pada jaman Kekhalifahan Mu’awiyah bin Abu Sufyan (41-60H) ; namun pada jaman itu uang emas dari Byzantine tetap juga digunakan bersama Dinar Islam.

Pada jaman Kekhalifahan Abdul Malik bin Marwan (75 H-76 H) barulah beliau melakukan reformasi finansial, dimana hanya Dinar dan Dirham Islam yang dipakai di Kekhalifahan.

Sampai abad 19 koin-koin emas yang ada di dunia hanya berkadar antara 0.900 % – 0.9166 % atau yang paling mendekati adalah 22 karat ( 22 karat = 22/24 = 0.917%).

Dunia Islam tidak hanya mengenal mata uang dinar emas, tapi juga dirham perak.

Dirham merupakan mata uang yang digunakan sejak awal Islam hingga berakhirnya Kekhalifahan Usmaniah Turki tahun 1924. Penggunaan dirham sama seperti dinar, tapi memiliki nilai berbeda.

Dirham digunakan sebagai alat transaksi perdagangan dan juga membayar zakat dan denda (diyat).

Standardisasi berat uang dinar dan dirham mengikuti Hadits Rasulullah SAW, “Timbangan adalah timbangan penduduk Makkah, dan takaran adalah takaran penduduk Madinah” (HR. Abu Daud).

Sementara, pada masa Umar bin Khattab sekitar tahun 642 Masehi, pencetakan dirham pertama dalam masa kekhalifahan Islam dilakukan yaitu berat tujuh dinar sama dengan berat 10 dirham. Sementara, berat satu dinar emas adalah sekitar 4,25 gram. Dengan demikian, berat satu dirham adalah 7/10 x 4.25 gram atau sama dengan 2,975 gram.

Dirham memang sudah ada sejak sebelum Islam lahir. Bahkan, mata uang perak telah digunakan sejak lama di Yunani. Dalam sejarah, istilah dirham sebetulnya berasal dari koin Yunani, Drachma.

Saat itu, Kekaisaran Romawi menggunakan drachma sebagai alat perdagangan dengan pedagang Arab sebelum masa Islam. Penggunaan drachma sebagai alat tukar memiliki alasan serupa dengan dinar emas. Hal itu karena drachma memiliki nilai instrinsik karena terbuat dari perak.

Fungsi Dinar Emas

Menurut Muhaimin Iqbal dalam artikelnya, paling tidak fungsi dinar emas ada 3, yaitu:

sebagi dua dari tiga fungsi uang yaitu sebagai store of value (proteksi nilai) dan unit of account (timbangan muamalah yang adil);
sebagai alat tukar (medium of exchange);
sebagai alat investasi.

Dari ketiga fungsi ini, paling tidak kita bisa mengetahui apa sebenarnya motivasi atau niat awal kita untuk memiliki dinar.

Mungkin kebanyakan dari para pemegang dinar yang memiliki dinar untuk fungsi ketiga, yaitu alat investasi.

Untuk hal ini, sebenarnya Dinar sangat baik untuk perencanaan keuangan/investasi jangka panjang yang penggunaannya beberapa tahun ke depan.

Misalnya untuk rencana naik haji, biaya sekolah anak, dana pensiun, dana perbaikan rumah, dll.

Dinar kurang cocok untuk alasan investasi jangka pendek – misalnya kurang dari 6 bulan – karena fluktuasi harganya sulit diprediksi, peluang untung dan ruginya kurang lebih berimbang.

Cara Buka Rekening M-Dinar

Tabungan m-dinar memungkinkan kita semua pengguna dinar untuk mencicil tabungan, tidak harus dalam kelipatan 1 dinar. Tabungan m-dinar memiliki prosedur dan mekanisme yang sama dengan tabungan di bank syariah, dilakukan dengan akad mudharabah, jadi akan ada bagi hasil dari tabungan tersebut yang akan masuk secara otomatis setiap awal bulan, insyaAllah. Bedanya dengan tabungan bank, tabungan m-dinar ini dalam satuan dinar, termasuk bagi hasilnya juga dalam satuan dinar.

