Saturday, March 24, 2012

Pemutakhiran NUPTK

NUPTK mungkin bukan sesuatu yang asing lagi bagi para guru. Nomor ini begitu banyak kegunaannya. Kurangnya perhatian terhadap hal ini sering berakibat yang cukup fatal. Beberapa waktu lalu, seorang teman hampir gagal ikut sertifikasi karena NUPTK-nya tidak muncul yang disinyalir ada kesalahan ketika up-date oleh pegawai TU sekolah.


Memang, selama ini pegawai TU-lah yang berperan dalam soal ini. Hanya saja, lebih baik rekan-rekan guru menanganinya sendiri. Dengan begitu, rekan guru bisa lebih menjaga agar NUPTK-nya tetap aktif demi keberlanjutan karier rekan guru sendiri.


Mungkin belum semua tahu, bahwa akan ada ‘pemutakhiran’ NUPTK yang akan dimulai bulan Mei 2012. Untuk itu dapatlah kiranya rekan guru bersiap-siap. Untuk mengetahui lebih lengkap tentang itu, rekan guru dapat mengunjungi psdmp.kemdiknas.go.id. Hanya saja, jangan kecewa kalau webnya begitu ‘menyedih’kan:D Maklum.....!


Atau barangkali Guraru.org bisa menghadirkan info yang lebih baik? Ditunggu! Semoga bermanfaat!

Saturday, March 17, 2012

KOMPETENSI GURU MENURUT UU No. 14/2005

Ditulis oleh Mang Eka

UU No. 14/2005 tentang Guru dan Dosen akan memiliki dampak yang sangat besar untuk dunia pendidikan Indonesia. Sasaran utamanya adalah peningkatan mutu pendidikan, peningkatan mutu pendidikan dibangun dari berbagai aspek, Guru adalah adalah salsatu faktor yang menentukan untuk mencapai tujuan peningkatan kualitas tsb.
Keinginan kuat pemerintah memperbaiki mutu pendidikan tidak hanya ditunjukan dengan undang-undang saja melainkan penyiapan anggaran untuk kesejahteraan guru dan dosen, berbagai program dan pelatihan guru serta investasi jangka panjang dengan menyediakan, membangun dan memperbaiki sarana prasarana pendidikan.

Guru pun yang semula adalah jabatan, melalui Undang-undang ini ditingkatkan menjadi Profesi, artinya seseorang belum bisa dinyatakan sebagai guru jika belum memenuhi beberapa persyaratan syarat-syarat tersebut adalah ;
Guru wajib memiliki:

Kualifikasi akademik
Kompetensi
Sertifikat pendidik
Sehat jasmani & rohani
Kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional

Sebagai kompensasi dari tuntutan tersebut maka pemerintah memberikan anggaran lebih untuk kesejahteraan dan perlindungan profesionalisme Guru sebagaimana di atur pada Undang-undang tersebut diatas.
Dari beberapa persyaratan diatas, saya hanya akan memaparkan tentang kompetensi pendidik, sebab saya rasa untuk persyaratan lainnya sudah cukup jelas.
KOMPETENSI Dalam UU No. 14/2005 tentang Guru dan Dosen dijelaskan bahwa kompetensi merupakan seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru dalam melaksanakan tugas profesinya.
Kompetensi tersebut meliputi:

Kompetensi pedagogik
Kompetensi profesional;
Kompetensi sosial;
Kompetensi kepribadian;

1. Kompetensi pedagogik
Kompetensi pendagogik pada dasarnya adalah kemampuan yang harus dimiliki guru dalam mengajarkan materi tertentu kepada siswanya, meliputi :

Memahami karakteristik peserta didik dari berbagai aspek, sosial, moral, kultural, emosional, dan intelektual;
Memahami gaya belajar dan kesulitan belajar peserta didik;
Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik;
Menguasai teori dan prinsip belajar serta pembelajaran yang mendidik;
Mengembangkan kurikulum yang mendorong keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran;
Merancang pembelajaran yang mendidik;
Melaksanakan pembelajaran yang mendidik;
Memahami latar belakang keluarga dan masyarakat peserta didik dan kebutuhan belajar dalam konteks kebhinekaan budaya;
Mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran.

2. Kompetensi profesional
Yaitu kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi.
Diharapkan guru menguasai substansi bidang studi dan metodologi keilmuannya, menguasai struktur dan materi kurikulum bidang studi, mengorganisasikan materi kurikulum bidang studi, menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran, meningkatkan kualitas pembelajaran melalui evaluasi dan penelitian.

3. Kompetensi sosial

Kemampuan guru dalam komunikasi secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali, dan masyarakat. Diharapkan guru dapat berkomunikasi secara simpatik dan empatik dengan peserta didik, orang tua peserta didik, sesama pendidik dan tenaga kependidikan, dan masyarakat, serta memiliki kontribusi terhadap perkembangan siswa, sekolah dan masyarakat, dan dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) untuk berkomunikasi dan pengembangan diri.
4. Kompetensi kepribadian

Memiliki kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat, serta berakhlak mulia; sehingga menjadi teladan bagi siswa dan masyarakat; serta mampu mengevaluasi kinerja sendiri (tindakan reflektif) dan mampu mengembangkan diri secara berkelanjutan. (Tidak hanya berkembang biak saja)

Wednesday, March 07, 2012

Menjadi Guru Dengan Gaji 40 Dinar Sebulan, Siapa Mau?

Follow me on Twitter
Like Us


Beberapa hari lalu saya mendapatkan kiriman yang sangat berharga dari salah satu peserta rutin Pesantren Wirausaha Daarul Muttaqiin. Kiriman tersebut adalah berupa buku tua (terbit pertama kali 1963!) - dengan judul Sejarah Pendidikan Islam yang ditulis oleh Prof. DR. H. Mahmud Yunus (almarhum – Ex Rektor IAIN Imam Bonjol – Padang). Yang menarik adalah dari waktu ke waktu, umat ini mengalami pasang surutnya. Umat ini berjaya manakala iman dan ilmu dikuasai, para guru dan pendidik dihargai.

Penghargaan ini tentunya tidak harus berarti uang, tetapi pemberian gaji yang baik kepada mereka dapat menjadi salah satu indikator seberapa baik masyarakat menghargai para guru ini.

Follow me on Twitter
Like Us


Di salah satu jaman kejayaan Islam yang dikenal dengan generasinya Shalahuddin al Ayyubi gaji guru di dua madrasah yang didirikannya yaitu Madrasah Suyufiah dan Madrasah Shalahiyyah berkisar antara 11 Dinar sampai dengan 40 Dinar sebulan! Inilah jaman ketika Islam menjadi guru dunia, bahkan guru di bidang engineering dan teknologi seperti yang ter-representasi-kan oleh Al-Jazari dengan kitabnya - Kitáb fí ma'rifat al-hiyal al-handasiyya (Buku Pengetahuan Tentang Alat-alat Mekanik yang Cerdas) - yang bahkan untuk jaman modern ini sekalipun tergolong sebagai buku yang canggih.

Follow me on Twitter
Like Us


Saya tahu tidak semua guru mengharapkan balasan materi seperti ini, tetapi masyarakatlah (terwakili oleh wakil-wakil dan pemimpinnya – dan kita semua) yang harus memperhatikan kesejahteraan mereka. Agar mereka bisa fokus pada tugasnya, dan agar suatu bangsa bisa memperoleh orang-orang terbaiknya untuk menjadi guru bagi anak-anak mereka.

Lantas apakah sekarang wajar seandainya kita sekarang meng-appresiasi para guru dengan gaji bulanan antara 11 Dinar sampai 40 Dinar sebulan-nya (saat tulisan ini berarti sekitar Rp 25 juta – Rp 90 juta sebulan !) di jaman ini?

Follow me on Twitter
Like Us


Saya melihat kewajarannya gaji guru di range tersebut. Mengapa? Itu kurang lebih range gaji para manager dan eksekutif perusahaan menengah di Indonesia saat ini. Jadi wajar bukan kalau kita bisa meng-appresiasi guru-guru yang professional setara dengan para manager dan eksekutif professional tersebut? Bahkan para professor di perguruan tinggi, dan guru-guru impor di sekolah-sekolah internasional yang mulai marak di negeri ini sudah melampaui range tersebut.

Saya juga melihat adanya potensi kemampuan masyarakat dan negara untuk meng-appresiasi para guru ini seperti pada masa Shalahuddin tersebut di atas. Yang diperlukan adalah perubahan orientasi layanan, mana yang lebih dipentingkan. Bayangkan dengan perbandingan-perbandingan berikut:

Follow me on Twitter
Like Us


· Kepala cabang bank menengah yang melayani Anda dalam transaksi finansial, mereka sudah berada di range gaji 11 Dinar – 40 Dinar sebulan tersebut. Masak yang mengurusi transaksi yang lebih penting – yaitu transaksi Ilmu – untuk anak-anak kita, yang akan menjadi bekalnya seumur hidup tidak mendapatkan apresiasi yang minimal sama?

· Manajer-manajer perusahaan telekomunikasi, perdagangan, industry dan jasa lainnya juga sudah menikmati range gaji yang layak tersebut. Mengapa tidak untuk para guru anak-anak mereka?

Follow me on Twitter
Like Us


· Wakil-wakil kita di dewan, digaji secara layak untuk pekerjaan dan produk yang sering tidak jelas – mengapa tidak untuk para guru yang pekerjaan dan produknya jelas – yaitu menyiapkan generasi unggulan kedepan – yang akan menentukan maju tidaknya bangsa ini kedepan?

· Dlsb.dlsb.

Meng-apresiasi secara baik untuk para guru tidak berarti harus menjadi beban yang tidak terjangkau oleh masyarakat. Yang diperlukan hanyalah menggeser fokus, bila selama ini pemerintah dan masyarakat lebih suka membelanjakan anggarannya untuk produk dan jasa yang dapat dilihat atau dinikmati segera – menjadi fokus untuk menyiapkan generasi-generasi yang unggul untuk masa kini dan masa yang akan datang.

