Sunday, June 26, 2011

Faktanya Sperma itu Menyehatkan Bila di Telan

Faktanya sperma memang banyak mengandung komposisi kimia yang sangat berguna bagi tubuh.

Bahkan mitos dikalangan wanita bahwa dengan menelan sperma dapat menghaluskan kulit dan bikin awet muda. Untuk menguji kebenaran mitos tersebut marilah kita lihat komposisi kimia yang terdapat dalam sperma. Para ahli dibidang ini tidak pernah membenarkan tapi juga tidak pernah menyalahkan mitos tersebut secara ilmiah. Mereka hanya mengatakan tidak apa tertelan asal dari sperma yang sehat dan tidak tertular penyakit.

Komposisi yang bermanfaat bagi tubuh diantaranya adalah:

1. Calcium
Komposisi ini sangat berguna untuk tulang dan gigi bahkan untuk menjaga fungsi otot dan syaraf.

2. Citric Acid
Berguna untuk mencegah penggumpalan darah dalam tubuh

3. Creatine
Berguna untuk menambah tenaga dan pembentukan otot dan juga dapat berfungsi sebagai pembakar lemak dalam tubuh

4. Ergothioneine
Berfungsi sebagai pelindungan kulit dari kerusakan DNA

5. Fructose
Dapat berfungsi sebagai pencerna gula dalam tubuh yang sangat bermanfaat sebagai pencegah penyakit diabetes.
Kebanyakan Fructose juga berbahaya karena bisa menyebabkan penyakit asam urat.

6. Glutathione
Komposisi kimia ini sangat berguna sebagai obat pencegah kanker, mencegah penggumpalan darah selama operasi
dan menambah kemanjuran obat kemoterapi.

7. Inositol
Berfungsi mencegah kerontokan pada rambut

8. Lactic Acid
Berfungsi sebagai bahan untuk luka bakar dan luka pembedahan

9. Lipid
Berfungsi sebagai pembakar lemak

10.Pyruvic Acid
Berfungsi sebagai penyubur

11.Sorbitol
Dipergunakan oleh ahli farmasi sebagai bahan untuk mengatasi sembelit

12.Urea
Berfungsi untuk mengeluarkan nitrogen yang berlebih dalam tubuh

13.Uric Acid
Berguna sebagai pencegah penyakit diabetes tetapi kebanyakan Uric Acid akan menyebakan penyakit encok, dll

14.Sulfur
Berguna untuk menghaluskan kulit.

15.Vitamin B12
Sebagai penambah stamina

16.Zinc
Berguna sebagai obat jerawat.(ref: kaskus)

PERMAINAN ANAK USIA 2-12 TAHUN

PENGANTAR
Pada masa ini, dunia sekitar menjadi lebih luas. Rasa ingin tahu anak pada masa usia ini sangat menonjol. Mereka banyak bertanya, berceloteh, menirukan ucapan orang dewasa dan menjelajahi dunia sekitarnya. Dibandingkan anak-anak yang lebih tua, pada masa ini anak masih belum mempunyai rasa malu atau keraguan untuk menjadi diri mereka sendiri. Masa ini adalah sangat penting dalam pembentukan kecerdasan anak. Masa ini adalah masa pra-operasional yang merupakan persiapan bagi masa-masa selanjutnya dimana anak akan bisa mengembangkan kemampuan berpikir yang lebih abstrak. Pada masa pra operasional ini, pemikiran anak masih terikat pada here and now (yang ada di sini dan saat ini ). Dengan kata lain, anak masih befikir dalam kerangkayang kongkret. Bagi anak usia ini, konsep tempat dan waktu yang abstrak masih agak sulit untuk dipahami. Orang tua perlu menyadari tahapan perkembangan anak ini agar bisa menjadi lebih sabar dalam mengasuh dan mendidik anak. Walaupun tidak harus, banyak anak mulai masuk sekolah atau kelompok bermain pada usia 3 tahun. Pada usia sekitar 4 dan 5. Usia 2-12 tahun tahun, anak mulai menikmati lingkungannya di taman kanak-kanak/ TK. Dengan teman-teman di sekolah, anak belajar untuk berbagi.

SESUAIKAN PERMAINAN DENGAN USIA ANAK ANDA

DENGARKAN BERBAGAI BUNYIAN

HASIL RISET MENGATAKAN
Disekitar kita, ada banyak sekali bunyi dan getaran yang bisa kita rasakan dan alami jika saja kita mau berhenti sejenak dan memperhatikannya. Mengajak anak untuk memperhatikan dan mengamati hal ini akan membantu dia mengasah kepekaan terhadap berbagai bunyi-bunyian dan getarnnya yang merupakan komponen-komponen musik,
Kegiatan
- Ajak anak untuk duduk diam sejenak
- Minta dia menutup mata dan mendengarkan bunyi dan merasakan getaran di sekitarnya. Misalnya, getaran truk atau bus yang lewat, detak jam di dinding, bunyi adzan, bunyi bel sepeda, burung-burung, gemericik air, dll

NYANYIAN DAN TEPUK

HASIL RISET MENGATAKAN
Agar otak anak kecil dapat tumbuh dan berkembang dengan baik,serta jiwanya merasa tentram, anak perlu disayangi, digendong, diajak bicara, dibacakan cerita, dan diperbolehkan untuk menjajaki.
Dengan permainan ini akan membantu mengembangkan perasaan anak mengenali sajak dan keterampilan mendengarkan.
Kegiatan
- Lantunkan lagu favorit kepada anak Anda yang baru belajar berjalan dan sekaligus tepuk perutnya, colek pipinya, atau gosok punggungnya dengan telunjuk Anda seirama dengan sajak lagu
- Selalu akhiri lagu dengan ciuman yang erat
- Cobalah nyanyi- tepuk ketika sedang anak Anda berjalan. Bermain, atau pada saat memandikan. Pastilah dia akan senang.

MELOMPAT-LOMPAT

HASIL RISET MENGATAKAN
Interaksi positif dengan orang dewasa yang menyayangi ,akan merangsang otaknya, sebab akan menyebabkan sinanpsis tumbuh dan memperkuat hubungan yang sudah ada.
Kegiatan
- Letakkan anak Anda dipangkuan Anda. Pegang dia erat-erat dibawah lengannya.
- Ucapkan kalimat di bawah ini sambil mengangkat anak Anda seperti seolah-olah dia melompat ;
- Lompat, lompat, marilah kita melompat. Naik dan turun, kemana-mana. Lompat-lompat marilah kita melompat. Uups jangan sampai jatuh.
- Ucapkan pantun di atas lagi dan miringkan ke sisi yang lain.
- Ulangi pantun pada kata "uups" buka lutut Anda sambil memegang anak Anda dipinggangnya dan biarkan anak jatuh ke belakang.

PERMAINAN BAHASA

HASIL RISET MENGATAKAN
Mengekspresikan emosi yang menyenangkan dengan anak Anda yang baru belajar berjalan adalah baik untuk perkembangan otak. Diketahui bahwasannya nada dan ekspresi wajah diphami sebelum kata-kata. Belajar emotional amat terkait dengan semua bidang belajar.
Caranya ;
- Kembangkan keterampilan berbahasa anak, ketika Anda menyiapkan makanan atau kudapan dengan nyanyian.
- Berjalanlah ke lemari es, meja masak Anda/meja makan, sambil menyebutkan semua bahan makanan ataupun peralatan makan, dan jelaskan padanya dengan menggunakan nyanyian.

CILUK BA

HASIL RISET MENGATAKAN
Ciluk ba bukan hanya menyenangkan bagi anak Anda yang baru belajar berjalan, namun permaianan ini juga amat penting untuk pertumbuhan otak. Dengan setiap permaianan ciluk ba, ribuan hubungan di antara sel-sel otak terbentuk atau diperkuat, menambahkan sedikit definisi dan kompleksitas pada kumpulan sirkuit rumit yang sebagian besar akan tetap ada ditempat selama hidup anak Anda.
Kegiatan
Anda dapat bermain ciluk ba dengan ;
- menutupi mata Anda dengan tangan
- meletakkan handuk diwajah Anda
- bersembunyi di belakang pintu atau tembok atau perabot yang cukup besar dan memunculkan diri
- meletekkan tangan anak Anda di depan matanya dan kemudian membukanya
- meletakkan boneka atau mainan di bawah penutup dan kemudian menarik penutupnya
- menggambar wajah di ibu jari Anda dengan spidol dan menyembunyikan ibu jari di bawah jari-jari yang lain.

BERMAIN CINTA KASIH

HASIL RISET MENGATAKAN
Dengan menumbukan cinta kasih kepada anak, maka akan dapat membentuk jiwa anak menjadi anak yang lembut, penuh perhatian dan kasih sayang. Disamping Juga mengajarkan anak untuk memelihara dan menjaga hubungan soisal antar sesama/orang lain.
Kegiatan
- Duduklah dilantai dengan anak Anda yang baru belajar berjalan dan letakkan dua buah boneka favoritnya atau boneka binatang dilantai.
- Ambil salah satunya dan peluk di lengan Anda dengan erat. Dan ciumlah sesekali sambil mengucapkan kata-kata sayang seperti ; Bermain denganmu sungguh menyenangkan, aku sayang padamu dek, aku suka memelukmu.
- Lakukan juga pada anak Anda untuk memeluk dan menyayangi satu persatu bonekanya.
- Praktekkan juga agar Anda memeluk dan menyayangi anak anda sebagai ungkapan kasih sayang Anda padanya.
- Kemudian suruhlah dia untuk menyayangi Anda, dan biasakanlah setiap waktu. Praktekkan juga agar anak menyayangi ayahnya, kakak, ataupun sudara, dan kakek neneknya.

MEMBACA PERMAINAN

HASIL RISET MENGATAKAN
Membacakan atau menuturkan cerita kepada Anak Anda akan membantu menumbuhkan otaknya dan mendorongnya untuk mengasosiasikan buku dengan apa yang paling disenanginya-suara Anda dan kedekatan.
Kegiatan
- Dorong anak Anda yang baru belajar berjalan untuk bermain dengan menyentuh dan merasakan buku dan buku yang terbuat dari karton yang kuat.
- Tunjuk gambar dalam buku dan nama berbagai benda
- Ubah-ubah nada suara Anda, tunjukkan wajah jenaka atau lakukan efek khusus yang lain ketika Anda membaca, untuk merangsang minat Anda.
- Sering-seringlah mengajak anak Anda membaca untuk memperkaya perbendaharaan katanya dan memperkuat daya imajinasinya.

MERANGKAK MENDEKATI MAINAN

HASIL RISET MENGATAKAN
Mineral dalam badan adalah bahan baku yang penting untuk membangun hubungan dalam otak. Salah satu alasan mengapa anak belajar merangkak dan berjalan lebih awal ketimbang yang lain adalah mereka menghasilkan mineral lebih awal dalam perkembangan mereka.
Kegiatan
- Letakkan sebuah mainan favorit diujung ruangan
- Turunkan badan Anda dan merangkaklah ke arah mainan. Ketika Anda telah mencapai mainan, ambil mainan itu dan seolah-olah bahwa mainan itu berkata , kemarilah, dapatkah kau ke mari mendapatkan aku.
- Dorong anak Anda untuk merangkak ke arah mainan.
- Bila anak Anda sudah siap untuk berjalan, letakkan mainan ditempat yang lebih tinggi sehingga dia akan mencoba menarik dirinya sendiri untuk menjangkaunya.

PERMAINAN MENDORONG

HASIL RISET MENGATAKAN
Bila sel-sel saraf dalam otak yang sudah terhubungkan dengan penglihatan dan keterampilan bergerak tidak dilatih di usia muda, maka setelah dewasa mereka akan menjadi tidak cukup luwes untuk dihubungkan ulang bagi banyak pengalaman..
Permaianan mendorong membuat seorang anak muda merasa kuat dan mengendalikan. Permanian ini merupakan cara yang amat hebat untuk mengembangkan rasa percaya diri dan koordinasi anak Anda yang bar u belajar berjalan.
Kegiatan
- Pilih beberapa benda untuk didorong anak Anda. Pilih benda yang amat ringan seperti boneka binatang, mainan kecil, atau mainan yang memang untuk didorong.
- Katakan satu, dua, tiga, dorong, dan kemudian dorong salah satu mainan.
- Ulangi menghitung dan bujuk anak Anda untuk mendorong.

MENYANYI

HASIL RISET MENGATAKAN
Semakin awal seorang anak diperkenalkan pada nada-nada, maka jiwanya akan semakin halus dan juga daya imajinasinya.
Kembangkan kemampuan dan kepekaan musical anak Anda dengan bernyanyi bersamanya.
Kegiatan
- Ajaklah anak Anda bernyanyi sambil bertepuk tangan atau berjalan-jalan, dengan beberapa lagu seperti ;
Naik kereta api. Lihat kebunku, potong bebek angsa, burung kakak tua, naik kereta api, naik becak
- Nyanyikan lagu-lagu tersebut dengan beberapa peragaan dan tepuk tangan. Lakukanlah gerakannya lebih dahulu dan kemudian biarkan anak Anda melakukannya
- Nikmati bernyanyi bersama anak Anda sepanjang hari, pada waktu yang cocok.

BERMAIN DENGAN TEKSTUR

HASIL RISET MENGATAKAN
Anak-anak yang dibesarkan dilingkungan yang banyak menggunakan bahasa hampir selalu sudah fasih berbicara saat berusia tiga tahun. Sementara itu orang yang dijauh kan dari penggunaan bahasa ketika masih kanak-kanak harus berjuang keras untuk dapat menguasainya. Tidak peduli betapa cerdas mereka atau seberapa intensif mereka dilatih.
Dengan permainan ini akan mengembangkan kesadaran akan sentuhan dan keterampilan didalam berbahasa.
Kegiatan
- Kumpulkan beberapa benda dengan tekstur menarik bagi anak anda yang baru belajar berjalan, seperti sesuatu yang keras (balok) dan sesuatu yang lunak (mainan yang dapat dipencet, gabus, dll).
- Letakkan tangannya di benda keras yang Anda pilih dan sebutkan namnya dengan kata keras dibelakangnya. Misalnya,balok keras. Sekarang letakkan tangannya dibenda lain yang keras dan sebutkan lagi namanya, misalnya; Meja keras.
- Lakukanlah hal ini beberapa kali dan kemudian perkenalkan benda yang lunak, seperti bantal lunak, mainan lunak, gabus lunak, atau karpet lunak.
- Pada saat Anda mengataka kata keras gunakan bunyi suara keras, dan ketika Anda menyebutkan kata lunak gunakan suara yang lembut.

