Monday, May 23, 2011

Harapan Besar terhadap Lesson Study

Sudah banyak program peningkatan kualitas guru yang dilakukan pemerintah dan pihak-pihak
terkait di Indonesia. Meskipun demikian kegiatan-kegiatan seperti itu seakan tidak memberikan
perubahan berarti bagi pembelajaran di dalam kelas. Setelah mengikuti suatu kegiatan penataran,
cara guru mengajar tetap saja seperti sebelum mengikuti kegiatan penataran. Salah satu program besar yang pernah dilakukan adalah peningkatan profesionalisme guru melalui PKG. Berdasarkan pengalaman dalam mengelola PKG di Indonesia, Adey, Hewitt, Hewitt, dan Landau (2004) menyatakan bahwa perubahan di sekolah dan pembelajaran perlu memperhatikan beberapa hal berikut. Pertama, proses penyusunan kurikulum harus benar-benar melibatkan guru sehingga guru bukan sekedar pengguna yang ditunjuki “bagaimana cara menggunakannya”. Kedua, perubahan tidaklah dapat dipaksakan. Guru hendaknya diperlakukan sebagai partner dalam program yang dilakukan.Ketiga, coaching dalam kelas merupakan sesuatu yang esensial. Coaching berperan penting sebagai pembawa perubahan pedagogi praktis dalam kelas. Keempat, perubahan berlangsung secala pelan, tidak menentu, kadang berbalik lagi, namun kadang juga bergerak maju.

Berkaca dari pengalaman sulitnya meningkatkan profesionalisme guru, sambutan yang
hangat dan antusias, disertai harapan yang tinggi selalu diberikan terhadap program baru,
termasuk Lesson Study. Antusiasme terhadap Lesson Study terlihat jelas dari banyaknya pihakpihak yang ingin tahu dan terlibat dalam pelaksanaan Lesson Study. Lesson Study selalu menjadi topik pembicaraan bagi sebagian besar orang di FPMIPA UPI, sehingga sebagian orang merasa ketinggalan jaman apabila tidak menyebut Lesson Study. Di kalangan sekolah dan guru-guru pun demikian. Gencarnya sosialisasi dan promosi yang dilakukan membuat sekolah dan guru tertarik untuk mengetahui (dan tentunya berharap) tentang Lesson study.