Follow me on Twitter
Like Us


Bayangkan pula dampaknya bila apresiasi terhadap para guru ini bisa diberikan secara semestinya. Potensi-potensi terbaik bangsa ini bisa bertahan menjadi guru, tidak hanya kepincut dengan pekerjaan lainnya seperti kerja di bank, menjadi manajer industry, menjadi anggota dewan dlsb.

Bila masyarakat berhasil menarik orang-orang terbaik dibidangnya untuk menjadi guru, maka disitulah generasi unggulan ini akan lahir. Guru-guru dari kalangan yang terbaik dibidangnya ini selain berbekal ilmu yang cukup, mereka juga akan kreatif , inovatif dan produktif dalam mengembangkan bahan ajar-nya. Hasilnya akan sepertu spiral yang berputar keluar, guru bermutu – materi ajar bermutu – produk anak didik berkwalitas tinggi – generasi unggul – semakin tinggi apresiasinya ke ilmu dan tentu juga guru dst.

Follow me on Twitter
Like Us


Sebaliknya bila guru tidak mendapatkan perhatian yang seharusnya dari masyarakat, yang terjadi adalah seperti spiral yang berputar kedalam. Guru tidak diapresiasi semestinya – guru tidak fokus – materi ajar kurang bermutu – prestasi anak didik menurun – kwalitas generasi rendah – apresiasi terhadap guru lebih rendah lagi dst.

Spiral yang berputar kedalam ini antara lain yang kita hadapi sekarang. Produk anak didik dan generasi yang jauh dari sifat keunggulannya, indikasinya antara lain adalah umat yang mayoritas ini diperdaya oleh umat lain yang minoritas dalam bidang ekonomi, politik dan masyalah-masyalah kemasyarakatan lainnya.

Indikasi lemahnya generasi juga bisa kita lihat dari produk anak didik yang telah terjun ke masyarakat : bila menjadi pejabat atau birokrat dia korupsi, bila berpolitik mereka dusta, bila menjadi pedagang mereka curang, bila menjadi hakim mereka tidak berbuat adil, bila menjadi pegawai mereka kurang produktif, bila menjadi pengusaha mereka mengeksploitasi pekerja untuk kepentingan sendiri dan bila menjadi penguasa mereka sewenang-wenang.

Follow me on Twitter
Like Us


Maka situasi seperti ayam dan telur – mana yang harus didahulukan tersebut – harus kita break dan diurutkan lagi dari awal. Kalau saya memilih break ke titik awal tersebut adalah mulai dari para guru. Hidup bapak- ibu Guru!

Saturday, March 03, 2012

Cara Membuat Fried Chicken.



Follow me on Twitter
Like Us



Posted by : Maurice Avrahm 20 September 2011 | Label: Blog Pilihan |
Fried chicken bermula dari ulah Kolonel Sanders. Membayangkan beliau, saya langsung ingat Tuan Crab dalam film Spongebob Squarepants, karena keduanya sama-sama pelaut dan jago bisnis masakan.

Jago masak bisa bikin sukses. Jika ingin mencoba buat ayam goreng kesukaan Ipin Upin, maka cobalah buat sendiri Fried Chicken. Syukur-sukur bisa jadi bisnis...

RESEP MASAKAN FRIED CHICKEN Bahan:

1 ekor ayam potong (ayam negri bukan ayam kampong), potong 4 atau 8 tergantung keinginan.
Minyak goreng secukupnya
500 ml air es

Tepung crispy:

1 kg tepung terigu
500 gram tepung maizena
250 gram sagu
1 sendok makan garam
1 sendok makan penyedap rasa
1 sendok teh bawang putih halus
1 sendok teh lada bubuk

Cara Membuat Resep Masakan Fried Chicken:

Tepung crispy: Siapkan wadah. Campur semua bahan lalu aduk dengan whisk atau alat pengocok telur hingga rata.
Tempatkan dalam wadah plastic tertutup. Ambil seperlunya jika akan digunakan. Tempatkan kembali dalam wadah agar tidak lembab.
Jika tepung telah digunakan beberapa kali dan ada tepung yang menggumpal (karena tetesan air yang jatuh ketepung saat balutan ayam). Segera ayak dan buang gumpalan tepung tersebut. Simpan kembali dalam wadah tertutup.
Fried chicken: Bersihkan ayam dari lendir, sisihkan.
Siapkan wadah, masukkan air es dan tambahkan 5 sendok makan tepung crispy. Aduk rata. Sisihkan.
Lumuri potongan ayam kedalam tepung crispy lalu campurkan air es dan tepung. Lakukan hingga dua kali lalu segera goreng dalam minyak panas dan banyak sehingga daging ayam terendam.

Goreng hingga kuning kecoklatan. Angkat dan tiriskan. Untuk 8 porsi.

Cara Membuat Deterjen Cair (Rinso).




Follow me on Twitter
Like Us


Posted by : Maurice Avrahm 03 September 2011 | Label: Sabun |
Membuat dan menjual pembersih buatan sendiri adalah sebuah solusi, dan dapat menjadi alternatif yang lebih murah untuk urusan cuci mencuci. Mengingat deterjen cair sangat dibutuhkan untuk industri laundry, maka bisnis sangat terbuka lebar dalam usaha ini.
>
Permintaan pasar untuk konsumsi adalah besar dan stabil karena mereka digunakan dalam jumlah besar sehari-hari. Hal lain adalah bahwa deterjen cair yang dibuat dengan cara ini lebih serbaguna. Selain digunakan untuk membersihkan piring, lantai, kaca jendela, dan kamar mandi, mereka juga dapat digunakan untuk cuci biasa dalam cara yang sama seperti komersial buatan bubuk deterjen.

Dengan modal yang terbilang kecil untuk 3 liter, dan waktu untuk menyelesaikan adalah 2 sampai 3 jam, maka sabun cair kini menjadi milik anda.

Bahan yang Dibutuhkan:

Natrium lauril eter sulfat (SLES), P8.50 per 500 ml
Natrium klorida atau garam beryodium, P13.50 per 500 gm pak
Cocodiethanolamide (CDEA), P72.50 per 500 ml
Etil alkohol, P54.50 per 500 ml
Pewarna yang larut dalam air, P35 per 400 gm pak
Benzalkonium klorida, P109.50 per 500 ml
DEGREASER, P30 per 120 ml
Fragrance (pewangi), P161.40 per 120 ml
Air suling atau air ionisasi, P14.19 per liter
Kayu atau sendok plastic
Baskom Sedang.
Ruang praktek.
Sendok pengukur dan cangkir.
Tungku gas
330 ml botol PET, P5.50/pc

Cara Membuat Deterjen cair:

Masukan 1,4 liter air suling dalam panci dan didihkan air selama 15 menit. Anda harus menggunakan air suling atau de-terionisasi untuk menghindari kontaminasi campuran deterjen cair. Tekan air sebagai zat yang dapat menyebabkan campuran untuk akhirnya memancarkan bau tak sedap.

Sambil menunggu campuran mendidih, tempatkan SLES (150g) dan garam beryodium (80g) ke dalam baskom. Campur mereka secara menyeluruh dengan sendok sampai garam beryodium benar-benar larut.

Setelah air mendidih dan garam yang cukup telah benar-benar terlarut, secara bertahap tuangkan air ke dalam campuran deterjen cair. Aduk. Terus aduk sampai SLES terlarut sempurna. Ciri SlS sudah tercampur sempurna adalah deterjen cair menjadi berbusa ketika diaduk.

Sekarang tambahkan ke campuran CDEA (60ml), benzalkonium klorida (0,01 ml), DEGREASER (40 ml), dan aroma (10 ml).

Masukkan air yang sudah diberi pewarna (10g) dalam etil alkohol (60 ml) kemudian satukan ke campuran. Pastikan bahwa aroma dan pewarna benar cocok.

Setelah menuangkan dalam semua bahan kimia, aduk sampai semuanya larut. Biarkan dingin sampai gelembungnya hampir hilang. Kemudian menambah liter air suling dingin. Setelah campuran telah cukup dingin dan deterjen cair menjadi jelas, sekarang bisa menuangkan produk jadi ke dalam botol PET. Itulah bibit deterjen cair.

Tutup botol PET yang mengandung deterjen cair dan meletakkannya ke samping. Hasil dari campuran deterjen cair 2,77 liter. Dengan bibit deterjen 330 ml, anda dapat menghasilkan 8 botol deterjen cair dari itu.



Catatan:

Untuk menentukan harga jual untuk deterjen cair Anda, menambahkan markup 40% sampai 45% untuk total biaya produksi setiap botol.

Cara Membuat Deterjen Cair Untuk Laundry.

Posted by : Maurice Avrahm 06 September 2011 | Label: Sabun |
Setelah tulisan sebelumnya membahas tentang cara membuat deterjen cair (rinso), maka kali ini saya posting bahan untuk memperkaya pemahaman tentang cara membuat deterjen dari sumber dan materi yang lain. Beda bahan bukan jangan membuat anda bingung, tetapi jadikan ini untuk memperkaya wawasan tentang sabun deterjen bagi teman2 yang ingin mendalami bidang yang satu ini. Khusus buat pengusaha laundry (binatu), membuat deterjen yang ekonomis tetapi bermutu tinggi adalah idaman. Jadi selamat mencoba..

Deterjen adalah jenis sabun digunakan untuk membersihkan peralatan rumah tangga. Sabun deterjen yang efektif untuk membersihkan peralatan yang terbuat dari logam seperti sendok, garpu dan wajan. Deterjen bisa dalam bentuk bubuk (deterjen bubuk). Bila dilarutkan, deterjen bubuk bisa menjadi deterjen cair.

