Friday, May 26, 2006

RAIHLAH IMPIAN ANDA





Semua orang tua sepertinya pasti pernah menanyakan apa cita-cita atau impian anaknya. Saat anak tersebut menjawab ingin menjadi orang besar, seperti dokter, astronot, orang kaya, dan lain lain, orang tua mereka mengelus-ngelus dada, merasa tenang dan senang anaknya memiliki impian yang baik.

Pengelola rubrik:
Aribowo Prijosaksono, Roy Sembel, dan Tim ManDiri

Aribowo Prijosaksono (email:aribowo_ps@hotmail.com) dan Roy Sembel (http://www.roy-sembel.com) adalah co-founder dan direktur The Indonesia Learning Institute – INLINE (http://www.inline.or.id), sebuah lembaga pembelajaran untuk para eksekutif dan profesional.


Oleh Hans Wahyudin


Hampir semua orang tua bertekad untuk membimbing, menjaga, membekali anak-anak mereka agar menjadi orang yang sukses, tapi berapa banyak dari mereka yang benar-benar membimbing, membekali putra-putri mereka agar impian mereka tercapai. Kemungkin besar yang terpikirkan adalah hanya membekali mereka dengan hal-hal duniawi seperti sejumlah uang, mobil, dan segala sesuatu yang bisa dijadikan modal untuk mereka.
Penanaman dan pengembangan nilai-nilai baik yang diperlukan untuk mencapai sukses jauh lebih penting dari kekayaan duniawi. Memang benar diperlukan uang, modal dan segala kekayaan duniawi untuk mencapai impian. Namun sudah banyak orang yang mulai dari nol besar hingga menjadi orang besar. Sebut saja Bill Gates, Robert T. Kiyosaki, dan masih banyak contoh lainnya. Nilai-nilai baik dalam diri merekalah yang mampu memberikan kekuatan, ketabahan dalam mengejar impian mereka. Hanya memiliki kekayaan duniawi tanpa memiliki kekayaan nilai-nilai baik dalam diri pada akhirnya akan berakhir juga dengan kegagalan.
Ada tiga macam hal utama yang perlu ditanamkan untuk mencapai impian. Pertama pikiran yang membangun, persiapan dan kebiasaan yang membangun, tindakan yang membangun. Tiga hal ini pada intinya hanya memiliki satu tujuan yaitu mempersiapkan dan mengembangkan diri Anda untuk mencapai impian.

Pikiran yang Membangun
Pikiran merupakan rahmat terbesar yang diberikan Tuhan kepada manusia. Manusia dapat menjadi apapun seperti yang mereka pikirkan, pikiran jugalah yang mampu membuat manusia menjadi co-creator —pendamping Tuhan dalam mencipta sesuatu di dunia ini.
Segala imajinasi, khayalan, impian yang ingin dicapai dan segala sesuatu yang ada dalam pikiran merupakan awal pembentukan ujud utuh seorang manusia. Seseorang yang dalam pikirannya hanya ingin menjadi orang biasa, jadilah mereka orang biasa. Berbeda halnya dengan orang yang memiliki keinginan untuk menjadi besar dan berhasil, mereka lebih termotivasi dalam hidup untuk mencapai impiannya dan tak heran mereka siap bekerja keras sampai berhasil menggapainya.
Ada tiga hal yang benar-benar perlu ditanamkan dalam pikiran untuk menggapai suatu impian:
1. memiliki misi dan visi dalam hidup
2. memiliki impian yang besar
3. keinginan untuk terus berkembang dan menjadi lebih baik

