Menjadi Lebih baik dan terbaik walaupun buruk dimata orang | Doakan Orang Tua Anda | Sedekahkan harta anda Kepada Fakir Miskin dan Kaum yang tertindas | Hari ini Mungkin kematian menjemput kita tetapi maka dari itu kerjakanlah kebaikan walau di mata manusia tak ada harganya
Showing posts with label Pengetahuan. Show all posts
Showing posts with label Pengetahuan. Show all posts

Saturday, February 24, 2018

Mengenal Uang Baru dan Tingkat Keamanan dari Uang Palsu. | Gambar dan Sinar Ultra violet

Selamat Datang di www.sri-ya.com
Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan uang Rupiah edisi terbaru pada tanggal 19 Desember 2016 lalu. Penerbitan uang Rupiah baru ini sendiri merupakan implementasi dari Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Adapun uang Rupiah baru tersebut terdiri dari tujuh pecahan uang kertas dan empat pecahan uang logam. Rupiah kertas yang diterbitkan terdiri dari nominal Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000, Rp2.000, dan Rp1.000. Sementara untuk uang logam terdiri dari pecahan Rp1.000, Rp500, Rp200, dan Rp100.Pertanyaannya, apa alasan Bank Indonesia (BI) mengeluarkan uang baru dan apa saja yang berubah dari Rupiah baru dibanding dengan yang sebelumnya? Berikut adalah ulasannya. Ternyata Bank Indonesia (BI) selaku bank sentral melakukan penerbitan uang baru tahun emisi (TE) 2016 bukan tanpa alasan. Dengan berpedoman pada UU No. 7 Tahun 2011, terbitnya uang baru ditujukan untuk melaksanakan dan mewujudkan apa yang termuat dalam UU.Sebab pada uang-uang sebelumnya apa yang termuat dalam UU No. 7 Tahun 2011 belum terimplementasikan secara nyata. Misalnya, pencatuman tanda tangan Gubernur Bank Indonesia (BI) dan Menteri Keuangan RI yang sebelumnya tidak ada kini di uang baru sudah ada. Atau pencantuman frasa "Negara Kesatuan Republik Indonesia" yang kini bisa ditemukan di uang baru.