MENGGULIRKAN DENGAN GEMBIRA

HASIL RISET MENGATAKAN
Bagi anak-anak setiap gerakan baru harus diulang berkali-kali untuk memperkuat sirkuit saraf yang menjulur dari daerah untuk berfikir di otak ke kulit otak motoris dan keluar ke saraf yang menghubungkan ke otot.
Dengan permainan ini Anda dapat mengembangkan keterampilan gerakan anak Anda dengan menggulirkan bola kepadanya, dan juga menganjurkannya untuk dapat membalasnya.
Kegiatan
- Duduk dilantai dengan anak Anda. Panggil namya sehingga dia akan menengok ke arah Anda, kemudia gulirkan kepadanya.
- Dorong dia untuk menggulirkan bola itu kembali kepada Anda
- Ketika Anda menggulirkan bola, ucapkan kata-kata ,Ibu menggulirkan bola kepada….(nama anak)
- Ketika dia menggulirkan bola kembali kepada Anda ucapkan,(nama anak) menggulirkan bola kepada ayah/ibu.
- Ucapkan kata-kata tersebut ika anak hanya benar-benar menggulirkan bola.

BALOK MENYENANGKAN

HASIL RISET MENGATAKAN
Keterampilan gerakan kecil dan besar berkembang sendiri-sendiri, walaupun perkembangan itu memerlukan fondasi fisik yang sama. Bila seorang anak banyak berusaha belajar keterampilan gerakan besar dalam seminggu, dia tidak akan memperoleh banyak hasil pada keterampilan gerakan kecil pada waktu yang sama.
Dan pemainan menyusun balok ini akan membantu mengembangkan keterampilan gerakan kecil.
Kegiatan
- Anda dapat melakukan permainan ini menggunakan balok mainan yang dibeli di toko tetapi lebih menyenangkan kalau membuat sendiri.
- Buat balok yang dapat dibuat dari kerdus susu. Lekatkan kedua ujunnnya menjadi satu dan tutupi kardus itu dengan kertas yang bagian belakngnya berperekat.
- Ajarkan anak Anda yang baru berjalan untuk menghiasi balok-balok itu menggunakan krayon atau gambar tempel
- Lakukan permainan menyusun balok, puji dia setiap kali dia berhasil menyusun sebuah balok di atas yang lain.
- Kadang-ladang anak kita lebih suka merobohkan tumpukan balok.

WAKTU BERCERITA

HASIL RISET MENGATAKAN
Membacakan buku dengan suara yang terdengar kepada anak-anak akan merangsang imajinasi mereka dan memperluas pengetahuan mereka akan dunia dan ilmu pengetahuan.
Kegiatan ini juga akan membantu mereka mengembangkan keterampilan berbahasa dan mendengarkan serta menyiapkan mereka untuk memahami dunia tulisan.
Kegiatan
- Ajaklah anak Anda untuk melihat album foto atau buku yang banyak gambar anak-anak. Sebab anak-anak menyukai gambar anak-anak yang seusia dengan mereka melakukan seperti sedang bermain, berlali, makan atau tidur.
- Buku-buku yang berisi kata-kata halo dan sampai jumpa adalah disukai oleh anak-anak di usia ini
- Untuk meningkatkan minat anak Anda pada buku, gantilah nama dalam buky dengan nama salah seorang anak Anda
- Anda dapat membacakan buku kepada anak Anda di mana saja , seperti di tempat tidur, di taman, ataupun pada saat santai dia bermain.

PERMAINAN MEMELUK

HASIL RISET MENGATAKAN
Anak-anak sangat mudah mencintai orangtuanya. Ahli psikologi menyebutnya sebagai ikatan batin yang sangat kuat.
Kegiatan
- Bila anak Anda mengeluyur ke tempat yang tidak boleh dikunjunginya, gendong dia dan peluk dia sambil menjelaskan, ‘ Kamu tidak boleh kesana karena berbahaya”
- Dia akan memahami dari nada suara Anda bahwa apa yang dilakukannya adalah larangan.
- Dengan cara Anda menggendongya saat Anda mengucapkan kata-kata tersebut, dia juga akan memahami bahwa Anda peduli dan ingin melindunginya.

PERGI KETAMAN

HASIL RISET MENGATAKAN
Dengan mengajak anak pergi ke taman, berarti Anda membantunya mengenal alam dan lingkungan,. Dan secra otomatis akan membantu otak anak Anda untuk tumbuh baik secara emosional maupun secara intelektual.
Kegiatan
- Ajaklah anak Anda untu pergi ke taman, kenalkanlah berbagai benda disekitarnya sambil mengajarkannya, seperti batu, bunga, ikan, rumput, matahari, pelangi, dll.
- Buatlah pertanyaan-pertanyaan sebab akibat yang merangsang kekritisan dan kecerdasannya tentang yang ada disekitarnya.
- Tanggapilah apa saja yang dikatakan dan ditanyakan anak Anda, denga hal seperti ini akan mendorong untuk berbicara dan belajar lebih banyak.

MENGACA ATAU MELIHAT DIRI SENDIRI

HASIL RISET MENGATAKAN
Pengalaman panca indera dan interaksi sosial dengan dukungan orang dewasa akan membantu anak Anda untuk mengembangkan kemampuan berfikirnya.
Kegiatan
- Lihatlah ke dalam cermin bersama dengan anak Anda dan biarkan dia mengamati wajahnya saat dia melakukan berbagai hal berbeda.
- Saat dia mengamti dirinya sendiri dalam cermin, mintalah kepadanya untuk melaukan berbagai hal berikut ini;
- Tersenyum
- Menjulurkan lidahnya dan mengamati
- Membuka dan menutup mulutnya
- Melihat giginya, dsb
- Berikan makanan kepadanya dan biarkan dia mengamti dirinya sendiri sambil mengunyah.

MENGENAL BERBAGAI SUARA

HASIL RISET MENGATAKAN
Memaparkan pada berbagai rangsangan musical, akan mengembangkan keterampilan mendengarkan di tahun-tahun awal usia anak Anda adalah penting untuk pertumbuhan mental anak.
Kegiatan
- Pikirkan mengenai mainan yang senang dipakai anak anda untuk bermain dan juga dorong dia untuk membuat suara yang dapat dikeluarkan oleh mainan tersebut, semisal ;kereta api, mobil, boneka binatang, boneka manusia,, balok, dll.

BELAJAR BAHASA

HASIL RISET MENGATAKAN
Anak-anak belajar bahasa dengan mendengarkan kata yang diucapkan berulang-ulang itulah sebabnya semakin awal Anda mulai mengajaknya berbicara kepada anak, maka akan semakin baik dan lebih mudah mencerdaskannya.
Kegiatan
- Potong gambar benda yang sudah dikenal seperti binatang, bayi, dan makanan dari majalah
- Lihat-lihat gambar ini dengan anak Anda dan berbicaralah mengenai setiap gambar
- Misalnya tunjuk pada gambar seekor sapi dan katakana, ‘Sapi ini dipeternakan. “Muuh, muuh,” kata sapi
- Selanjutnya tanyakan kepada anak Anda apa yang dikatakan sapi. Bila tidak memberi tanggapan, ulangi kata-kata itu lagi.
- Tunjuk pada gambar bayi dan katakana bayi dalam ayunan. Bayii ini berkata.’ Oek, oek”. Kemudian tanyakan kepada si anak , apa yang dikatakan si bayi.
- Bicarakan dan diskusilan setiap ada gambar yasng baru dilihat, dan ajari kata-kata baru.
- Biarkan anak Anda yang memilih gambar dan menceritakan k kepada Anda mengenai gambar itu atau buat cerita pendek,sederhana mengenai salah satu dari gtersebut.

MENYUSUN BALOK ATAS DAN BAWAH

HASIL RISET MENGATAKAN
Dengan mengajarkan konsep penyusunan balok atas dan bawah akan dapat memelihara hubungan yang mengembangkan kapasitas otak, dan juga keterampilan gerakan kecil.
Kegiatan
- Ajak anak Anda duduk dilantai ,kemudian ambil tiga atau empat balok dan buatlah seperti menara
- Ambil sebuah mainan dan letakkan di atas balok itu dan katakana, Mainan ini ada di atas.
- Jatuhkan mainan itu dari menara dan katakana, Mainan ini ada di bawah.
- Ulangi permainan ini, biarkan anak Anda memindahkan mainan dari atas ke bawah.

MENEMUKAN MAINAN

HASIL RISET MENGATAKAN
Sejak bayi lahir, masing-masing dan setiap pengalaman anak akan membantu pembentukan hubungan saraf yang menjadi pedoman perkembangan
Kegiatan
- Ambil sebuah boneka binatang favorit
- Sembunyikan boneka itu sewaktu anak Anda mengawasi
- Ucapkan kata-kata berikut ini ;
o Dimana bonekanya ?
o Dimana dia bersembunyi ?
o Mari kita cari dia secepat , satu, dua, dan tiga.
- Berjalanlah ke tempat boneka itu disembunyikan dan keluarkan dia.Dan katakana, Ha, bonekanya disini, hore.
- Lanjutkanlah permainan ini dengan menyembunyikan mainan yang lain.
- Kemudian sekarang giliran anak Anda untuk menyembunyikan sebuah mainan.

KUCING DAN TIKUS

HASIL RISET MENGATAKAN
Kalau anak-anak mempunyai lingkungan yang memelihara di awal hidupnya, biasanya mereka akan memiliki niali IQ yang lebih tinggi dan lebih mudah menyesuaikan diri dengan sekolah.
Kegiatan
- Katakan kepada anak Anda, bahwa Anda adalah seorang tikus kecil, dan bahwa dia adalah seekor kucing yang akan mengejar Anda.
- Katkan kepadanya bahwa tikus menfgeluarkan bunti, cit-cit, dan kucing mengeluarkan bunyi meong-meong.
- Duduklah dilantai dan katakana, Kamu tidak dapat menagkap akau !. Mulailah merangkakbdengan cepat dan dorong anak Anda untuk mengejar Anda.
- Merangkaklah ke belakang kursi, ke bawah meja, dan keruang lain.
- Ketika anak Anda sudah memahami peran ini, tukar perannya.

DENGARKAN SUARA

HASIL RISET MENGATAKAN
Paparkan anak Anda pada berbagai rangasangan panca indera ; warna musik, bahasa, alam, dan suara mekanis, sentuhan, bau dan rasa.
Untuk memastikann bahwa sebagai seorang dewadsa, dia akan mempunyai kekuatan otak yang paling fleksibel untuk belajar.
Kegiatan
- Bawa anak Anda untuk berjalan-jalan diluar rumah
- Mulai mendengarkan bunyi burung. Ketika Anda mendengarkan kicauan atau nyanyian burung, cobalah untuk menirukan suara itu dan katakana kepadanya bahwa Anda mengeluarkan suara burung-burungan.
- Bila Anda melanjutkan ini, dia akan menyadari suara dan akan berusaha untuk mencobanya.
- Tambahkan suara-suara baru, seperti angin yang bertiup, ayam, kucing, atau anjing yang menggonggong.
- Dengarkan suara-suara lain dilingkungan Anda, seperti suara mobil, sepeda motor, pesawat terbang, dan suara kereta api.

BELAJAR DENGAN BERMAIN

HASIL RISET MENGATAKAN
Hasil penilitian mengatakan bahwa pengalaman sosial dan emosional di usia muda merupakan bibit bagi kecerdasan manusia. Setiap sirkuit saraf anak meupakan jalan raya yang dibentuk dalam otak, dengan demikian proses belajar di masa depan akan berlangsung dengan mudah.
Permainan hebat ini bermanfaat untuk mengembangkan keterampilan berfikir anak Anda dan juga membantunya membayangkan hal-hal lain untuk dilakukan dengan benda yang sama, seperti menggunakan sebuah cangkir untuk minum dan juga untuk menuangkannya.
Kegiatan
- Pilih beberapa benda yang sudah dikenal oleh anak , seperti sikat rambut, sendok, cangkir aataupun sikat gigi.
- Letakkan semua benda itu dilantai
- Duduk didepan benda-benda tersebut
- Ambil sebuah benda, seperti sikat rmbut dan bernuat seolah-olah menyikat rambut.
- Ambil semua benda satu persatu dan peragakan fungsinya
- Mintalah anak untuk mengambil alih dari praktek benda-benda itu dan tunjukkan kepada Anda cara dia menggunakannya.

MENYANYIKAN NAMA

HASIL RISET MENGATAKAN
Semakin banyak kata yang didengar seorang anak, semakin cepat dia belajar bahasa. Suara dari kata-kata yang didengarnya akan menciptakan banyak sirkuit saraf secara keseluruhan yang penting untuk mengembangkan keterampilan berbahasa anak-anak.
Kegiatan
- Duduklah dilantai bersama anak Anda
- Sebutlah nama benda yang ada dalam ruangan yang sudah diketahui oleh anak dengan menyanyikan atau mengucapkan apa yang dilihatnya dirungan itu, ataupun apa yang dimainkannya.
Semisal,” Aku dapat melihat boneka beruang, aku melihat mobil-mobilan, aku melihat ikan badut”.
- Mintalah anak Anda juga untuk menyentuh apa yang dilihatnya itu.
- Lanjutkan menyebutkan nama benda lain dalam ruangan . Setiap kali Anda menyebut nama sebuah benda, nyanyikan atau ucapkan itu dalam kalimat lebih dahulu, kemudian mintalah anak Anda untuk menyentuh benda itu.