Misi merupakan keinginan seorang manusia untuk menggapai suatu tujuan dalam hidupnya sedang visi adalah pandangan hidup seseorang. Misi menyerupai impian yang ingin dicapai namun cenderung lebih besar dan universal.
Misi, visi dan impian merupakan sumber motivasi seseorang dalam hidup ini. Semakin besar misi dan impian seseorang, semakin besar motivasi yang ada dalam dirinya. Motivasi turut andil dalam memberikan energi dalam tubuh sehingga tidak heran mereka yang senantiasa termotivasi terkesan memiliki energi lebih banyak dari orang-orang biasanya. Bayangkan saja ada orang yang bisa hidup dengan tidur rata-rata selama tiga jam saja dalam hidupnya. Motivasi yang besar dalam diri manusia membuat badan dan pikiran senantiasa dalam keadaan bugar. Mereka tidak merasa lelah walaupun bekerja dalam waktu yang lama. Setahap demi setahap mereka bekerja sampai impian mereka sampai tercapai.
Keinginan untuk terus berkembang dan menjadi lebih baik juga memberikan andil dalam memberikan motivasi dalam mencapai impian. Saat menghadapi kegagalan, mereka malah termotivasi untuk memperbaiki diri, berkembang dan tidak menyerah pada keadaan. Mereka percaya adanya harapan untuk menjadi lebih baik. Kepercayaan ini memberikan energi yang sangat besar dalam hidup untuk mencoba dan mencoba lagi sampai berhasil. Thomas Alva Edison membutuhkan 5.000 kali percobaan dalam usahanya menemukan lampu bohlam. Ia tidak berhenti dalam usahanya sampai berhasil.
Orang-orang yang tidak memiliki misi, visi, dan impian dalam hidup sering bersembunyi di belakang kata ”nasib”. Kalimat yang sering mereka ucapkan dan yang menurut saya merupakan kalimat yang paling merusak manusia: ”Kemana nasib mengantar saya, ke situlah saya akan melangkah”. Mereka benar-benar berpikir mereka pasti akan menjadi seseorang seperti yang telah ditentukan oleh nasib. Bayangkan betapa merusaknya kalimat ini. Padahal fakta yang sebenarnya adalah seseorang akan menjadi seperti apa yang mereka bentuk.
Hal lain yang perlu dihindarkan dalam pikiran adalah sikap kita yang terlalu takut untuk bermimpi dan menghayal menjadi besar. Rata-rata orang berpikir mereka bukanlah orang yang terpilih untuk menjadi besar, hanya orang-orang pilihan saja yang dapat menjadi besar, dan yang jelas itu bukan diri mereka. Akibatnya mereka dihancurkan oleh pikiran mereka sendiri. Malah mungkin bisa terjadi hal yang terparah yaitu mereka hanya menjalani hari demi hari dari hidup mereka saja, mereka tidak pernah mengejar dan berusaha untuk menggapai impian mereka.
Yang seharusnya terjadi pada pikiran orang yang ingin mencapai impian adalah mereka harus berpikir bahwa mereka adalah orang yang spesial dan terpilih untuk menjadi orang besar dalam hidup ini. Hal ini akan memberikan motivasi yang besar dalam hidup ini Mereka tidak melihat apa yang mereka miliki saat ini, tapi mereka melihat apa yang nantinya akan mereka capai. Mereka percaya bahwa mereka pasti berhasil menggapainya.
Anggaplah memang kita tidak ditakdirkan untuk menjadi seseorang yang besar, seperti ayam tidak akan pernah menjadi seekor rajawali. Tapi dengan memiliki motivasi dalam hidup, hidup akan terasa lebih mengasyikan, lebih indah dan luar-biasa. Hidup lebih berarti. Mana yang Anda pilih?

Persiapan dan Kebiasaan yang Membangun
Untuk mencapai impian kita memerlukan persiapan dan kebiasaan-kebiasaan baik yang dapat membantu kita, mempercepat tercapainya impian kita. Seperti layaknya ada Tactical-Project dalam sebuah perusahaan, persiapan dan kebiasaan yang membangun berfungsi sebagai sarana untuk membantu kita dalam mencapai suatu tujuan.
Persiapan dan kebiasaan yang membangun dapat disebutkan antara lain:
1. menetapkan goal dalam hidup
2. membuat rencana (Blue-Print)
3. menciptakan keseimbangan hidup yang optimal.

”Goal”
Menetapkan goal dalam hidup sangat penting untuk memberikan arah kita berjalan selangkah demi selangkah mendekati impian kita. Banyak orang tidak pernah menetapkan tujuan bahkan lebih banyak lagi yang tidak tahu tujuan mereka. Akibatnya mereka seperti mereka-reka hidup dan terjadilah orang yang berlindung di balik kata nasib. Dengan adanya goal dalam hidup, seseorang memiliki acuan mau ke mana ia akan berjalan sehingga ia tahu persis apa yang harus ia lakukan.
Survei menunjukkan ada tiga jenis orang berkenaan dengan penetapan tujuan:
1. Golongan orang yang tidak pernah memikirkan goal
2. Orang yang memikirkan goal tapi tidak pernah menuliskannya
3. Orang yang memikirkan goal dan pernah menuliskannya

Golongan pertama terdiri dari orang-orang yang hidupnya tidak sejahtera seperti gelandangan, penjahat, golongan ekonomi bawah, dan lain-lain. Golongan kedua merupakan golongan orang yang hidupnya menengah tidak di bawah dan juga tidak di puncak kehidupan. Golongan ketiga, golongan yang jumlahnya hanya sedikit, orang-orang yang berada dalam puncak kehidupan, mereka yang berhasil mewujudkan impian mereka.
Apa yang ingin saya tekankan adalah orang pada umumnya tidak pernah tahu betapa pentingnya menetapkan tujuan hidup, mereka tidak pernah diajarkan dari kecil untuk berusaha mencari dan menetapkan tujuan hidup. Orang yang tidak memiliki tujuan hidup bagai orang berjalan dalam terowongan gelap yang tidak memiliki penerangan, saat ada lubang dia akan jatuh, saat ada batu di depannya akan ia tabrak juga, ia tidak bisa menghindari halangan di depannya dan yang terpenting ia tidak tahu akan berjalan ke mana.
Memang sulit sekali menetapkan tujuan hidup, bahkan ada orang yang sudah 45 tahun baru menemukan tujuan hidup yang sebenarnya.Tidak masalah berapa kali kita mengubah tujuan hidup, yang terpenting adalah setiap saat Anda mempunyai tujuan hidup yang ingin dicapai. Setidaknya Anda tahu ke mana akan berjalan.
Setelah menetapkan goal, kita perlu membuat rencana atau strategi untuk mewujudkan goal tersebut. Menetapkan goal dan membuat rencana sama seperti menggunakan peta dalam mencari suatu jalan yang belum diketahui. Walau sudah menggunakan peta, tidak berarti kita selalu bisa langsung mencapai tempat yang dicari, mungkin kita masih perlu bertanya untuk mencari jalan yang dicari. Namun keberadaan peta sangat membantu untuk menetapkan ancang-ancang ke mana kira-kira arah yang tepat yang mendekati tujuan kita.

