Sunday, February 28, 2010

Apa itu Inflasi?

Setiap bulannya, Badan Pusat Statistik (BPS) membuat Press Release tentang inflasi. Berdasarkan Press Release awal Pebruari ini, inflasi Januari 2009 adalah sebesar 0.07 persen. Sementara nilai inflasi Januari - Desember 2008 adalah 11.06 persen.

Apa artinya semua ini bagi kita semua?

Agar mudah dimengerti, inflasi bisa diartikan sebagai kondisi dimana kita harus membayar lebih mahal untuk barang yang kita beli. Misalnya, bulan lalu kita bisa membeli sebuah barang seharga Rp. 10.000, maka jika inflasi bulan lalu 1%, maka secara teori barang tersebut harganya kini Rp. 10.000 + (1% * Rp. 10.000) = Rp. 10.100,-

Dalam ekonomi non-syariah, inflasi memang selalu terjadi. Menurut ekonomi ini, kenaikan harga barang lebih baik daripada penurunan harga barang, karena akan memicu produsen untuk menghasilkan lebih banyak barang. Walaupun demikian, inflasi bisa mengganggu daya beli masyarakat yang ujung-ujungnya malah berakibat negatif. Oleh karena itu, dalam dunia ekonomi non-syariah, besaran inflasi harus terkendali.

Inflasi Selalu Membayangi Kita

Karena saat ini dunia didominasi oleh ekonomi non-syariah, seluruh barang kebutuhan kita seperti makanan, pakaian, perumahan, bensin, kesehatan, listrik, air, rekreasi hingga pendidikan selalu dibayangi oleh inflasi. Oleh karena itu mau tidak mau kita harus mempersiapkan diri Anda terhadap inflasi.

Bagaimana caranya? Sebagai contoh jika Anda ingin membeli rumah 4 tahun mendatang dimana saat ini harga rumah idaman Anda Rp. 250 juta, maka jika kita asumsikan inflasi 12% pertahun, maka 3 tahun kemudian, harga rumah tersebut menjadi Rp. 351 juta. Dengan demikian, Anda harus menabung dalam tiga tahun ke depan sebesar Rp. 9.75 juta perbulan.

Tabungan pun kena inflasi!

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah uang yang Anda simpan di Bank saat ini. Misalnya saat ini uang tabungan Anda Rp. 10.000.000. Jika hari ini harga 1 mangkok bakso Rp. 5.000, maka uang tabungan Anda tersebut bisa membeli 2000 mangkok.

Jika diasumsikan inflasi tahunan 12%, maka 3 tahun kemudian harga 1 mangkok bakso adalah Rp. 7.000. Jika tabungan Anda tidak dipotong biaya administrasi dan tidak mendapatkan bunga/bagi hasil, maka dengan uang Rp. 10 juta, kita hanya bisa membeli 1428.5 mangkok. Terjadi penurunan sebesar 571.5 mangkok! Penurunan yang luar biasa!

Itu akibat ulah inflasi!

Oleh karena itu, bila Anda ingin menabung untuk jangka waktu panjang maka lebih baik Anda membeli produk investasi yang hasilnya lebih tinggi dari inflasi. Salah satu pilihan yang menjanjikan adalah investasi di PruSyariah. Hingga saat ini (Januari 2009), bagi hasil yang diberikan setara dengan bunga 25% pertahun. Jauh lebih tinggi dari inflasi tahunan yang mencapai 11% (berdasarkan data BPS).

Mudah-mudahan artikel ini akan memberikan pengertian lebih baik tentang inflasi bagi kita semua.

Saturday, February 13, 2010

Nasehat-nasehat Berwirausaha

Memulai usaha itu memang sungguh luar biasa sulit. Tidak hanya diperlukan modal, tetapi juga tekad, keterampilan, pengetahuan, naluri dan ketekunan. Benarkah hanya itu? Tetapi apa saja yang menentukan keberhasilan kita dalam berwirausaha. Syukurlah kita sangat banyak terbantu dengan banyaknya para pengusaha sukses yang dengan tulus membagikan kiat-kiat suksesnya untuk kita.

Saya menuliskan beberapa nasehat-nasehat mereka. Saya tidak akan menuliskan nama sumber nasehat dengan beberapa alasan Atau jika pembaca memiliki nasehat lain, silakan tambahkan di baris komentar.