MENCARI WAJAH

HASIL RISET MENGATAKAN
Ketka Anda mengeksprsikan emosi berbeda, Anda akan merangsang otak. Emosi menyebabkan pelepasan senyawa kimia yang membantu otak mengingat perasaan berbeda dan peristiwa yang berkaitan dengan perasaan tersebut.
Kegiatan
Permainan ini akan membantu anak mengenali perasaan mereka
- Duduk dengan anak Anda dan cari gambar wajah dalam majalah, Koran atau buku.
- Taanyakan pada anak Anda mengenai ekspresi di wajah tersebut
- Cari gambar wajah seorang anak yang terlihat bahagia. Uraikan emosi di wajah gambar itu dan kemudian mintalah anak Anda untuk menunjukkan wajah bahagia.
- Teruskan mencari gambar wajah bahagia
- Dihari yang lain, carilah jenis ekspresi yang berbeda. Seperti ; bergairah, sedih, dan lucu atau semua yang merupakan wajah yang baik. Sebaiknya, carilah wajah ekspresi anak-anak agar mereka lebih menyukai.
- Carilah ekspresi yang cocol dengan perasaan anak Anda pada hari itu.

LIHATLAH DIRIMU SENDIRI

HASIL RISET MENGATAKAN
Hasil penelitian mengenai otak menunjukkan bahwa orangtua dan para pendidik mempunyai peluang emas untuk mengembangkan otak seorang anak.
Permaianan ini sangat luar biasa untuk membantu anak Anda berpikir mengenai bagian-bagian badannya sendiri yang berbeda dan juga dapat meningkatkan keterampilan untuk mengamati.
Kegiatan
- Katakan kepada anak Anda ,Kalau kamu mengenakan sepatu, melompatlah”.
- Bantu anak Ada dengan bertanya kepadanya,”Apakah kamu mengenakan sepatu ?Coba tunjukkan mana sepatumu?”
- Tunjuk sepatunya dan katakana kepadanya untuk melompat. Anda mungkin perlu menunjukkan cara melompat.
- Setiap kali Anda bertanya kepadanya mengenai dirinya sendiri, tunjukkan bagian dari badannya dan tunjukkan cara melakukan tindakannya.
- Di bawah ini beberapa ide lain
- Kalau kamu mengenakan kaos kaki berputarlah
- Kalau kamu mengenakan baju, tepuk tanganmu
- Kalau kamu mengenakan celanamu goyangkan kakimu.
- Setelah Anda memainkan permainan ini beberapa kali, Anda akan menyadari bahwa anak Anda mungkin mampu melakukan tindakan tersebut tanpa bantuan Anda.

GOYANGKAN JARIMU

HASIL RISET MENGATAKAN
Memori adalah hasil belajar yang tetap teringat. Ketika sedang belajar, sinapsis baru akan terbentuk dan sinapsis lama diperkuat.
Sementara itu pengalaman dan interaksi positif di usia muda akan sangat mempengaruhi perkembangan emosional seorang anak.
Kegiatan
- Lakukan permainan ini dengan boneka yang mempunyai tangan dan kaki
- Dduduklah dilantai bersama anak Anda dan tunjukkan kepadanya cara memegang lengan boneka dan mengerakkannya naik turun
- Berikan boneka itu kepada anak Anda agar dia mencobanya
- Buatkah permainan sekreatif mungkin dengan boneka itu bersama anak Anda, seperti ;
- melambaikan tangan
- bersalaman
- bertepuk tangan
- bertepuk kaki
- mencium
- berjalan
- bercerita/berbicara, dsb.
- Tanyakan juga permainan apa lagi yang bisa kita lakukan bersama-sama, dengan anak Anda.

BERBISIK

HASIL RISET MENGATAKAN
Setiapkali seorang anak dirangsang untuk berfikir, hubunghttp://www.blogger.com/img/blank.gifan saraf baru terbentuk atau hubungan yang sudah ada diperkuat. Semakin banyak hubungan saraf yang terbentuk atau diperkuat, semakin banyak hubungan saraf yang terbentuk atau diperkuat, semakin besar kecerdasan yang terbentuk.
Berbisik akan membantu anak untuk belajar mengatur suaranya, suatu bagian penting dari kesadaran akan suara. Keterampilan ini juga memerlukan banyak konsentrasi.
Kegiatan
- Bisikkan sesuatu kepada anak Anda , katakana, “Marilah kita bertepuk tangan”.
- Mintalah kepada anak kita tersebut untuk kembali membisikkan sesuatu kepada kita
- Teruskan untuk saling membisikkan seseutau sampai anak Anda mengetahui cara membuat suranya menjadi lembut, dan juga memhami apa yang disampaikan.

Sumber: Here

SEMUA ANAK BISA CERDAS

Dengan pengertian kecerdasan sebagaimana yang disampaikan Dr. Gardner di atas, saya menyimpulkan bahwa semua anak bisa menjadi cerdas. Mengapa saya berkata demikian, berikut beberapa alasannya :
- Cerdas tidak harus rangking
Memang saat ini mayoritas masyarakat masih mengunakan kriteria rangking di sekolah untuk menentukan kecerdasan seorang anak. Namun percayalah, hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Rangking di sekolah memang bisa menjadi salah satu indikasi kecerdasan dari seorang anak. Namun rangking hanya menunjukkan salah satu bentuk kecerdasan, yaitu kecerdasan logis-matematis. Sistim pendidikan di indonesia hingga saat ini lebih cenderung mengembangkan kecerdasan logis-matematis. Sementara bentuk-bentuk kecerdasan yang lain kurang dikembangkan. Saya telah memberi contoh tentang sarjana yang mengaggur di atas. Mereka memiliki kecerdasan logis-matematis yang baik. Namun sayang, kecerdasan-kecerdasan yang lain kurang dikembangkan di bangku sekolah dan perguruan tinggi. Hingga pada akhirnya mereka harus menjadi pengangguran. Jika anak kita tidak rangking, jangan buru-buru mengatakan bahwa ia tidak cerdas. Ia masih memiliki banyak potensi kecerdasan yang lain. Dan tugas Anda adalah mengembangkan potensi kecerdasannya tersebut
- Banyak jenis kecerdasan
Seperti yang telah saya jelaskan di awal, berdasarkan teori Dr. Howard Gardner, ada sedikitnya delapan kecerdasan dasar pada manusia. Tidak hanya satu macam kecerdasan, sebagaimana yang dipahami kebanyakan orang. Kecerdasan bukan hanya monopoli mereka yang ber IQ tinggi.
- setiap anak memiliki potensi kecerdasan
Silahkan amati anak Anda. Anda akan menemukan banyak potensi kecerdasan semenjak ia masih bayi. Setiap bayi belajar dengan menggunakan panca inderanya. Mula-mula ia belajar dari pendengaran dan penglihatannya. Kemudian dengan indera peraba dan indera yang lainnya. Anda akan takjub menyaksikan perkembangan anak Anda tersebut. Dari bayi yang tidak bisa berbuat apa-apa, selain menangis, perlahan-lahan menjadi manusia “sempurna”.
Konsep belajar bayi menggunakan indera inilah yang sebenarnya mendasari munculnya teori kecerdasan. Setiap bayi bisa banyak belajar dengan inderanya. Dan dengan inderanya pula potensi menjadi manusia “sempurna” bisa tumbuh dengan baik. Anak yang banyak dirangsang semua inderanya sejak dini, maka semua potensi kecerdasan yang dimiliki akan berkembang optimal.
- Kecerdasan anak tidak semata faktor genetic (keturunan)
Mungkin Anda sering menyaksikan orang tua yang cerdas memiliki anak yang cerdas. Sehingga Anda mengatakan,” Pantas saja ia cerdas, lha orang tuanya juga pintar …..”
Namun mungkin Anda juga pernah menyaksikan ada orang tua yang cerdas, tapi anaknya kurang cerdas (kurang pintar).http://www.blogger.com/img/blank.gif
Mengapa bisa demikian ?
Saudara…. Kecerdasan tidak disebabkan oleh factor keturunan, namun juga factor lingkungan. Faktor lingkungan yang saya maksud adalah factor di luar factor keturunan. Faktor lingkungan bisa berupa : gizi makanan, perlakuan Anda/pola asuh, sekolah, lingkungan tetangga, dan lain-lain. Jadi, walaupun seorang anak memiliki orang tua jenius, belum tentu ia akan jenius pula. Dan sebaliknya walaupun orang tuanya kurang cerdas, si anak bisa menjadi orang cerdas jika factor lingkungan berperan dengan baik bagi pertumbuhan dan perkembangan kecerdasannya.

sumber : Here

Mengapa Kita Harus Kembali Ke Surau?

Oleh : Drs. Zulfikri Anas, M.Ed

I. Surau : Pendidikan yang Humanis

Mengapa surau makin lengang? Bahkan banyak yang sudah “roboh?, Surau tiba-tiba kehilangan kekuatan. Kini, surau hanya berfungsi untuk tempat ibadah dalam pengertian sempit. Fungsi sebagai institusi pendidikan makin menghilang. Jangankan surau, sekolah yang jelas-jelas dibangun sebagai institusi pendidikan, justeru mengalami nasib sama. Sekolah juga kehilangan fungsi “pendidikannya”. Ironis.

Belakangan ini diskusi seputar pencanangan “kembali ke surau” makin menghangat. Gagasan yang muncul dari kalangan birokrat dan politisi itu boleh jadi diatasnamakan kepentingan dan keinginan masyarakat Minang secara keseluruhan. Secara empiris, gagasan ini mucul dari masyarakat sebagai akibat dari keresahan masyarakat Minang terhadap perilaku generasi muda sekarang. Dari segi ini, semua masyarakat mendukung pencanangan itu, namun di sisi lain ada kekhawatiran bahwa gerakan tersebut hanya akan menjadi “alat” bagi kelompok tertentu untuk kepentingan kelompoknya. Hal ini mungkin tidak berlebihan, karena sampai sekarang konsep “kembali ke surau” belum dirumuskan secara jelas. Barangkali sangat naïf apabila gerakan itu diwujudkan hanya dengan membuat aturan yang “memaksa” orang untuk kembali meramaikan Surau atau Masjid tanpa didukung oleh pembentukkan institusi yang menyatu dengan kehidupan budaya masyarakat Minang, sesuai dengan kondisi saat ini.

SURAU merupakan suatu institusi pendidikan Minang yang menyatu dengan kehidupan budaya. Menghidupkan kembali institusi tersebut tidak dapat diwujudkan apabila hanya mengandalkan peraturan eksternal seperti peraturan daerah dan aturan-aturan lainnya. Apalagi jika aturan tersebut hanya merupakan bagian dari instrumen politik, sementara agen-agen yang ditugasi untuk membangun itu tidak pernah mengenal apa itu “SURAU” dan bagaimana sistem pendidikan yang berkembang dalam SURAU tersebut. Pencanangan ini akan gagal!

Menunurut filosofi dasar pendidikan di SURAU, antara ilmu, akal, iman, akhlak adalah satu kesatuan yang diawujudkan secara konsisten dalam perilaku sehari-hari. Sehingga, ukuran-ukuran yang digunakan sebagai patokan keberhasilan belajar bukan nilai-nilai”angka” melainkan sikap dan perilaku. Nilai-nilai angka akan menjadi ukuran “semu” karena angka dapat diubah dalam waktu seketika!. Berbeda dengan sikap, tiak mudah dimanipulasi.

Tujuan pendidikan di SURAU sangat jelas, yaitu membimbing anak didik secara ilmu, akal, dan iman agar mereka mampu hidup secara mandiri kelak sebagaimana yang dinyatakan dalam ayat Alqur’an “jangan sampai meninggalkan generasi yang lemah di kemudian hari”. Dan dikuatkan dengan Hadits Nabi Muhammad yang menyatakan “didiklah anakmu agar mampu hidup di zamannya”. Ini menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan belajar seseorang dilihat dari peran dan perilakunya setelah menyelesaikan pendidikan, bukan pada saat proses berlangsung yang diukur dengan kemampuan mereka menjawab soal-soal ujian, karena kemampuan dalam menjawab soal ujian yang dibuktikan dengan skor angka, tidak menjamin mereka mampu menjawab persoalan kehidupan. Sementara menurut konsep Islam sebagaimana yang diterapkan di SURAU, ukuran keberhasilan belajar adalah perubahan perilaku yang ditunjukkan oleh anak-anak didik setelah mereka lepas dari guru dan hidup di masyarakat. Bukan keberhasilan semu yang ditunjukkan oleh angka-angka fantastis!.

Pola pendidikan di SURAU adalah pendidikan yang menyeluruh (mencakup semua aspek kemampuan: ilmu, akal, iman, dan perilaku). Pendidikan surau tidak diskriminatif, siapapun boleh dan diterima sebagai murid tanpa tes. Berbeda dengan sekolah. Sekolah sangat diskriminatif, sekolah yang “bagus” hanya menerima murid “pintar”. Hal ini menunjukkan bahwa, hanya orang-orang yang “sudah jadi” yang dapat diterima di sekolah. Anak-anak yang kemampuannya dianggap kurang pasti akan “ditolak”. Sekolah berlomba mendapatkan murid “terbaik”. Di sekolah, “orang lumpuh” akan ditinggalkan, sementara “orang yang punya kaki” dituntun agar makin cepat berjalan dan berlari meninggalkan yang lumpuh. Anak “pintar” dilayani dengan sebaik-baiknya, dan anak “bodoh” diabaikan. Sekolah unggul takut pada “anak yang tidak “pintar”. Tampaknya sekolah mempersyaratkan: hanya anak yang telah masuk kategori “pintar” yang akan dilayani, “tidak pintar” akan diabaikan. Hal ini juga terjadi di sekolah yang menggunakan “label” agama sebagai “merek dagang”. Ini juga ironis!