Keseimbangan Hidup yang Optimal
Dalam usaha mencapai impian diperlukan keseimbangan hidup yang optimal sehari-hari. Kita harus tetap fit setiap saat, baik fisik maupun pikiran. Fisik yang tidak prima sangat mengganggu dalam menjalankan aktivitas sedangkan pikiran yang kusut tidak mungkin dapat mendukung kita dalam bekerja secara optimal. Jelas fisik dan pikiran yang prima benar-benar dibutuhkan. Hal lain juga merupakan hal yang penting adalah membuat rencana dan berpikir. Arti keseimbangan di sini adalah keseimbangan antara kerja keras dan istirahat, antara kehidupan karier atau bisnis dengan kehidupan pribadi, relasi dengan pasangan, sahabat atau sesama dan kehidupan spiritual yaitu relasi dengan Tuhan.

”Action”
Pikiran yang membangun, kebiasaan yang membangun merupakan persiapan dari perjalanan menuju sukses. Banyak hal yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan dan sepertinya tidak akan pernah selesai jika disebutkan satu per satu. Namun saya merumuskan lima langkah yang harus dimiliki semua orang yang ingin mencapai tujuan:
1. Start Now –Don’t Wait
2. Life time improvement & learn from mistakes
3. Dynamic and flexible
4. Evaluate and think
5. Never Give Up

”Start Now – Don’t Wait”
Kesalahan fatal yang benar-benar perlu dihindari adalah menunggu. Sering terjadi orang terlalu lama memikirkan sesuatu dan kehabisan tenaga tepat saat mereka ingin memulai. Segera jalankan hal-hal yang menurut Anda perlu dilakukan untuk mencapai tujuan. Jangan terlalu banyak menghabiskan tenaga untuk memikirkan bagaimana menjalankan sesuatu. Semakin dipikirkan, semakin terasa sulit untuk menjalankan suatu rencana. Lakukan segera. Saat Anda mulai benar-benar melakukannya, Anda sudah selangkah lagi lebih maju mendekati pintu kesuksesan.
Terapkan cara action and modified, lakukan sekarang, jika ditemukan kesalahan, lakukan modifikasi cari jalan pemecahannya dan terus lakukan action and modified.

”Life Time Improvement”
Banyak orang anti jika mereka disuruh belajar lagi. Sikap antibelajar ini terutama disebabkan oleh kebiasaan belajar saat masih dibangku sekolah. Hampir semua murid-murid belajar karena terpaksa. Akibatnya antipati untuk belajar tertanam sangat dalam di pikiran mereka. Selesai studi S1, mereka merasa merdeka dari kungkungan keharusan membaca buku. Ironisnya, mereka merasa bebas dari kungkungan, padahal sebenarnya pikiran merekalah yang terkungkung, bahwa belajar itu hal yang menyusahkan.
Pernahkah Anda memperhatikan anak kecil yang baru mulai belajar? Semua hal yang belum pernah dilihat, akan dipegang, digigit, dan terkadang mereka tertawa sesudahnya. Ia merasa senang walaupun saat itu sebenarnya ia sedang belajar hal baru. Mengapa dia tidak merasa susah? Rasa ketertarikan dirinya kepada objek itulah, yang membuat Ia merasa senang walaupun saat belajar. Seharusnya pola inilah yang menjadi pola pengajaran di sekolah-sekolah. Bangun ketertarikan murid-murid terlebih dahulu terhadap pelajaran, selanjutnya mereka sendiri yang akan aktif mengejar pelajaran itu. Bangunlah rasa ketertarikan Anda kepada setiap hal yang berguna, maka Anda akan dengan senang hati mempelajarinya, tidak perlu lagi Anda memaksakan diri untuk belajar, passion Anda yang akan menggerakkan diri Anda untuk mempelajari sesuatu.
Belajar dari kesalahan juga merupakan satu proses lifetime improvement yang sangat baik. Setiap terjadi kesalahan pikirkan apa yang salah dan apa yang seharusnya dilakukan. Dengan demikian kita bisa terhindar dari kesalahan yang sama dan yang terpenting kita dapat lebih cepat menguasai hal baru.
Lifetime Improvement bukan saja terbatas kepada bertambahnya ilmu, pengetahuan dan kemampuan secara teknikal saja. Intrapersonal dan interpersonal juga sangat perlu dikembangkan secara kontinu untuk mengembangkan diri secara maksimal. Kemampuan mengatur diri Anda sendiri dan berhubungan dengan orang lain dapat membantu usaha Anda dalam mengembangkan diri. Dengan bertambahnya kemampuan analitis, intrapersonal dan interpersonal tentunya akan lebih memudahkan kita mencapai impian.