Ketekunan

Seseorang pengusaha sukses di bidang medis dan pendidikan mengatakan bahwa yang terpenting dalam berwirausaha adalah “ketekunan.” Dia juga memberikan contoh banyaknya pengusaha sukses yang justru tidak sukses dalam pendidikannya. Justru orang-orang yang mempunyai nilai akademis yang tinggi biasanya malah tidak sukses dalam dunia usaha.
Berani Mengambil Resiko

Seseorang yang lain juga menonjolkan sifat-sifat keberanian dari seorang pengusaha. Seorang pengusaha harus berani mengambil resiko walau pun secara perhitungan matematis mungkin tampak tidak menguntungkan, tetapi justru seringkali malah menguntungkan. Bahkan keuntungannya tidak sedikit, tetapi banyak sekali.
Terampil & Tidak Putus Asa

Biasanya pengusaha sukses itu pernah mengalami beberapa/banyak kegagalan. Tetapi karena mereka tidak mengenal putus asa dan selalu bangkit, selain memperoleh pelajaran dari pengalaman, mereka jadi terampil dalam mengatasi banyak hal dalam berwirausaha.
Berdoa

Rupanya para pengusaha sukses juga rajin berdoa. Maklum saja karena selama berwirausaha mereka seringkali mempertaruhkan segalanya, termasuk hidupnya & keluarganya demi kegiatan berwirausahanya.

Seseorang konsultan usaha pernah memberikan ilustrasi tentang pentingnya doa bagi pengusaha.

Kalau saya memulai usaha sendiri, sudah pasti saya & keluarga akan berdoa dengan sangat khusuk & tekun untuk memohon agar usaha saya berhasil. Tetapi jika saya berwirausaha bersama banyak teman, maka yang turut berdoa akan lebih banyak lagi, tidak hanya saya dan keluarga saya, tetapi juga mereka dan keluarga mereka.

Berani Berubah

Seorang yang memulai usaha sendirinya harus berani menghadapi perubahan yang bakal mengubah seluruh hidupnya. Perubahan itu bisa positif mau pun negatif. Tetapi sebagai langkah awal, para pemula harus memiliki tekad yang kuat untuk mau berubah dan menghadapi segala tantangan yang bakal menghadangnya.

Seseorang konsultan memberikan tes bagi para pemula atau pengusaha kurang sukses yang ingin memulai usahanya atau yang ingin agar usahanya sukses. Tes yang dilakukan sangat sederhana dan dilakukan saat konsultan tersebut bertemu calon kliennya untuk pertama kali.

Biasanya para pemula atau pengusaha kurang sukses tersebut ingin segera mendapatkan konsultasi atau resep-resep mujarab yang instan demi kesuksesan atau kelanggengan usahanya. Tetapi sebelum melakukan konsultansi, sang konsultan menilainya dan memberikan test.

Suatu ketika sang konsultan menemui calon klien yang tampak bangga dengan kumisnya. Memang kumisnya sangat rapi dan bagus bentuknya. Dengan kumisnya itu, sang calon jadi tampak gagah & ganteng. Sesekali sang calon merapikan kumisnya dengan tangannya untuk memperbaiki bentuknya.

Sang konsultan memberikan tes baginya, yaitu dengan menyuruhnya untuk mencukur habis kumisnya. Tetapi kontan sang calon menolak dan akhirnya sang konsultan menolak menanganinya dan mengatakan bahwa dia tidak berani menerima dan menghadapi perubahan yang sebenarnya sangat penting dalam dunia usaha.
Pandai Mengelola

Seseorang pernah berkata: “Pengusaha yang sukses itu adalah pengusaha yang mampu mempekerjakan orang-orang yang cerdas di bidangnya.” Memang benar adanya. Kesuksesannya ditopang oleh para pekerjanya yang berkompeten di bidangnya. Nah, dengan demikian para pengusaha harus mampu memilih dan mempekerjakan orang-orang seperti ini.

Selain dapat mengelola sumberdaya manusia, para pengusaha juga harus pandai mengelola sumber daya yang lain, misalnya aset, keuangan, dll. Kemampuan mengelola ini justru seringkali tidak ditemui di orang-orang cerdas yang akhirnya menjadi karyawan dari si pengusaha.
Seger & Pinter

Ini ada sebuah nasehat dari seorang motivator usaha:

“Kalau badan Anda segar, jadilah militer. Kalau otak Anda pinter, jadilah profesor. Tapi kalau badan Anda seger dan otak Anda pinter, jadilah wirausahawan.”

Jadi dia menekankan pentingnya kesegaran tubuh dan kepintaran otak. Syukurlah jika kita bisa memiliki keduanya. Paling tidak modal sukses sudah ada pada kita.
Kemauan Terus Belajar

Seorang pengusaha sukses pernah berkata bahwa semua usahanya, baik yang gagal mau pun berhasil itu adalah tempat belajarnya. Dan dia mau untuk terus mempelajari setiap usahanya. Bahkan tidak hanya mempelajari apa yang telah dia peroleh dari pengalamannya atau dari teori atau buku, dia juga melakukan percobaan-percobaan dan bermanuver dalam usahanya.

Desember 22, 2006. Wirausaha.