Bukti kepemilikan Tabungan m-dinar adalah berupa nomor rekening m-dinar dan juga akan dapat buku tabungan m-dinar, serta histori transaksi ataupun saldo tabungan dapat dipantau di situs http://m-dinar.com, sama seperti internet banking pada bank.

M-dinar ini merupakan produk dari Koperasi Daarul Muttaqqiin yang digagas dan dikelola oleh Muhaimin Iqbal, pemilik GeraiDinar. Setiap angka yang tertera pada tabungan m-dinar kita, insyaAllah ada fisik nyatanya, jadi bukan sekadar angka virtual yang tanpa ada fisik riilnya.

InsyaAllah bertanggungjawab dan dapat dipertanggungjawabkan.

Contoh:

Bulan Januari kita menabung Rp. 750 ribu (misalkan harga dinar saat itu Rp. 1.500.000), maka saldo m-dinar kita 0,5 dinar.
Bulan Februari kita menabung lagi Rp. 400 ribu (harga dinar Rp. 1.600.000), tabungan m-dinar bertambah 0,25 dinar.
Bulan Maret kita menabung lagi Rp. 560 ribu (harga dinar Rp. 1.600.000), tabungan m-dinar bertambah 0,35 dinar. Jadi totalnya 1,1 dinar.

Januari – Rp. 750.000/1.500.000 – 0,5 dinar

Februari – Rp. 400.000/1.600.000 – 0,25 dinar

Maret – Rp. 560.000/1.600.000 – 0,35 dinar

Total – 1,1 dinar (fisik dinar dapat diambil/dikirim)

Cara membuka/mengisi tabungan rekening m-dinar

Buka halaman web berikut https://m-dinar.com/
Di Main Menu sebelah kiri klik Registration
Isi Registration Form
Tunggu dan buka email baru dari M-Dinar, klik link untuk aktifasi account
Login dengan user dan password yang Anda isi di langkah 3
Klik Mobile Payment pada Main Menu
Lengkapi informasi tipe identitas, nomor identitas, alamat, nomor handphone, no telp rumah dan jenis kelamin
Transfer ke rekening dinaremasku.com (dapat menghubungi kami untuk nomor rekening) minimal 1/4 dinar (misalnya Rp 450.000 untuk harga saat ini)
Konfirmasi transfer dan informasikan user M-Dinar, no hp, dan no KTP Anda melalui sms ke nomor handphone kami
Insya Allah rekening M-Dinar Anda dapat segera digunakan melalui https://m-dinar.com

Demikian kemudahan yang diberikan, Anda bisa memiliki tabungan m-dinar yang insyaAllah aman, dan Anda juga dapat bertransaksi finansial dengan sesama pemegang akun m-dinar. Semoga bermanfaat.

Mengenal Dinar dan Dirham Islam

Banyak yang mengira bahwa Dinar Iraq dan lain sebagainya adalah sama dengan Dinar Islam. Dinar Iraq dan sejenisnya adalah tidak sama dan bukan Dinar Islam. Dinar Iraq adalah uang kertas biasa, sedangkan Dinar Islam adalah uang emas 22 karat 4.25 gram.

Lebih jauh agar kita mengenal Dinar Islam ini lebih dekat, berikut petikan uraian dari buku Muhaimin Iqbal (Mengembalikan Kemakmuran Islam Dengan Dinar dan Dirham) yang menjelaskan detil tentang Dinar Islam.

Islamic Dinar and DirhamUang dalam berbagai bentuknya sebagai alat tukar perdagangan telah dikenal ribuan tahun yang lalu seperti dalam sejarah Mesir kuno sekitar 4000 SM – 2000 SM. Dalam bentuknya yang lebih standar uang emas dan perak diperkenalkan oleh Julius Caesar dari Romawi sekitar tahun 46 SM. Julius Caesar ini pula yang memperkenalkan standar konversi dari uang emas ke uang perak dan sebaliknya dengan perbandingan 12 : 1 untuk perak terhadap emas. Standar Julius Caesar ini berlaku di belahan dunia Eropa selama sekitar 1250 tahun yaitu sampai tahun 1204.