”Dynamic and Flexible”
Setiap pelaksanaan rencana tidak setiap kali akan berjalan sesuai dengan yang kita inginkan. Untuk itu sangat diperlukan kesiapan untuk berpikir dan bertindak secara dinamis dan fleksibel terhadap setiap perubahan yang terjadi.
Saat badai datang, pohon-pohon yang memiliki batang besar mungkin akan tumbang karena mereka tidak bisa menahan beban yang diterima tetapi bambu hutan tidak tumbang karena bambu memiliki batang yang lentur, fleksibel untuk bergerak ke segala arah. Sama halnya dengan kita, sifat dinamis dan fleksibel membuat seseorang lebih tahan dalam menghadapi perubahan dan masalah yang datang.
Sejarah evolusi pun mengatakan hal yang sama, hanya makhluk hidup yang bisa beradaptasi dengan baik, yang mampu bertahan hidup. Sama halnya dengan usaha kita mencapai kesuksesan, mungkin ada lebih dari satu cara untuk mewujudkan impian kita. Untuk itu hendaknya kita siap untuk berpikir secara dinamis dan fleksibel dalam usaha kita mencapai kesuksesan.

”Evaluate and Think”
Evaluasi setiap rencana yang kita buat perlu dilakukan secara periodik. Kebiasaan kita untuk mengevaluasi rencana dan pelaksanaan yang dilakukan, memastikan kita berjalan setahap demi setahap menuju goal. Saat kita merasa apa yang direncanakan tidak berjalan dengan baik, segera berpikir untuk mencari jalan untuk memecahkan masalah. Jangan biarkan masalah tidak terpecahkan, segera identifikasi masalah, rumuskan dan cari jalan keluarnya.

”Never Give Up”
Kesuksesan seseorang merupakan gambaran dari kekuatannya yang tidak kenal lelah untuk terus mencoba dan mencoba. Tidak ada kesuksesan besar yang tidak luput dari kegagalan. Justru kesuksesan berawal dari kegagalan, diiringi oleh kegagalan menuju kesuksesan. Kegagalan membuat seseorang lebih baik dari sebelumnya.
Kegagalan dapat setiap saat menghampiri kita. Mengubah cara pandang bahwa kegagalan sebagai salah satu komponen yang diperlukan menuju sukses, akan membuat kita lebih tegar dalam menghadapi kegagalan. Kesiapan diri untuk menghadapi kegagalan merupakan kekuatan besar dalam perjalanan panjang kita menggapai impian.
Uraian pikiran, kebiasaan, action yang membangun yang telah dijabarkan di atas hanya akan menjadi teori yang tidak berguna, jika hanya dibaca saja dan tidak pernah dijalankan sama sekali. Dalam satu kelas semua murid belajar teori yang sama, dan diajarkan oleh guru yang sama, tapi mengapa ada murid yang mendapat nilai bagus dan ada yang jelek?
Perbedaan mereka terletak pada bagaimana seorang murid untuk memahami dan mencoba menerapkannya. Sama halnya dengan teori yang telah saya jabarkan, Anda harus menjalankannya terlebih dahulu baru bisa merasakan manfaatnya. N

Copyright © Sinar Harapan 2002

SEJARAH TAHU SUMEDANG (BUNGKENG)