RAHASIA 5 (LIMA) RESEP SUKSES ANTI GAGAL

Definisi Sukses :
Mendapatkan apa yang ANDA INGINKAN
Definisi Bahagia :
Menginginkan apa yang telah ANDA DAPATKAN
1. Keyakinan bahwa tidak ada gagal, yang ada hanya SUKSES ATAU BELAJAR
2. Mempunyai TUJUAN/GOAL/SASARAN
3. Melakukan TINDAKAN NYATA dan persistent menuju tujuan
4. MONITOR DAN PEKA terhadap hasil tindakan
5. FLEKSIBEL, merubah pendekatan, tindakan, atau strategy yang hasilnya tidak
mendekatkan pada tujuan
KUNCI DALAM MENENTUKAN TUJUAN :
S pesifik (jelas dan terbatas)
M easurable
A nthusiasm able
R esult Oriented
T imely

Anda Entrepreneur atau Freelancer?

Oleh : Wawan
Kamis, 14 Agustus 2008 04:04 WIB
.
Bosan terkungkung di perusahaan yang memasung kreativitas? Mungkin itu salah satu dari sederet alasan mengapa orang hijrah untuk membangun bisnis sendiri. Alasan lain, ingin mereguk kepuasan pribadi, menggenjot pendapatan, mendambakan kebebasan, hingga rindu waktu yang lebih leluasa bareng keluarga. Apapun alasan untuk menyalakan bisnis sendiri, Anda bisa memilih menjadi freelancer atau entrepreneur. Anda termasuk yang mana?

Ada yang salah dengan salah satu dari freelancer atau entrepreneur? Tidak, keduanya dibekali kelebihan masing-masing. Nah, kenapa musti peduli posisi kita apakah menjadi freelancer atau entrepreneur? Tentunya dengan memahami posisi itu, kita bisa ambil ancang-ancang. Apakah setia menjadi freelancer atau akan beranjak menjadi entrepreneur. Berikut perbedaannya, menurut Isabel M Isidro dari PowerHomebiz.com
Menjadi entrepreneur, berarti membangun bisnis hingga lebih besar dari dirinya sendiri, mengundang gelontoran dana pemodal dan mungkin hingga meluncurkan IPO (Initial Public Offering). Pada dasarnya, impian entrepreneur adalah mentransformasikan bisnis mungilnya, menjelma lebih besar atau jika mungkin menjadi konglomerasi. Seorang entrepreneur tak akan segan bekerja ekstra keras, ekstra beban kesibukan kerja, demi mewujudkan impiannya. Bahkan, tak akan jeri menghadapi risiko keuangan dan bejibun tantangan.

Di sisi lain, seorang freelancer lebih mendambakan kebebasan dan pendapatan dari usaha "menjual" dirinya. Freelancer tidak (atau belum) ingin menjalankan organisasi yang lebih besar. Sebaliknya, mereka membangun bisnis dalam skala lebih kecil yang membuatnya lebih nyaman dan lebih bebas. Gagasannya adalah menjadi seorang bos bagi dirinya sendiri itulah yang penting. Tipe pebisnis seperti ini lebih suka menjadi ikan besar di kolam kecil ketimbang menjadi ikan kecil di kolam besar. Memburu investor bukan prioritas bagi seorang freelancer karena pertimbangan tak ingin membagi kontrol atas usahanya. Freelancer tak terlalu ambil pusing dengan bisnisnya yang berputar tak terlalu cepat, karena tak mau pening oleh cawe-cawe pemilik dana pihak ketiga.
Anda seorang freelancer jika tertarik lifestyle yang lebih leluasa, kebebasan mengontrol waktu dan tak terlalu berisiko. Anda sendiri yang memutuskan dan berkuasa penuh, bukan pemodal yang haus akan keuntungan dari dana yang mereka tanamkan. Klienlah yang butuh profesionalitas Anda. Tidak berarti Anda harus bekerja dari dalam kamar atau garasi rumah. Anda bisa punya kantor sendiri ditemani beberapa karyawan. Jika Anda punya PR (Public Relation) agensi dengan sederet publikasi mentereng, Anda tetap seorang freelancer. Kenapa? Karena produk yang ditawarkan berbasis Anda sendiri. Anda punya gawean relatif mapan dan kontrol dalam genggaman sendiri dengan tetap menjadi freelancer.

Sementara, Anda beranjak ke arah entrepreneur jika akan membangun organisasi yang lebih besar dan ingin tumbuh dengan kencang. Karakteristik dari entrepreneur adalah impian meraup pendapatan yang jauh lebih besar. Entrepreneur tidak keberatan berbagi kontrol dengan pemodal atau strategi lainnya agar bisnisnya menggurita. Dan sangat paham bahwa entrepreneurship adalah menantang risiko.
Nah, dengan kejelasan beda antara freelancer dan entrepreneur, Anda akan lebih gampang mengambil posisi dan membidik langkah selanjutnya.