Nama Pahlawan di Rupiah Baru, 
Sukarno-Hatta Tetap Tak Terganti
Seperti edisi sebelumnya, uang Rupiah baru ini masih menampilkan gambar pahlawan dari berbagai wilayah di Indonesia. Total, terdapat 12 orang pahlawan yang wajahnya ditampilkan dalam uang Rupiah itu. Keberadaan 12 pahlawan dari berbagai wilayah Indonesia merupakan wujud dari NKRI yang bhinneka atau beragam.
Namun, dari 12 nama itu, mereka hanya dibagi dalam 11 uang Rupiah baru saja, hal tersebut terjadi karena ada satu pecahan yang menampilkan dua pahlawan. Siapa saja pahlawan-pahlawan tersebut?
Selamat Datang di www.sri-ya.com
1. Sukarno dan Mohammad Hatta
Seperti edisi sebelumnya, kedua proklamator Indonesia ini tetap terpampang di dalam uang Rupiah baru pecahan Rp100.000 kertas.
2. Djuanda Kartawidjaja
Nama ini menghiasi uang Rupiah baru pecahan Rp50.000 kertas terbaru. Bagi yang belum mengenalnya, ia lebih dikenal sebagai Ir. Djuanda yang namanya dijadikan nama beberapa nama jalan besar di berbagai provinsi di Indonesia. Djuanda lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 14 Januari 1911.
3. Sam Ratulangi
Untuk pecahan Rp20.000 kertas, ditampilkan wajah pahlawan baru yaitu Dr. Gerungan Saul Samuel Jozias Ratulangi atau yang lebih dikenal sebagai Sam Ratulangi.
4. Frans Kaisepo
Frans Kaisepo ialah pahlawan kemerdekaan Indonesia asal Biak, Papua yang lahir pada pada 10 Oktober 1921. Ia juga pernah menjabat sebagai Gubernur Papua di tahun 1964-1973. Wajah dari Frans Kaisepo menghiasi uang Rupiah baru pecahan Rp10 ribu kertas.
5. Idham Chalid
Selanjutnya, untuk pecahan Rp5.000 kertas, terpampang wajah Dr. K.H. Idham Chalid yang merupakan pahlawan dari Kalimantan Selatan. Di masanya, ia adalah politikus yang cukup berpengaruh karena ia menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Indonesia pada kabinet Djuanda.
6. Mohammad Hoesni Thamrin
Hoesni Thamrin merupakan perintis Revolusi Kemerdekaan Indonesia. Wajahnya terpampang pada uang Rupiah pecahan Rp2 ribu kertas terbaru. Selain itu, namanya diabadikan sebagai nama jalan utama di Jakarta.
7. Tjut Meutia
Untuk uang Rp1.000 kertas, ada nama pahlawan nasional asal Pirak, Aceh Utara, yaitu Tjut Nyak Meutia atau Tjut Meutia. Namanya dijadikan sebagai pahlawan nasional Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 107/1964 pada tahun 1964.
8. I Gusti Ketut Pudja
Gambar wajah Mr. I Gusti Ketut Pudja ditampilkan pada uang Rupiah terbaru pecahan Rp1.000 logam. Bagi Anda yang belum mengenalnya, Ia dikenal sebagai salah satu tokoh penemu Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI karena ikut serta dalam perumusan negara Indonesia melalui Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mewakili Sunda Kecil atau saat ini Bali dan Nusa Tenggara.
9. T.B. Simatupang
Tahi Bonar Simatupang atau yang lebih dikenal sebagai T.B. Simatupang merupakan seorang tokoh militer berpangkat Letnan Jenderal TNI. Ia diangkat sebagai pahlawan nasional pada tanggal 8 November 2013. Gambar wajahnya menghiasi uang Rupiah baru pecahan Rp500 logam.
10. Tjipto Mangunkusumo
Tjipto Mangunkusumo adalah seorang dokter dan tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ia juga dikenal sebagai salah satu dari Tiga Serangkai bersama dengan Douwes Dekker dan Ki Hajar Dewantara. Wajah Tjipto Mangunkusumo terpampang di uang Rupiah baru pecahan Rp200 logam. Namanya saat ini juga dijadikan sebagai nama dari sebuah rumah sakit besar di Jakarta.
11. Herman Johannes
Gambar wajah Prof. Dr. Ir. Herman Johannes atau yang lebih sering dikenal sebagai Herman Johannes Herman Johannes menghiasi uang Rupiah baru pecahan Rp 100 logam. Ia adalah seorang cendekiawan, politikus, ilmuwan Indonesia, guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Pahlawan Nasional Indonesia.

Fitur Keamanan Rupiah Baru: Dari Color Shifting hingga Rectoverso
Selain nama pahlawan baru, salah satu isu yang selalu dipermasalahkan setiap kali Bank Indonesia meluncurkan uang baru adalah perubahan atau perkembangan fitur pengamanan. Hal ini penting agar uang Rupiah sulit untuk dipalsukan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Untuk edisi terbaru Rupiah yang diluncurkan 2016 ini, BI memastikan kalau uang ini sudah mendapat penguatan sistem keamanan. Berikut ini beberapa fitur keamanan terbaru ini pada Rupiah baru tahun emisi 2016.

Colour Shifting via bi.go.id
Apabila uang dilihat dari sudut pandang yang berbeda, maka akan terjadi perubahan warna secara kontras.
http://www.sri-ya.com/2018/02/mengenal-uang-baru-dan-tingkat-keamanan.html