Kuantitas bahan dalam rumus berikut ini cukup untuk menghasilkan satu kilo deterjen cair. Ini adalah salah satu resep pilihan untuk membuat deterjen. Semua bahan-bahan ini tersedia di toko-toko menjual bahan kimia .

Bahan-bahan:

Qty (gram) %
SLES 80-130 8-13
CDEA 50 5
STPP 30 3
Garam atau natrium klorida (NaCl) 5-10 0.5-1
wangi lemon 5-8 0,5-0,8
air 772-830 77,2-83
Jumlah 1000 gram 100%




Difficulty:
Medium.

Cara Membuat Deterjen Cair.
Things You Need:

Sendok teh.
Gelas Silinder
Stainless steel
wadah dan mixer listrik.
Pengaduk kayu
Mangkuk atau ember kecil.



Prosedur

Ambil silinder yang bisa menampung 80-130g SLES. Ukur juga 772-830g air .
Masukkan SLES dalam gelas dan tambahkan sedikit air. Aduk SLES dengan baik sampai tercampur sempurna..
Tambahkan CDEA 50g ke SLES. Aduk dengan pengaduk .
Lanjutkan mengaduk campuran sampai menjadi krim. Tambahkan air perlahan-lahan untuk mencegah campuran dari berbusa sambil diaduk .
Sementara itu, larutkan 30g STPP dalam jumlah kecil air. Aduk rata dan sisihkan
.
Jika campuran CDEA-SLES sudah kental, masukkan ke ember kecil atau wadah stainless steel. Tambahkan jumlah sedikit air sambil diaduk terus menerus .
Pindahkan campuran ke mixer. Ketika campuran sudah berbusa, tambahkan STPP terlarut perlahan-lahan sambil terus diaduk. .
Larutkan garam dalam jumlah kecil air. Tambahkan ke campuran utama dan perlahan disatukan semuanya. .
Selanjutnya, tambahkan 5-8ml pewangi lemon sebagai pewangi .
Lanjutkan pencampuran sampai campuran mengental. Pisahkan. .
Setelah mengental, tuangkan campuran ke dalam wadah bersih dan sisihkan selama sekitar 2 jam .
Bila tidak ada busa lagi, tuangkan deterjen cair ke dalam botol yang bersih .
deterjen cair dapat digunakan setelah 24 jam
.

Deterjen cair untuk LAUNDRY

Sabun cuci cair bisa digunakan untuk mencuci seperti pada umumnya dan bisa digunakan untuk deterjen di mesin cuci. Itulah mengapa disebut sabun cuci.

Dalam campuran ini, jumlah bahan yang akan digunakan adalah makanan untuk 2 liter sabun cuci cair . Bahan-bahan:

Qty (ml) %
Minyak kelapa 1000 50
Cairan ley 560 28
EDTA 5 0,25
air 428-432 21,4-21,6
CDEA 1-2 0,5-0,1
Lemon minyak esensial 2-5 0,1-0,25
Jumlah 2000 ml 100%
Peralatan:

Timbangan
Ember
Baskom atau ember besar
Stainless steel wadah dan mixer listrik
Kompor
Termometer
Pengaduk
botol plastik (untuk wadah sabun cuci cair)

Prosedur:

A. Membuat Cairan Lye - Proporsi satu solusi berkonsentrasi ley liter:. 45% atau kalium kaustik 450ml dan 55% atau air 550ml

Timbang kalium kaustik 450ml akurat dan larutkan dalam air 550ml ini. Aduk dalam ember. Ini adalah solusi ley .
Tempatkan ember dengan larutan alkali pada ember besar berisi air panas sehingga cairan ley menjadi sedikit hangat. Biarkan dingin .

B. Membuat Sabun:

Campurkan satu liter minyak kelapa dan solusi alkali 560ml dalam wadah stainless steel dari mixer listrik .
Ketika campuran sudah sedikit dicampur, transfer kontainer steel untuk kompor. Lanjutkan pencampuran sementara campuran direbus atau sampai suhu mencapai 180 ° F. Matikan kompor untuk mempertahankan 180 °F .
Sementara itu, campuran EDTA dengan sedikit air dalam wadah terpisah. Kemudian menambahkan ini ke campuran di atas kompor . Perlahan-lahan tambahkan
428 untuk 432ml air mendidih ke dalam campuran sambil diaduk terus menerus .
Lanjutkan mengaduk campuran selama satu jam sampai menjadi jelas .
Biarkan 10-15 menit lalu menambahkan CDEA. Bahan CDEA membuat sabun menghasilkan busa lebih banyak.
Tambahkan 2-5ml aroma lemon sabun cair. Aduk rata .
Ketika semua bahan sudah dicampur, matikan kompor dan mixer listrik. Hapus wadah stainless steel dari kompor dan biarkan sabun cuci cair dingin sendiri..
Ketika sudah dingin, tuangkan sabun ke dalam botol plastik. Sebelum menggunakan sabun, sisihkan untuk beberapa waktu untuk membiarkan soda kaustik kehilangan efeknya. Sabun cuci cair sekarang siap untuk digunakan

Mengembangkan shampoo anti ketombe berkualitas.

• Membuat Rambut Lembut dan Segar.
• Potensi hidrogen harus antara 5 ≤ pH ≤ 6 untuk mencegah seborrhea.
• Garam natrium klorida tidak boleh beryodium untuk viskositas mengoptimalkan.
• Air harus suling, demineral, atau titik air hujan untuk mencegah pengendapan tidak larut.
• bahan baku utama sebaiknya asal Jerman.
• Bahan aktif adalah produk organik yang disebut "TEXAPON № 70" yang merupakan natrium lauril eter sulfat, air garam adalah solusi jenuh pada 31% w / v tidak didukung karena endapan terlarut lebih.
• Panduan Formula 1 liter sampo adalah sebagai berikut:

TEXAPON № 70 120 gr. Brine (jenuh) 150 gr. Chamomile Air 500 cc. KD Comperland 15 gr. Trisodium fosfat 10% b / v 25 cc. Gliserin 20 cc. Asam benzoat 0,5 gr. Essence 2 cc. Warna (Tupi) 0,5 gr. Air Chamomile X cc. __________ Total 1000 cc.



Keterangan:


-Sejatinya "TEXAPON № 70" adalah zat putih pucat - transparan dengan konsentrasi 70% dan pH = 7 "netral" tidak larut dalam air dingin, larut dalam air garam. Air garam (NACL)adalah sampo pelarut dan penebal, penebalan juga ditingkatkan dengan urea.

-Air infus chamomile saat ini, disusun dengan cara merebus beberapa bundel dari ramuan dalam 5 liter air.

-PO4Na3 fosfat trisodium adalah bubuk putih pembasahan, menyebar, eksekusi, pihaknya siap disukai dalam air panas.

-Gliserin adalah cairan berminyak yang disebut propanetriol manis atau gliserol CH2OH - CHOH - CH2OH, adalah pelembab menenangkan.

-Formaldehida adalah gas dilarutkan dalam air, gas disebut metanal formaldehida atau H - CHO, adalah konservatif bakterisida, fungisida, mencegah pembusukan produk.

-C6H5 asam benzoat - COOH adalah konservatif fungisida, bakterisida permanen, digunakan untuk shampo anti-ketombe. Jika mungkin lebih disukai sebagai anti ketombe asam asetilsalisilat dengan nama kimia C6H4 (COOH) (COO - CH3).

-Asam benzoat bisa diganti dengan natrium benzoat C6H5 - COONa.

-Esensi bisa lemon, jeruk keprok, apel, geranium, dll. Fungsinya untuk bau sampo.

-Untuk warna pewarna digunakan sebagai Tupi. -teh Chamomile adalah warna kuning lemon transparan.

Operasi teknik


Untuk mempersiapkan 0,5 liter shampo.
Bahan-bahan.

ü 1 Skala 1 kg
ü 2 silinder dari 100 ml.
ü 12 gelas, 500 cc.
ü 2 gelas 200 ml.
U 1 20 pipet ml. ü 12 spatulas
ü 1 wadah 306 liter
ü 1 wadah 50 liter
ü 1 gr. dan warna (Tupi)
ü 5 liter air Chamomile
ü 600 gr. dari TEXAPON
ü 800 cc. Jenuh air garam
ü 75 gr. dari comperland
ü 150 cc. Fosfat 10% b / v
ü 100 cc. Gliserin
ü 10 cc. Formalin
ü 3 gr. Asam benzoat
ü 5cC. Esensi

Prosedur

1. Dalam gelas 500-cc. Dikalibrasi ke nol berat untuk "TEXAPON № 70"

2. Dari gelas perlahan-lahan tambahkan air garam untuk "TEXAPON № 70" dan memukul dengan spatula tenang ke pelarutan total, mengalahkan perlahan untuk mencegah masuknya udara dan berbusa.

3. Perlahan ditambahkan ke sistem sekitar 250 cc. teh Chamomile, aduk sampai solusi homogen.

4. Tare sistem untuk nol dan menambahkan comperland KD, kocok sampai larut.

5. Tambahkan trisodium solusi fosfat, aduk terus menerus untuk menghindari udara untuk masuk.

6. Dari tabung reaksi tambahkan gliserin, terus diaduk.

7. Ditambahkan ke sistem beberapa ml sari jika tersedia. Disarankan menambahkan esensi buatan seperti menggunakan teh chamomile.

8. Tambahkan perlahan air garam, jika perlu untuk menyesuaikan viskositas dan lengkap dengan teh chamomile untuk 500 cc. Shampoo.

9. Periksa Ph. Sebaiknya sampo memiliki pH 6 sampai 7.

10. Shampoo yang diperoleh harus warna tebal, semi-transparan dan stabil.

Perhitungan


Siapkan teh chamomile, solusi fosfat dan air garam jenuh untuk hari sebelum klarifikasi.

Kesimpulan
Hasilnya memenuhi standard mutu yang baik.