Sembilan Hal yang Harus Dikuasai dalam Berbisnis

Oleh : Admin TDA
Kamis, 14 Agustus 2008 03:51 WIB
.
Saya sangat suka dengan definisi Brad Sugars mengenai bisnis, yaitu: bisnis adalah suatu usaha komersial yang menguntungkan dan berjalan tanpa keterlibatan anda.

Untuk mencapai kondisi itu tentunya ada caranya. Ada ilmunya. Ada tahapannya. Menurut Brad Sugars, ada enam tahap dalam membangun dan mengembangkan bisnis:
1. Mastery
2. Niche
3. Leverage
4.Team
5.Synergy
6. Result

Saya akan coba bahas mengenai tahap yang pertama. Mastery - adalah tahap awal dalam mengembangkan bisnis. Bagaimana bisnis itu bisa menghasilkan profit secara produktif berdasarkan informasi yang cukup untuk pengambilan keputusan.

Apa saja yang harus di-mastery (dikuasai)?

1. Uang, atau cashflow. Yaitu bagaimana kita menguasai data keuangan historis dan bagaimana dengan data itu kita bisa melakukan sesuatu di masa depan. Cashflow is king. Dengan cashflow itu kita mau buat apa? Jangan terpaku pada mengejar profit di kertas, tapi uangnya nggak ada di tangan. Anda harus kuasai ini. Ini adalah pondasi bisnis anda. Dengan cashflow yang kuat, apa pun bisa anda lakukan.

2. Target break even atau titik impas. Berapa banyak produk yang harus dijual, atau berapa banyak pelanggan, atau berapa rupiah penjualan per hari yang dibutuhkan untuk mencapai target titik impas itu. Kalau anda nggak tahu ini, bisa bahaya… Misalnya, sewa tempat, biaya, plus gaji karyawan per bulan adalah 3 juta, artinya biaya anda adalah 100 ribu per hari, berarti keuntungan yang harus diperoleh adalah minimal 100 ribu per hari. As simple as that.

3. Profit margin atau marjin keuntungan. Harus ditarget atau dibuat budgetnya, berapa profit margin yang harus didapat per hari untuk mencapai target yang diinginkan. Harus jelas berapa persentasenya atau nilai nominalnya. Mengutak-atik hitungan margin ini merupakan keasyikan tersendiri bagi saya. Inilah salah satu permainan bisnis yang menggairahkan.

4. Reporting atau pelaporan. Anda harus tahu angka-angka vital dalam bisnis anda per hari, per minggu, per bulan sehingga anda bisa membuat keputusan berdasarkan ini di masa depan. Berapa produk terjual hari ini, berapa marginnya, berapa jumlah transaksi hari ini, berapa prospek yang masuk ke dalam toko, dan sebagainya. Anda harus tahu ini.

5. Test and Measure atau uji ukur. Apa pun yang anda lakukan harus diuji dan diukur hasilnya. Jangan pernah melakukan sesuatu tanpa diukur tingkat keberhasilannya. Buat indikator kinerja kunci, yaitu apa saja indikator-indikator di bisnis anda yang merupakan kunci atau penentu vital. Harus anda identifikasi faktor-faktor ini. Misalnya anda buat brosur. Berapa biayanya? Bagaimana hasilnya? Untung atau rugi? Kalau untung, lanjutkan. Kalau rugi, diubah, diperbaiki atau dihentikan.

6. Delivery. Delivery juga saya artikan memberikan apa yang anda janjikan. Kalau anda sudah terima uangnya, ya anda harus berikan barangnya sesuai yang anda janjikan mencakup jumlah, kualitas dan waktu pengirimannya. Jangan berusaha menjanjikan yang hebat atau superior. Lebih baik yang biasa-biasa saja tapi konsisten. Berusahalah menutupi setiap lubang kelemahan yang ada. Sedikit demi sedikit.

7. Time. Kuasilah waktu. Produktivitas anda, bisnis anda, organisasi anda sangat tergantung kepada kemampuan anda menguasai waktu. Banyak teori mengenai penguasaan waktu ini, misalnya teori pareto (prinsip 80/20) atau the power of least effort.

8. Goal atau tujuan. Tujuan itu harus jelas dan disampaikan kepada organisasi kita. Tujuan itulah sebagai penunjuk arah bagi orang-orang yang mengikuti di belakang kita. Dari mana kita melangkah dan sampai di mana kita nanti, harus jelas dimengerti oleh mereka.

9. Self mastery. Menguasai diri sendiri, atau pengendalian diri. Ini menyangkut disiplin. Ini menyangkut fokus. Ini adalah harga yang harus anda bayar untuk mencapai kesuksesan.