Yang lebih ironis lagi, “kepintaran” yang mereka agung-agungkan itu hanya diukur dengan satu kriteria, yaitu IQ, ini pangkal diskriminatif. Di samping hanya dengan IQ, kepintaran juga dinilai dengan “rata-rata”. Anak yang dianggap pintar adalah anak-anak yang mampu mencapai angka tertinggi untuk semua bidang secara merata. Jika konsep ini tetap hidup dalam dunia pendidikan, bangsa kita akan hancur berkeping-keping. Bayangkan, dari 40 anak satu kelas, yang termasuk kategori “unggulan” tidak lebih dari 10 orang saja, yang diukur dengan nilai rata-rata untuk semua mata pelajaran. Ini artinya, sama dengan kita mengatakan bahwa “Ya Tuhan dari 40 anak yang engkau ciptakan, hanya 10 yang bermutu di mata kami manusia dan menurut ilmu mendidik yang kami yakini, yang sepuluh terbaik inilah yang akan “jadi manusia” dan mereka wajib dilayani dengan sebagus-bagusnya, sementara sisanya, kami biarkan dengan nasibnya sendiri”. Artinya, lagi, jika kita bicara persentase, lewat sistem yang demikian, dari semua populasi manusia, yang berpeluang untuk menjadi “orang-orang terdidik” hanya 25 % saja, kecilnya peluang bukan karena mereka yang lain tidak memiliki potensi, melainkan system yang tidak menerima mereka. Sistem hanya menerima anak yang “unggul”!. Akibat selanjutnya, betatapun hebatnya setiap individu yang terlahir, dari 250 juta penduduk Indonesia, yang berpeluang menjadi orang terdidik hanya 25%. Pertanyaanya, mungkinkah yang 25% itu mampu mengatasi persoalan yang muncul oleh 75% yang lain?. Jawabanya, “tentu tidak!. Bukankah ini yang terjadi di bangsa kita sekarang?. Bayangkan, bila dilihat dari potensi alam yang dikaruniakan oleh Illahi, tidak ada satu alasanpun untuk hidup “miskin” di Indonesia. Namun karena pembangunan SDM dilakukan dengan system pendidikan yang demikian, akibatnya 75% generasi bangsa ini “dibuang” dengan senagaja oleh system!. “ Sampai kapankan berlangsung?.



Seharusnya, dari 40 anak yang terlahir, juaranya juga 40, semuanya punya keunggulan masing-masing. Bukankah agama mengajarkan bahwa setiap manusia terlahir diberi “satu” tugas, yaitu menjadi khalifah di muka bumi sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Dan agama juga menegaskan tidak satupun manusia yang terlahir tanpa diberi potensi. Setiap individu dikaruniai potensi yang berbeda. Ibarat planet, semuanya punya garis edar, jika ada planet yang garis edarnya tidak berfungsi, maka terjadilah kiamat. Ini yang kita rasakan saat ini. Pola pendidikan di surau, dilatarbelakangi oleh pemikiran ini.

Jadi, kembali ke SURAU artinya, mengadopsi pola-pola pendidikan SURAU ke semua institusi pendidikan, baik di keluarga, masyarakat, maupun di lembaga-lembaga formal. Kita menghimbau kepada semua pendidik baik agar jangan lagi memaksa anak untuk menguasai semua bidang pelajaran secara rata karena hal ini akan membunuh potensi yang mereka miliki. Juga, hentikan mengukur keberhasilan belajar anak dengan angka, karena angka mudah dimanipulasi sehingga keberhasilan dicapai adalah keberhasilan semu. Jangan lagi memperlakukan anak hanya untuk mampu menjawab soal ujian di sekolah, yang lebih penting mereka harus mampu menjawab persoalan kehidupan.

Pikiran-pikiran Engku Sjafe’i yang mendorong beliau mendirikan INS Kayutanam –sebagaimana yang dimuat di kolom ini edisi yang lalu–, sangat kental dengan warna SURAU. Konsep tersebut ditujukan untuk “melawan” pendidikan sekuler yang dikembangkan berdasarkan konsep “schooling” yang diadopsi dari Eropa dan dibawa oleh Belanda ke Indonesia. Lalu pola tersebut diadopsi mentah-mentah dan digunakan sampai sekarang.

II. Kekhasan Surau

Pola pendidikan di surau di samping tidak diskrimniatif, pendekatannya sangat humanis dan yang penting tidak memisahkan antara ilmu dan agama serta menunjujung tinggi kekhasan potensi yang dimiliki oleh setiap individu. Berbanding terbalik dengan pendidikan formal yang diadopsi dari konsep “schooling” . Pendidikan SURAu yang demikian sangat sesuai amanat Alqur’an tentang penciptaan manusia.

Pendidikian surau tidak diskriminatif karena tidak ada dikhotomi pintar-bodoh, berbakat-tidak berbakat sebagaimana yang lazim dalam pendidikan formal saat ini. Kalau di lembaga pendidikan formal pemisahan anak pintar dengan anak bodoh dianggap cara paling efektif dan memudahkan pelaksanaan pendidikan, maka di SURAU, cara mudah dan efektif itu bukan demikian. Jika di sekolah formal, anak pintar akan dilayani dengan sebaik-baiknya, sementara anak bodoh diabaikan, juga tidak demikian di SURAU. Apabila sekolah yang menilai dirinya sekolah bermutu “takut” menerima anak yang “bodoh”, juga tidak demikian di SURAU. . Dikatakan demikian karena semua anak muda Minang dididik di sekolah formal yang demikian, yaitu pendidikan yang sekuler, yang memisahkan ilmu dan agama, serta mengukur kemampuan anak dari angka-angka yang dirata-ratakan, sehingg setiap anak akan berlomba menghabiskan waktunya untuk mengejar prestasi keilmuan. Mereka akan “memaksa” dirinya untuk menguasai semua bidang kelimuan dan lupa bahwa ilmu dan agama itu menyatu. Ketika, masyarakat sekarang ini dibentuk melalui system pendidikan yang demmikian, maka gerakan kembali ke surau akan dianggap sia-sia, karena mnurut mereka pendidikan di SURAU tidak akademik, SURAU cukup untuk mengaji dan mengsisi waktu. Atau SURAU hanya akan diramaikan pada saat bulan suci Ramadhan, dan itu pun karena “dipaksa” oleh sekolah. Nah, apabila praktik pendidikan di Minang saat ini mengadopsi pendidikan formal demikian, maka pencanangan kembali ke SURAU akan gagal.

Di SURAU, semua murid diberikan pengalaman belajar tentang Alqur’an, alam dan kehidupan. Di samping tidak diskriminatif, pendidikan SURAU juga mengintegrasikan anatara ilmu dan agama sebagai bekal untuk hidup di dunia dan akhirat. Di samping itu, anak tidak dipaksa untuk menguasai semua ilmu secara rata, dan yang lebih penting keberhasilan belajar tidak diukur dengan angka, melainkan dengan kemampuan yang dapat dilihat, diamati, dan diterapkan.

Sebagai contoh, dari 20 orang anak murid dengan tingkat kemampuan dan usia yang berbeda belajar dalam lingkungan dan suasana yang sama, namun perlakuan “treatment” dilakukan secara individual. Sang guru sangat memahami variasi kemampuan setiap anak. Si A kelihatan lebih berbakat di bidang seni baca Alqur’an, sementara Si B berbakat dalam mengkaji makna ayat Alqur’an, dan si C lebih cenderung ke sastra, si D lebih keaarah politik, dan si E ke bidang ekonomi. Semua anak ini dibekali kemampuan dasar baca Alqur’an dan pemahaman dasar sebagai bekal untuk hidup. Namun untuk tingkat lanjut, masing-masing diarahkan ke bakat masing-masing. Dengan demikian, semuan anak murid tadi menjadi orang-orang yang ahli di bidangnya masing-masing namun dengan dasar agama yang kuat. Guru tidak akan mengintervensi anak mau jadi apa nanti setelah dewasa, dia hanya mengatakan jadi apapun kalian nanti, agama dan keimanan harus menjadi dasar tindakanmu. Jika jadi ahli sastra, jadilah sastrawan yang islami, jika jadi ahli ekonomi (dagang) jadilah pedagang yang islami. Jika jadi pendakwah, jadilah pendakwah yang berilmu dan memahami kehidupan manusia.

Jadi, kembali ke SURAU artinya, mengadopsi pola-pola pendidikan SURAU ke semua institusi pendidikan, baik di keluarga, masyarakat, maupun di lembaga-lembaga formal. Kita menghimbau kepada semua pendidik baik agar jangan lagi memaksa anak untuk menguasai semua bidang pelajaran secara rata karena hal ini akan membunuh potensi yang mereka miliki. Juga, hentikan mengukur keberhasilan belajar anak dengan angka, karena angka mudah dimanipulasi sehingga keberhasilan dicapai adalah keberhasilan semu. Jangan lagi memperlakukan anak hanya untuk mampu menjawab soal ujian di sekolah, yang lebih penting mereka harus mampu menjawab persoalan kehidupan. (Bersambung)



III. Setiap Manusia Jenius

Thomas Armstrong dalam bukunya “Membangkitkan Kejeniusan Dari Dalam Kelas, menyatakan bahwa kata jenius terkait dengan kreatifitas vitalitas potensi, motivasi, dan kegembiraan dalam belajar. Kata jenius lebih tinggi dari kata intelijensi karena intelejensi hanya berkaitan dengan IQ sementara kejeniusan ditentukan oleh berbagai aspek. Kesalahan fundamental kita selama ini adalah (hanya) menggunakan IQ sebagai satu-satunya kriteria untuk menilai kecerdasan seseorang. Semakin tinggi IQ seseorang, dia dianggap semakin jenius, pada hal secara statistik, orang-orang ber IQ tinggi jumlahnya sedikit. Jika hanya IQ yang menjadi ukuran, berarti orang yang memiliki kesempatan untuk “disebut jenius” hanya sedikit. Pandangan seperti inilah yang menjadi pangkal perlakuan deskriminatif dalam memberikan layanan pendidikan sebagaimana trend dunia pendidikan sampai saat ini. Kita seakan melupakan bahwa Allah menciptakan manusia dengan se-adil-adilnya dengan memberikan keistimewaan kepada setiap manusia.

Menurut Thomas Armstrong, keistimewaan yang diberikan kepada setiap orang itulah yang disebut kejeniusan. Kata jenius lebih dimaknai sebagai kemampuan khas untuk melakukan hal-hal yang luar biasa, seperti musik, sastra, seni, dan lainnya. Kejeniusan adalah “guci emas” yang berada dalam diri masing-masing anak yang memberikan susunan yang hidup untuk menjadikan “harta karun”. Semua orang dilahirkan dengan kejeniusan unik yang menjaga mereka, membantu mereka keluar dari kesulitan, dan memberi inspirasi pada saat-saat yang penting dalam kehidupan mereka. “Secara historis penggunaan kata jenius memiliki keanekaragaman makna yang kaya. Orang Romawi kuno menggunakan kata jenius pada roh penjaga yang melindungi manusia sepanjang hidupnya. Di Timur Tengah, istilah jenius dikaitkan dengan jinni atau jin yang memiliki kekuatan ajaib sebagaimana yang dilukiskan dalam cerita hikayat 1001 malam” (Armstrong, 2004:11-12).

Menyimpulkan pernyataan Armstrong, setiap orang adalah jenius. Tanpa kecuali!. Dalam perkembangannya, pendapat ini ditentang banyak orang karena ia “membawa” istilah jenius ke “wilayah publik”, yang menurut pandangan umum –sampai saat ini–“jenius” adalah kata yang eksklusif, “hanya mampir ke pada segelintir orang. Betulkah demikian adanya?

Sebagai umat muslim, kita menggunakan firman Illahi sebagai rujukan tertinggi. Al Qur’an memandang manusia sebagai makhluk yang tercipta bukan secara kebetulan. “Manusia diciptakan setelah sebelumnya direncanakan untuk mengemban satu tugas dan sesungguhnya Aku hendak menjadikan ia sebagai seorang khalifah di bumi” (QS 2:30). Untuk itu, manusia dibekali dengan potensi dan kekuatan positif untuk mengubah corak kehidupan di dunia ke arah yang lebih baik (QS 13:11). Dan ditundukkan serta dimudahkan kepadanya (manusia) alam raya untuk dikelola dan dimanfaatkan (QS 45:12-13). Antara lain, ditetapkan arah yang harus ia tuju (QS 51:56) serta dianugerahkan kepadanya petunjuk untuk menjadi pelita dalam perjalanan itu (QS 2:38).

Aturan-aturan yang bersumber dari firman Illahi inilah yang dijadikan dasar pendidikan di Surau. Sebagaimana yang diungkapkan pada tulisan terdahulu, dalam konsep pendidikan menurut Surau, semua anak adalah potensi. Ini sejalan dengan pepatah Minang “nan buto paambuih lasuang, dan pakak palapeh badia, nan lumpuah panunggu rumah” . Sebagaimana firman Illahi, bagi yang memiliki ilmu beramallah dengan ilmu, bagi yang memiliki tenaga beramallah dengan tenaga, dan bagi yang punya harta beramallah dengan harta. Setiap orang punya peran yang tak tergantikan. Ini yang menjadi dasar pendidikan di Surau.

Di samping tidak diskriminatif, pendidikan Surau juga tidak ekslusif, kebalikannya, Surau bersifat inklusif, terbuka bagi semua orang, dan dalam proses pembelajaran juga tidak “mengasingkan” anak didik dari realita kehidupan. Belajar dan hidup adalah satu rangkaian proses, jangan dipisah. Dalam pemahaman inilah pendidikan di Surau tidak mengenal “asrama” apalagi asrama yang sangat tertutup dan berpagar tinggi sehingga menimbulkan kesan belajar sebagai “pengasingan”. “Pengasingan” dari kehidupan nyata selama belajar, justeru menutup peluang untuk “mengabdikan” ilmunya, sementara “pengabdian” semasa belajar merupakan salah satu proses untuk mengasah kemampuan secara nyata.