Cara Membuat Sabun Mandi Padat.

Bahan-Bahan yang dibutuhkan :

Minyak atau Lemak – Hampir semua minyak / lemak alami bisa dibuat menjadi sabun. Cari yang mudah saja seperti: Minyak Kelapa, Minyak Sawit, Minyak Zaitun, Minyak Jagung, Minyak Kedelai…
NaOH / KOH – Untuk mengubah minyak / lemak menjadi sabun. Bisa beli di toko bahan kimia, ambil yang teknis saja.
Air – Sebagai katalis/pelarut. Pilih air sulingan atau air minum kemasan. Air dari pam tidak bagus, banyak mengandung mineral.
Essential dan Fragrance Oils – Sebagai pengharum. Beli di toko bahan kimia atau lainnya.
Pewarna – Untuk mewarnai sabun. Bisa juga memakai pewarna makanan.
Zat Aditif – Rempah, herbal, talk, tepung kanji/maizena dapat ditambahkan pada saat “trace”.

Alat-alat yang dibutuhkan :

Sebuah masker sederhana - Dipakai selama pembuatan larutan NaOH / KOH saja.
Kacamata - Dipakai selama pembuatan larutan NaOH / KOH saja.
Sepasang sarung tangan karet - Dipakai selama pembuatan sabun.
Botol plastik - Untuk wadah air.
Timbangan dapur (dengan skala terkecil 1 atau 5 gram).
Kantong plastik kecil - Untuk menimbang NaOH/KOH.
Sendok stainless steel atau plastik-polipropilen - Untuk menuangkan NaOH / KOH dan mengaduknya.
Wadah dari gelas atau plastik-polipropilene - Untuk tempat larutan NaOH/KOH dengan air.
Wadah dari plastik - Untuk menimbang serta tempat air dan minyak.
Kain - Untuk menutup cetakan setelah diisi sabun.
Plastik tipis - Untuk melapisi cetakan.
Cetakan.
Blender dengan tutupnya.
Kain - Untuk menutup blender.

Cara pembuatan :

Siapkan cetakan. Cetakan bisa apa saja. Bisa loyang yang diminyaki, baki plastik yang dialasi plastik tipis atau pipa PVC yang diminyaki. Siapkan cetakan yang cukup untuk menampung semua hasil pembuatan sabun.
Cetakan: Untuk cetakan anda bisa menggunakan kayu atau karton yang dilapisi plastik tipis, bahkan pipa PVC bisa dipakai. Jika menggunakan pipa PVC tutup bagian bawah dengan plastik yang diikat dengan karet gelang, semprotkan minyak ke dalamnya, tuangkan hasil sabun. Setelah mengeras buka tutupnya, dorong lalu potong akan menghasilkan sabun yang bulat.

2 (dua) Resep Sabun Cair :

Resep#1 - sabun cair
340 g Minyak Sawit
170 g Minyak Kelapa
50 g Minyak Zaitun
122 g KOH – Kalium hidroksida + 250 g Air
10 cc fragrance + pewarna
(Proses Pada Suhu ruangan)

Recipe#2 - sabun cair
340 g Soybean Oil
80 g Coconut Oil
60 g Palm Oil
60 g Corn Oil
109 g KOH - Kalium hidroksida + 230 g Air
10 cc fragrance + pewarna
(Proses Pada Suhu ruangan)

2 (dua) Resep Sabun Padat :

Resep#1 - sabun padat
235 g Minyak Zaitun
150 g Minyak Kelapa
100 g Minyak Sawit
74 g NaOH – Natrium hidroksida + 210 g Air
10 cc fragrance + pewarna
(Proses Pada Suhu ruangan)

Resep#2 - sabun padat
250 g Minyak Sawit
140 g Minyak Kelapa
100 g Minyak Jagung
75.5 g NaOH – Natrium hidroksida + 210 g Air
10 cc fragrance + pewarna
(Proses Pada Suhu ruangan)

Timbang air dan NaOH / KOH, sesuai dengan Resep. Larutkan NaOH / KOH ke dalam air sejuk / dingin (Jangan menggunakan wadah aluminium. Gunakan stainless steel, gelas pyrex atau plastik-poliproplen). Jangan menuangkan air ke NaOH / KOH. Tuangkan NaOH / KOH ke dalam air sedikit demi sedikit. Aduk higga larut. Pertama-tama larutan akan panas dan berwarna keputihan. Setelah larut semuanya, simpan di tempat aman untuk didinginkan sampai suhu ruangan. Akan didapatkan larutan yang jernih.
Timbang minyak (Minyak Kelapa, Minyak Sawit, Minyak Zaitun, Minyak Jagung, Minyak Kedelai...) sesuai dengan Resep.
Tuangkan minyak yang sudah ditimbang ke dalam blender.
Hati hati tuangkan larutan NaOH / KOH ke dalam minyak.
Pasang cover blender, taruh kain di atas cover tadi untuk menghindari cipratan dan proses
pada putaran terendah. Hindari jangan sampai menciprat ke muka atau badan anda. Hentikan blender dan periksa sabun untuk melihat tahap “trace”. “Trace” adalah kondisi dimana sabun sudah terbentuk dan merupakan akhir dari proses pengadukan. Tandanya adalah ketika campuran sabun mulai mengental. Apabila disentuh dengan sendok, maka beberapa detik bekas sendok tadi masih membekas, itulah mengapa dinamakan “trace”.
Pada saat “trace” tadi anda bisa menambahkan pengharum, pewarna atau aditif. Aduk beberapa detik kemudian hentikan putaran blender.
Tuang hasil sabun ini ke dalam cetakan. Tutup dengan kain untuk insulasi. Simpan sabun dalam cetakan tadi selama satu hingga dua hari. Kemudian keluarkan dari cetakan, potong sesuai selera. Simpan sekurang-kurangnya 3 minggu sebelum dipakai.

Semoga bermanfaat ...

Did You Know: Cara Membuat Sabun Colek (Cream Detergent)

Cara Membuat Sabun Colek (Cream Detergent)
Bahan :
1.Marlon 200 gr
2.CMC 25 gr
3.Soda ASH 50 gr
4.STTP 50 gr
5.Caustik soda 15 gr
6.OBA/pemutih 15 gr
7.Air Bersih 1,5 liter
8.Kesumba warna secukupnya
9.Bibit minyak wangi 5 cc
10. Water glass 100 gr

Cara Membuat :
1. Masukkan coustik soda dalam 1,5 liter air bersih hangat dilarutkan dan diadukmerata dalam ember plastik 1.

2. Masukkan STTP sedikit demi sedikit kedalam ember 1 tersebut diaduk merata. Masukkan soda ASH dan OBA sedikit-sedikit dan dilarutkan.

3. Ember 2 masukkan Marlon dan CMC diaduk hingga merata

4. Larutan ember 1 dimasukkan kedalam ember 2 diaduk hingga merata

5. bahan 8,9,10 dimasukkan kedalam campuran di atas.

6. jadilah sabun siap pakai

Did You Know: Sabun Cair Cuci Piring

Sabun cair ini merupakan produk yang strategis, karena saat ini masyarakat modern suka prodak yang praktis dan ekonomis.
Untuk mengawali bikin sabun cair cukup mudah dengan mengetahui sifat dan fungsi masing-masing bahan sabun cair dan cukup dengan modal awal 100.000 rupiah bisa menghasilkan lebih dari 30 liter sabun cair kwalitas baik. Untuk pembelian bahan-bahan kimia yang tertera dibawah ini dapat di beli toko-toko kimia terdekat.

Pada umumnya sabun cair mengandung bahan-bahan sebagai berikut:
* Texapon 10%
* Sodium sulfat secukupnya
* Camperlan secukupnya
* Asam sitrid 1%
* EDTA 0,1%
* Parfum secukupnya
* Propilin glikol secukupnya
* Pewarna secukupnya
* Air

Peralatan yang dibutuhkan: Ember, Gelas ukur dan pengaduk kayu
Cara membuat:


1. Texapon + sodim sulfat diaduk rata sampai memutih
2. (1) + masukkan air sedikit demi sedikit sampai 50% nya
3. (2) + masukkan camperlan aduk rata
4. (3) + sisa (20-30)% air dimasukkan sedikit demi sedikit
5. (4) + sodium sulfat dimasukkan sedikit demi sedikit hingga terlihat mengental
6. (5) + pewarna secukupnya aduk rata
7. (6) + parfum secukupnya
8. Siap dikemas

Catatan:
* Pemberian parfum pada sabun cair dengan perbandingan 1ml parfum berbanding 500 ml sabun cair.
* Propilin glikol berbanding parfum ( 1 : 2 )

Analisis Bahan
Texapon ini nama merk dagang dengan nama kimia Sodium Lauril Sulfat ( SLS). Senyawa ini adalah surfaktan. Texapon ini bentuknya jel yang berfungsi sebagai pengangkat kotoran. Sodium sulfat (Na2SO4) bentuknya serbuk yang berfungsi mempercepat pengangkatan kotoran dan juga sebagai pengental. Camperlan ini bentuknya cairan kental yang berfungsi sebagai pengental dan penambah busa menjadi gelembung-gelembung kecil. Asam sitrit bentuknya serbuk yang berfungsi sebagai pengangkat lemak. EDTA ini bentuknya serbuk berfungsi sebagai pengawet sabun cair. Parfum ini bentuknya cair fungsinya sebagai pewangi sabun cair. Propilin glikol ini bentuknya cair fungsinya sebagai pengikat parfum. Pewarna ini bentukya serbuk fungsinya sebagai pemberi warna pada sabun cair.