Idenya dari Tiongkok BAGI orang yang suka cerita sejarah, asal-usul sesuatu yang sudah menjadibesar, seperti tahu sumedang, menjadi amat penting. Tapi sayangnya, OngKino, pencetus gagasan yang sekaligus pembuat tahu pertama di Sumedang padatahun 1917, pulang kampung ke Hokian, daratan Tiongkok (Cina) dan meninggaldi sana.Keberadaan makam Ong Kino di Cina menyulitkan kalangan pedagang tahusumedang yang ingin berziarah. "Kuburannya masih ada. Kadang-kadang masihdiziarahi keluarganya," kata Ong Yu Kim alias Ukim (64), cucu Ong Kino yangsekarang meneruskan usaha pembuatan tahu di Jalan 11 April Nomor 53,Sumedang.Ong Kino adalah perantau asal Tiongkok yang ulet, tabah menghadapi kerasnyamencari mata pencarian di tanah Sunda, persisnya di Sumedang, Jawa Barat.Tapi, setelah lelah merantau, ia pulang kampung mendekati makam orangtuanya.Ukim yang ditemui Kompas, awal Agustus lalu, menceritakan kembali tentangOng Kino yang ia tangkap dari cerita-cerita keluarganya. Ketika Ong Kinodatang, Kota Sumedang masih sepi. Belum ada mobil, rumah-rumah masihberbentuk panggung. Kota Sumedang belum terbangun seperti sekarang ini.Kedatangan Ong Kino ke Indonesia bermotif mencari nafkah. "Saat itu kakekberjualan keripik aci yang terbuat dari singkong di pinggir jalan. Lalutahun 1917, mulai membuat tahu," kata Ukim. Kedelai, sebagai bahan pokoktahu, saat itu dijatah oleh Jepang yang saat itu berkuasa di negeri ini.Pembuatan tahu ketika itu masih dilakukan secara tradisional. Kedelaidigiling dengan penggilingan batu yang digerakkan dengan tenaga manusia.Beda dengan penggilingan kedelai sekarang yang serba elektrik.Oleh karena alat produksi masih tradisional, jumlah produksinya sedikit."Sekadar untuk menyambung bisa makan sehari-hari," katanya. Waktu itu tempatpembuatannya di rumah yang sekarang terletak di Jalan 11 April Nomor 53,Sumedang. Jalan ini dulu bernama Jalan Tegal Kalong, Kelurahan Kota Kaler.Tahu hasil produksi Ong Kino saat itu dijual keliling dengan caramengasongkan. Tapi, tidak di terminal bus dan angkutan kota sepertisekarang. Ketika itu mobil belum ada. Baru ketika tahun 1955, angkutan umummulai ada.Penjualan tahu secara asongan di terminal bus atau oplet mulai dilakukan.Ketika usaha pembuatan tahu mulai membesar dan Ong Kino sudah merasa lelah,anaknya yang bernama Ong Bung Keng (1901-1993) diserahi mengelola pabriktahunya.Di tangan Ong Bung Keng, usaha tahu pun berkembang dan berhasilmempertahankan kekhasan tahu produknya yang diberi label tahu Bungkeng(mengambil nama Ong Bung Keng). Nama tahu bungkeng saat itu sudah mulaidikenal.ZAMAN mulai berubah. Kota Sumedang mulai ramai, ada mobil berseliweransehingga memungkinkan untuk mengembangkan usaha tahu. Ketika zaman memasukirezim Orde Baru, tahu semakin laris. Pasalnya, pemerintah Orde Baru ketikaitu menggalakkan tahu dan tempe sebagai makanan rakyat.Pada tahun 1970 hingga 1980, perkembangan bisnis tahu cukup menonjol. Usahapembuatan tahu yang dikelola Ong Bung Keng pun menunjukkan peningkatan.Semula pada tahun 1950-an, pembuatan tahu bungkeng menghabiskan 16 hingga 20kg kedelai per hari, meningkat menjadi sekitar 50 kg hingga 60 kg per hari(pada tahun 1970-1980)."Banyak orang yang mengambil tahu dari rumah ini dan menjualnya," tuturnya.Waktu itu, kemampuan pembuatan mencapai 2.000 hingga 3.000 potong. Usaha OngBung Keng mengalami zaman keemasan pada tahun 1992. Pada tahun menjelangkematian Ong Bung Keng hingga 1995, pabrik tahunya per hari menghabiskan 100kg kedelai dan menghasilkan tahu sekitar 7.000 potong per hari.Pada tahun 1996, pabrik tahu bungkeng yang beralih ke tangan anak Ong BungKeng, Ukim, mulai melorot. "Penurunannya mencapai 30 persen," kata Ukim.Penurunan ini bukan akibat kemerosotan kualitas tahu, tapi karena banyaksaingan. Pabrik-pabrik tahu lain bermunculan. Dan, ketika itu ekonomiIndonesia sudah mulai menunjukkan gejala tidak stabil.Sekarang perusahaan tahu yang pernah dikelola sang perintis itu tinggalmemproduksi tahu antara 4.500 hingga 5.000 potong. Semua produksinya dijualmelalui empat outlet-nya, termasuk satu outlet di depan pabrik tahunnya.Tiga lainnya didirikan konsumen dan pelanggan yang biasa datang denganmenggunakan mobil. "Kalau kami tetap menjual tahu di Jalan 11 April ini,akan sepi pembeli. Mobil tidak bisa langsung belok kemari, harus memutarkarena ada rambu-rambu larangan," tutur Ukim.Sekarang Ukim dan anaknya harus menghadapi saingan perusahaan tahu lainnyayang juga sama-sama mendirikan outlet dan warung-warung kecil untukpenjualan tahu. Pembuat tahu di perusahaan lain itu, sebagiannya, dulukaryawan pabrik tahu bungkeng. Sekarang tahu sudah berkembang di seluruhSumedang dan sekitarnya. Tahu telah menjadi identitas Sumedang.Ukim yang hingga sekarang bertahan dalam usaha tahu, mengaku bukan karenapesan kakeknya semata, tapi juga untuk nafkah sehari-hari. Ia merasa sayangbila usaha kakeknya tidak diteruskan. "Tahu bungkeng sudah terkenal,"tuturnya.Dengan ketenaran Bungkeng, Ukim memasang papan nama di depan tempat usahanyadi Jalan 11 April yang berbunyi "Tahu Bungkeng, Perintis Tahu Sumedang Sejak1917". Kepeloporan Bungkeng dalam dunia pertahuan, membedakan tahu-tahusumedang lainnya.Pada awal-awal tahun, Ong Kino merintis membuat tahu, sejumlah pemimpinSumedang sudah menaruh perhatian terhadap usaha Ong Kino. Mereka, termasukBupati Sumedang, saat itu sudah meramalkan usaha Ong Kino akan maju.Dan, benar apa yang diperbuat Ong Kino berkembang, dan ternyata menjadicikal-bakal tahu sumedang yang sekarang terkenal. Ong Kino telah meletakkandasar-dasar berwiraswasta bagi masyarakat Sumedang.Ia memberi contoh dalam membuat tahu yang baik. Setelah itu, Ong Kinokembali ke negerinya dan menutup lembaran sejarah hidup. (nas)