Di belahan dunia lainnya di Dunia Islam, uang emas dan perak yang dikenal dengan Dinar dan Dirham juga digunakan sejak awal Islam baik untuk kegiatan muamalah maupun ibadah seperti zakat dan diyat sampai berakhirnya Kekhalifahan Usmaniah Turki tahun 1924.

Standardisasi berat uang Dinar dan Dirham mengikuti Hadits Rasulullah SAW, ”Timbangan adalah timbangan penduduk Makkah, dan takaran adalah takaran penduduk Madinah” (HR. Abu Daud).

Pada zaman Khalifah Umar bin Khattab sekitar tahun 642 Masehi bersamaan dengan pencetakan uang Dirham pertama di Kekhalifahan, standar hubungan berat antara uang emas dan perak dibakukan yaitu berat 7 Dinar sama dengan berat 10 Dirham.

Berat 1 Dinar ini sama dengan 1 mitsqal atau kurang lebih setara dengan berat 72 butir gandum ukuran sedang yang dipotong kedua ujungnya.

Dari Dinar-Dinar yang tersimpan di musium setelah ditimbang dengan timbangan yang akurat maka di ketahui bahwa timbangan berat uang 1 Dinar Islam yang diterbitkan pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan adalah 4.25 gram, berat ini sama dengan berat mata uang Byzantium yang disebut Solidos dan mata uang Yunani yang disebut Drachma.

Atas dasar rumusan hubungan berat antara Dinar dan Dirham dan hasil penimbangan Dinar di musium ini, maka dapat pula dihitung berat 1 Dirham adalah 7/10 x 4.25 gram atau sama dengan 2.975 gram.

Sampai pertengahan abad ke 13 baik di negeri Islam maupun di negeri non Islam sejarah menunjukan bahwa mata uang emas yang relatif standar tersebut secara luas digunakan. Hal ini tidak mengherankan karena sejak awal perkembangannya-pun kaum muslimin banyak melakukan perjalanan perdagangan ke negeri yang jauh. Keaneka ragaman mata uang di Eropa kemudian dimulai ketika Republik Florence di Italy pada tahun 1252 mencetak uangnya sendiri yang disebut emas Florin, kemudian diikuti oleh Republik Venesia dengan uangnya yang disebut Ducat.

Pada akhir abad ke 13 tersebut Islam mulai merambah Eropa dengan berdirinya kekalifahan Usmaniyah dan tonggak sejarahnya tercapai pada tahun 1453 ketika Muhammad Al Fatih menaklukkan Konstantinopel dan terjadilah penyatuan dari seluruh kekuasan Kekhalifahan Usmaniyah.

Selama tujuh abad dari abad ke 13 sampai awal abad 20, Dinar dan Dirham adalah mata uang yang paling luas digunakan. Penggunaan Dinar dan Dirham meliputi seluruh wilayah kekuasaan Usmaniyah yang meliputi tiga benua yaitu Eropa bagian selatan dan timur, Afrika bagian utara dan sebagian Asia.

Pada puncak kejayaannya kekuasaan Usmaniyah pada abad 16 dan 17 membentang mulai dari Selat Gibraltar di bagian barat (pada tahun 1553 mencapai pantai Atlantik di Afrika Utara ) sampai sebagian kepulauan nusantara di bagian timur, kemudian dari sebagian Austria, Slovakia dan Ukraine dibagian utara sampai Sudan dan Yemen di bagian selatan. Apabila ditambah dengan masa kejayaan Islam sebelumnya yaitu mulai dari awal kenabian Rasululullah SAW (610) maka secara keseluruhan Dinar dan Dirham adalah mata uang modern yang dipakai paling lama (14 abad) dalam sejarah manusia.