Biaya Operasional
Untuk memasarkan suatu produk ke masyarakat harus diperhitungkan biaya produksinya
untuk mengetahui keuntungan suatu produk dalam setiap kemasan atau liternya. Biaya operasional untuk sekali produksi di antaranya meliputi:
1. Biaya bahan per liter atau per kemasan dgn rumus = total biaya pembelian bahan di bagi jumlah berapa liter atau kemasan yang dihasilkan.
2. Biaya kerja per liter atau per kemasan.
3. Bila dalam bentuk kemasan dihitung biaya kemasan dan stikernya.
4. Biaya penyusutan alat artinya peralatan yang digunakan akan di ganti berapa lama untuk membeli peralatan baru
5. Biaya promosinya
6. Biaya transportasi

Dari komponen-komponen biaya operasional dijumlahkan kemudian ditambah laba setiap kemasan atau liternya, sehingga kita akan mengetahui berapa keuntungan dalam setiap kemasan atau liternya.
Kiat-kiat pemasaran

Pemasaran merupakan ujung tombak dari suatu usaha baik dalam bentuk produk maupun jasa. Sebaik apapun suatu produk jika pemasarannya mlempem akan tidak berkembang. Ada beberapa jurus yang dapat kita gunakan:
1. Percaya dan bangga terhadap produk yang kita pasarkan.
2. Paham dan mengerti tentang produk tersebut.
3. Buat kartu nama, kop surat dan brosur produk dan perusahaan yang menarik dan mencerminkan citra profesional.
4. Tampilkan kesan pertama yang baik.
5. Biasakan membawa kartu nama dan brosur perusahaan kemanapun anda pergi, untuk di perlukan sewaktu-waktu.
6. Pelajari karakter konsumen yang akan menjadi target pasar produk.
7. Buat jaringan kerja atau network dimanapun, untuk menambah panjang relasi anda.
8. Sabar, disiplin da konsisten.

SELAMAT MENCOBA SEMOGA SUKSES

Did you Know: Cara membuat sabun Cuci piring

bahan :

tepol 70cc
air bersih 250cc
soda ash 25gr
Natrium Clorida 15gr
pewarna makanan secukupnya
Bibit minyak wangi secukupnya

nie…cara membuatnya :
1. masukkan bahan no.2 ke tempat tepol, aduk hingga

merata. kemudian larutkan lagi bahan no.3 serta aduk

hingga bahan-bahan tersebut merata dan mencampur.

2.bahan no.5 dan no.6 kita masukkan kedalam larutan

tersebut diatas.

3.masukkan bahan no.4 sedikit demi sedikit. bila

pengadukan sudah terasa berat aduk terus sebab dengan

itu larutan akan menjadi cair dan siap pakai.

Did you Know: Cara membuat sabun Cuci piring

bahan :

tepol 70cc
air bersih 250cc
soda ash 25gr
Natrium Clorida 15gr
pewarna makanan secukupnya
Bibit minyak wangi secukupnya

nie…cara membuatnya :
1. masukkan bahan no.2 ke tempat tepol, aduk hingga

merata. kemudian larutkan lagi bahan no.3 serta aduk

hingga bahan-bahan tersebut merata dan mencampur.

2.bahan no.5 dan no.6 kita masukkan kedalam larutan

tersebut diatas.

3.masukkan bahan no.4 sedikit demi sedikit. bila

pengadukan sudah terasa berat aduk terus sebab dengan

itu larutan akan menjadi cair dan siap pakai.

Friday, March 02, 2012

Did You Know: Bahan baku dan cara membuat sabun cuci piring?

Saya ingin membuat sabun cuci piring tapi belum tahu bahan bakunya, Apa an ya bahan bakunya Kasih Tau dong. Terimakasih, Semoga teman mendapat imbalan dari yang di atas

4 tahun lalu
Lapor Penyalahgunaan

rai_2722 rai_2722
Jawaban Terbaik - Dipilih oleh Suara Terbanyak
Banyak sabun merupakan campuran garam natrium atau kalium dari asam lemak yang dapat diturunkan dari minyak atau lemak dengan direaksikan dengan alkali (seperti natrium atau kalium hidroksida) pada suhu 80–100 °C melalui suatu proses yang dikenal dengan saponifikasi. Lemak akan terhidrolisis oleh basa, menghasilkan gliserol dan sabun mentah. Secara tradisional, alkali yang digunakan adalah kalium yang dihasilkan dari pembakaran tumbuhan, atau dari arang kayu. Sabun dapat dibuat pula dari minyak tumbuhan, seperti minyak zaitun.

4 tahun lalu
Lapor Penyalahgunaan

100% 1 Suara
Bukan jawaban yang benar? Coba Yahoo! Search
Cari di Yahoo! untuk
Jawaban Lain (1)

$UTRI$N0 $UTRI$N0
Sabun, Deterjen, dan Kelembutan Busa
Published by Lita October 17th, 2006 in Health.

Dulu dosen pengajar Dasar-dasar Rekayasa pernah berkomentar di sela kuliah.

Kalo pengen kulitnya bersih banget, mandi aja pake deterjen. Dijamin bersih, soale lemak-lemak kulit keangkat semua.

Saya hanya tertawa waktu itu. Lama setelah kuliah itu berlalu, saya sadar bahwa sayalah yang terlalu lugu (bodoh mungkin lebih tepat).

Sang dosen samasekali tidak bergurau. Pada kenyataannya, selama belasan tahun saya mandi dengan deterjen! Dan sekarang saya menertawakan diri yang saat itu tertawa. "Kenapa dulu gue ketawa ya?"

Pernah menyaksikan iklan sabun B*ore (penyamaran merek seadanya saja sekadar tidak dirambah mesin pencari :mrgreen: )? Pada saat audio pengantar iklan menyebutkan 'formulanya ramah di kulit' maka tayangannya berupa busa yang disentuh dengan tangan beserta tulisan 'skin friendly formula'.

Jujur, saya bingung. Apa hubungannya antara busa dan formula ya? Seolah berlaku premis: Jika (produk menghasilkan banyak) busa maka (formula produk) lembut.

Bahan yang digunakan untuk menghasilkan busa JUSTRU (biasanya) tidak ramah di kulit!

Saya pernah membandingkan busa yang dihasilkan oleh sabun batangan biasa (tanpa klaim yang berkaitan dengan kelembutan apapun) dan sabun dengan merek tersebut. Menggunakan shower puff, ternyata secara kenampakan busa yang dihasilkan sama saja.

Intinya, jika anda ingin mencari produk pembersih dengan formula yang ramah di kulit, tinjau komposisi dan bahan aktifnya, bukan dari busanya. Hindari produk yang mengandung bahan pembuat busa karena biasanya bahan ini juga bertindak sebagai surfaktan yang tidak ramah pada kulit.

Tulisan saya secara singkat dan padat berhenti di sini. Selanjutnya saya akan mendongeng sesuai judul, dengan penjelasan yang mungkin bikin pusing dengan banyak istilah kimia. Pilihan ada di tangan anda. Tinggal klik saja :mrgreen:

Dari manakah produk pembersih kulit dinilai lembut? Dari pH yang mendekati pH kulit? Dari jenis pembersih yang digunakan? Dari formula yang digunakan? Dari pelembap yang ditambahkan? Dari 'rasa' di kulit setelah penggunaan? Atau dari lembutnya busa?

Dari mana anda tahu itu bukan sabun? (jika anda membeli suatu produk karena tagline 'D*ve bukan sabun') Dari mana anda tahu pH produk dan pH kulit? Dari mana anda tahu tentang formula anu lembut? Dari mana anda tahu produk yang anda beli memberi apa yang anda inginkan? Dari mana hubungan antara busa dan formula?

Bingung? Berarti anda kini mulai memikirkannya. Bagus. Singkirkan dulu doktrin dari iklan-iklan itu. Hapus dulu bingungnya, saya mau melanjutkan dongeng.
Sabun.

Saya sudah pernah menulis tentang sabun. Tapi berhubung jauh dari lengkap (atau malah ngawur di sana-sini ya?), baiklah kita lengkapi sekarang. Sabun itu apa sih?

Sabun adalah surfaktan yang digunakan untuk mencuci dan membersihkan, bekerja dengan bantuan air. Sedangkan surfaktan merupakan singkatan dari surface active agents, bahan yang menurunkan tegangan permukaan suatu cairan dan di antarmuka fasa (baik cair-gas maupun cair-cair) sehingga mempermudah penyebaran dan pemerataan.

Sabun dihasilkan oleh proses saponifikasi, yaitu hidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol dalam kondisi basa. Pembuat kondisi basa yang biasanya digunakan adalah NaOH (natrium/sodium hidroksida) dan KOH (kalium/potasium hidroksida). Asam lemak yang berikatan dengan natrium atau kalium inilah yang kemudian dinamakan sabun.

Bahan baku pembuatan sabun berupa minyak atau lemak, baik hewani maupun nabati. Jika basa yang digunakan adalah NaOH, maka produk reaksi berupa sabun 'keras'. Sedangkan jika yang digunakan adalah KOH, maka produk reaksi berupa sabun 'lunak'.

Jangan bingung dengan istilah keras dan lunak. Ini istilah kimiawi, seperti air sadah dan air lunak. Bukan mengacu pada kerasnya sabun jika digunakan untuk memukul sesuatu.

Masalah mulai ruwet ketika kata 'sabun' telah digunakan sebagai 'nama' bagi pembersih (padat/batangan, krim maupun cair). Bahkan cairan pembersih yang tidak memiliki bahan aktif sabun pun kita kenal sebagai sabun.

Berlaku pula sebaliknya. Coba anda perhatikan pembersih yang anda gunakan. Apakah benar-benar tidak mengandung sabun (jika itu yang dikatakan produsen)?
Deterjen.

Akibat pergeseran arti tadi, kita tak sadar bahwa hampir semua macam 'sabun' yang kita gunakan sehari-hari sebenarnya adalah deterjen.

Apa itu deterjen? Deterjen adalah sebuah (atau gabungan beberapa) senyawa, yang memudahkan proses pembersihan (cleaning). Istilah deterjen kini dipakai untuk membedakan antara sabun dengan surfaktan jenis lainnya.