Tuesday, May 16, 2006

CARA MEMBUAT BATAGOR


Batagor (Bakso Tahu Goreng)


Bahan:5 buah tahu putih ukuran 8x8x3 cm100 g udang kupas, cincang halus50 g daging ayam, cincang halus1 butir telur ayam, kocok3 sdm tepung kanji½ sdt merica bubuk1 sdt garam1 sdt minyak wijen2 batang daun bawang, iris halusminyak untuk menggorengLapisan, aduk rata:1 butir telur ayam, kocok50 g tepung terigu100 ml airSambal Cuka:100 ml air matang1 sdt cuka masakHaluskan:2 sdm kacang tanah, goreng2 buah cabai merah goreng2 siung bawang putih1 sdt gula pasir1 sdt garam
Recipe
Cara membuat:Belah dua tahu hingga membentuk segitiga atau potong membujur menjadi 3 bagian.Keruk bagian tengah tahu hingga berlubang atau cekung.Haluskan tahu dari bagian tengahnya. Campur dengan daging ayam, udang, dan bahan lainnya hingga rata.Isi bagian lubang tahu dengan adonan tahu hingga tertutup kembali.Kukus dalam dandang panas selama 20 menit hingga matang. Angkat.Celupkan dalam adonan Lapisan.Goreng dalam minyak panas dan banyak di atas api sedang hingga kuning kecokelatan dan kering. Sajikan hangat dengan sambal cuka.Sambal Cuka: Cmapur air dan cuka bersama bumbu halus hingga rata.Untuk 10 buah


Batagor Bahan: 2 buah tahu putih air, belah 8 125 gr udang kupas, cincang 175 gr ikan tenggiri, cincang 1 btr telur 50 gr tepung sagu 2 siung bawang putih, haluskan 1 btg daun bawang, iris halus 1 sdt garam Adonan tepung: 150 gr tepung terigu 50 gr tepung beras 1 btr telur 350 ml air 1/2 sdt garam halus Sambal kacang: 250 gr kacang tanah, haluskan 6 buah cabai merah, haluskan 1/2 sdt garam 2 sdm gula pasir 3 sdm air jeruk limau 450 ml air Pelengkap: Jeruk limau Kecap manis Cara membuat: 1. Aduk tahu, udang, ikan tenggiri, telur, tepung sagu, bawang putih, daun bawang dan garam hingga rata sisihkan. 2. Buat adonan tepung: Aduk telur, garam, tepung terigu dan tepung beras hingga rata, tambahkan air sedikit demi sedikit sambil terus diaduk. 3. Ambil potongan tahu, beri adonan udang atasnya, ratakan. Celupkan tahu dalam adonan tepung, goreng hingga kuning kecokelatan, angkat, tiriskan. 4. Buat sambal kacang: Satukan kacang tanah, cabai merah, garam, gula pasir, air jeruk limau, cairkan dengan air, masak sambil diaduk hingga matang. Angkat. 5. Sajikan batagor dilengkapi sambal kacang, jeruk limau dan kecap.