Fitur Rainbow via bi.go.id
Apabila uang dilihat dari sudut pandang tertentu, maka akan muncul gambar tersembunyi multi warna seperti pelangi berupa angka nominal.
http://www.sri-ya.com/2018/02/mengenal-uang-baru-dan-tingkat-keamanan.html
Latent Image via bi.go.id
Apabila uang dilihat dari sudut tertentu, maka akan muncul gambar tersembunyi berupa teks BI pada bagian depan dan angka nominal di bagian belakang.
http://www.sri-ya.com/2018/02/mengenal-uang-baru-dan-tingkat-keamanan.html
Fitur Ultraviolet via bi.go.id
Pada uang Rupiah sebelumnya, sebenarnya fitur ini sudah ada. Tapi khusus untuk Rupiah edisi baru, dilakukan penguatan desain UV feature yang memendar menjadi dua warna di bawah sinar UV.
http://www.sri-ya.com/2018/02/mengenal-uang-baru-dan-tingkat-keamanan.html
Gambar Rectoverso atau Saling Isi via bi.go.id
Apabila diterawang, akan terbentuk gambar saling isi berupa logo Bank Indonesia. Keberadaan fitur keamanan rectoverso inilah yang kemudian memicu polemik di tengah-tengah masyarakat. Sebab ada sekelompok orang yang tidak memahami sama sekali cara kerja fitur rectoverso lantas menganggapnya sebagai simbol palu arit. Tak sedikit pula yang percaya mungkin karena kurang kritis atau mungkin karena kesulitan berpikir sehingga dengan mudah melempar caci maki ke Rupiah baru. Lalu menghasut orang-orang di media sosial untuk menentang penerbitan uang baru.
http://www.sri-ya.com/2018/02/mengenal-uang-baru-dan-tingkat-keamanan.html
Fitur Blind Code via bi.go.id
Fitur ini merupakan penyempurnaan fitur kode tuna netra (blind code) yang sudah ada di dalam pecahan Rupiah lama. Di mana BI melakukan perubahan desain pada bentuk kode tuna netra berupa efek rabaan (tactile effect) untuk membantu membedakan antar pecahan dengan lebih mudah.Menurut Direktur Eksekutif Pengelolaan Uang BI, Suhaedi, dengan peningkatan fitur keamanan ini, mata uang Rupiah bisa dibilang menjadi salah satu mata uang yang memiliki tingkat keamanan tertinggi di dunia. “level pengamanan uang yang diterapkan Bank Indonesia sebenarnya sudah sesuai dengan yang biasa diterapkan di berbagai negara. Hanya saja, tidak semua negara menerapkan semua level yang ada,” katanya.
Untuk diketahui, kategori sistem pengamanan uang suatu negara terdiri dari 3 level yaitu, Level 1 (terbuka/covered), yang dapat dideteksi tanpa bantuan alat (3D). Lalu level 2 (semi tertutup/semi covered), yang dapat dideteksi dengan memakai alat sederhana seperti kaca pembesar dan lampu ultraviolet (UV). Terakhir, level 3 (tertutup/covered), yang hanya dapat dideteksi dengan menggunakan mesin sortasi yang dimiliki oleh Bank Sentral atau peralatan laboratorium/forensik.
Inilah Penampakan Uang Baru NKRI Tahun Emisi 2016
Pada 19 Desember 2016 dengan bertempat di Gedung Bank Indonesia (BI), Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meresmikan terbitnya uang baru tahun emisi 2016. Saat itu juga uang baru NKRI sah mulai berlaku dan beredar di seluruh wilayah Indonesia. Bagaimanakah penampakan dari uang baru tersebut? Bersumber dari website Bank Indonesia (BI) bi.go.id, berikut ini adalah penampakan dari uang baru NKRI tahun emisi 2016.
http://www.sri-ya.com/2018/02/mengenal-uang-baru-dan-tingkat-keamanan.html
Penampakan Uang Baru Rp1.000 TE 2016 via bi.go.id
http://www.sri-ya.com/2018/02/mengenal-uang-baru-dan-tingkat-keamanan.html

Penampakan Uang Baru Rp2.000 TE 2016 via bi.go.id
http://www.sri-ya.com/2018/02/mengenal-uang-baru-dan-tingkat-keamanan.html

 Penampakan Uang Baru Rp5.000 TE 2016 via bi.go.id


Penampakan Uang Baru Rp10.000 TE 2016 via bi.go.id


Penampakan Uang Baru Rp20.000 TE 2016 via bi.go.id


Penampakan Uang Baru Rp50.000 TE 2016 via bi.go.id


Penampakan Uang Baru Rp100.000 TE 2016 via bi.go.id


Penampakan Uang Baru Logam Rp100 TE 2016 via bi.go.id


http://www.sri-ya.com/2018/02/mengenal-uang-baru-dan-tingkat-keamanan.html
Penampakan Uang Baru Logam Rp200 TE 2016 via bi.go.id