Selain emas dan perak, baik di negeri Islam maupun non Islam juga dikenal uang logam yang dibuat dari tembaga atau perunggu. Dalam fiqih Islam, uang emas dan perak dikenal sebagai alat tukar yang hakiki (thaman haqiqi atau thaman khalqi) sedangkan uang dari tembaga atau perunggu dikenal sebagai fulus dan menjadi alat tukar berdasar kesepakatan atau thaman istilahi. Dari sisi sifatnya yang tidak memiliki nilai intrinsik sebesar nilai tukarnya, fulus ini lebih dekat kepada sifat uang kertas yang kita kenal sampai sekarang .

Dinar dan Dirham memang sudah ada sejak sebelum Islam lahir, karena Dinar (Dinarium) sudah dipakai di Romawi sebelumnya dan Dirham sudah dipakai di Persia. Kita ketahui bahwa apa-apa yang ada sebelum Islam namun setelah turunnya Islam tidak dilarang atau bahkan juga digunakan oleh Rasulullah SAW– maka hal itu menjadi ketetapan (Taqrir) Rasulullah SAW yang berarti menjadi bagian dari ajaran Islam itu sendiri, Dinar dan Dirham masuk kategori ini.

Islamic Dinar & Dirham Produced by Logam Mulia Indonesia – With The Weight & Purity Certification By KAN (Indonesia) an LBMA (UK -London) Di Indonesia di masa ini, Dinar dan Dirham hanya diproduksi oleh Logam Mulia – PT. Aneka Tambang TBK. Saat ini Logam Mulia-lah yang secara teknologi dan penguasaan bahan mampu memproduksi Dinar dan Dirham dengan Kadar dan Berat sesuai dengan Standar Dinar dan Dirham di masa awal-awal Islam.

Standar kadar dan berat inipun tidak hanya di sertifikasi secara nasional oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), tetapi juga oleh lembaga sertifikasi logam mulia internasional yang sangat diakui yaitu London Bullion Market Association (LBMA).

Seperti di awal Islam yang menekankan Dinar dan Dirham pada berat dan kadarnya – bukan pada tulisan atau jumlah/ukuran/bentuk keping – maka berat dan kadar emas untuk Dinar serta berat dan kadar perak untuk Dirham produksi Logam Mulia di Indonesia saat ini memenuhi syarat untuk kita sebut sebagai Dinar dan Dirham Islam zaman sekarang.

Seluruh Dinar dan Dirham yang diperkenalkan & dipasarkan oleh Gerai Dinar adalah produksi langsung dari Logam Mulia – PT. Aneka Tambang, Tbk. (Muhaimin Iqbal)

Di mana Bisa Menukarkan Dinar?

Pertanyaan yang paling sering muncul dari masyarakat yang baru mengenal atau membeli Dinar adalah dimana menukarnya kembali ke Rupiah bila dibutuhkan dananya. Berikut adalah jawaban yang hampir selalu saya berikan – tergantung apakah penanya puas dengan jawaban pendek atau jawaban panjang.

Kita tahu (lewat penjelasan sebelumnya) bahwa Dinar adalah emas 22 karat seberat 4.25 gram, yang di Indonesia diproduksi langsung oleh produsen emas paling terpercaya yaitu Unit Bisnis Logam Mulia – PT. Aneka Tambang, Tbk (BUMN). Jadi baik bendanya maupun siapa yang memproduksinya sangat dapat dipercaya.

Sejak ribuan tahun lalu sampai sekarang seluruh peradaban manusia di muka bumi mengakui tingginya nilai emas ini. Beda dengan uang kertas yang hanya berlaku di negara/wilayah tertentu dalam kurun waktu tertentu. Emas berlaku secara universal dan tidak mengenal istilah kadaluwarsa.

Karena sifatnya yang universal inilah emas/koin emas juga dahulu dipakai sebagai perbekalan dalam perjalanan perang, pengembaraan, da’wah dan perjalanan menuju negeri yang baru lainnya.