Dalam upaya mengembalikan konsep Surau pada lembaga pendidikan di Minang, boleh-boleh saja kita mengadopsi dari daerah lain seperti Gontor dan sebagainya, tapi jangan keliru dengan “memindahkan” Gontor ke Minang karena ada unsur-unsur dan kearifan budaya lokal yang tidak dapat dipisahkan dari sistem pendidikan. Jika itu dilakukan maka tercabutlah pendidikan itu dari akar budaya. Inilah kesalahan yang kita lakukan dengan mengadopsi konsep “schooling” mentah-mentah menjadi sekolah seperti sekarang ini….bersambung
3 Responses to “Kembali Ke Surau”

Aswin Hutauruk said
December 11, 2009 at 9:39 pm

Halo pak Zulfikri, saya sangat tertarik tentang ulasan bapak mengenai konsep pendidikan yang semakin lama tertinggalkan (konsep pendidikan SURAU), yaitu suatu kosep pendidikan yang mengintegrasikan dimensi ilmu, akal, iman, dan akhlak dalam suatu kesatuan. Intinya kita sering mengagungkan konsep milik orang lain (padahal belum tentu sesuai), sehingga sering melecehkan milik sendiri. Jika kita tidak bangga dengan milik sendiri, apakah kita bisa banyak berharap untuk tidak dilecehkan orang lain? Saya bangga punya teman seperti Anda yang memiliki visi ke depan, ketika memandang suatu bangsa dari dimensi kemajuan pendidikannya. Itulah yang membuat pertemanan saya dengan Anda menjadi awet, intens dan bermakna. Bravo maju terus sobat…..
Reply
Zulfikri Anas said
December 20, 2009 at 11:15 am

Terimakasih boss, itu muncul sebagai curahan hati, he,he,……..
Reply
syahrizal said
December 12, 2010 at 10:31 pm

Maaf nih pak zul seperti kita chating kemaren saya belum juga menangkap bagaimana cara merealisasikan filosofi pendidikan surau itu sekarang ini. Ini pak zul dari depdiknas ini yang jelas-jelas menerapkan model pendidikan yang lebih menitik beratkan pada pentingnya IQ, contohnya seperti penerapan UN, membuat kelas unggulan, kelas berstandar internasional, semuanya pasti menitik beratkan pada pentingnya IQ dan itu sangat mengkotak-kotakkan anak yang pintar dengan yang kurang pintar atau bodoh. Saya melihat sekarang sudah terjadi perubahan yang sangat besar dalam masyarakat Minangkabau, surau itu tidak ada lagi yang ada hanya musalla yang fungsinya sudah berbeda dengan surau dulu. Rumah sekarang sudah ada kamar untuk anak laki-laki anak-anak tidak tidur di surau lagi. Saya mengerti maksud pak zul tetapi sistem pendidikan sekarang sangat menyita waktu anak-anak untuk fokus utk kecerdasan IQ itu. jadi sebaiknya dijelaskan secara konkrit bagaimana penerapannya. Kalau ingin menerapkan di sekolah kurikulum yang sangat padat itu diperbaiki biar ada pelajaran lain yang membuat mereka tidak ekslusif misalnya belajar dan praktek ceramah agama, pidato, menari, latihan silat, latihan keterampian, dll di sekolah.

Sumber : Here

Guru Perlu Tahu Karakteristik Siswa Bodoh dan Siswa Pintar: Orang Bodoh ala Bob Sadino

Kadang banyak guru yang tidak pernah mau tahu dengan siswa bodoh. Yang mereka tahu hanya siswa pintar. Padahal, siswa pintar akan menjadi bodoh yang sebenarnya bodoh dan siswa bodoh justru mempunyai kepintaran. Dengan begitu, banyak pula guru yang tahunya hanya siswa pintar.


Ambisi guru hanya tunggal, yakni menjadikan anak bodoh menjadi pintar. Namun, guru tidak pernah tahu hakikat siswa bodoh yang sebenarnya pintar. Berikut beda pandangan bodoh dan pintar dari kacamata Bob Sadino :

1. Terlalu Banyak Ide -
Orang "pintar" biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satu pun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang "bodoh" mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya

2. Miskin Keberanian untuk memulai -
Orang "bodoh"biasanya lebih berani dibanding orang "pintar", Mengapa? Karena orang "bodoh"sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya, orang "pintar"telalu banyak pertimbangan.

3. Telalu Pandai Menganalisis -
Sebagian besar orang "pintar" sangat pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat
lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Orang "bodoh"tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha.

4. Ingin Cepat Sukses -
Orang"Pintar" merasa mampu melakukan berbagai hal dengan kepintarannya termasuk mendapatkan hasil dengan cepat. Sebaliknya, orang "bodoh" merasa dia harus melalui jalan panjang dan berliku sebelum mendapatkan hasil.

5. Tidak Berani Mimpi Besar -
Orang "Pintar" berlogika sehingga bermimpi sesuatu yang secara logika bisa dicapai. Orang "bodoh" tidak perduli dengan logika, yang penting dia bermimpi sesuatu, sangat besar, bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain.

6. Bisnis Butuh Pendidikan Tinggi -
Orang "Pintar"menganggap, untuk berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu. Orang "Bodoh" berpikir, dia pun bisa berbisnis.

7. Berpikir Negatif Sebelum Memulai -
Orang "Pintar" yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berpikir negatif tentang sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat banyak. Sedangkan orang "bodoh" tidak sempat berpikir negatif karena harus segera berbisnis.

8. Maunya Dikerjakan Sendiri -
Orang "Pintar"berpikir "aku pasti bisa mengerjakan semuanya", sedangkan orang "bodoh" menganggap dirinya punya banyak keterbatasan, sehingga harus dibantu orang lain.

9. Miskin Pengetahuan Pemasaran dan Penjualan -
Orang "Pintar" menganggap sudah mengetahui banyak hal, tapi seringkali melupakan penjualan. Orang "bodoh" berpikir simple, "yang penting produknya terjual".

10. Tidak Fokus -
Orang "Pintar" sering menganggap remeh kata Fokus. Buat dia, melakukan banyak hal lebih mengasyikkan. Sementara orang "bodoh" tidak punya kegiatan lain kecuali fokus pada bisnisnya.

11. Tidak Peduli Konsumen -
Orang "Pintar" sering terlalu pede dengan kehebatannya. Dia merasa semuanya sudah Oke
berkat kepintarannya sehingga mengabaikan suara konsumen. Orang"bodoh"?. Dia tahu konsumen seringkali lebih pintar darinya.

12. Abaikan Kualitas -
Orang "bodoh" kadang-kadang saja mengabaikan kualitas karena memang tidak tahu, maka
tinggal diberi tahu bahwa mengabaikan kualitas keliru. Sedangkan orang "pintar" sering mengabaikan kualitas, karena sok tahu.

13. Tidak Tuntas -
Orang "Pintar" dengan mudah beralih dari satu bisnis ke bisnis yang lain karena punya banyak kemampuan dan peluang. Orang "bodoh"mau tidak mau harus menuntaskan satu bisnisnya saja.

14. Tidak Tahu Pioritas -
Orang "Pintar" sering sok tahu dengan mengerjakan dan memutuskan banyak hal dalam waktu sekaligus, sehingga prioritas terabaikan. Orang "Bodoh"? Yang paling mengancam bisnisnyalah yang akan dijadikan pioritas

15. Kurang Kerja Keras dan Kerja Cerdas -
Banyak orang "Bodoh" yang hanya mengandalkan semangat dan kerja keras plus sedikit kerja cerdas, menjadikannya sukses dalam berbisnis. Dilain sisi kebanyakan orang "Pintar" malas untuk berkerja keras dan sok cerdas,

16. Mencampur adukan Keuangan -
Seorang "pintar" sekalipun tetap berperilaku bodoh dengan dengan mencampuradukan keuangan pribadi dan perusahaan.

17. Mudah Menyerah -
Orang "Pintar" merasa gengsi ketika gagal di satu bidang sehingga langsung beralih ke bidang lain, ketika menghadapi hambatan. Orang "Bodoh" seringkali tidak punya pilihan kecuali mengalahkan hambatan tersebut.

18. Melupakan Tuhan -
Kebanyakan orang merasa sukses itu adalah hasil jarih payah diri sendiri, tanpa campur tangan "TUHAN". Mengingat TUHAN adalah sebagai ibadah vertikal dan menolong sesama sebagai ibadah horizontal.

19. Melupakan Keluarga -http://www.blogger.com/img/blank.gif
Jadikanlah keluarga sebagai motivator dan supporter pada saat baru memulai menjalankan bisnis maupun ketika bisnis semakin meguras waktu dan tenaga

20. Berperilaku Buruk -
Setelah menjadi pengusaha sukses, maka seseorang akan menganggap dirinya sebagai seorang yang mandiri. Dia tidak lagi membutuhkan orang lain, karena sudah mampu berdiri diatas kakinya sendiri.

sumber: here

Saturday, June 25, 2011

mahfuzhat

mahfuzhat


1. من سار على الدرب وصل

Artinya :
Barang siapa yang berjalan di jalannya maka dia akan sampai



2. من جدّ وجد

Artinya :
Barang siapa yang bersungguh-sungguh maka dia akan dapat



3. من صبر ظفر

Artinya :
Barang siapa yang bersabar akan beruntung



4. من قلّ صدقه قلّ صديقه

Artinya :
Barang siapa yang sedikit kebenarannya sedikit pula temannya



5. جالس اهل الصدق والوفاء

Artinya :
Bertemanlah dengan orang yang jujur



6. مودة الصديق تظهر وقت الضيق

Artinya :
Kesetiaan seorang tema itu terlihat pada waktu sempit



7. وما اللذة الا بعد التعب

Artinya :
Kenikmatan itu akan terlihat setelah bersusah payah





8. جرب و لاحظ تكن عارفا

Artinya :
Coba dan perhatikan maka kamu akan mengetahui





9. الصبر يعين على كل عمل

Artinya :
Sabar itu menolong setiap pekerjaan





10. أطلب العلم من المهد الى اللحد

Artinya :
Tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat



11. بيضة اليوم خير من دجاجة الغد

Artinya :
Telur hari ini lebih baik daripada ayam esok hari



12. الوقب اثمن من الذهب

Artinya :
Waktu itu lebih berharga daripada uang



13. العقل السليم فى الجسم السليم

Artinya :
Akal yang sehat terletak pada tubuh yang sehat





14. خير جليس فى الزمان كتاب

Artinya :
Sebaik-baik teman duduk adalah buku



15. من يزرع يحصد

Artinya :
Siapa yang menanam akan menuai



16. خير الأصحاب من يدلك على الخير

Artinya :
Sebaik-baik teman adalah yang menunjukkan kamu kepada kebenaran



17. لولا علم لكان الناس كالبهائم

Artinya :
Kalaulah tidak karena ilmu mama manusia akan seperti binatang



18. العلم فى الصغر كالنقش على الحجر

Artinya :
Ilmu diwaktu kecil bagaikan ukiran di atas batu





19. لن ترجع الأيام التى مضت

Artinya :
Tidak akan pernah kembali waktu yang telah berlalu



20. تعلمن صغيرا واعمل به كبيرا

Artinya :
Belajar pada waktu kecil dan amalkan pada waktu dewasa



21. العلم بلا عمل كالشجر بلا ثمر

Artinya :
Ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah



22. الإتحاد اساس النجاح

Artinya :
Persatuan pangkal keberhasilan



23. لا تحتقر مسكينا وكم له معينا

Artinya :
Janganlah menghinakan orang miskin, maka jadilah kamu penolong nya



24. الشرف بالأدب لا بالنسب

Artinya :
Kemuliaan itu dengan adab dan bukan dengan nasab



25. سلامة الإنسان فى حفظ اللسان

Artinya :
Keselamatan manusia itu terletak pada lidahnya



26. ادب المرء خير من ذهبه

Artinya :
Sopan-santun seseorang lebih baik daripada emas nya



27. سوء الخلق يعدى

Artinya :
Akhlak jelek itu menyebar









28. آفة العلم النسيان

Artinya :
Bencana ilmu adalah lupa



29. إذا صدق العزم وضح السبيل

Artinya :
Apabila ada kemauan disitu ada jalan



30. لا تحتقر من دونك فلكل شئ مزية

Artinya :
Janganlah kamu menghina orang lain, karena setiap sesuatu itu mempunyai kelebihan



31. أصلح نفسك يصلح لك الناس

Artinya :
Perbaiki dirimu maka orang akan memperbaiki dirinya



32. فكر قبل ان تعزم

Artinya :
Berfikir dahulu baru bekerja



33. من عرف بعد السفر استعد

Artinya :
Siapa yang tahu jauhnya perjalanan, maka bersiap-siaplah ia





34. من حفر حفرة وقع فيها

Artinya :
Siapa yang mengali lubang maka dia akan masuk ke dalamnya



35. عدو عاقل خير من صديق جاهل

Artinya :
Musuh yang berakal lebih baik daripada teman yang bodoh



36. من كثر احسانه كثر اخوانه

Artinya :
Siapa yang banyak kebaikan nya, banyak pula temannya







37. اجهج ولا تكسل ولا تك غافلا فندمة العقبى لمن يتكاسل

Artinya :
Bersungguh-sungguh dan jangan malas, dan jangan lalai, karena penyesalan itu bagi orang-orang yang malas



38. لا تؤخر عملك الى الغد ما تقدر ان تعمله اليوم

Artinya :
Jangan kamu tunda pekerjaan sampai esok apa yang bisa kamu kerjakan sekarang



39. أترك الشر يتركك

Artinya :
Tinggalkan kejelekan, maka dia akan meninggalkan





40. خير الناس احسنهم خلقا وأنفع للناس

Artinya :
Sebaik-baik manusia adalah yang baik akhlaknya dan bermanfaat bagi orang lain



41. فى التانى السلامة وفى العجلة الندمة

Artinya :
Dalam berhati-hati itu keselamatan dan dalam ketergesa-gesaan itu penyesalan