Penampakan Uang Baru Logam Rp500 TE 2016 via bi.go.id


Penampakan Uang Baru Logam Rp1.000 TE 2016 via bi.go.id

GAMBAR INI DIAMBIL DENGAN MENGGUNAKAN DETECTOR UANG
UANG DENGAN PECAHAN RP. 100.000
http://www.sri-ya.com/2018/02/mengenal-uang-baru-dan-tingkat-keamanan.html

 
UANG DENGAN PECAHAN RP. 50.000
http://www.sri-ya.com/2018/02/mengenal-uang-baru-dan-tingkat-keamanan.html
UANG DENGAN PECAHAN RP. 20.000

UANG DENGAN PECAHAN RP. 10.000
http://www.sri-ya.com/2018/02/mengenal-uang-baru-dan-tingkat-keamanan.html
 UANG DENGAN PECAHAN RP. 5.000 
http://www.sri-ya.com/2018/02/mengenal-uang-baru-dan-tingkat-keamanan.html

UANG DENGAN PECAHAN RP. 2.000
  
UANG DENGAN PECAHAN RP. 1.000  
 



BAGI YANG MENEMUKAN UANG PALSU SEGERA LAPOR KE PIHAK KEPOLISIAN  - INDONESIA HEBAT TANPA UANG PALSU
Jangan Lupa coment Setelah mengcopy dan membaca di www.sri-ya.com

Sumber : bi.go.id, google.com, etc  

Wednesday, February 14, 2018

MISTERI TANJAKAN EMEN ANTARA MITOS, FAKTA DAN TAKDIR

Kecelakaan yang menimbulkan banyak korban jiwa kerap terjadi di Tanjakan Emen, Kampung Cicenang, Ciater, Subang. Bahkan baru-baru ini 17 korban tewas akibat kecelakaan bis pun telah terjadi. Banyaknya kecelakaan yang terjadi, kerap kali dihubungkan dengan hal mistis. Adalah sosok Emen, yang dipercaya sebagai hantu penunggu tanjakan tersebut yang menyebabkan kecelakaan – kecelakaan tersebut.
  
MITOS
Siapakah Emen ?

Ada beberapa versi mengenai ihwal mitos Tanjakan Emen ini. Menurut Sahidin Darajat, warga yang tinggal di sekitar tanjakan tersebut, dahulu sekitar tahun 1969 terjadi sebuah kecelakaan yang menyebabkan seorang kernet bus bernama Emen tewas. Saat itu ia mengaku menyaksikan kejadian tersebut.

“Waktu itu ada bus bernama bus bunga, kendaraan tersebut mogok di tanjakan, Emen berusaha mengganjal bannya. Namun rem nya jebol, sehingga pak Emen terseret sama bus hingga meninggal dunia,” kata Sahidin.

Sejak kejadian itu menurut Sahidin sering terjadi penampakan dan kecelakaan di sana, sehingga kemudian tanjakan tersebut dikenal dengan sebutan tanjakan Emen.

Versi kedua mengatakan, Emen adalah seorang korban tabrak lari di daerah itu. Kemudian mayat Emen bukannya ditolong, tapi malah disembunyikan dalam rimbunan pepohonan disekitar tanjakan tersebut. Sejak saat itulah arwah Emen dipercaya menuntut balas.

Adapula versi lain yang mengatakan bahwa dulu Emen adalah seorang sopir oplet Subang – Bandung. Nahas bagi Emen ketika itu tahun 1964 oplet yang dikendarainya kecelakaan dan terbakar. Banyak orang mengatakan Emen tewas di tempat kejadian, dan sejak saat itu semakin sering terjadi kecelakaan di sana.


Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan banyak pengendara yang percaya dengan melempar koin, rokok atau menyalakan klakson maka mereka akan terhindar dari bahaya saat melewati tanjakan Emen.

Berdasarkan hasil penelusuran hingga ke keluarga Emen dapat diketahui ternyata versi yang terakhir yang mendekati kebenaran. Wahyu, putra dari Emen membenarkan peristiwa itu, namun ia menepis berbagai kejadian kecelakaan yang terjadi di sana diakibatkan oleh arwah Emen yang gentayangan.
“Lagi pula waktu itu bapak saya tidak meninggal di sana, tapi di Rumah Sakit Ranca Badak,” ujar Wahyu yang juga berprofesi sebagai sopir angkot di daerah Lembang.