Thursday, May 11, 2006

TUJUH KIAT SUKSES

Orang sukses adalah orang yang terus mencoba, meskipun telah mengalami banyak kegagalan. Ia memandang kehidupan sebagai peluang untuk mencapai kesuksesan. Itulah kira-kira kesimpulan dari penelitian selama 40 tahun terhadap orang-orang sukses. Yang dicoba ditemukan dari mereka adalah bagaimana dan mengapa mereka tergerak untuk menjadi teratas di bidang masing-masing, dari olah raga, pendidikan, hingga pasar modal.
Apa sebenarnya yang mereka ketahui dan lakukan untuk menjadi sukses? Berikut ada tujuh hal yang dilakukan mereka dalam meraih sukses:
1. Orang sukses mau mengambil risiko. Mereka berupaya untuk mencapai target, melakukan penghematan, membangun relasi dengan banyak orang, dan gesit mencoba sesuatu yang baru guna mengikuti perkembangan zaman. David C. McClelland, seorang guru besar yang mendalami perjalanan orang-orang sukses serta telah melakukan perjalanan ke banyak negara dan melatih pengusaha kecil, menyatakan cara menjadi pengusaha kecil sukses adalah dengan menjadi pengambil risiko moderat; yang mau terus mengambil risiko untuk meraih sukses.
2. Orang sukses percaya diri dan merasakan bahwa mereka berbuat sesuatu untuk dunia. Mereka memandang sebuah dunia yang besar dan ingin memainkan peranan penting di dalamnya. Mereka tetap bekerja sesuai keterampilan mereka, sambil tetap menyadari bahwa keterampilan inti memberi nilai kepada keterampilan lainnya. Mereka juga sadar, karya terbaik akan menghasilkan kompensasi bagi mereka.
3. Orang sukses menikmati apa yang sedang mereka lakukan. Mereka mampu melihat pekerjaan sebagai kesenangan; mereka memilih bekerja di mana mereka dapat unggul. Orang sukses menyukai tantangan; mereka menikmati pencapaian puncak permainan mereka, apakah di pekerjaan, lapangan tenis atau lapangan golf.
4. Orang sukses adalah pelajar seumur hidup. Mereka menyadari, pendidikan tak pernah berakhir tapi dimulai di setiap tingkatan kehidupan dan terus berlanjut hingga akhir kehidupan. Pendidikan tidak terbatas di ruang kelas; artinya mencoba ide baru, membaca buku, surat kabar, majalah, dan menggunakan Internet merupakan bentuk pendidikan pula. Karena itu, tetaplah mengalir sesuai perubahan ketertarikan dan kemampuan Anda, dan nikmati perubahan. Ini akan membantu Anda tumbuh dan merasakan lebih percaya diri.
5. Orang sukses berpandangan positif terhadap apa yang dapat mereka kerjakan, dan ini meluas pada hal-hal lain. Mereka percaya gelas itu setengah penuh dan bukan setengah kosong. Mereka menanamkan semangat pada diri sendiri dan dapat membayangkan diri bagaimana mereka berhasil menyelesaikan suatu tugas sulit atau mencapai penghargaan tertinggi. Orang sukses berbuat bagaikan pelatih bagi orang lain, dengan menyuguhkan pesan-pesan positif dalam kehidupan sehari-hari. Mereka senang melihat orang lain membuat tonggak sejarah dalam kehidupan mereka.
6. Orang sukses punya banyak cara untuk memotivasi diri sendiri sehingga dapat terus berkarya lebih baik dari yang lain. Ada yang dengan cara melakukan beberapa pekerjaan setiap hari pada bidang berbeda. Seorang pria setengah baya memotivasi dirinya sendiri dengan mencoba mendapatkan lebih banyak uang daripada kakaknya. Seorang wanita berusia 29 tahun menjadi perawat top untuk menunjukkan kepada bekas gurunya bahwa dia memiliki keterampilan dan kecerdasan memadai untuk mencapai profesi itu.
7. Orang sukses menyelesaikan tugas tidak dengan setengah-setengah, dan mereka menggunakan cara kreatif dalam meraih sukses. Meski mungkin membutuhkan waktu lebih lama, mereka akhirnya melampaui garis finis. Mereka manfaatkan waktu dengan baik dalam mensinergikan kemampuan fisik dan mental untuk mencapai sukses.
Rasanya, Anda bisa juga mencoba. Siapa tahu Anda pun mampu mengikuti jejak mereka. (WWM/William J. Bond/Gde)