42. ثمرة التفريط الندمة وثمرة الحزم السلامة

Artinya :
Buah dari tergesa-gesa adalah penyesalan, dan buah dari kehati-hatian adalah keselamatan



43. الرفق بالضيف من خلق الشرف

Artinya :

Memuliakan tamu sebagian dari akhlak mulia




44. فجزاء السيئة سيئة مثلها

Artinya :

Balasan-kejahatan itu, kejahatan yang sepertinya


ترك الجواب على الجهاهل جواب

Artinya :

Tidak menjawab pertanyaan orang bodoh itulah jawabannya





45. من عذب لسانه كثر اجوانه

Artinya :

Siapa yang manis tutur katanya, maka banyak temannya



46. إذا تم العقل قل الكلام

Artinya :

Apabila sempurna akal seseorang, maka sedikit bicaranya



47. من طلب اخا بلا عيب بقى بلا اخ

Artinya :

Barang siapa yang mencari teman tidak ada cacat nya, maka dia tidak akan ada teman



48. قل الحق ولو كان مرا

Artinya :

Katakan yang benar itu walaupun itu pahit



49. خير مالك مانفعك

Artinya :

Sebaik-baik hartamu adalah yang bermanfaat bagimu



50. خير الأمور أوساطها

Artinya :

Sebaik-baik urusan itu pertengahan nya



51. لكل مقام مقال ولكل مقال مقام

Artinya :

Setiap tempat itu ada pembicaraan, dan setiap pembicaraan ada tempatnya





52. إذا لم تستح فاصنع ماشئت

Artinya :

Apabila tidak malu berbuatlah sesukamu



53. ليس العيب لمن كان فقيرا بل العيب لمن كان بخيلا

Artinya :

Bukanlah aib bagi orang yang fakir, tetapi aib itu bagi orang yang pelit







54. لكل عمل ثواب ولكل كلام جواب

Artinya :

Setiap pekerjaan itu ada , dan setiap perkataan itu ada jawabannya



55. وعامل الناس بما تحب منه دائما

Artinya :

Balasan-kejahatan itu, kejahatan yang sepertinya



56. هلك امرؤ لم يعرف قدره

Artinya :

Kebinasaan seseorang, yang tidak tahu diri



57. رأس الذنوب الكذب

Artinya :

Pangkal dosa itu adalah bohong



58. من ظلم ظلم

Artinya :

Siapa yang menzholimi akan dizhalimi



59. ليس الجمال بأثواب تزيننا إن الجمال جمال العلم والأدب

Artinya :

Bukanlah kecantikan itu dengan pakaian yang menghiasi kita, tetapi sesungguhnya kecantikan itu, yaitu kecantikan ilmu dan adab



60. لا تكن رطبا فتعصر ولا تكن يابسا فتكسر

Artinya :

Janganlah terlalu keras sehingga kamu mudah dipatahkan, dan janganlah terlalu lunak sehingga kamu mudah dihancurkan



61. من اعانك على الشر ظلمك

Artinya :

Balasan-kejahatan itu, kejahatan yang sepertinya



62. العمل يجعل الصعب السهلا

Artinya :

Pekerjaan itu membuat yang susah menjadi mudah



63. أخي لة تنال العلم إلا بستة سأنبيك ببيان " زكاء, وحرص, واجتهاد, ودرهم, وصحتة الأستاذ وطول الزمان.

Artinya :

Saudaraku kamu tidak akan mendapatkan ilmu kecuali dengan 6 perkara Kepintaran, kesungguh-sungguhan, harta benda, dan bersahabat dengan guru, dan waktu yang panjang.



64. من تأنى تنال ما تمنى

Artinya :

Siapa yang berharap ia akan mendapatkan yang di harapkan nya



65. أطلب العلم ولو بالصين

Artinya :

Tuntutan ilmu walau sampai negeri china



66. النظافة من الإيمان

Artinya :

Kebersihan itu sebagian daripada iman



67. إذا كثر المطلوب قل المساعد

Artinya :

Apabila banyak peminta-peminta, sedikit yang akan menolong



68. لا خير فى لذة تعقب ندما

Artinya :

Balasan-kejahatan itu, kejahatan yang sepertinya



69. تنظيم العمل يوفر نصف الوقت

Artinya :

Pekerjaan yang diatur menghemat separo waktu



70. رب أخ لم تلده والدة

Artinya :

Balasan-kejahatan itu, kejahatan yang sepertinya



71. دووا الغضب الصمت

Artinya :

Obatilah marah itu dengan diam



72. الكلام ينفد مالا تنفذه الإبر

Artinya :

Perkataan itu menembus apa yang tidak ditembus oleh jarum



73. ليس كل ما يلمع ذهبا

Artinya :

Bukanlah setiap yang berkilau itu emas



74. سيرة المرء تنبئ عن سريرته

Artinya :

Kebaikan seseorang menutupi rahasia nya



75. قيمه المرء بقدر ما يحسنه

Artinya :

Balasan-kejahatan itu, kejahatan yang sepertinya



76. صدبقك من ابكاك لا من اضحكك

Artinya :

Teman yang sebenarnya adalah yang membuat kamu menangis dan bukan yang membuat kamu tertawa



77. عثرة القدم اسلم من عثرة اللسان

Artinya :

Tergelincir kaki lebih selamat daripada tergelincir lidah



78. خير الكلام ما قل ودلّ

Artinya :

Sebaik-baik perkataan itu yang sedikit dan beralasan



79. كل شيء إذا كثر رخص إلا الأدب

Artinya :

Segala sesuatu itu apabila banyak, maka ia akan murah kecuali sopan santun



80. اوا الغضب جنون وأخيره ندم

Artinya :

Awal kemarahan itu kegilaan dan akhirnya adalah penyesalan





81. العبد يضرب بالعصا والحر يكفيه بالإشـارة

Artinya :

Budak itu dipukul dengan kayu, sedangkan orang yang merdeka itu cukup dengan isyarat



82. أنظر ما قال ولا تنظر من قال

Artinya :

Lihatlah apa yang dikatakan dan jangan lihat siapa yang mengatakan



83. الحسود لا يسود

Artinya :

Orang yang hasad itu tidak akan mulia



84. الأعمال بخواتمها

Artinya :

Pekerjaan itu sampai selesai


85. الإعتراف

إلهى لست للفردوس أهلا

ولا أقوى على النار الجحيم

Sunday, June 05, 2011

Siapakah Imam Mahdi as Itu?

Menurut pendapat para ahli sejarah dan hadis, Imam Mahdi as dilahirkan pada malam Jumat, 15 Sya'ban 255 atau 256 H. Ayahanda beliau adalah Imam Hasan al-'Askari dan ibunda beliau—menurut beberapa riwayat—bernama Narjis, Shaqil, Raihanah, atau Susan. Akan tetapi, beragamnya nama yang dimiliki oleh ibunda beliau ini tidak mengindikasikan keberagaman diri sebagai seorang wanita. Karena, tidak menutup kemungkinan beliau memiliki nama-nama yang beragam sebagaimana layaknya orang-orang besar lainnya. [1] Tempat kelahiran beliau adalah Samirra`, sebuah kota besar di Irak dan pada masa kekhilafahan Bani Abbasiah pernah menjadi ibu kota kerajaan.

Silsilah nasab beliau secara terperinci adalah Muhammad al-Mahdi bin Hasan al-‘Askari bin Ali al-Hadi bin Muhammad al-Jawad bin Ali ar-Ridha bin Musa al-Kazhim bin Ja’far as-Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali as-Sajjad bin Husain as-Syahid bin Ali bin Abi Thalib as.

Kelahiran beliau adalah sebuah realita yang tidak dapat dipungkiri. Banyak sekali bukti historis dan tekstual yang menegaskan hal itu.

Imam Ja'far ash-Shadiq as berkata: “Tidak akan meninggal dunia salah seorang dari kami kecuali ia akan meninggalkan seseorang yang akan meneruskan missinya, berjalan di atas sunnahnya dan melanjutkan dakwahnya.” [2]

Hakimah, bibi Imam Hasan al-‘Askari as pernah menggendong beliau dan melihat di bahu sebelah kanannya tertulis “Kebenaran telah datang dan kebatilan telah sirna”. (QS. Al-Isrâ`: 81).

Kurang lebih enam puluh lima ulama Ahlussunnah dalam buku-buku mereka juga menegaskan hal itu. Syeikh Najmuddin al-‘Askari dalam bukunya al-Mahdi al-Mau’ûd al-Muntazhar menyebutkan empat puluh nama mereka dan Syeikh Luthfullah ash-Shafi dalam bukunya Muntakhab al-Atsar menyebtukan dua puluh enam nama. [3] Di antara mereka adalah:

a. Ali bin Husain al-Mas’udi. Ia menulis: “Pada tahun 260, Abu Muhammad Hasan bin Ali bin Muhammad bin Ali bin Musa bin Ja’far bin Muhammad bin Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib as meninggal dunia pada masa kekhilafahan al-Mu’tamid al-Abbasi. Ketika meninggal dunia, ia baru berusia dua puluh sembilan tahun. Ia adalah ayah Mahdi al-Muntazhar.” [4]

b. Syamsuddin bin Khalakan. Ia menulis: “Abul Qasim Muhammad bin Hasan al-‘Askari bin Ali al-Hadi bin Muhammad al-Jawad adalah imam Syi’ah yang kedua belas. Julukannya yang terkenal adalah al-Hujjah. Syi’ah menjulukinya dengan al-Muntazhar, al-Qâ`im dan al-Mahdi. Ia dilahirkan pada hari Jumat, 15 Sya’ban 255. Ketika ayahnya meninggal dunia, usianya baru lima tahun. Nama ibunya adalah Khamth, dan menurut pendapat sebagian ulama, Narjis.” [5]

c. Syeikh Abdullah asy-Syabrawi. Ia menulis: “Imam kesebelas adalah Hasan al-‘Askari. Ia lahir di Madinah pada tanggal 8 Rabi’ul Awal 232, dan pada tanggal 8 Rabi’ul Awal 260 meninggal dunia pada usia dua puluh delapan tahun. Cukuplah menjadi sebuah kebanggaan baginya bahwa ia adalah ayah Imam Mahdi al-Muntazhar ... Mahdi dilahirkan di Samirra` pada malam nishfu Sya’ban 255, lima tahun sebelum kewafatan ayahnya. Dari sejak dilahirkan, ayahnya selalu menyembunyikannya dari pandangan umum karena beberapa problem (yang menuntut) dan kekhawatiran terhadap ulah para khalifah Abbasiah. Karena Bani Abbas selalu mencari-cari keluarga Rasulullah dan menjatuhkan hukuman terhadap mereka, membunuh atau menggantung mereka. Hal itu dikarenakan mereka berkeyakinan bahwa dinasti kerajaan mereka akan musnah di tangan keluarga Muhammad. Yaitu, di tangan Imam Mahdi as. Dan mereka mengetahui realita ini dari hadis-hadis yang mereka dengar dari Rasulullah SAWW.” [6]

d. Syeikh Abd. Wahhab asy-Sya’rani. Ia menegaskan: “Mahdi adalah salah seorang dari putra-putra Imam Hasan al-‘Askari as. Ia dilahirkan pada malam nishfu Sya’ban 255. Ia hidup (hingga sekarang) sehingga ia berjumpa dengan Nabi Isa as (kelak).” [7]

e. Syeikh Sulaiman al-Qunduzi al-Hanafi. Ia menulis: “Satu berita yang pasti dan paten di kalangan orang-orang yang dapat dipercaya adalah, bahwa kelahiran al-Qâ`im terjadi pada malam nishfu Sya’ban 255 di kota Samirra`.” [8]
Manipulasi Hadis

Ketika kita merujuk kepada buku-buku referensi hadis dan sejarah, yang kita dapati adalah, bahwa Imam Mahdi as adalah putra Imam Hasan al-‘Askari, sebagaimana hal itu dapat kita simak pada sekilas pembahasan di atas. Akan tetapi, kita akan menemukan satu hadis dalam buku-buku referensi Ahlussunnah yang berlainan dengan hadis-hadis tersebut. Di dalam hadis ini terdapat penambahan sebuah frase yang—mungkin—memang disengaja untuk memanipulasi dan menciptakan keraguan dalam menilai hadis-hadis tersebut.

Anehnya, sebagian orang memegang teguh satu hadis ini dan meninggalkan hadis-hadis lain yang lebih dapat dipercaya, mungkin karena hadis itu sejalan dengan ide dan kiprah politik-sosialnya.

Hadis itu adalah sebagai berikut:

عَنْ أَبِيْ دَاوُدَ، عَنْ زَائِدَةَ، عَنْ عَاصِمٍ، عَنْ زُرٍّ، عَنْ عَبْدِ اللهِ، عَنِ النَّبِيِّ (ص) أَنَّهُ قَالَ: "لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنَ الدُّنْيَا إِلاَّ يَوْمٌ وَاحِدٌ، لَطَوَّلَ اللهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ حَتَّى يَبْعَثَ اللهُ رَجُلاً مِنِّيْ (أَوْ: مِنْ أَهْلِ بَيْتِيْ) يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِيْ وَ اسْمُ أَبِيْهِ اسْمَ أَبِيْ ، يَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَ جَوْرًا."

Diriwayatkan dari Abu Daud, dari Zaidah, dari ‘Ashim, dari Zurr, dari Abdullah, dari Nabi saw bahwa beliau bersabda, “Seandainya tidak tersisa dari (usia) dunia ini kecuali hanya sehari, niscaya Allah akan memanjangkan hari itu hingga Ia membangkitkan seseorang dariku (dari Ahlulbaitku) yang namanya sama dengan namaku dan nama ayahnya sama dengan nama ayahku . Ia akan memenuhi bumi ini dengan keadilan sebagaimana ia telah dipenuhi oleh kezaliman dan kelaliman.”