“Waktu itu saya berusia kira-kira 8 tahun. Bapak saya memang sopir oplet Subang – Bandung, ketika itu kemungkinan remnya blong, kemudian opletnya nabrak tebing, terbalik kemudian terbakar. Seingat saya cuma 2 orang yang selamat waktu itu,” lanjutnya.

Setelah wafat di Rumah Sakit kemudian jenazah Emen dimakamkan di pemakaman umum di daerah Jayagiri, Lembang.


Di luar mitos yang beredar, sebenarnya kecelakaan – kecelakaan yang terjadi di tanjakan Emen bisa dijelaskan dengan nalar. Kecelakaan yang terjadi di sana sering kali diakibatkan rem kendaraan yang blong dan kurang piawainya sopir melewati tanjakan atau turunan tersebut, terutama bagi mereka yang baru pertama kali melewatinya.
 
FAKTA

Kondisi tanjakan emen sepanjang 2-3 km ini sangatlah ekstrim, memiliki kemiringan 40-50 derajat dan memiliki tikungan – tikungan tajam, hal ini tentunya akan menyulitkan bagi yang kurang piawai memegang kemudi.

Oleh karena itu sebenarnya yang harus diperhatikan ketika melewati tanjakan / turunan Emen hanyalah kewaspadaan dan pastikan  kendaraan dalam kondisi laik terutama remnya.

TIPS AMAN BERKENDARA  SAAT TANJAKAN
Untuk anda yang baru saja bisa mempelajari cara mengemudi mobil, mungkin anda akan merasa sangat senang sekali karena bisa berjalan – jalan dengan menggunakan mobil anda sendiri tanpa bantuan seorang supir. Namun terkadang ketika menjadi pemula banyak sekali hal yang sangat ditakuti ketika sedang mengemudi, salah satunya adalah saat anda harus mengemudi di sebuah tanjakan dan posisi jalan memang sedang macet, terkadang anda akan merasa gugup untuk menghadapinya. Anda membutuhkan konsentrasi yang tinggi agar mobil anda tidak mundur ataupun  menabrak mobil yang ada didepannya. Agar hal itu tidak terjadi ada tips mengemudi mobil di jalan tanjakan untuk anda.

Yang pertama harus anda lakukan adalah sesuaikan gigi persneling yang digunakan dengan tanjakan yang dilewati. Gunakan perseneling 2 atau 3 jika tanjakan tidak terlalu curam, namun jika tanjakan memang sangat curam anda bisa menggunakan perseneling satu. Yang kedua, apabila harus berhenti di tengah tanjakan ada tiga cara yang bisa dilakukan.

Teknik pertama, stop dengan menggunakan rem tangan, biasanya digunakan untuk stop dengan waktu lama dan tanjakan cukup tinggi, caranya dengan meanrik tuas rem tangan dan pindahkan persneling ke posisi netral dan jika anda ingin berjalan kembali pindahkan persneling ke gigi satu, tekan pedak gas, lepas kopling perlahan sampai mobil bergerak kemudian turunkan rem tangan secara perlahan.

Atau anda bisa stop dengan menggunakan rem kaki dipakai untuk stop dengan waktu sebentar pada tanjakan yang tidak telalu tinggi, caranya menekan pedal pada kopling pada pedal rem kaki untuk menghentikan mobil. Apabila ingin berjalan kembali angkat pedal kopling perlahan sampai terasa mobil bergetar atau jalan dan injak pedal gas sampai berjalan normal.

Kemudian stop dengan setengah kopling digunakan pada situasi jalan mengharuskan kita berhenti dalam waktu yang cukup singakat pada tanjakan yang tinggi. Dilakukan dengan cara menghentikan laju mobil dengan menekan pedal kopling dan menahan pedal gas sampai mobil berhenti. Jika anda ingin berjalan lagi, lepaskan atau angkat pedal kopling perlahan, sambil menekan pedal gas. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.





Humanity|Respect|Try To Not Cry