.






Dalam kesaksiannya di hadapan warga Pondok Pesantren Mambaul Maarif, di Denanyar, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (28/6), Cak Lontong mengaku baru kali ini mendukung seorang calon presiden RI. Alasannya, menurut dia, Indonesia membutuhkan pemimpin yang mau bekerja untuk rakyatnya.
"Dan saya sudah membuktikan sendiri karena mengikuti Pak Jokowi belakangan ini," kata Cak Lontong yang bernama asli Lis Hartono itu.
"Cari majikan dan bos gampang itu gampang. Dari 100 orang yang saya survei, seratus-seratusnya mau jadi presiden dan bisa jadi presiden. Cuma masalahnya, bangsa Indonesia mau dibawa kemana kalau presidennya asal mau saja? Makanya kita yang tentukan siapa presiden," tambahnya lagi.
"Saya dan anda cari presiden yang sederhana, mau bekerja, dan mau memberi contoh. Saya mau terlibat karena ingin sosok pemimpin seperti itu. Ingin indonesia ada perubahan dan pembaruan. Makanya kita dukung Pak Jokowi-JK karena keduanya adalah harapan pembaruan," ujarnya.
Dan tentu saja, sebagai seorang komedian, Cak Lontong juga banyak mengeluarkan cerita-cerita lucu soal bagaimana hebatnya Indonesia.
Misalnya dia sebut, di Jember, ada anak lulusan SMP yang mendapat penghargaan dari Jerman karena menemukan alat yang bisa menembus dinding. Ternyata alat itu adalah jendela.
Atau di Sidoarjo, seorang anak menemukan alat transportasi baru tanpa BBM, yakni becak tenaga surya. Ternyata surya yang dimaksud adalah teman sang anak yang bernama Surya. Si Surya yang kemudian disuruh menggenjot becaknya.
Cak Lontong mengatkan Indonesia hebat membutuhkan pemimpin hebat, yang ada pada sosok sederhana yang memberi contoh kepada warganya.
"Saya yakin anda, kalau mengikuti Jokowi, pasti sama dengan saya. Walau Jokowi kurus, dia tipe petarung. Kalau sudah dapat tanggung jawab, orangnya keras dan siap fightmemperjuangkannya," kata Cak Lontong.
"Jokowi hebat bukan karena fisiknya, tapi mental dan visi-misinya. Ingat 9 juli datang ke TPS, coblos nomor 2. Karena 1 belum cukup," kata dia. from : http://www.beritasatu.com/nasional/193267-cerita-cak-lontong-dukung-jokowijk.html