Deterjen dalam pengertian kimia bukanlah R*nso, A*tack, dan kawan-kawannya. Produk-produk itulah yang mengandung deterjen, dan kemudian malah menggantikan deterjen sebagai makna generik (misalnya: Aspirin ketimbang asam asetilsalisilat). Ya begitu. Salah kaprah. Setengah-setengah.

Kenapa jadi deterjen? Awalnya kan sabun? Karena harga deterjen lebih murah, lebih efektif (karena tetap bekerja dengan baik pada air sadah), dan lebih mudah dibuat.
Busa.

Ada bahan yang efektif menghasilkan busa dan harganya murah. Namanya sodium laureth sulfate (SLS) atau sodium lauryl ether sulfate (SLES), sama saja. Senyawa ini adalah juga surfaktan. Alternatif penggantinya adalah sodium dodecyl sulfate atau ammonium lauryl sulfate (yang lebih sering saya lihat di label produk).

Penghasil busa ini dapat membantu pemerataan produk dengan lebih baik saat digunakan, misalnya saat mencuci rambut atau menggosok gigi. Sebagai kompensasinya, ketika dibilas, produk ini tidak hanya membersihkan area yang terpapar tapi juga mengangkat kelembapan dari lapisan atas kulit (epidermis, sang pelayan kedap air).

*Monggo, yang pakai B*ore bisa konfirmasi; apakah produk tersebut mengandung penghasil busa yang saya sebutkan? :) *

Lalu, apa hubungannya antara busa dan kelembutan? Tidak tahu. Tolong anda tanyakan pada produsennya (jika memang ingin bertanya) dan nanti beritahu saya.

Oh ya, kilas balik sebentar ke produk D*ve tadi. Produhttp://www.blogger.com/img/blank.gifk ini mengandung surfaktan, tapi meninggalkan rasa lembap di kulit. Kok bisa? Bisa, karena ditambahkan gliserin, komponen penyusun minyak dan lemak. Makanya ada rasa licin walau sudah dibilas berulang-ulang.

Seperti yang dijelaskan di cerita bodoh-bodohan sampo (cerita jadul tapi berlaku sampai sekarang, thanks Enda), dan dalam cerita ini berlaku juga untuk pembersih tubuh (dan pembersih wajah). Diambil lalu diganti, diberi klaim 'dengan pelembap'. Hoho… kok seperti cerita minyak goreng juga ya?

dikutip from: Anonim

Did You Know: Cara Membuat Sabun Cuci Piring

1 PENDAHULUAN

Penggunaan sabun dalam kehidupan sehari-hari sudah tidak asing lagi, terutama sesuai dengan fungsi utamanya, yaitu sebagai pencuci. Berbagai jenis sabun ditawarkan oleh produsen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat mulai dari sabun cuci (krim dan bubuk), sabun mandi (padat dan cair), sabun tangan (cair), serta sabun pembersih peralatan rumah tangga (cair dan krim). Membuat sabun sebetulnya bukanlah suatu pekerjaan yang terlalu sulit untuk dilakukan karena selain mudah pengerjaannya, biaya pembuatannya pun relatif murah dengan bahan-bahan yang mudah pula didapat. Mengingat hal tersebut dan perannya yang begitu penting dalam kehidupan masyarakat sehari-hari membuat sabun sendiri dapat dipandang sebagai suatu kegiatan ekonomi yang bisa cukup menguntungkan, baik untuk penghematan maupun untuk menambah penghasilan bila dikelola dengan baik dalam bentuk industri rumah tangga.

2 PENGGOLONGAN SABUN

Ditinjau dari bahan dasarnya sabun dapat digolongkan ke dalam dua kelompok besar, yaitu:
1) Sabun yang dibuat dari asam lemak dan logam yang digaramkan. Logam yang digunakan biasanya dari jenis logam alkali, misalnya natrium dan kalium. Jenis sabun yang dihasilkan di antaranya adalah sabun mandi padat dan krim.

2) Sabun yang dibuat dari bahan dasar zat aktif permukaan (ZAP). Jenis ZAP yang digunakan biasnya dari jenis anionik dan menghasilkan sabun dalam bentuk cair. Makalah ini akan menjelaskan cara pembuatan sabun dari golongan yang kedua, yaitu dari zat aktif permukaan. Zat aktif yaitu dari zat aktif permukaan. Zat aktif mengubah tegangan permukaan suatu larutan. Sifat-sifat khusus ZAP adalah pembasahan, daya busa, dan daya emulsi. Zat aktif permukaan anionik adalah zat aktif permukaan yang akan terionisai dan membawa muatan negatif bila dilarutkan dalam air. Salah satu contohnya adalah alkil benzena sulfonat. Senyawa ini memiliki rantai lurus panjang yang bercabang dan dibuat dengan mereaksikan parafin dengan benzena. Beberapa sifatnya yang terpenting adalah : tahan sadah karena tidak mengandung gugus karboksilat dan tahan asam maupun alkali. Sebagai contoh misalnya alkil benzo natrium sulfonat.

3 PENCUCIAN

Pencucian adalah proses membersihkan suatu permukaan benda padat dengan bantuan larutan pencuci melalui suatu proses kimia-fisika yang disebut deterjensi. Sifat utama dari kerja deterjensi adalah membasahi permukaan yang kotor kemudian melepaskan kotoran. Pembasahan berarti penurunan tegangan muka padatan-cair. Pencucian ataupermukaan dan antar penglepasan kotoran berlangsung dengan jalan mendispersikan dan mengemulsi kotoran, lalu dengan bantuan aksi mekanik kotoran menjadi terlepas dari permukaan benda padat. Kotoran padat dapat melekat karena adanya pengaruh: ikatan minyak, gaya listrik statik, dan ikatan hidrogen. Penambahan sedikit alkali membantu daya deterjensi dari sabun, tetapi dapat mendorong terjadinya hidrolisa. Alkali digunakan untuk menjaga pH larutan. Deterjen cair biasanya menggunakan bahan pelarut organik sebagai pelengkap dan penambah daya deterjensi dan diperlukan untuk kotoran-kotoran yang sulit dihilangkan atau berlemak.

4 ZAT PEMBANTU DAN PENGISI

Dalam pembuatan sabun peran zat pembantu dan pengisi sangat besar karena akan sangat menentukan mutu dan kenampakan sabun yang akan dijual. Zat-zat yang biasa digunakan adalah:


1) Garam, berfungsi sebagai pengental.Semakin banyak jumlah garam yang Semakin banyak jumlah garam yang sabun maka sabun yang dihasilkan akan semakin kental.2) Alkali, pengatur pH larutan sabun dan penambah daya deterjensi.


3) Zat pemberi busa, untuk meningkatkan pencucian yang bersih, sebab tanpa busa
kemungkinan besar sabun telah mengendap sebagai sabun kalsium atau sabun tidak larut lainnya.

4) EDTA, sebagai pengikat logam sadah dan pengawet.

5) Pewangi, untuk memberikan aroma tertentu sesuai selera dan meningkatkan daya tarik serta daya jual sabun.

6) Zat warna, memberi warna pada sabun agar mempunyai penampilan menarik.


5 PEMBUATAN SABUN

5.1 Alat dan Bahan
Alat-alat yang digunakan adalah alat-alat sederhana seperti: piala gelas atau wadah apapun yang dapat digunakan untuk mencampur larutan persiapan sabun asalkan bersih, alat timbangan, pengaduk, dan wadah bersih, alat timbangan, pengaduk, dan wadah untuk mengemas sabun yang dihasilkan (botol-botol).

Bahan yang digunakan adalah:

1) Alkil benzena sulfonat (ABS)
2) Soda kostik (NaOH)
3) Zat pemberi busa (Texapon)
4) Garam dapur (NaCl)
5) Zat warna direk
6) EDTA
7) Pewangi: Jasmine, Blueberry, Lemon, Rose

5.2 Cara Kerja
5.2.1 Sabun Pencuci Cair

Resep

Larutan induk : 67%
Zat pembusa : 7%
Garam dapur : 1%
Zat warna : secukupnya
Pewangi : 0,5%
Air : 24,5%
Total 100%


Larutan induk
ABS : 24%
Soda kostik : 6%
Air : 70%
Total 100%

Cara Kerja
1) Mula-mula larutan induk disiapkan sebanyak 1000 ml. 240 ml larutan ABS dimasukkan ke dalam 700 ml air sambil diaduk-aduk, lalu ditambahkan ke dalamnya larutan soda kostik sebanyak 60 ml. Pengadukan dilanjutkan hingga diperoleh larutan homogen.

2) Untuk membuat sabun mula-mula zat warna dimasukkan ke dalam air sesuai dengan resep yang telah ditetapkan dan diaduk hingga terlarut sempurna.

3) Selanjutnya ke dalam larutan zat warna ditambahkan berturut-turut zat pembusa, garam dapur, larutan induk, dan pewangi sambil terus diaduk-aduk hingga diperoleh larutan homogen.


6 HASIL DAN DISKUSI

Beberapa hal yang dapat dikemukakan dari hasil pembuatan sabun sebagaimana diterangkan di atas adalah bahwa penggunaan ABS ternyata kurang memberikan hasil yang memuaskan karena ABS memiliki warna dasar (coklat) yang mengganggu penampilan warna sabun yang dihasilkan. Disamping itu, penggunaan ABS juga kurang baik ditinjau dari aspek pelestarian lingkungan karena senyawa ini sulit didegradasi oleh alam sehingga akan tinggal dan menumpuk di badan-badan sungai menimbulkan pencemaran lingkungan. Sebagai gantinya bisa digunakan lauril alkil sulfonat (LAS) yang lebih mudah dibiodegradasi. Pengujian pH memperlihatkan bahwa sabun yang dihasilkan ternyata memiliki pH asam, padahal sabun seharusnya bersifat alkalis. Untuk memperbaikinya perlu penambahan alkali atau larutan induk. Terlepas dari kekurangan-kekurangan tersebut hasil percobaan telah menunjukkan bahwa membuat sabun tidak sesulit yang dibayangkan. Bahan-bahannya pun relatif mudah didapat dan murah. Dengan menggunakan bahan dasar yang lebih ramah lingkungan dan sedikit modifikasi resep untuk mendapatkan sifat dan kenampakan yang diinginkan, membuat sabun cair baik untuk cuci pakaian maupun cuci tangan sangat mungkin untuk dilakukan pada skala rumahtangga sebagai usaha penghematan maupun industri rumahtangga untuk menambah penghasilan.