Hadis di atas tidak dapat kita jadikan pijakan, baik dari sisi sanad maupun dari sisi kandungan.

Dari sisi sanad, hadis ini diriwayatkan dari Zaidah. Jika kita merujuk kepada buku-buku ilmu Rijal, akan kita dapatkan bahwa semua nama Zaidah memiliki catatan negatif dalam sejarah hidupnya; Zaidah bin Sulaim adalah seorang yang tidak diketahui juntrungannya (majhûl), Zaidah bin Abi ar-Ruqad adalah seorang yang lemah (dha’îf), menurut Ziyad an-Numairi dan hadisnya harus ditinggalkan, menurut Bukhari, dan Zaidah bin Nasyid tidak dikenal kecuali melalui riwayat putranya darinya, menurut Ibnu al-Qatthan. Sementara Zaidah (dengan tidak disebutkan nama ayahnya), hadisnya harus ditinggalkan, menurut Abu Hatim dan hadisnya tidak bisa diikuti, menurut Bukhari, atau ia ahli dalam menyisipkan kata-kata baru ke dalam hadis, menurut sebagian ulama Rijal. [9]

Dari sisi kandungan, tidak hanya Zaidah yang meriwayatkannya dari jalur Zurr. Bahkan, ada beberapa jalur lain selaian Zaidah, dan hadis-hadis itu tidak memiliki tambahan “dan nama ayahnya sama dengan nama ayahku”. Dari sini dapat diketahui bahwa tambahan frase tersebut adalah ulah tangan Zaidah. Di samping itu, hadis-hadis yang diriwayatkan dari Rasulullah saw mengenai Imam Mahdi as tidak memiliki tambahan frase tersebut. Ditambah lagi ijmâ’ Muslimin yang menegaskan bahwa Imam Mahdi adalah putra Imam Hasan al-‘Askari as.

Al-Hâfizh al-Kunji as-Syafi’i menulis, “Semua hadis yang datang dari saw tidak memiliki tambahan frase ‘dan nama ayahnya sama dengan nama ayahu’. ... Tirmidzi telah menyebutkan hadis tersebut dan tidak menyebutkan frase ‘dan nama ayahnya sama dengan nama ayahku’, dan di dalam kebanyakan hadis-hadis para perawi hadis yang dapat dipercaya hanya terdapat frase ‘namanya sama dengan namaku’. Pendapat penentu dalam hal ini adalah, bahwa Imam Ahmad bin Hanbal dengan ketelitiannya telah meriwayatkan hadis tersebut di dalam Musnadnya di beberapa kesempatan, dan ia hanya menyebutkan frase ‘namanya sama dengan namaku’.” [10]

Yang perlu kita simak di sini adalah mengapa penambahan frase itu harus terjadi? Adakah tujuan tertentu di balik itu?

Minimal ada dua kemungkinan di balik penambahan frase tersebut:

Pertama , ada usaha untuk melegitimasi salah satu penguasa dinasti Abbasiah yang bernama Muhammad bin Abdullah. Ia memiliki julukan al-Mahdi, dan dengan hadis picisan tersebut mereka ingin mengaburkan opini umum tentang al-Mahdi yang sebenarnya.

Kedua , ada usaha untuk melegitimasi Muhammad bin Abdullah bin Hasan yang memiliki julukan an-Nafs az-Zakiyah (jiwa yang suci). Karena ia memberontak kepada penguasa Bani Abbasiah waktu itu, para pembuat hadis itu ingin memperkenalkannya—sesuai dengan kepentingan politis-sosialnya—kepada khalayak bahwa ia adalah al-Mahdi yang sedang ditunggu-tunggu. [11]
Kisah Kelahiran

Kisah kelahiran orang-orang besar selalu menyimpan rahasia dan misteri tersendiri. Betapa banyak peristiwa yang terjadi pada saat seorang agung lahir yang sungguh di luar kemampuan akal kepala kita untuk memahami dan “mempercayaninya”. Tapi, hal itu bukanlah seuatu hal yang aneh jika dikaitkan dengan kehendak Ilahi. Karena selama suatu peristiwa masih bersifat mungkin, bukan mustahil, hal itu masih berada di bawah ruang lingkup kehendak Ilahi meskipun termasuk kategori sesuatu yang aneh menurut akal kita.

Kisah kelahiran Imam Mahdi as adalah salah atu dari sekian kisah aneh (baca: ajaib) yang pernah terjadi di sepanjang sejarah manusia. Mari kita simak bersama.

Sayidah Hakimah binti Imam Muhammad al-Jawad as bercerita:

Abu Muhammad Hasan bin Ali (al-‘Askari) datang ke rumahku seraya berkata: “Wahai bibiku, berbuka puasalah di rumah kami malam ini. Malam ini adalah malam nishfu Sya’ban. Allah Ta’ala akan menampakkan hujjah-Nya di atas bumi pada malam ini.” “Siapakah ibunya?”, tanyaku “Narjis”, jawabnya singkat. “Sepertinya ia tidak memiliki tanda-tanda kehamilan?”, tanyaku lagi. “Hal itu akan terjadi seperti yang telah kukatakan”, katanya menimpali.

Setelah sampai di rumahnya, kuucapkan salam dan duduk. Tidak lama Narjis datang menemuiku untuk melepaskan sandalku seraya berkata: “Wahai junjunganku, izinkanlah kulepaskan sandal Anda.” “Tidak! Engkaulah junjunganku. Demi Allah, aku tidak akan mengizinkan engkau melepaskan sandalku dan berkhidmat kepadaku. Seharusnya akulah yang harus berkhidmat kepadamu”, tegasku. Abu Muhammad mendengar ucapanku itu. Ia berkata: “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan wahai bibiku.”

Kukatakan kepada Narjis: “Pada malam ini Allah akan menganugrahkan kepadamu seorang putra yang akan menjadikan junjungan di dunia dan akhirat.” Ia duduk sambil menahan malu.

Setelah selesai mengerjakan shalat Isya`, aku berbuka puasa dan setelah itu, pergi ke tempat tidur. Ketika pertengahan malam tiba, aku bangun untuk mengerjakan shalat. Setelah aku selesai mengerjakan shalat, Narjis masih tertidur pulas dan tidak ada kejadian khusus terhadap dirinya. Akhirnya aku duduk-duduk sambil membaca wirid. Setelah itu, aku terbaring hingga tertidur pulas. Tidak lama kemudian, aku terbangun dalam keadaan tertegun, sedangkan ia masih tertidur pulas. Tidak lama berselang, ia terbangun dari tidurnya dalam keadaan ketakutan. Ia keluar untuk berwudhu. Ia kembali ke kamar dan mengerjakan shalat. Ketika ia sedang mengerjakan rakaat witir, aku merasa bahwa fajar sudah mulai menyingsing. Aku keluar untuk melihat fajar. Ya, fajar pertama telah menyingsing. (Melihat tidak ada tanda-tanda ia akan melahirkan), keraguan terhadap janji Abu Muhammad mulai merasuki kalbuku. Tiba-tiba Abu Muhammad menegorku dari kamarnya: “Janganlah terburu-buru wahai bibiku. Karena janji itu telah dekat.” Aku merasa malu kepadanya atas keraguan yang telah menghantuiku. Di saat aku sedang kembali ke kamar, Narjis telah selesai mengerjakan shalat. Ia keluar dari kamar dalam keadaan ketakutan, dan aku menjumpainya di ambang pintu. “Apakah engkau merasakan sesuatu?”, tanyaku. “Ya, bibiku. Aku merasakan berat sekali”, jawabnya. “Ingatlah Allah selalu. Konsentrasikan pikiranmu. Hal itu seperti yang telah kukatakan padamu. Engkau tidak perlu takut”, kataku menguatkannya.

Lalu, aku mengambil sebuah bantal dan kuletakkannya di tengah-tengah kamar. Kududukkannya di atasnya dan aku duduk di hadapannya layaknya seorang wanita yang sedang menangani seseorang yang ingin melahirkan. Ia memegang telapak tanganku dan menekannya sekuat tenaga. Ia menjerit karena kesakitan dan membaca dua kalimat syahadah. Abu Muhammad berkata dari balik kamar: “Bacalah surah al-Qadr untuknya.” Aku mulai membacanya dan bayi yang masih berada di dalam perut itu menirukan bacaanku. Aku ketakutan terhadap apa yang kudengar. Abu Muhammad berkata lagi: “Janganlah merasa heran terhadap urusan Allah. Sesungguhnya Allah membuat kami berbicara dengan hikmah pada waktu kami masih kecil dan menjadikan kami hujjah di atas bumi-Nya ketika kami sudah besar.”

Belum selesai ucapannya, tirai cahaya menutupiku untuk dapat melihatnya. Aku berlari menuju Abu Muhammad sambil menjerit. “Kembalilah wahai bibiku. Engkau akan mendapatkannya masih di tempatnya”, katanya padaku.

Aku kembali. Tidak lama kemudian, tirai cahaya itu tersingkap. Tiba-tiba aku melihatnya dengan seunggun cahaya yang menyilaukan mataku. Kulihat wali Allah dalam kondisi sujud. Di lengan kanannya tertulis: “Telah datang kebenaran dan sirna kebatilan. Sesungguhnya kebatilan telah sirna”. Ia berkata dalam keadaan sujud: “Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain selain Allah Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya, kakekku Muhammad adalah Rasulullah, dan ayahku Amirul Mukminin wali Allah.” Selanjutnya ia menyebutkan nama para imam satu-persatu hingga sampai pada dirinya. Kemudian, ia berdoa: “Ya Allah, wujudkanlah untukku apa yang telah Kau janjikan padaku, sempurnakanlah urusanku, kokohkanlah langkahku, dan penuhilah bumi ini karenaku dengan keadilan.” Setelah itu, ia mengangkat kepalanya seraya membaca ayat, “Allah bersaksi dalam keadaan menegakkan keadilan bahwa tiada tuhan selain Ia, dan begitu juga para malaikat dan orag-orang yang diberi ilmu. Tiada tuhan selian Ia yang Maha Perkasa nan Bijaksana. Sesungguhnya agama di sisi Allah adalah Islam”. (QS. Ali ‘Imran : 18-19) Kemudian, ia bersin. Ia berkata: “Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Semoga Allah mencurahkan shalawat atas Muhammad dan keluarganya. Orang-orang zalim menyangka bahwa hujjah Allah telah sirna.”

Aku menggendongnya dan mendudukknnya di pangkuanku. Sungguh anak yang bersih dan suci. Abu Muhammad berkata: “Bawalah putraku kemari wahai bibiku.” Aku membawanya kepadanya. Ia menggendongnya seraya memasukkan lidahnya ke dalam mulutnya dan mengelus-elus kepala, kedua mata, telinga dan seluruh sikunya. Lalu, ia berkata kepadanya: “Berbicaralah wahai putraku.” Ia membaca dua kalimat syahadah dan mengucapkan shalawat untuk Rasulullah dan para imam satu-persatu. Setelah sampai di nama ayahnya ia diam sejenak. Ia memohon perlindungan dari setan yang terkutuk seraya membaca ayat: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan Kami akan memberikan anugrah kepada orang-orang yang tertindas di muka bumi, menjadikan mereka para pemimpin dan para pewaris. Dan Kami akan menjayakan mereka di muka bumi dan memperlihatkan kepada Fir’aun, Haman dan bala tentara mereka apa yang mereka takutkan.”

Setelah itu, Abu Muhammad memberikannya kepadaku kembali seraya berkata: “Wahai bibiku, kembalikanlah kepada ibundanya supaya ia berbahagia dan tidak susah. Sesungguhnya janji Allah adalah benar. Akan tetapi, mayoritas umat manusia tidak mengetahui.”

Kukembalikan ia kepada ibunya dan fajar telang menyingsing waktu itu. Setelah mengerjakan shalat Shubuh, aku mohon pamit kepadanya. [12]
Kelahiran Yang Tersembunyi

Meskipun bukti-bukti tekstual dan historis di atas sangat gamblang dan jelas, kelahiran beliau masih menjadi misteri bagi sebagian orang. Mereka malah mengingkari bahwa beliau telah lahir dan menganggapnya masih belum lahir. Mungkin faktor utama atas klaim mereka itu adalah kelahiran beliau yang terjadi secara tersembunyi dan tidak pernah melihat beliau kecuali sahabat-sahabat dekat Imam Hasan al-‘Askari as. Tapi, ketika kita memperhatikan situasi dan kondisi politik yang dominan dan sangat genting di masa-masa terakhir kehidupan Imam Hasan al-‘Askari, kita akan memaklumi kelahiran beliau yang terjadi secara tersembunyi itu. Karena hal itu memang terjadi karena tuntutan sikon yang ada waktu itu mengingat Imam Mahdi as adalah hujjah Ilahi yang terakhir, dan seandainya penguasa waktu itu berhasil membunuh beliau, niscaya dunia ini sudah tutup usia.

Mungkin pendapat seorang penulis kenamaan berikut ini layak kita renungkan bersama, paling tidak hal itu dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan. Ia menulis, “Rahasia di balik kelahiran beliau yang terjadi secara tersembunyi itu adalah, bahwa ketika dinasti Abbasiah mengetahui melalui hadis-hadis Nabi dan para imam Ahlulbait as bahwa Imam Mahdi adalah imam kedua belas yang akan meratakan keadilan di atas bumi ini, menghancurkan benteng-benteng kesesatan, membasmi pemerintahan thaghut dan menguasai Barat dan Timur, mereka ingin untuk memadamkan cahaya Allah itu dengan cara membunuhnya. Oleh karena itu, mereka mengirim mata-mata dan para dukun bayi untuk menggeledah dan memeriksa rumah Imam Hasan al-‘Askari as. Akan tetapi, Allah masih berkehendak untuk menyempurnakan cahaya-Nya dan menyembunyikan kehamilan ibunda beliau, Narjis.