Dewasa inipun koin emas masih digunakan sebagai salah satu perbekalan survival kit bagi pilot tempur negara modern apabila mereka mulai perjalanan on mission -nya. Bekal mereka bukan uang kertas negaranya, melainkan koin emas yang bisa di -‘uang’-kan di manapun mereka mendarat atau tertembak jatuh.

Meskipun sifat koin emas yang universal tadi, tentu ada tempat-tempat terbaik untuk menjualnya. Berikut adalah urut-urutan tempat menjual terbaik apabila Anda membutuhkan uang kertas tunai dari Dinar Anda.

1) Sesama Pengguna : Karena tidak memerlukan biaya operasi, pajak dlsb. maka jual beli Dinar antar sesama pengguna adalah yang paling menguntungkan kedua belah pihak. Penjual dapat menikmati harga yang baik, pembeli pun dapat memperoleh Dinar dengan harga yang baik. Tepatnya berapa ? tergantung kesepakatan diantara keduanya – yang cukup sering terjadi sekitar pertengahan antara harga jual/beli Gerai Dinar.

2) Gerai Dinar : Karena secara resmi Gerai Dinar beroperasi dengan Ijin (SIUP) toko emas, maka GeraiDinar terkena peraturan perpajakan untuk toko emas – yaitu pajak netto 2% (pajak keluaran dikurangi pajak masukan). Pajak netto ini ikut menjadi factor dalam menentukan harga jual dan harga beli Gerai Dinar. Terdapat perbedaan harga 4 % antara harga jual dan harga beli Gerai Dinar . 2 % dipakai untuk alokasi pajak, dan 2 % untuk fee Gerai Dinar.

3) Logam Mulia : Bila sesama pengguna dan Gerai Dinar menghargai Dinar sebagai Dinar – termasuk ongkos-ongkos cetak/pengadaan dan unsur pajaknya; tidak demikian dengan Logam Mulia. Sebagai produsen Dinar mereka tentu mau membeli Dinar dari masyarakat kembali, tetapi karena kemungkinan Dinar tersebut akan dilebur kembali menjadi emas – maka ongkos cetak dan pajak yang merupakan komponen pembentuk harga awal Dinar tidak termasuk dalam harga pembelian kembali mereka.

4) Toko/Tukang Emas : Sama halnya dengan Logam Mulia; Toko atau tukang emas akan melihat Dinar sebagai emas biasa. Mereka akan bersedia membeli Dinar Emas karena melihat emasnya bukan karena bentuk Dinarnya. Dengan demikian ongkos pembuatan, pajak dan lain sebagainya tidak menjadi bagian dari perhitungan harga beli mereka.

Dengan urut-urtan tersebut, Insyaallah Anda akan selalu dapat meng-‘uang’-kan Dinar Anda dimanapun berada. Hanya akan lebih baik harganya apabila Anda meng-‘uang’-kannya ke sesama pengguna, atau kalau tidak ketemu ke Gerai Dinar/Agennya; nggak ketemu juga ke Logam Mulia —baru alternatif terakhir ke toko atau tukang emas. Wallahu A’lam. (M.Iqbal)

Investasi Dinar Emas

Banyak alat instrumen investasi yang sering digunakan oleh masyarakat dan termasuk kita untuk berinvestasi. Misalnya: tanah, emas, rumah, asuransi unit-link, deposito, saham, obligasi (syariah dan konvensional), reksadana, dsb. Namun belum banyak yang mengetahui bahwa dinar (koin dinar emas) merupakan salah satu instrumen investasi.

1 dinar didefinisikan sebagai 1 koin emas dengan berat 4,25 gram dan kadar 22 karat.

Dinar menjadi salah satu alat investasi yang patut diperhitungkan, mengingat nilainya yang terus ter-apresiasi terhadap dollar dalam kurun waktu 40 tahun terakhir. Bisa saja kita menggunakan perpaduan dari keseluruhan instrumen investasi tersebut, jika memang kita memiliki kelebihan dana.

Namun jika diperbandingkan, maka investasi dalam dinar merupakan yang paling menguntungkan dan mendapat nilai tambah secara syari’ah.