Apa itu Lesson study?
Salah satu kegiatan kerjasama antara JICA dan beberapa universitas mantan IKIP (UPI, UNJ,
dan UM) adalah pelaksanaan “Piloting” yang dimaksudkan untuk mengembangkan dan mengujicobakan model-model pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar MIPA di SMA dan SMP di Indonesia. Kegiatan Piloting sesungguhnya merupakan langkah “persiapan” untuk melaksanakan program berikutnya yang disebut Lesson Study.
Sekalipun program Piloting hanya dilaksanakan secara terbatas, program ini dinilai dapat meningkatkan suasana pembelajaran menjadi lebih kondusif, misalnya adanya penerapan pendekatan-pendekatan yang berpusat pada siswa (Rustaman, Widodo, Anggraeni & Junaengsih,
2005; Saito, 2004) dan peningkatan keterampilan proses siswa.
Mulai tahun 2005 FPMIPA UPI sangat giat melaksanakan Lesson Study dengan beberapa sekolah mitra di Bandung. Sejak tahun 2006 FPMIPA UPI bahkan mendapatkan kepercayaan untuk membina Lesson Study di wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Mulai tahun 2006 FPMIPA UPI juga mencanangkan bahwa Program Pengalaman Lapangan (PPL) bagi mahasiswa FPMIPA dilakukan dengan menerapkan prinsip-prinsip Lesson Study. Analisis pelaksanaan Lesson Study dalam PPL (Widodo, Sumarno, Nurjhani, dan Riandi, 2007) mengungkapkan Lesson Study dalam PPL belum memberikan peningkatan keterampilan calon guru. Namun
demikian, hasil tersebut masih menaruh harapan apabila pola ini diterapkan untuk jangka waktu yang panjang, sebab menurut pendapat mahasiswa dari hasil wawancara mereka berpendapat bahwa lesson study bermanfaat dalam hal menumbuhkan semangat dan ispirasi perbaikan
kualitas pembelajaran.
Lesson study merupakan sebuah adaptasi program peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan di Jepang. Lesson Study dinilai sebagai rahasia keberhasilan Jepang dalam peningkatan kualitas pendidikannya. Stigler dan Hiebert (1999) mengidentifikasi beberapa faktor
yang membuat lesson Study bisa meningkatkan kualitas pendidikan Jepang:
• Lesson study didasarkan pada model peningkatan pembelajaran yang sifatnya terusmenerus.
Sekalipun peningkatan yang dicapai melalui satu kegiatan Lesson Study hanya kecil saja, namun karena kegiatan dilaksanakan terus menerus maka peningkatan itu
menjadi besar.
• Lesson Study selalu memfokuskan pada bagaimana membuat siswa belajar. Tujuan pendidikan adalah untuk membuat siswa belajar, oleh karena itu segala program
pendidikan hendaknya diarahkan untuk membantu agar siswa meningkat dan berhasil dalam belajar.
• Lesson Study memfokuskan pada peningkatan yang bisa langsung dimanfaatkan dalam konteks yang ada. Setiap kegiatan pembelajaran merupakan satu unit yang harus
dianalisis dan ditingkatkan sehingga perbaikan yang dimaksud bisa langsung diterapkan.
• Lesson Study merupakan sebuah kolaborasi. Dengan melakukan kolaborasi para guru bisa saling langsung bertukar pikiran dan saling memberi masukan untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Kegiatan Lesson Study sesungguhnya merupakan tempat bagi
para guru untuk belajar.
• Guru yang terlibat dalam Lesson study merasa bahwa mereka memberikan kontribusi terhadap ilmu mengajar dan juga terhadap perkembangan profesionalisme dirinya. Oleh
karena itu Lesson Study bukan hanya mengembangkan profesionalisme guru namun juga mengembangkan ilmu tentang mengajar.
Dari penjelasan di atas, jelas bahwa Lesson Study sesungguhnya merupakan wahana bagi guru untuk mengembangkan profesionalisme dirinya. Prinsip utama Lesson Study adalah peningkatan kualitas pembelajaran pembelajaran secara bertahap dengan cara belajar dari pengalaman sendiri dan orang lain dalam melakukan kegiatan pembelajaran.
Dalam Lesson Study bukan hanya guru yang melaksanakan pembelajaran saja yang dapat
memetik manfaat, namun terlebih lagi observer (guru lain/mitra, mahasiswa, dosen, dan pihakpihak lain) yang hadir pada saat pembelajaran. Dengan mengamati kegiatan pembelajaran yang dilakukan seorang guru, observer didorong untuk merefleksikan pembelajaran yang
dilaksanakannya dan bagaimana meningkatkan kualitasnya. Oleh karena itu Lesson Study
sesungguhnya merupakan forum belajar bersama untuk saling belajar dari pengalaman guna meningkatkan kualitas pembelajaran.

Pentingnya pengalaman “belajar dari orang lain” dan pengalaman nyata bagaimana orang lain melakukan pembelajaran sudah sering diungkapkan dalam berbagai literatur. Beberapa penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa guru sulit sekali berubah (Davis, 2003) dan bahwa mahasiswa calon guru lebih banyak belajar dari bagaimana mereka diajar oleh para
dosennya dan bukan dari apa yang dipaparkan dosen tentang cara mengajar yang baik (Mellado, 1998). Karena Lesson Study merupakan sumber contoh-contoh nyata tentang bagaimana melakukan pembelajaran, partisipasi sebagai observer dalam Lesson Study atau mengamati
rekaman video Lesson Study dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan mengajar guru dan mahasiswa calon guru.