Disebutkan dalam beberapa referensi bahwa al-Mu’tamid al-Abbasi memerintahkan para dukun bayi untuk memasuki rumah-rumah Bani Hasyim, khususnya Imam Hasan al-‘Askari tanpa harus meminta izin sebelumnya barangkali mereka dapat menemukan beliau telah lahir. Akan tetapi, Allah masih menghendaki untuk memberlakukan apa yang pernah terjadi pada kisah kelahiran Nabi Musa as. Pihak penguasa mengetahui bahwa kerajaan mereka akan musnah di tangan salah seorang dari keturunan Bani Israil. Oleh karena itu, mereka selalu mengawasi setiap wanita keturunan Bani Israil yang sedang hamil. Ketika melihat anak yang lahir dari mereka adalah lelaki, mereka langsung membunuhnya. Tapi, dengan kehendak Allah Musa tetapi lahir dengan selamat dan Ia menyembunyikan kelahirannya.

Dalam beberapa hadis disebutkan bahwa kelahiran Imam Mahdi as memiliki keserupaan dengan kelahiran Nabi Musa dan Ibrahim as.” [13]

Dari sekilas pembahasan di atas dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa Imam Mahdi as sudah lahir. Karenan jika tidak demikian, mengapa para penguasa Abbasiah memberlakukan pengontrolan ketat terhadap keturunan Bani Hasyim, khususnya istri Imam Hasan al-‘Askari? Mengapa mereka memerintahkan para dukun-dukun bayi untuk memasuki rumah beliau tanpa harus meminta izin terlebih dahulu? Pada peristiwa syahadah Imam Hasan al-‘Askari pada tanggal 8 Rabi’ul Awal 260, Ja’far al-Kadzzâb, saudara beliau ingin menjadi imam di saat shalat janazah hendak dilaksanakan. Karena sunnah Ilahi bahwa seorang imam tidak dapat dishalati kecuali oleh imam setelahnya, Imam Mahdi menampakkan dirinya dan menyingkirkan Ja’far dari tempat imam shalat jenazah. Tidak lama, berita kemunculan beliau di hadapan khalayak tersebar dan hal itu pun sampai ke telinga al-Mu’tamid, penguasa dinasti Abbasiah kala itu. Akhirnya, ia memerintahkan bala tentaranya untuk menggeledah rumah Imam Hasan al-‘Askari demi menangkap Imam Mahdi dan menyerahkannya kepada Khalifah [14] .

Meskipun kelahiran terjadi secara tersembunyi, tapi hal itu tidak menutup kemungkinan adanya sebagian orang yang pernah melihat beliau. Berikut ini nama-nama orang yang pernah melihat beliau dengan mata kepala mereka sendiri: [15]

a. Sayidah Hakimah binti Ali al-Hadi, bibi Imam Hasan al-‘Askari. Beliaulah yang menemani Narjis saat melahirkan Imam Mahdi as.

b. Abu Ghanim, pembantu setia Imam Hasan al-‘Askari as

c. Nasim, seorang pembantu di rumah Imam Hasan al-‘Askari as.

d. Kamil bin Ibrahim al-Madani, seorang agung yang pernah menganut mazhab al-Mufawwidhah dan kemudian meninggalkannya. Ia bercerita, “Para sahabat Imam al-‘Askari pernah mengutusku untuk menanyakan beberapa masalah dan supaya aku mengetahui tentang anak beliau yang baru lahir. Aku masuk ke rumah beliau. Setelah mengucapkan salam, aku duduk di pinggir sebuah pintu yang ditutupi oleh kain. Tiba-tiba angin bertiup dan menyingkap ujung kain itu. Kulihat seorang anak kecil (di balik pintu itu) yang sangat tampan bagaikan rembulan. Ia kira-kira masih berusia empat tahun. Ia berkata kepadaku, ‘Hai Kamil bin Ibrahim!’ Buluku merinding mendengar suara itu dan aku diberi ilham untuk mengucapkan, ‘Ya junjunganku!’ Ia melanjutkan, ‘Engkau datang kepada wali Allah untuk menanyakan kepadanya tentang statemen bahwa tidak akan masuk surga kecuali orang yang berkeyakinan seperti keyakinanmu?’ ‘Betul, demi Allah’, jawabku. ‘Jika begitu, amat sedikit orang yang akan memasukinya. Demi Allah! Pasti akan masuk surga kaum yang dikenal dengan sebutan al-Haqqiyah’, tandasnya. ‘Wahai junjunganku! Siapakah mereka itu?’, tanyaku. ‘Mereka adalah sekelompok kaum yang karena kecintaan mereka kepada Ali, mereka siap untuk bersumpah demi haknya, meskipin mereka tidak mengetahui hak dan keutamannya’, tandasnya. Kemudian, ia melanjutkan, ‘Engkau datang juga ingin menanyakan tentang keyakinan mazhab al-Mufawwidhah. Mereka telah berbohong. Sebenarnya hati kami adalah wadah bagi kehendak Allah. Ketika Allah berkehendak, kami pun berkehendak. Allah berfirman, ‘Dan kalian tidak mungkin berkehendak kecuali jika Allah berkehendak’.’ Kain itu pun tertutup kembali dan aku tidak dapat untuk menyingkapnya kembali. Ayahnya melihatku sembari tersenyum. Ia berkata kepadaku, ‘Kenapa engkau masih duduk di sini sedangkan hujjah setelahku telah menjawab pertanyaanmu?’”

e. Abul Fadhl Hasan bin Husain al-‘Askari.

f. Ahmad bin Ishaq al-Asy’ari al-Qomi, wakil Imam Hasan al-‘Askari di Qom.

g. Ya’qub bin Manqusy.

h. Isa bin Mahdi al-Jawahiri.

i. Ibrahim bin Muhammad at-Tabrizi.

j. Utusan kota Qom.

k. Ibrahim bin Idris.

Nama dan Julukan

Orang-orang besar biasanya memiliki nama dan julukan lebih dari satu. Rasulullah SAWW memiliki nama dan julukan Muhammad, Ahmad, Thaha, Yasin, al-Basyir, an-Nadzir, dan lain sebagainya. Imam Ali dan seluruh imam dari keturunan beliau juga demikian. Hal itu bukanlah suatu hal yang kebetulan. Akan tetapi, menyingkap satu sisi dari sekian sisi kepribadian dan spiritual yang mereka miliki.

Imam Mahdi pun tak luput dari kaidah di atas. Beliau pun memiliki nama dan julukan lebih dari satu, seperti al-Mahdi, al-Hujjah, al-Qâ`im, al-Muntazhar, al-Khalaf as-Shâlih, Shâhib al-Amr, dan As-Sayid. Pada kesempatan ini, kami akan menyebutkan sebagiannya saja beserta alasan yang ditegaskan oleh hadis-hadis mengapa beliau memiliki nama dan julukan tersebut.

a. Al-Mahdi.

Dalam beberapa hadis, beliau dijuluki dengan al-Mahdi. Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri bahwa Rasulullah saw bersabda, “Nama al-Mahdi adalah namaku.” Hadis serupa juga pernah diucapkan oleh Amirul Mukminin as.

Mengapa beliau diujuluki demikian? Hal itu dikarenakan Allah selalu menunjukkannya kepada hal-hal ghaib yang tidak diketahui oleh siapa pun. Berkenaan dengan hal ini Imam Muhammad al-Baqir as berkata, “Jika al-Mahdi kami telah bangkit, ia akan membagi-bagikan (harta) dengan sama rata dan berbuat adil terhadap rakyat jelata. Barangsiapa menaatinya, maka ia telah menaati Allah dan barangsiapa menentangnya, maka ia telah menentang Allah. Ia diberi nama al-Mahdi, karena Ia selalu menunjukkannya kepada sesuatu yang rahasia.” [16]

b. Al-Qâ`im

Julukan beliau ini mengungkap sebuah makna yang sangat signifikan. Al-Qâ`im adalah orang yang berdiri atau bangkit. Kebangkitan beliau kelak di akhir zaman berbeda sekali dengan seluruh kebangkitan yang pernah terjadi dalam sejarah umat manusia. Bisa diasumsikan bahwa kebangkitan beliau adalah satu-satunya kebangkitan yang belum pernah disaksikan oleh makhluk Allah. Jika kebangkitan-kebangkitan yang pernah terjadi sepanjang sejarah hanya bersifat parsial dan teritorial, kebangkitan beliau ini bersifat universal dan mendunia. Beliau akan menebarkan semerbak wangi kebenaran ke seluruh penjuru dunia sehingga setiap orang pasti dapat menikmatinya dengan penuh keleluasaan.

Dalam sebuah hadis Imam Ja’far as-Shadiq as pernah berkata, “Ia dinamai al-Qâ`im karena ia akan menegakkan kebenaran (dengan kebangkitannya).” [17]

Abu Hamzah ats-Tsumali pernah bertanya kepada Imam al-Baqir as: “Wahai putra Rasulullah, bukankah kalian semua adalah orang-orang yang menegakkan kebenaran (qâ`imîn bil-haq)?”

“Ya”, jawab beliau.

“Mengapa hanya Imam Mahdi yang dijuluki al-Qâ`im?”, tanyanya lagi.

Beliau menjawab: “Ketika kakekku Husain as terbunuh, para malaikat menangis meraung-raung di hadapan Allah ‘azza wa jalla ... Setelah itu, Allah menunjukkan para imam dari keturunan Husain as (kepada mereka). Mereka menjadi gembira dengan hal itu. (Pada waktu itu), salah seorang dari mereka sedang berdiri (qâ`im) mengerjakan shalat. Lantas Ia berfirman: ‘Dengan (perantara) orang yang sedang berdiri itu Aku akan membalas dendam kepada mereka (para pembunuhnya)’.” [18]

c. Al-Muntazhar

Jika dalam keyakinan masyarakat dunia pekerjaan menunggu dan menanti adalah sebuah kegiatan yang menjemukan, menunggu kedatangan seorang juru penyelamat dari segala penderitaan adalah sebuah harapan yang dapat memberikan energi baru bagi kegiatan seseorang dalam kehidupan sehari-harinya. Dalam konteks ini beliau diberi julukan al-Muntazhar, orang yang selalu dinantikan kedatangannya.

Imam al-Jawad as pernah ditanya: “Wahai putra Rasulullah, mengapa ia dijuluki al-Qâ`im?” “Karena ia akan bangkit setelah dilupakan dan mayoritas orang yang meyakini imâmahnya murtad”, jawab beliau. “Mengapa diberi julukan al-Muntazhar?”, beliau ditanya kembali. “Karena ia memiliki sebuah ghaibah yang sangat panjang. Orang-orang yang tulus akan selalu meunggu kehadirannya dan orang-orang yang kotor akan mengingkarinya”, jawab beliau tegas.

d. Al-Hujjah

Dalam keyakinan Islam, hujjah Allah pasti selalu ada pada setiap masa. Tidak pernah berlalu sebuah masa yang hujjah Allah absen di situ. Karena ia adalah satu-satunya perantara faidh (anugrah dan karunia) Ilahi untuk seluruh makhluknya. Tanpa hujjah, faidh Ilahi akan terputus dan seluruh alam semesta akan luluh-lantak.

[1] Muhammad Kazhim al-Qazwini, al-Imam al-Mahdi min al-Mahd ilâ azh-Zhuhûr, hal. 22-23.

[2] Ushûl al-Kâfî, jilid 1, hal. 397.

[3] Untuk telaah lebih luas mengenai hal ini,silakan merujuk ke buku al-Imam al-Mahdi min al-Mahdi ilâ azh-Zhuhûr, karya Allamah Muhammad Kazhim al-Qazwini, hal. 97-100, cetakan pertama, penerbitan an-Nur, Beirut.

[4] Murûj adz-Dzahab, jilid 4, hal. 199, cetakan Mesir 1377 M.

[5] Tarikh Ibnu Khalakan (Wafayât al-A’yân), jilid 3, hal. 316, cetakan Mesir, Maktabah an-Nahdhah al-Mishriyah.

[6] Al-Ittihâf bi Hubb al-Asyrâf, hal. 178, cetakan Mesir 1316 H. menukil dari al-Mahdi al-Mau’ûd al-Muntazhar, karya Syeikh Najmuddin Ja’far al-‘Askari, jilid 1, hal. 200-201, cetakan Beirut 1397 H.

[7] Al-Yawâqît wa al-Jawâhir, hal. 145, cetakan Mesir 1307 M.

[8] Yanâbî’ al-Mawaddah, hal. 452, menukil dari al-Mahdi al-Mau’ûd, jilid 1, hal. 212-213.

[9] Syamsuddin Ahmad bin Muhammad adz-Dzahabi, Mîzân al-I’tidâl, jilid 2, hal. 52; al-Imam al-Mahdi min al-Mahd ilâ azh-Zhuhûr, hal. 24.

[10] Al-Imam al-Mahdi min al-Mahd ilâ azh-Zhuhûr, hal. 24 menukil dari al-Bayân fî Akhbâr Shâhib az-Zamân, hal. 93-94.

[11] Ibid. hal. 25.

[12] Al-Imam al-Mahdi min al-Mahd ilâ azh-Zhuhûr, hal. 114-118; Kamil Sulaiman, Yaum al-Khalâsh, hal. 67-86.

[13] Luthfullah ash-Shafi al-Gulpaigani, Muntakhab al-Atsar fî al-Imam ats-Tsânî ‘Asyar, hal. 286, cetakan ketiga, penerbitan ash-Shadr, Tehran.

[14] Muhammad Reza Hakimi, Khoshîd-e Maghreb, hal, 24-26.
http://www.blogger.com/img/blank.gif
[15] Untuk menelaah lebih lanjut tentang hal ini, silakan merujuk ke buku Yaum al-Khalâsh, hal. 67-86.

[16] Muttaqi al-Hindi al-Hanafi, al-Burhân ‘Alamât Mahdi Âkhir az-Zamân, bab 3, hadis ke-8 dan 9.

[17] Allamah al-Majlisi, Bihâr al-Anwâr, jilid 51, hal. 30, cetakan Tehran 1393 H.

[18] Ibid. jilid 51, hal. 28-29.

sumber here