Misalnya saja perbandingan antara asuransi, deposito, dan dinar, seperti analisis yang dilakukan oleh M. Iqbal dalam Gerai Dinar. Taruhlah kita investasikan Rp 500.000/ bulan, untuk masing-masing instrumen investasi tersebut, selama 20 tahun. Maka analisisnya sebagai berikut:

Asuransi (unit-link): dengan hasil investasi 12% per tahun, maka setelah 20 tahun kita menaruh uang di asuransi tersebut, uang kita menjadi Rp 162 juta. Pada asuransi ini, uang kita ada yang “disedot” untuk biaya akuisisi, atau biaya administrasi yang lumayan besar dari premi yang kita bayarkan setiap bulannya. Namun, kelebihannya ada nilai proteksi yang diberikan dari asuransi ini.

Hal ini tepat sekali, karena saya mengalaminya sendiri, uang yang saya bayarkan sebagai premi, akan sesuai dengan nilai akumulasi yang saya bayarkan, yaitu ketika polis tersebut berusia 11 tahun (ini di asuransi terkenal di dunia apalagi di Indonesia, pada unit syari’ahnya).

Deposito: dengan hasil investasi 8% per tahun, maka setelah 20 tahun, uang kita akan menjadi Rp 224 juta. Lebih besar dari asuransi, karena di deposito tidak ada biaya akuisisi seperti di asuransi. Namun, deposito tidak memiliki nilai proteksi.

Dinar: dengan rata-rata apresiasi nilai emas per tahun dari statistik 40 tahun Kitco, yaitu 31% per tahun. Maka setelah 20 tahun, uang kita menjadi Rp 4,1 Milyar. Sangat jauh berbeda dengan dua instrumen sebelumnya. Insya Allah, inilah alat investasi yang terbaik setelah investasi akhirat dan investasi pada sektor riil yang dikelola dengan baik.

Konsep Arisan Dinar Emas

Konsep arisan dinar emas, sudah pernah saya tuliskan di postingan Arisan Dinar Emas.

Berikut adalah ringkasannya:

Arisan Dinar ini dibangun dengan konsep arisan pada umumnya, hanya kelebihannya adalah, tidak mendasarkannya pada uang kertas, tapi lebih pada koin dinar emas itu sendiri.

Harga dinar sesuai dengan rate yang ada di situs www.dinareasmku.com. Kemudian rate harga dinar pada saat membeli dinar, dibagi 4 untuk kemudian masing-masing orang membayarkan sesuai hasil bagi tersebut. Artinya, satu orang anggota membayar 1/4 dinar emas setiap bulannya.

Tidak terlalu ribet untuk mencari siapa yang giliran mendapatkan dinar tersebut setiap bulannya, bisa melalui kocokan kertas, atau gambreng saja sudah cukup.

Pertanyaan yang mungkin muncul adalah, jika tidak didasarkan pada uang kertas, maka setiap bulan masing-masing anggota akan membayarkan uang arisan yang berbeda? Tentu saja. Terkadang membayar Rp 350.000,-, terkadang pula hanya Rp 320.000,-. Tergantung rate dinar saat itu.

Adilkah?

Justru di sinilah letak keadilan itu.

Uang kertas hanyalah alat tukar transaksi yang mudah tergerus oleh inflasi. Uang Rp 50.000,- pada bulan Januari 2009, tidak lagi sama dengan uang Rp 50.000,- pada bulan Desember 2009. Kasihan sekali mereka yang mendapatkan arisan paling belakangan, karena nilai uangnya tidak lagi sama dengan nilai uang yang didapatkan oleh mereka yang sudah dapat arisan lebih awal. Mungkin pada bulan Januari 2009, dengan uang Rp 50.000 kita bisa membeli susu bubuk 2 kotak ukuran 400 gram. Tapi di bulan Desember 2009, apakah dengan uang Rp 50.000, kita masih bisa mendapatkannya? mungkin ya mungkin tidak.