Did You Know: Persiapan membuat sablon

17 03 2008

Secara garis besar percetakan dibagi menjadi 4 bagian yaitu: Cetak Datar, Cetak Dalam, Cetak Tinggi dan Cetak Saring. Cetak sablon termasuk bagian cetak saring, karena menggunakan alat cetak “Screen”/”Screen Printing”.
Mengerjakan sablon tidak sulit dan tidak memakan biaya besar, cukup hanya menyediakan peralatan seperti:
1. Screen (kain gasa terbuat dari Polyster/Nylon)
2. Rakel (alat sapu terbuat dari karet sintetis)
3. Obat Afdruk (cairan kental/emilsion)
4. Mika (alat pemoles obat afdruk)
5. Sinar Matahari/Kotak Lampu (penyinaran saat mengafdruk)
6. Busa (untuk mengepress film pada screen)
7. Semprotan Air (pengembang gambar hasil afdruk)
8. Meja Sablon
9. Tinta/Cat (khusus sablon)

Ada 3 aspek tehnik sablon:

pertama, Tehnik membuat film sablon,

kedua, tehnik mengafdruk screen,

ketiga, tehnik sablon segala dasar.

Dengan memahami ketiga dasar tersebut, maka anda sudah bisa memulai pekerjaan cetak sablon yang bisa menghasilkan pendapatan tambahan atau pun menjadikan sebagai pekerjaan tetap.
Hasil sablon yang baik sangat ditentukan oleh jenis Screen yang digunakan. sebagai contoh: Untuk menyablon kaos/kain maka screen yang cocok digunakan adalah screen yang berpori-pori kasar dengan type screen T48, T54, T61, T77 dan T90.
Untuk menyablon kertas, plastik, sticker,PVC dll, screen yang cocok digunakan adalah jenis screen sedang dan halus dengan type screen T120, T150, T165, S180 dan S200.
Sedangkan untuk sablon gambar “full colour” raster halus dan sparasi menggunakan type screen S180 dan S200 (nilai screen semakin besar maka kerapatannya semakin tinggi)

Tehnik membuat film
Film sablon adalah sebuah gambar/tulisan yang dibuat dengan manual atau di setting komputer. Film tersebut merupakan “master” yang akan digunakan dalam keperluan cetak sablon. Tanpa film ini pengerjaan sablon tidak dapat dilakukan.
Ada dua syarat dalam pembuatan film sablon yaitu:
Pertama bahan dasar harus berwarna bening atau trasparan,

kedua, gambar atau tulisan harus berwarna hitam pekat.

Ada 4 jenis film sablon:
1. Film Repro
Film ini banyak digunakan oleh kalangan profesional sablon karena kwalitasnya sangat bagus untuk menghasilkan afdrukan yang sempurna. Pembuatan film ini menggunakan mesin pembuat repro hasilnya lebih trasparan dan lebih hitam pekat.
2. Film Kalkir
Pembuatan film ini cukup praktis, dengan mengeprint dari komputer dengan kertas kalkir atau difotocopy dengan kertas kalkir.
3. Film Minyak
Film ini cukup digemari karena berbiaya murah dan praktis. cukup dengan melumuru kertas dengan minyak goreng kemudian dikeringkan.
4. Film Kertas Potong
Biasanya film ini dipergunakan untuk membuat cetakan sablon spanduk karena media cetaknya cukup besar, bahan filmnya terbuat dari kertas potong. Proses pembuatannya cukup sederhana: kertas yang sudah dibuat tulisan/gambar langsung di potong dengan pisau cutter sehinggan tiap-tiap huruf/gambar berlubang.
Untuk membuat cetakan sablon berwarna, buatlah film sebanyak warna yang dikehendaki mengikut pola gambar.

Tehnik mengafdruk screen
Proses pengafdrukan merupakan proses yang sangat penting dan menetukan bagi hasil sebuah pekerjaan sablon. Bila hasil afdrukannya baik maka besar kemungkinan akan bagus hasil sablonannya.
Apa itu Afdruk Screen?…………..
Afdruk adalah sebuah proses penduplikasian dari gambar/tulisan film ke dalam screen. apapun gambar/tulisan yang ada pada film akan terlihat sama pada screen setelah melalui proses pengafdrukan.
ada dua cara mengafdruk screen:
1. Dengan Matahari
2. Dengan kotak Lampu Neon
Cara kerja kedua cara tersebut sama saja yaitu mengexpose (menyinari) yang telah dipolesi dengan obat afdruk “emulsion” untuk menimbulkan gambar/tulisan ke screen melalui pencahayaan.
Ada 2 macam emulsion yang digunakan untuk mengafdruk screen, pertama jenis solven untuk jenis non kain dan jenis Water Base untuk sablon kain/kaos.
Ada 9 langkah mengafdruk screen:
1. Mencampur Emulsion (obat Afdruk) dan SR/ cairan kuning yang ada dalam kemasan Emulsion. Obat yang sudah dicampur dengan cairan kuning tidak bisa disimpan lama, oleh sebab itu pergunakan secukupnya. Tuangkan Emulsion kedalam wadah kemudian masukan cairan kuning/SR 1:9, aduk hingga benar-benar menyatu.
2. Memoles screen secara merata dengan Emulsion yang telah diaduk dengan SR. Pastikan Screen bersih, kering dan bebas abu. oleskan screen dengan menggunakan Mika, lakukan pemolesan dengan rata pada bagian luar dan dalam screen, tidak boleh ketebalan atau ketipisan dalam pemolesan Emulsion di screen.
3. Mengeringakan screen diruangan tertutup atau gelap. pengeringan boleh dengan Hair Dryer, kipas angin. Peringatan!!! proses ini hanya dilakukan dalam ruangan tertutup yang gelap, jika terkena sinar cahaya terang akan mengakibatkan gagalnya pengafdrukan.

4. Jika sudah kering (masih tetap dalam ruangan tertutup), letakkan film diatas screen secara terbalik. Lapiskan dengan kaca bening, dibawah screen diberi busa (sesuai besar ukuran screen) lalu tekan dan jemur di ruangan terbuka (tersinar matahari) selama 5-20 detik tergantung teriknya matahari, ingat jangan terlalu lama karena akan berakibat gagal afdruk.
5. Proses pengafdrukan dengan menggunakan kotak lampu neon juga sama seperti diatas. Penyinaran menggunakan lampu hendaknya harus benar-benar terang. Gunakan lampu neon/TL 3-4 batang minimal 20 watt/ batang. penyinaran dilakuakan diatas kotak lampu yang dilapisi kaca setebal 5 milimeter, lamanya penyinaran berkisar 5-8 menit.
6. Selanjutnya adalah pengembangan gambar dari hasil penyinaran. Caranya screen yang sudah di sinari matahari atau lampu segera disiram dengan air bersih dala dan luar screen, untuk menyempurnakan diperlukan semprotan air agar gambar/tulisan lebih jelas terlihat. Dalam penyemprotan awal tidak boleh terlalu keras.
7. Setelah pencucian screen dianggap selesai maka screen harus dijemur diterik matahari hingga benar-benar kering.
8. Jika dalam proses pengafdrukan ada kecacatan sedikit (tidak mengganggu gambar atau tulisan, maka proses selanjutnya adalah penambalan dengan sisa Emulsion dan dikeringkan kembali.
9. Proses selanjutnya adalah finising, priksa sekali lagi jangan sampai ada kebocoran di screen. Agar tidak belepotan dalam pengerjaan sablon, tutuplah pinggir-pinggir screen (kayu didalam) dengan Lakban, hal ini juga untuk mengantisipasi kebocoran pada ujung-ujung kayu screen.


Screen yang sudah diafdruk sebaiknya diberi penguat agar tidak mudah rontok, dengan menggunakan HATEMITER/EXTRA FIX (cairan warna merah muda). Poles seluruh permukaan screen dengan penguat tersebut, kemudian keringkan.

Rawatlah screen dengan baik karena sangat rentan terhadap kotoran seperti pasir dan debu. Jauhkan screen dari jangkauan anak-anak, karena bukan mainan anak-anak. Apabila selesai digunakan, sebaiknya langsung dibersihkan minimal bagian gambar/tulisan agar tidak
tersumbat.

Sablon bahan dasar kain
Menyablon berbahan dasar kain cukup dengan menempelkan screen diatas kain/kaos/spanduk, cukup dengan satu atau dua kali gesutan rakel. Gunakan screen dengan type rendah T48, T54 untuk menghasilkan sablonan yang baik.
Penggunaan cat untuk dasar kain pada dasarnya berwarna putih kental, lalu menjadi berwarna apa saja dengan ditambahkan bahan pewarna “PIGMENT” kedalam cat tersebut. Agar hasil sablonan pada kain tahan lama, campurkan sedikit cairan “PENGUAT WARNA” pada cat yang sudah dicampur dengan pewarna.
Untuk penyablonan kaos/kain sebaiknya menggunakan alas papan triplex pada bagian dalamnya agar cat tidak tembus kebelakang. Hasil sablonan dapat diberi efek mengkilap dengan cara menyablon sekali lagi (gambar/tulisan sablon yang sudah ada) dengan screen yang sama menggunakan bahan TOP COUT.
Sablon timbul pada kertas
Dengan menggunakan “BUBUK TIMBUL”, kita dapat menghasilkan sablon timbul pada kertas dengan cara:
Kertas yang sudah disablon (masih dalam keadaan basah) ditaburi dengan bubuk timbul secara merata. kemudian dikeringkan dengan menggunakan strika (jangan terlalu panas) dengan membalikan kertas tersebut diatas bantalan busa, kemudian press dengan strika.