Praktik pelaksanaan Lesson Study

Lesson study pada dasarnya mengikuti pola Plan – Do – See. Pada fase plan, guru menyusun rencana pembelajaran. Penyusunan rencana pembelajaran biasanya dilakukan bersama-sama oleh para guru dan sering juga melibatkan dosen. Pada fase Do, guru yang ditunjuk menjadi guru model melaksanakan kegiatan pembelajaran. Fase do biasanya menjadi open lesson yang
disaksikan oleh guru lain, dosen, dan observer dari pihak-pihak lain. Setelah open lesson dilakukan fase see yang berisi refleksi pelaksanaan pembelajarn dalam open lesson.
Pola dasar Lesson Study sesungguhnya pola yang logis dan tepat. Meskipun demikian ada beberapa hal yang perlu dicermati terkait pelaksanaan Lesson Study ini sebab ada beberapa masalah serius yang muncul terkait pola ini. Beberapa permasalahan yang timbul diantaranya

1. Karena Lesson Study menonjolkan fase do (open lesson), banyak orang berpikir bahwa Lesson Study adalah open lesson. Banyak orang mengidentikkan lesson study dengan open lesson. Karenanya apabila telah selesai mengamati open lesson beberapa orang
berpendapat lesson study sudah selesai. Padahal Lesson Study yang sesungguhnya baru dimulai bagi para observer, yaitu seberapa banyak mereka belajar dari mengamati pembelajaran yang dilakukan oleh guru lain.

2. Karena banyak observer yang belum terbiasa untuk belajar dari orang lain, seringkali observer kurang fokus dalam melakukan pengamatan. Pengamatan yang dilakukan oleh observer biasanya masih bersifat superficial (permukaan) dan belum menyentuh esensi
pembelajaran. Lesson study sesungguhnya adalah kajian pembelajaran dan bukan sekedar melihat pembelajaran.

3. Fase refleksi yang seharusnya menjadi sesi refleksi untuk semua pihak yang terlibat seringkali hanya menjadi ritual pelengkap lesson study. Karena ada “konsensus” untuk tidak mengkritik guru, observer seringkali hanya menyampaikan “pujian” terhadap guru model yang tampil dan kurang memberikan inspirasi untuk belajar, baik bagi dirinya maupun orang lain.

Autokritik pelaksanaan Lesson Study

Sebagai pelaku Lesson study, saya menyampaikan beberapa autokritik untuk peningkatan pelaksanaan Lesson study.

1. Lesson Study yang telah dilakukan seringkali hanya menjadi ritual tanpa ruh. Rukun dan wajib Lesson study (meminjam istilah peribadatan Islam), memang telah memenuhi syarat dan sah, dalam artian bahwa pola dan desain telah sesuai, namun pelaksanaan Lesson study belum bisa membangkitkan motivasi peserta untuk belajar dan meningkatkan profesionalisme.

2. Keterlibatan dalam Lesson study (guru, kepala sekolah, pengawas, dan dosen) lebih dikarenakan ada kewajiban formal dan kedinasan yang harus dilakukan, belum sampai
didasarkan karena kesadaran untuk meningkatkan profesionalisme masing-masing.
Karenanya apabila kewajiban formal tersebut tidak ada lagi, lesson study juga tidak dilaksanakan lagi. Sekalipun sudah terlibat dalam kegiatan lesson study berkali-kali
dalam waktu beberapa bulan, namun apabila tidak ada tugas untuk melakukan lesson study, maka hanya sedikit saja diantara mereka yang dengan kesadaran sendiri
melakukan lesson study. Karena itu kegiatan lesson study di masa mendatang hendaknya juga memperhatikan bagaimana mengubah lesson study menjadi kebutuhan dan bukan sekedar menjalankan kewajiban.