Saya sendiri masih terus belajar dan mempraktekkan ilmu dari guru small business ini. Ilmunya banyak yang masuk akal buat saya. Cocok dengan kondisi bisnis yang saya jalankan saat ini. Mudah-mudahan cocok juga untuk bisnis anda.

Tips dan Trik Mengajukan Kredit Bank

Oleh : TDA
Selasa, 17 Februari 2009 14:29 WIB
.

Tips dan trik ini dimaksudkan bukan untuk mengakali perbankan (saya yakin mereka memiliki staf yang jeli untuk urusan pemberian kredit), tapi untuk memperlancar persiapan dalam mengajukan kredit.

1. Tentukan dulu kebutuhan anda. Kebutuhan apa yang anda inginkan untuk dibiayai bank. Untuk karyawan biasanya lebih simple, beli rumah, beli kendaraan, dst. Sementara untuk professional dan pengusaha lebih kompleks. Apabila yang anda perlukan adalah suntikan untuk perputaran modal, misalnya untuk mengurangi hutang dagang sehingga harga yang didapat lebih murah, atau untuk memperbanyak inventori/persediaan barang, maka yang diajukan adalah kredit modal kerja, seperti rekening Koran, kredit akseptasi dsb. Sementara bila yang anda butuhkan adalah pembiayaan pembelian fixed asset seperti mesin, kendaraan, bangunan ruko, gudang dll, ajukan kredit investasi.

2. Estimasikan kemampuan pembayaran (payback ability) anda. Dari laporan keuangan atau gaji/pendapatan yang anda peroleh setiap bulannya, ambil titik aman bahwa besarnya kewajiban pembayaran tidak lebih besar dari 30% pendapatan bersih anda (DBR umum setiap bank adalah 30-35% dari total pendapatan ). Contoh: Vidi dan suaminya memiliki total penghasilan Rp 3.000.000, maka jadikan patokan dalam diri Vidi kalau besar angsuran nanti tidak boleh lebih dari Rp. 1.000.000 perbulannya nanti. Untuk pengusaha, hitung tingkat DBR anda dari Nett Profit jangan Gross (untuk lebih amannya)

3. Periksa pemenuhan syarat administrasi anda. Untuk karyawan, pastikan anda telah bekerja di perusahaan anda lebih dari 2 tahun (ada juga bank yang menerapkan lebih dari itu), status pendapatan tetap (adanya komponen gaji tetap, untuk dihitung dalam perhitungan DBR), untuk pendapatan yang sifatnya hanya komisi (tidak tetap) biasanya bank akan cenderung menolak. Demikian juga untuk professional dan pengusaha, paling tidak ijin praktek/usaha di atas dua tahun dari tanggal terbit, atau telah menjalankan usahanya selama di atas dua tahun.

4. Perhatikan data dan fisik jaminan anda. Untuk dokumen pastikan sertifikat yang absah dan berlaku. Untuk SHGB, pastikan jangka waktu berlakunya masih lama minimal tidak lebih dari jangka waktu kredit yang akan diajukan. Untuk fisiknya jaminan tanahnya sendiri: (hampir) semua bank menginginkan jaminan yang marketable (artinya bila ada masalah kredit dan terjadi penyitaan, bank akan mudah menjual jaminan itu), untuk itu jaminan harus memiliki akses jalan (di pinggir jalan), biasanya yang masuk 2 mobil - sekitar lebar 3.5-4 meter, jaminan di lokasi strategis (bukan daerah terpencil/pinggiran yang cenderung tidak berkembang), jaminan tidak terletak di tebing/lereng/daerah miring/daerah pemakaman/daerah rumah ibadah (misal masih satu lokasi dengan rumah ibadah), jaminan bangunan harus memiliki IMB, fisik bangunan harus baik dan kokoh. Untuk kendaraan pun demikian , penilaiannya lebih mudah.

Mobil baru tinggal disesuaikan dengan data dealer, mobil bekas kondisinya harus masih prima, tahunnya masih muda, dll. Jumlah kredit yang akan diberikan bank umumnya maksimum berkisar antara 70-80% dari nilai jaminan menurut taksiran bank.