KIAT SUKSES MEMBANGUN KEPERCAYAAN

Banyak ahli menilai, percaya diri merupakan faktor penting yang menimbulkan perbedaan besar antara sukses dan gagal. Karenanya, tidak sedikit pula yang memberikan pandangannya mengenai teknik-teknik membangkitkan rasa percaya diri.Dalam dimensi yang sangat luas, sukses adalah milik semua orang. Tetapi, tidak semua orang tahu bagaimana cara mendapatkan atau meraih kesuksesan. Kebanyakan orang menilai bahwa kesuksesan adalah milik orang-orang yang ber-IQ tinggi, lulusan sekolah terbaik dan memilih spesialisasi yang paling terkenal. Penilaian ini memang tidak sepenuhnya salah, tetapi kita juga harus melihat fenomena yang lebih luas, bahwa tidak sedikit orang-orang sukses yang tidak mengenyam pendidikan tinggi. Dengan kata lain, IQ tinggi, lulusan sekolah terbaik dan spesialisasi yang terkenal hanyalah bagian dari penunjang kesuksesan. Di luar kemampuan itu, ada faktor lain yang tidak kalah pentingnya dalam memprediksi kesuksesan seseorang; itulah yang kita sebut, antusiasme, hasrat, ketekunan, kerja keras, serta kebulatan tekad seumur hidup yang dimilikinya. Sebagian pakar menilai bahwa untuk mencapai sukses, kematangan pribadi seseorang sangat dibutuhkan. Sebab kematangan pribadi akan mengantarkan seseorang pada sikap optimis dan kesadaran bahwa apa yang dicita-citakannya akan mudah diraih. Di sisi lain, meraih kesuksesan jelas bukanlah perkara gampang. Ketika kita berusaha untuk meraih apa yang kita inginkan, tentu banyak tantangan yang harus dihadapi. Ada kalanya seseorang begitu tegar, tetapi tidak sedikit juga yang patah semangat bahkan menyerah karena merasa tidak sanggup menghadapi tantangan yang ada di depannya.Pada saat semacam inilah, rasa percaya diri sangat penting ditumbuhkan. Banyak ahli menilai bahwa percaya diri merupakan faktor penting yang menimbulkan perbedaan besar antara sukses dan gagal. Karenanya, tidak sedikit pula yang memberikan pandangannya mengenai teknik-teknik membangkitkan rasa percaya diri. Berikut ini adalah beberapa kiat guna membangun percaya diri.Pertama, berani menerima tanggung jawab. Gerald Kushel, Ed.D., direktur The Institute of Effective Thinking, pernah mengadakan penelitian terhadap sejumlah manajer. Dari penelitian tersebut, Kushel menyimpulkan bahwa ia menemukan sifat terpenting yang dimiliki oleh hampir semua manajer yang memiliki kinerja tinggi. Dan sifat tersebut adalah rasa tanggung jawab yang mendorong mereka untuk tampil "sempurna" tanpa peduli pada hambatan apapun yang menghadangnya. Sebaliknya, manajer yang berkinerja buruk dan gagal mencapai kapasitas maksimumnya cenderung melimpahkan kesalahannya pada siapa saja.Kedua, kembangkan nilai positif. Jalan menuju kepercayaan diri akan semakin cepat manakala kita mengembangkan nilai-nilai positif pada diri sendiri. Menurut psikolog Robert Anthony, PhD., salah satu cara untuk mengembangkan nilai-nilai positif adalah dengan menghilangkan ungkapan-ungkapan yang mematikan dan menggantinya dengan ungkapan-ungkapan kreatif. Dia menganjurkan membuat peralihan bahasa yang sederhana tapi efektif dari pernyataan negatif ke pernyataan positif. Misalnya, mengganti kata, "Saya tidak bisa," menjadi, "Saya bisa!"Ketiga, bacalah potensi diri. Segeralah lacak, gali, dan eksplorasi potensi sukses yang ada pada diri kita. Misalnya dengan bertanya kepada orang-orang terdekat. Termasuk juga mengikuti psikotes dan mendatangi para ahli seperti psikiater, dokter bahkan kiai untuk melacak potensi kita. Karena bisa jadi sangat banyak potensi yang kita miliki tanpa kita sadari, sehingga tidak berhasil kita gali.Keempat, berani mengambil risiko. Keberanian dalam mengambil risiko ini penting, sebab daripada menyerah pada rasa takut alangkah lebih baik belajar mengambil risiko yang masuk akal. Cobalah menerima tantangan, kendati terasa menakutkan atau menciutkan hati. Cari dukungan sebanyak mungkin. Dengan melakukan hal ini, kita akan mendapat banyak peluang yang tak ternilai harganya. Namun jangan lupa, ketika mencoba sesuatu kita harus siap dengan hasil yang sesuai atau tidak sesuai dengan keinginan. Kalau hasilnya tak sesuai dengan keinginan, bisa jadi itulah yang terbaik menurut Allah Azza wa Jalla. Kalau kita sudah mencoba, maka niatnya saja sudah menjadi amal. Orang yang gagal adalah orang yang tak pernah berani mencoba. Bukankah menaiki anak tangga kelima puluh harus diawali dengan tangga pertama? Kelima, tolaklah saran negatif. Bisa jadi, tidak semua orang di sekitar kita memberikan dorongan, dukungan, dan bersikap positif pada kita. Sebagian dari orang yang ada di sekitar kita mungkin berpikiran negatif. Hal inilah yang tak jarang malah melunturkan rasa percaya diri kita dengan mempertanyakan kemampuan, pengalaman, dan aspirasi-aspirasi kita. Dengan demikian, mungkin ada baiknya jika kita sedikit mengambil jarak dengan sebijak mungkin bila ada pihak-pihak yang mencoba melunturkan kepercayaan diri kita. Keenam, ikuti saran positif. Rasa percaya diri merupakan sifat "menular". Artinya, jika kita dikelilingi oleh orang-orang yang memiliki cara pandang positif, bersemangat, optimis, dsb, maka kita memiliki kecenderungan untuk meniru sifat tersebut. Karena itu, carilah lingkungan yang bisa memotivasi kita untuk sukses. Kita harus mulai senang bergaul dengan orang-orang yang mempunyai kemampuan untuk bangkit. Bergaul dengan orang-orang yang percaya diri akan berbeda dibandingkan bergaul dengan orang-orang yang gagal. Sebab bergaul dengan orang-orang yang percaya diri, Insya Allah semangatnya akan menular kepada diri kita. Ketujuh, jadikan keresahan sebagai kawan. Banyak peristiwa atau saat-saat dalam kehidupan yang dapat membuat kita mengalami rasa cemas atau gelisah. Akibatnya, kita mengalami krisis percaya diri. Saat itulah kita harus mulai mengingatkan diri sendiri bahwa rasa cemas dan gelisah merupakan kawan. Tingkatkan energi, tajamkan kecerdasan, tinggikan kewaspadaan, dan kembangkan pancaindera. Daripada menyia-nyiakan energi untuk kecemasan yang sia-sia, lebih baik menghadapi tantangan itu secara tegas dan efektif.Sesudah perhitungan kita matang, selanjutnya kepercayaan diri akan bertambah dengan memperkokoh ibadah dan doa, karena doa dan ibadah dapat mengundang pertolongan Allah. Semakin kokoh ibadah kita, shalat kita, makin kuat doa-doa kita, dan keyakinan kita dengan pertolongan Allah, maka itu bisa meningkatkan percaya diri. Kita harus benar-benar menyadari bahwa Allah menciptakan kita benar-benar dengan perhitungan dan pertimbangan Yang Mahacermat. Seperti di firmankan Allah SWT dalam Quran surat at-Tiin ayat 4, "La qad khalaqnal insaana fii ahsani taqwiim" (Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya). Wallahu a`lam.n deny riana/mqp (republika)