3. Lesson study bukanlah cara instan untuk meningkatkan profesionalisme. Lesson Study
merupakan proses yang sifatnya evolusioner, bukan revolusioner. Oleh karena itu semua pihak harus bersabar untuk memetik hasilnya.

4. Program peningkatan profesionalisme guru haruslah menjadi agenda rutin pendidik dan tenaga kependidikan. Lesson study hendaknya jangan dijadikan “proyek” namun
merupakan usaha untuk meningkatkan diri secara teratur, terencana, dan terus menerus.

Daftar Pustaka
Adey, P., Hewill, G., Hewitt, J. & Landau, N. (2004). The professional development of teachers:
Practice and theory. Dordrecht: Kluwer Academic Publishers
Davis, K. S. (2003). “Change is hard”: What science teachers are telling us about reform and
teacher learning of innovative practices. Science and Education, 87(1), 3-30.
Mellado, V. (1998). The classroom practice of preservice teachers and their conceptions of
teaching and learning. Science Education, 82, 197-214.
Rustaman, N., Widodo, A., Anggraeni, S. Junaengsih, N. (2005). Evaluasi Pelaksanaan
Kegiatan Piloting Biologi. FPMIPA UPI: Tidak diterbitkan.
Saito, E. (2004). Indonesian lesson study in practice: Cahttp://www.blogger.com/img/blank.gifse study of IMSTEP. Paper disajikan
dalam Workshop bagi Guru-Guru Matematika dan Sains. Bandung.
Stigler, J. W., & Hiebert, J. (1999). The Teaching Gap: Best Ideas from the World’s Teachers for
Improving Education in the Classroom. New York: The Free Press.
Widodo, A. Riandi, Amprasto & Wulan, A. R. (2006). Analisis dampak program-program
peningkatan profesionalisme guru sains terhadap peningkatan kualitas pembelajaran sains
di sekolah. Laporan penelitian Hibah Kebijakan Balitbang Depdiknas.
Widodo, A. Sumarno, U., Nurjhani, M., & Riandi. (2007). Peranan lesson study dalam
peningkatan kemampuan mengajar mahasiswa calon guru. Varidika, 19 (1),

sumber here

Permasalahan Perkembangan Anak Taman Kanak-kanak

Setiap anak memiliki karakteristik perkembangan yang berbeda-beda. Pemahaman terhadap anak perlu berangkat dari pemahaman pada setiap anak dengan berbagai karakteristiknya. Selama proses perkembangan, tidak menutup kemungkinan anak menghadapi berbagai masalah yang akan menghambat proses perkembangan berikutnya. Permasalahan yang dihadapi anak dapat dilihat melalui tingkah laku anak pada saat mengikuti proses pembelajaran di kelas atau pada saat anak bermain. Adapun permasalahan perkembangan yang dihadapi anak Taman Kanak-kanak diantaranya yaitu :