Berbeda dengan koin dinar emas (1 dinar = 4,25 gram emas, 22 karat). Jika saat ini kita bisa naik haji dengan 50 dinar, maka insya Allah pada 10 tahun yang akan datang, kita masih bisa naik haji dengan 50 dinar pula, atau bahkan lebih murah dari itu.

Demikian konsep arisan dinar emas. Hal ini untuk memudahkan bagi mereka yang ingin berinvestasi dengan dinar emas ataupun memproteksi kekayaannya dalam bentuk dinar emas.

Emas Batangan vs Dinar Emas

Investasi Emas : Koin Dinar, Emas Lantakan, atau Emas Perhiasan?

Ketiga-tiganya tentu memiliki kesamaan karena bahannya memang sama. Kesamaan tersebut terletak pada keunggulan investasi tiga bentuk emas ini yaitu semuanya memiliki nilai nyata (tangible), senilai benda fisiknya (intrinsic) dan dan nilai yang melekat/bawaan pada benda itu (innate).

Ketiga keunggulan nilai ini tdak dimiliki oleh investasi bentuk lain seperti saham, surat berharga dan uang kertas.

Default value (nilai asal) dari investasi emas tinggi – kalau tidak ada campur tangan berbagai pihak dengan kepentingannya sendiri-sendiri otomatis nilai emas akan kembali ke nilai yang sesungguhnya – yang memang tinggi.

Sebaliknya default value (nilai) uang kertas, saham, surat berharga mendekati nol , karena kalau ada kegagalan dari pihak yang mengeluarkannya untuk menunaikan kewajibannya –uang kertas, saham dan surat berharga menjadi hanya senilai kayu bakar.

Nah sekarang sama-sama investasi emas, mana yang kita pilih ? Koin Emas, Emas Lantakan atau Perhiasan?

Kelebihan Dinar :

Memiliki sifat unit account ; mudah dijumlahkan dan dibagi. Kalau kita punya 100 Dinar – hari ini mau kita pakai 5 Dinar maka tinggal dilepas yang 5 Dinar dan di simpan yang 95 Dinar.
Sangat liquid untuk diperjual belikan karena kemudahan dibagi dan dijumlahkan di atas.
Memiliki nilai da’wah tinggi karena sosialisasi Dinar akan mendorong sosialisasi syariat Islam itu sendiri. Nishab Zakat misalnya ditentukan dengan Dinar atau Dirham – umat akan sulit menghitung zakat dengan benar apabila tidak mengetahui Dinar dan Dirham ini.
Nilai Jual kembali tinggi, mengikuti perkembangan harga emas internasional; hanya dengan dikurangkan biaya administrasi dan penjualan sekitar 4% dari harga pasar. Jadi kalau sepanjang tahun lalu Dinar mengalami kenaikan 31 %, maka setelah dipotong biaya 4 % tersebut hasil investasi kita masih sekitar 27%.
Mudah diperjual belikan sesama pengguna karena tidak ada kendala model dan ukuran.

Kelemahan Dinar :

Di Indonesia masih dianggap perhiasan, penjual terkena PPN 10% (Sesuai KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 83/KMK.03/2002 bisa diperhitungkan secara netto antara pajak keluaran dan pajak masukan toko emas maka yang harus dibayar ‘toko emas’ penjual Dinar adalah 2%).
Ongkos cetak masih relatif tinggi yaitu berkisar antara 3% – 5 % dari nilai barang tergantung dari jumlah pesanan.

Kelebihan Emas Lantakan :

Tidak terkena PPN
Apabila yang kita beli dalam unit 1 kiloan – tidak terkena biaya cetak.
Nilai jual kembali tinggi.