5. Pastikan anda tidak memiliki catatan cacat perbankan pada tahun berjalan (saat anda mengajukan kredit tersebut. Bank memiliki jaringan data yang online seluruh negeri, di bawah jaringan server BI. Ada 2 macam data yang dapat dicek. Pertama DHBI yakni daftar hitam yang didapatkan seorang
pemiliki rekening giro apabila dia telah memberikan cek atau bilyet giro kosong melebihi batas ketentuan BI, kedua Data Kolektibilitas yang menunjukkan data kredit yang dimiliki calon debitur suatu bank, yang sudah ada. Misalnya Vidi telah memiliki kredit di Bank Jabar dengan kolektibilitas
lancar, maka Vidi dapat mengajukan kembali kredit di bank lain bila memenuhi syarat. Hal pertama yang dilakukan oleh suatu officer bank dalam memeriksa pengajuan kredit adalah Cek DHBI dan Cek Kolektibilitas. Data yang dilihat adalah berdasarkan nama, no KTP/ID, dan NPWP. Apabila anda pernah masuk dalam kedua list tsb, namun pada saat anda mengajukan sudah ter-rehab, sudah beres dan lancar, maka tidak menutup kemungkinan untuk melanjutkan pengajuan.

6. Siapkan rekening tabungan atau giro yang mencerminkan pendapatan anda. Terutama sekali untuk first impression bagi pihak bank. Saat ini bank akan lebih melihat data rekening anda dibanding data laporan keuangan atau gaji yang umumnya dapat dibuat buat. Apabila anda sebagai pengusaha mengatakan bahwa omzet anda per bulan 100juta, maka bank akan meminta keluar masuknya uang dalam rekening anda minimal 80% dari jumlah omzet anda tsb.

Bank akan melihat ke jumlah transaksi per bulannya BUKAN pada saldonya. Biasanya rekening yang diminta adalah data selama tiga bulan, maka saya sarankan bila anda akan mengajukan bulan April, pastikan data jumlah transaksi pada rekening anda Januari - Maret telah mencerminkan omzet/pendapatan. Jangan ragu untuk lebih mengaktifkan mobilitas transaksi di rekening anda

7. Pilih bank dengan total servis terbaik: tingkat suku bunga yang tidak mahal (dalam satu periode, masing masing bank memiliki tingkat suku bunga kredit sendiri), bunga efektif, jenis kredit yang ditawarkan lengkap (ada bank yang hanya melayani KPR, dll) sehingga anda bisa mendapatkan kredit
yang sesuai dengan kebutuhan, biaya biaya yang terkait dengan kredit yang paling bersaing (perhatikan iklan dari bank: misal bebas biaya notaris, suku bunga paling rendah, dsb, gunakan kesempatan tersebut), pilih bank yang menjanjikan proses pengajuan kredit tidak lama (waktu yang umum biasanya maksimal dua mingguan), pilih bank yang mendapat rekomendasi bagus dari teman/partner atau relative lain terutama terkait dengan customer maintenance/relationship, pilih bank yang teknologinya cukup canggih sehingga memudahkan anda untuk bertransaksi apa saja terkait dengan bank tersebut (bayar angsuran lewat mobile banking/otodebet, dll).

8. Ada baiknya anda mencari rekomendasi dari debitur yang telah lebih lama berhubungan baik dengan bank tersebut. Bank umumnya akan melakukan trade checking, baik itu dengan perusahaan tempat anda bekerja (untuk karyawan), dengan supplier/pesaing/pelanggan (untuk profesional dan pengusaha). Info trade checking yang kurang baik bisa langsung menurunkan penilaian bank terhadap anda.

9. Gunakan fasilitas kredit sesuai dengan tujuan awal. Seringkali terjadi kemacetan kredit akibat terjadinya kesalahan pemakaian. Misalnya kredit modal kerja digunakan untuk membangun rumah, akibatnya modal kerja anda tidak bertambah, sementara dengan adanya kredit berarti anda seharusnya meningkatkan keuntungan untuk membayar kewajiban kredit, sehingga akhirnya anda tidak mampu membayar pada bank.

10. Terlepas dari semua itu, perhitungkan baik baik oleh anda bahwa dengan pemberian kredit ini akan membantu anda, bukannya justru menyulitkan anda di kemudian hari (lihat contoh perhitungan bunga). Satu hal yang harus diperhitungkan: ambil payback ability anda terkecil untuk dijadikan acuan pengajuan besarnya kredit. Satu pesan saya, dalam perjanjian kredit hampir 99.9%, posisi bank sangat terlindungi oleh hukum terkait. Sehingga bila terjadi masalah kredit, umumnya di pengadilan bank biasanya akan selalu menang. Oleh karena itu, jangan ambil kredit bank kalau anda ragu dengan
kemampuan payback anda. Jangan karena tergiur besarnya uang yang diterima di awal yang cukup besar, tapi pikirkan nanti setiap bulannya anda harus membayar kewajiban pada bank.

Semoga bermanfaat bagi yang membutuhkan.