1. Fisik-motorik

Pertumbuhan fisik pada setiap anak tidak selalu sama, ada beberapa anak yang mengalami pertumbuhan secara cepat, tetapi ada pula yang mengalami keterlambatan. Pada masa kanak-kanak, pertumbuhan tinggi badan dan berat badan relatif seimbang, tetapi secara bertahap tubuh anak akan mengalami perubahan. Bilamana di masa bayi anak memiliki penampilan yang gemuk maka secara perlahan-lahan tubuhnya berubah menjadi lebih langsing, sedangkan kaki dan tangannya mulai memanjang. Ukuran kepalanya masih tetap besar jika dibandingkan dengan tubuhnya, namun pada akhir masa kanak-kanak ukuran kepalanya tidak lagi terlalu besar jika dibandingkan dengan tubuhnya.
Selain berubahnya berat dan tinggi badan, anak juga mengalami perubahan fisik secara proporsional. Pada masa kanak-kanak, anak mengalami perubahan fisik menuju proporsi tubuh yang lebih serasi, walaupun tidak seluruh bagian tubuh dapat mencapai proporsi kematangan dalam waktu yang bersamaan.
Perubahan proporsi tubuh mempunyai irama pertumbuhan sendiri, ada yang tumbuh cepat dan ada pula yang lambat, namun semuanya akan mencapai taraf kematangan ukuran tepat pada saatnya.
Pola perubahan yang cenderung berbeda pada setiap anak menyebabkan pertumbuhan fisik anak-anak tampak berbeda satu sama lain. Misalnya ada beberapa anak yang memiliki kepala terlihat seperti lebih besar dari badannya, sedangkan yang lain justru seolah-olah mempunyai kepala yang terlalu kecil, ada tungkai kakinya yang panjang, tapi ada pula yang pendek. Perubahan fisik dan perubahan proporsi tubuh anak yang terjadi pada masa pertumbuhan, akan mempengaruhi bagaimana anak ini memandang dirinya dan bagaimana dia memandang orang lain. Hal ini akan tercermin dari pola penyesuaian diri anak. Seorang anak misalnya, yang terlalu gemuk akan mulai menyadari bahwa dia tidak dapat mengikuti permainan yang dilakukan oleh teman sebayanya, karena setiap aturan permainan tidak dapat dipatuhinya atau karena secara fisik anak selalu kalah dalam permainan. Di pihak lain, temantemannya akan menganggap anak gemuk itu terlalu lamban dan tidak perlu diajak bermain lagi. Kondisi ini akan menimbulkan perasaan tidak mampu dan tidak disenangi teman-temannya, sehingga dapat mempengaruhi pembentukan konsepdirinya, pada akhirnya akan mempengaruhi perkembangan kepribadian anak.
Pertumbuhan fisik yang dialami anak akan mempengaruhi proses
perkembangan motoriknya. Perkembangan motorik berarti perkembangan
pengendalian jasmaniah melalui kegiatan pusat syaraf, urat syaraf dan otot-otot yang terkoordinasi. Sebagian besar waktu anak dihabiskan dengan bergerak dan kegiatan bergerak ini akan sangat menggunakan otot-otot yang ada pada tubuhnya. Gerakanyang banyak menggunakan otot-otot kasar disebut motorik kasar (gross motor) yang digunakan untuk melakukan aktivitas berlari, memanjat, melompat atau melempar.
Sementara gerak yang menggunakan otot-otot halus yang disebut motorik halus (fine motor) cenderung hanya digunakan untuk aktivitas menggambar, meronce, menggunting, menempel atau melipat.
Berbagai kemampuan yang dimiliki anak dalam menggunakan otot-otot fisiknya baik otot halus maupun otot kasar dapat menimbulkan rasa percaya diri pada anak bahwa anak mampu menguasai keterampilan-keterampilan motorik. Keterampilan motorik yang berbeda memainkan peran yang berbeda dalam penyesuaian sosial dan pribadi anak. karena keterampilan motorik ini memiliki dua fungsi, pertama, membantu anak untuk memperoleh kemandiriannya, dan kedua, untuk membantu mendapatkan penerimaan sosial. Untuk mencapai kemandirian, anak harus mempu mempelajari dan menguasai keterampilan motorik yang memungkinkan anak mampu melakukan segala sesuatu bagi dirinya sendiri. Keterampilan ini meliputi keterampilan makan, memakai baju, mandi, dan merawat diri sendiri.
Untuk mendapatkan penerimaan sosial, anak dituntut untuk mampu melakukan berbagai keterampilan seperti membantu pekerjaan rumah atau pekerjaan sekolah, menguasai keterampilan-keterampilan sekolah seperti menggambar, melukis, menari, meronce atau anak juga mampu melakukan ketermpilan yang berkaitan dengan aktivitas bermain bola, memanjat atau melempar.
Berbagai keterampilan motorik di atas, selayaknya dikuasai anak pada masa kanak-kanak, karena pada diri anak akan terbentuk rasa percaya diri, memiliki sifat mandiri dan mendapatkan penerimaan dari teman-teman sebayanya. Sebaliknya bila anak tidak mampu menguasai keterampilan motorik tersebut, anak cenderung akan merasa putus asa, tidak percaya diri, merasa diri tidak bisa melakukan apa-apa yang pada akhirnya dapat terbentuk penyesuaian sosial dan pribadi yang buruk.