Kelemahan Emas Lantakan :

Tidak fleksibel; kalau kita simpan emas 1 kg, kemudian kita butuhkan 10 gram untuk keperluan tunai – tidak mudah untuk dipotong. Artinya harus dijual dahulu yang 1 kg, digunakan sebagian tunai – sebagian dibelikan lagi dalam unit yang lebih kecil – maka akan ada kehilangan biaya penjualan/adiminstrasi yang beberapa kali.
Kalau yang kita simpan unit kecil seperti unit 1 gram, 5 gram, 10 gram – maka biaya cetaknya akan cukup tinggi.
Tidak mudah diperjual belikan sesama pengguna karena adanya kendala ukuran. Pengguna yang butuh 100 gram, dia tidak akan tertarik membeli dari pengguna lain yang mempunyai kumpulan 10 gram-an. Pengguna yang akan menjual 100 gram tidak bisa menjual ke dua orang yang masing-masing butuh 50 gram dst.

Kelebihan Emas Perhiasan :

Selain untuk investasi, dapat digunakan untuk keperluan lain – dipakai sebagai perhiasan.

Kelemahan Perhiasan :

Biaya produksi tinggi
Terkena PPN
Tidak mudah diperjual belikan sesama pengguna karena kendala model dan ukuran.

Dari perbandingan-perbandingan tersebut, kita bisa memilih sendiri bentuk investasi emas yang mana yang paling tepat untuk kita. Wallahu A’lam.

sumber: geraidinar.com

Dinar Emas Peruri

Dalam waktu satu sampai dua bulan ke depan, GeraiDinar akan menerbitkan varian baru dinar emas, yaitu dinar emas yang dicetak oleh PERURI (Perum Pencetakan Uang Republik Indonesia). Dipilihnya perusahaan negara ini tentu sudah melalui semacam fit and proper test, dan memenuhi standar kualitas terbaik untuk pencetakan dinar emas yang membutuhkan akurasi yang sangat tinggi.

Pencetakan dinar emas oleh PERURI ini untuk membantu pencetakan yang dilakukan oleh Logam Mulia, karena permintaan masyarakat yang semakin meningkat, sedangkan kapasitas produksi Logam Mulia terbatas.

Dibandingkan dengan Dinar LM, Dinar Peruri kelihatan lebih kecil karena faktor diameter. Dinar LM berdiameter 23 mm, sedangkan Dinar Peruri berdiameter 20 mm. Untuk mengimbangi diameter yang lebih kecil ini, Dinar Peruri lebih tebal dari Dinar LM. Namun keduanya memiliki berat yang sama 4.25 gram dan kadar karat yang sama pula yaitu 22 karat atau 91.7%. Dari sisi ciri khas design yang mudah dikenali, bila Dinar LM menggunakan gambar timbul berupa Ka’bah di Masjidil Haram – Dinar Peruri menggunakan gambar timbul masjid Istiqlal – Jakarta.

Bila saatnya nanti Dinar Peruri sudah benar-benar diproduksi, perlakuan kepada Dinar Peruri ini akan sama dengan Dinar LM. Selain harga jual dan harga beli-nya yang sama, masyarakat bisa menukarkan Dinar LM yang dipegangnya dengan Dinar Peruri dan juga sebaliknya dari Dinar Peruri ke Dinar LM. Bila stok keduanya ada, klien-klien GeraiDinar dan jaringan agennya boleh memilih salah satu dari keduanya atau kombinasi dari keduanya – tergantung preferensi masing-masing.

Kehadiran Dinar Peruri ini adalah hasil kerjasama Peruri dengan Gerai Dinar. Peruri menyediakan infrastruktur percetakan uangnya yang sangat canggih dengan timnya yang sangat berpengalaman, sedangkan Gerai Dinar menyediakan bahan baku dan pasarnya. Kerjasama ini juga menandai babak baru dalam penyebaran Dinar ke masyarakat. Pertama masyarakat bisa memiliki pilihan dari dinar-dinar yang diproduksi oleh dua perusahaan negara yang masing-masing sangat berkompeten di bidangnya tersebut di atas, dan yang kedua ketersediaan supply dinar insyaAllah akan menjadi semakin terjamin. (Geraidinar.com)

Sumber : http://dinaremasku.com

Humanity|Respect|Try To Not Cry