BERCINTA SETIAP HARI

Jika saya sudah memilih menjadi pengusaha, dan saya memang betul-betul punya passion di situ, apa yang harus saya lakukan jika suatu suatu ketika saya patah semangat?� tanya salah satu peserta pada sebuah talkshow bertema “Entrepreneur vs. Public Relations� di STIKOM London School of Public Relations di Jakarta, Kamis 25 Juli 2009. Talkshowini menjadi menarik bagi mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi tersebut karena bukan hanya membahas bagaimana posisi enterpreneur terhadap Public Relations dan sebaliknya, namun juga mengupas masa depan mereka kelak, apakah lebih memilih menjadi pengusaha atau praktisi PR.

Buat saya, pertanyaan itu mengandung kontradiksi. Jika sudah memiliki hasrat menggebu-nggebu alias passion, semestinya tidak akan pernah patah semangat. “Orang yang memiliki passion terhadap sesuatu itu ibarat bercinta setiap hari,� jawab saya yang saat itu menjadi salah satu pembicara, bersama narasumber lain termasuk Donny Pramono, founder dan CEO Sour Sally, merek yogurt yang lagi naik daun saat ini. “Orang yang punya passion tidak akan ada waktu untuk patah semangat karena setiap hari selalu bercinta dengan apapun yang ia hasrati,� lanjut saya. Bahkan jika tidak bergelut dengan yang dihasrati, ia akan “sakit kepala�.

Saya mencontohkan diri saya sendiri. Begitu membangun Virtual Consultingawal Januari 2003 lalu, nyaris tidak pernah patah semangat, bosan, jenuh atau patah arang terhadap apa yang saya jalani. Bahkan di saat-saat sulit pun, tatkala perusahaan menghadapi tantangan berat di tengah jalan, semangat untuk membangunn bisnis di bidang Internet ini nyaris tak pernah pudar.

Saya betul-betul merasa jatuh cinta dengan perusahaan yang saya bangun ini. Saya merasa “bercinta� setiap saat, baik di saat perusahaan dalam posisi bagus maupun kurang bagus. Saya jadi ingat moto Maylaffayza, pemain biola yang sudah menelorkan dua album. “I play my violin like I make love,�katanya. Ia menggesek biolanya sedemikian menghayatinya sehingga serasa sedang bercinta. Kini wanita cantik itu menjadi salah satu ikon violis di Indonesia.

Mereka yang punya passion akan jauh dari bosan, jenuh, atau patah semangat.� Punya passion itu, ibaratnya, punya hasrat bercinta yang tak pernah padam, alias keranjingan bercinta,� kata saya lagi. Atau, kalau pun sempat patah semangat, itu hanya sesaat, dan dengan mudahnya pulih seketika.

Maka menjawab pertanyaan peserta tadi, saya mengatakan: “Jika kita mengaku punya passion, namun masih ada kesempatan untuk patah semangat, maka ada kemungkinan yang kita sebut sebagai passion itu sesungguhnya bukan passion kita.� Bisa jadi kita punya passion yang lain.

Namun memang tidak mudah menemukan passion kita dan menjaga api semangat terus menyala. Kenyataan hidup sering memaksa nyala semangat kita meredup. Nah jika itu yang terjadi, dekat-dekatlah dengan mereka yang memiliki nyala semangat tinggi. Jangan terpuruk dalam kesendirian, karena nyala yang tinggal sedikit itu bisa padam. Mendekatlah kepada mereka yang bernyala terang agar lilin semangat kita hidup semakin terang. Semangat dan passion orang akan menyebar ke mereka yang berada di dekatnya.

Itu sebabnya, dalam perjalanan membangun usaha, saya seringkali mendekat kepada mereka yang jauh lebih sukses baik secara fisik (bertemu muka, mendengarkan langsung, berdiskusi) atau secara tidak langsung dengan membaca kisah-kisah mereka, mendengarkan melalui media tv dan radio. Saya serap semangat mereka sebanyak mungkin sehingga nyala api semangat saya pun tak pernah memudar.

Selamat menemukan passion anda dan berharap anda bisa bercinta setiap hari.

Tamatan SD Lebih Bisa Jadi Wirausaha Dibanding Sarjana

Oleh : Wahyu


Jakarta - Kementerian Pendidikan Nasional mencatat tren penciptaan lapangan kerja oleh para lulusan sekolah dasar (SD) lebih tinggi dari pada lulusan perguruan tinggi dan SLTA. Padahal lulusan pendidikan tinggi justru diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja dan menarik kesempatan kerja bagi orang lain.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal dalam acara Temu Nasional Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (10/2/2010).

"Ternyata anak-anak tamatan SD lebih mampu memberikan pekerjaan bagi orang lain," katanya.

Hal ini sungguh ironis, menurutnya semakin tinggi pendidikan seseorang seharusnya bisa mampu menciptakan pekerjaan dan membawa orang lain untuk bekerja.

"Kemana larinya lulusan perguruan tinggi kita? Kebanyakan menjadi guru dan karyawan," katanya.