2. Intelektual

Intelektual merupakan salah satu aspek yang harus dikembangkan pada anak. Intelektual sering kali disinonimkan dengan kognitif, karena proses intelektual banyak berhubungan dengan berbagai konsep yang telah dimiliki anak dan berkenaan dengan bagaimana anak menggunakan kemampuan berfikirnya dalam memecahkan suatu persoalan.
Dalam kehidupannya mungkin saja anak akan dihadapkan kepada persoalanpersoalan yang menuntut adanya pemecahan. Menyelesaikan suatu persoalan merupakan langkah yang lebih kompleks pada diri anak taman kanak-kanak. Sebelum anak mampu menyelesaikan persoalan, anak perlu memiliki kemampuan untuk mencari cara penyelesaiannya.
Anak taman kanak-kanak adalah anak yang memiliki rasa ingin tahu yang besar.
Seringkali anak melakukan upaya mencoba-coba (trial and error) untuk
menyelesaikan suatu persoalan. Misalnya Lina anak berusia 5 tahun ingin mengambil mainan yang terletak di atas lemari. Lina mencoba mengambil dengan tangannya, tapi tidak berhasil. Lina mencoba lagi dengan mengacungkan tangan sambil melompatlompat, tapi juga tidak berhasil. Lina kemudian mengambil kursi, mendekatkan kursi tersebut pada lemari dan Lina naik ke atas kursi itu untuk mengambil mainannya, dan ternyata berhasil. Dari contoh perilaku Lina ini, dapat difahami bahwa anak kadangkala mencoba sesuatu untuk menyelesaikan persoalannya, Lina dalam kasus di atas menggunakan kemampuan berfikirnya.
Menurut Vygotsky, kemampuan kognitif anak terbagi atas kemampuan
memperhatikan, mengamati, mengingat dan berfikir konvergen. Kemampuan memperhatikan pada anak diawali dengan keberfungsian panca indera anak. Anak memperhatikan sesuatu obyek yang nyata dengan menggunakan mata dan telinganya.
Misalnya perhatian anak terfokus pada kucing yang ada di halaman rumahnya. Anak melihat bagaimana bentuk dan gerak-gerik kucing dan bagaimana bunyi suara kucing tersebut. Kemampuan mengamati lebih mendalam dari kemampuan memperhatikan.
Dalam mengembangkan kemampuan ini anak menggunakan seluruh panca inderanya, dan obyeknya hadir dihadapan anak. Misal, seorang anak ingin mengetahui tentang suatu makanan. Dengan panca inderanya anak memperhatikan bentuk makanan, dicium (dibaui), dipegang/diraba dan mungkin dimakannya. Dari proses memperhatikan dan mengamati terjadi banjir informasi/pengetahuan pada diri anak.
Informasi-informasi itu anak simpan dalam otak/memorinya sebagai suatu pengetahuan yang dimiliki.
Kemampuan mengingat pada anak merupakan suatu aktivitas kognitif dimana anak menyadari bahwa pengetahuan itu berasal dari kesan-kesan atau pengalaman yang diperoleh pada masa lampau. Dalam proses mengingat, anak berhubungan dengan berbagai informasi/pengetahuan yang sudah dimilikinya dan secara langsung anak tidak berhadapan dengan obyeknya. Misalnya anak diminta untuk menyebutkan bagaimana bentuk dan rasanya buah pisang. Ketika anak dihadapkan pada persoalan itu maka anak akan mencoba mengingat atau mengeluarkan informasi/pengetahuan dalam memorinya tentang bentuk dan rasa buah pisang. Bila sebelumnya anak tidak tahu atau tidak mendapatkan informasi/pengetahuan tentang buah pisang maka anak tidak dapat menjawab persoalan yang diberikan padanya. Sebaliknya bila anak sudah memiliki informasi/pengetahuan tentang buah pisang, maka anak dapat menyelesaikan persoalan.