Sablon bahan dasar plastic
Pada perinsipnya menyablon apapun adalah sama saja cara pengerjaannya, dari pembuatan film, mengafdruk sampai mencetak dengan screen. Hanya harus diperhatikan adalah perbedaan jenis screen dan catnya, hal ini tidak boleh tertukar !!!
SABLON PLASTIK
Untuk menyablon berbahan dasar plastik gunakanlah screen type menengah T150 atau T165, sedangkan cat menggunakan jenis POLYTUF atau POLYMATE, tergantung jenis plastik yang digunakan.
Sebagai contoh: jenis plastik bening biasanya menggunakan cat jenis POLYTUF dengan pengencer TERPINE. Sedangkan untuk plastik buram/PVC/ember/gayung dll menggunakan jenis POLYMATE dengan pengencer M4.
Dari kedua jenis tersebut banyak tukang sablon menggunakan cat jenis POLYMATE dengan pengencer M4, dengan alasan jenis cat tersebut cukup baik digunakan untuk kedua bahan dasar plastik tersebut.
Menyablon plastik cukup rumit, harus berlangsung dengan cepat dan stabil. Sering sekali screen yang digunakan cepat kering dan mampet sehingga harus dibersihkan (digosok) berulang-ulang dengan menggunakan kain bersih yang di basahi dengan pengencer.
Untuk mengatasi masalah tersebut, anda harus mengatur tempo penyablonan secara konsisten dalam kecepatan menyablon. Menyablon plastik harus cepat dan tidak boleh berlama-lama.

Sablon bahan dasar kertas
Menyablon berbahan dasar kertas, jenis screen yang digunakan adalah type menengah keatas seperti T150, T165, S180 dan S200 agar hasil sablonanya menjadi halus dan bagus.
Cat yang digunakan adalah Vinil Gloss dengan pengencer M3 atau dengan menggunakan pengencer FUJISOL.
Untuk pengafdrukan gunakan obat afdruk yang berbasis SOLVEN atau berbasis minyak.

Pembuatan corak pada screen
Pada tulisan kali ini, saya akan menulis cara membuat corak pada Screen.
Teknik membuat corak/design pada gasa dari Screen ini ada beberapa cara, yaitu:
1. Cara penggambaran langsung (direct painting methode).
2. Cara pemotongan (cut put methode).
3. Cara “PROFILM”.
4. Cara Resist.
5. Cara Photo-copy.

Sebelumnya, tentu kita kudu bikin corak pada pada kertas. Bisa saja kita membuat design pake Corel lalu kita print (bisa dengan tinta hitam saja, ataupun berwarna). Setelah pekerjaan selesai, baru kita menentukan cara apa yang akan dipakai untuk memindahkan corak/gambar ke Screen.

Misalnya, kita memilih cara pemotongan (cut put methode). cara ini adalah yang mudah, dan cara ini bisa dilakukan untuk corak-corak yang besar dan tidak banyak variasinya. Sebagai bahan digunakan kertas tipis yang tembus cahaya dan silet/pisau/gunting sebagai alatnya.
Ambilah sehelai kertas tipis (yang tembus cahaya), yang ukurannya lebih besar sedikit dari ukuran dalam rangka Screen, lalu dilapisi dengan larutan sirlak dengan spiritus atau larutan Arabische gom dalam air, yang tipis tapi rata, terus dikeringkan.
Selanjutnya, kertas tersebut diletakkan di atas gambar corak yang udah kita print, dan corak-corak yang warnanya sama digambar pada kertas tersebut pake pensil. Kemudian kertas yang telah digambari kita potong-potong pake silet, sehinga merupakan gambar yang berlubang. Demikian juga wat warna-warna yang lain dikerjakan, sehingga memperoleh satu gambar berlubang untuk tiap warna.
Pekerjaan terakhir ialah melekatkan gambar berlubang tersebut pada gasa Screen dengan menempelkan permukaan gambar yang ada lapisan sirlak atau gom Arabische menghadap ke gasa Screen bagian luar. Selanjutnya untuk gambar yang dilapisi sirlak disetrika dari bagian yang tidak ada lapisan sirlaknya, sambil ditekan sampai gambar melekat betul pada gasa.
Setelah selesai pekerjaan tersebut, bagian dalam dari Screen kita lapisi dengan lak yang tahan terhadap obat-obat kimia yang terdapat dalam tinta pencapan dengan memakai kapas atawa kain yang lunak, dibasahi setengah basah dengan pelarut tersebut, kemudian digosok-gosokkan, sampai lubang menjadi bersih. Untuk mencegah Screen bocor, hendaknya sebelah pinggir dekat rangka dilapisi pula dengan Screen-laquer dari bagian luar atau dilapisi dengan kertas kraft keempat sisi dekat pingir rangka. Selanjutnya dikeringkan, dan setelah kering Screen tersebut siap untuk disablonkan.Mudah, tapi rumit…

Disadur dari artikel

Teori screen printing

http://wilystra2007.multiply.com/reviews/item/4

Mesin cetak sablon plastik


Cara Cetak Sablon Plastik


Cara cetak sablon plastik bisa menggunakan mesin sablon otomatis atau sablon manual, tergantung jenis order cetak, oplag cetak, dsb. Cara sablon plastik manual biasa dilakukan oleh para pelaku usaha kecil menengah (ukm) karena memang sudah terbiasa dengan teknik sablon manual seperti ini.



Berikut tahap cara cetak sablon plastik pada umumnya...



Dimanapun kita berada, pemakaian kemasan plastik untuk berbagai kebutuhan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti untuk kemasan makanan, minuman, pakaian, pupuk, sparepart, obat-obatan, karung beras, gelas,botol, dll, yang hingga kini merupakan peluang bisnis yang menggiurkan.

Sablon plastik merupakan bagian dari Cetak Sablon Basis Minyak, banyak pemula yang merasa kesulitan saat melakukan penyablonan pada media plastik, karena karakteristik tintanya yang cepat sekali kering. Sementara permintaan terhadap sablon plastik sangat tinggi untuk berbagai keperluan industri dan rumah tangga, dan tingkat keuntungan dari sablon plastik juga lumayan besar.

Maka tidak heran, jika pengusaha sablon usaha kecil menengah (ukm) berani berinvestasi dan membeli mesin sablon otomatis utk mengejar target order cetak sablonnya.

Keuntungan bersih yang bisa kita dapatkan dari satu meja operator,minimal sekitar Rp. 100.000,-/hari, bahkan bisa mencapai Rp.500.000,-/hari tergantung jenis plastik dan tingkat kesulitannya. Jika kita memiliki 5 meja operator saja sudah cukup lumayan, sementara itu disisi lain penyablonan pada media plastik ini dirasa sangat sulit, padahal dibalik kesulitan itu terdapat peluang besar yang menanti kita.

Sebetulnya jika kita sudah memahami proses cara sablon pada media kertas, maka kita tidak akan mengalami banyak kesulitan, kita hanya tinggal menyesuaikan karakteristik/jenis tinta sablon yang akan digunakan.

A. Alat dan Perlengkapan sablon plastik
Alat dan perlengkapan yang digunakan untuk sablon plastik, hampir sama dengan alat yang digunakan untuk sablon kertas, yang terdiri dari :
1. Screen
Screen yang digunakan biasanya T150 atau T165, dengan ukuran bingkai 30cm X 40cm, atau sesuai kebutuhan.
2. Rakel
Karet rakel yang dipakai, bisa menggunakan karet rakel untuk sablon kertas atau karet rakel untuk sablon plastik yang lebih lunak . Harga rakel juga tidak berbeda dengan harga rakel untu kertas.
3. Meja Afdruk, yang digunakan juga sama untuk semua proses afdruk.
4. Meja Sablon atau meja cetak untuk sablon plastik sama dengan meja sablon kertas
5. Gelas Ukur
6. Coater/Kartu Plastik
7. Hair Dryer
8. Sprayer
9. Gunting/Cutter
10. Mistar

B. Tahapan Sablon Plastik
Tahapan sablon plastik juga sama dengan tahapan sablon kertas, yaitu :
1. Tahap Setting Film/Klise
2. Tahap Afdruk Screen
3. Tahap Printing (sablon)
4. Tahap Recleaning Screen

Pada saat afdruk screen, Posisi film/klise harus disusun terbalik , jika penyablonan akan dilakukan pada sisi bagian dalam plastik, seperti penyablonan pada Tas, Cover Jok Motor, Tempat pinsil, dll.

Untuk mengatur posisi disain yang akan disablon, maka sebelum melakukan penyablonan pada plastik transparan, sablonkan dulu disain keatas permukaan kaca meja sablon, sebagai patokan pada saat penyablonan nantinya. Yang membedakan sablon plastik dengan sablon kertas hanya tinta sablon dan bahannya saja.

C. Jenis Plastik dan Tinta yang digunakan
Jenis Plastik Tinta sablon yang digunakan
1. PE (agak buram & lebih elastis) Polytuf + Minyak Terpin
2. PP (bening & agak kaku) Polymet + Minyak M4
3. OPP (bening & mudah sobek) Polymet + Minyak M4
4. HD (buram & tidak elastis) Polymet + Minyak M4
5. Mika (bening & kaku) PVC + Minyak M3

Plastik PE biasanya digunakan untuk bungkus gula, beras, minyak, dll.
Plastik PP biasanya digunakan untuk kemasan makanan, dll.
Plastik OPP digunakan untuk amplop undangan, kemasan pakaian, dll.


Referensi: www.belajarsablon.com