Ia menyatakan pengangguran di tingkat lulusan SLTA/SMK saat ini mencapai 25 juta orang, untuk tingkat lulusan diploma mencapai 3 juta orang dan lulusan sarjana mencapai 3,8 juta orang. Sedangkan untuk lulusan SD justru lebih fleksibel dengan bisa menciptakan pekerjaan atau paling tidak menganggur dengan bekerja di sektor informal.

"Tingkat pengangguran di SMK dan SMA cukup besar,walaupun tahun 2009 turun, kecuali yang SMA. Yang menakutkan justru pengangguran di tingkat pendidikan tinggi," ucapnya.

Menurutnya penciptaan kewirausahaan menjadi solusi bagi para lulusan pergurun tinggi atau SLTA yang masih mengganggur. Diharapkan dengan demikian rasio kewirausahaan Indonesia yang saat ini masih 0,8% dari jumlah penduduk bisa terus meningkat.

"Ke depannya yang saat ini 0,8% paling tidak bisa naik menjadi 2%, hingga menjadi 5%," katanya.

Saturday, February 06, 2010

Mata Merah Pada Saat di Foto

Pada saat kita memotret teman atau siapapun di malam hari, biasanya tidak lupa digunakan lampu kilat. Lalu ketika hasil foto diperiksa, sering tampak mata yang seperti berpendar merah. Tidak alamiah, bahkan cenderung menakutkan. Bagaimana sampai bisa terjadi ?

Fundus
Pada hewan jenis harimau dan kucing, memang ada lapisan pemantul pada mata sehingga dalam keadaan gelap mata terlihat mencorong berwarna. Lapisan itu tidak ada pada manusia, tetapi terjadi peristiwa yang mirip, menjadikan mata tampak merah (disebut red-eye effect).

Pertama-tama ini karena suasana sekitar yang redup atau gelap sehingga perlu lampu kilat untuk memotret. Padahal kegelapan mempengaruhi pupil mata, yang menjadi jendela penakar porsi cahaya. Jika terdapat cahaya terlalu banyak, pupil akan menyempit supaya mata tidak merasa silau. Di pihak lain jika gelap suasana, cahaya perlu diloloskan banyak-banyak dan pupilpun membuka besar.

Nah, ketika cahaya lampu kilat tiba-tiba menyergap, mata belum sempat bereaksi sehingga seluruh cahaya langsung saja menerobos pupil yang sedang lebar. Sementara itu pada manusia, retina (bagian mata yang peka terhadap cahaya) terpasang pada jaringan fundus yang dipenuhi oleh pembuluh darah. Ketika sorot cahaya cemerlang itu datang, lensa mata memusatkannya pada retina, menerangi dengan kuat jaringan pembuluh darah. Akibatnya warna merah dari darah terkirimkan balik sepanjang jalur yang sama, melewati lensa untuk kembali menuju sumber cahaya yang terang tadi.

Kamera saku
Itu sebabnya citra mata merah sering terjadi pada kamera saku (compact camera) yang lampu kilatnya terpasang dekat dengan lensa penangkap citra. Soalnya cahaya yang balik ke arah sumber cahaya semula, mudah sekali melimpah pada lensa kamera menghasilkan foto yang tidak bagus itu.

Dari pemahaman di atas, beberapa cara dapat dipikirkan untuk mengurangi efek mata merah, misalnya:
 Sebelum lampu kilat menyala, dikirimkan cahaya pendahulu. Kesan terang oleh pendahulu ini akan menyuruh pupil untuk mengecil, sehingga ketika kilatan sebenarnya datang, berkuranglah cahaya yang bisa keluar masuk mata. Akal ini dilaksanakan oleh kamera yang dilengkapi fasilitas anti red-eye.
 Seandainya kamera tidak memiliki fasilitas tersebut, jangan kuatir. Sesaat sebelum pemotretan, persilakan mereka yang akan dipotret melihat lampu yang terang. Sinar lampu berfungsi sebagai cahaya pendahulu. Empat lima detik cukuplah, persilakan mereka kembali bergaya siap difoto.
 Karena efek merah terutama terjadi pada mata yang menatap lensa kamera, dapat juga mereka diminta untuk tidak melihat kamera tetapi memandang misalnya tiang atau bunga atau apapun yang agak jauh di sebelah kamera.
 Untuk jenis lampu kilat yang dapat dipisahkan dari kamera, lepaskan dan jauhkan posisinya dari lensa kamera. Lebih baik lagi jika cahayanya dibuat difus, misalnya diarahkan ke langit-langit yang putih.
 Akhirnya bagi peminat pekerjaan komputer, tersedia beberapa perangkat lunak untuk menghilangkan efek mata merah sesudah foto digital dihasilkan.

Mudah-mudahan hasil yang diperoleh tidak lagi menampilkan mata merah menyeramkan. ***