Kemampuan berfikir konvergen merupakan kemampuan yang menggunakan informasi yang telah diperoleh dan disimpan untuk menemukan satu jawaban yang benar. Pada saat berfikir anak dihadapkan pada obyek-obyek yang diwakili dengan kesadaran, artinya tidak secara langsung berhadapan dengan obyek secara fisik seperti sedang mengamati sesuatu ketika ia melihat, meraba atau mendengar.
Persoalan tentang bentuk dan rasa buah pisang yang dikemukakan di atas akan dapat dijawab anak dengan benar bilamana anak sudah memiliki informasi /pengetahuan tentang buah pisang secara benar pula. Kemampuan berfikir konvergen lebih terarah untuk dapat menyelesaikan suatu permasalahan dengan satu jawaban yang benar/tepat.
Faktor kognitif mempunyai peranan penting bagi keberhasilan anak dalam belajar, karena sebagian besar aktivitas dalam belajar selalu berhubungan dengan masalah mengingat dan berfikir. Kedua hal ini merupakan aktivitas kognitif yang perlu dikembangkan.
Perkembangan struktur kognitif berlangsung menurut urutan yang sama bagi semua anak. Setiap anak akan mengalami dan melewati setiap tahapan itu, sekalipun kecepatan perkembangan dari tahapan-tahapan tersebut dilewati secara relatif dan ditentukan oleh banyak faktor seperti : kematangan psikis, struktur syaraf, dan lamanya pengalaman yang dilewati pada setiap tahapan perkembangan. Mekanisme utama yang memungkinkan anak maju dari satu tahap pemungsian kognitif ke tahap berikutnya oleh Piaget disebut asimilasi, akomodasi dan ekuilibrium.
Piaget sebagai tokoh Psikologi Kognitif, memandang anak sebagai partisipan aktif di dalam proses perkembangan. Piaget menyakini bahwa anak harus dipandang seperti seorang ilmuwan yang sedang mencari jawaban dalam upaya melakukan eksperimen terhadap dunia untuk melihat apa yang terjadi. Misalnya anak ingin tahu apa yang terjadi bila anak mendorong piring keluar dari meja. Hasil dari eksperimen miniatur anak menyebabkan anak menyusun “teori”. Piaget menyebutnya teori itu sebagai “skema” (bila jamak disebut skemata) tentang bagaimana dunia fisik dan sosial beroperasi.
Anak membangun skema berdasarkan eksperimen yang dilakukannya. Saat anak menemukan benda atau peristiwa baru, anak berupaya untuk memahaminya berdasarkan skema yang telah dimilikinya. Piaget menyebut hal itu sebagai proses asimilasi.
Asimilasi merupakan proses dimana stimulus baru dari lingkungan
diintegrasikan pada skema yang telah ada. Proses ini dapat diartikan sebagai suatu obyek atau ide baru ditafsirkan sehubungan dengan gagasan atau teori yang telah diperoleh anak. Asimilasi tidak menghasilkan perkembangan atau skemata, melainkan hanya menunjang pertumbuhan skemata.
Ilustrasi tentang asimilasi pada anak dapat disimak berikut ini. Kepada seorang anak diperlihatkan suatu benda yang berbentuk persegi empat sama sisi. Setelah itu diperlihatkan persegi panjang. Asimilasi terjadi apabila anak menjawab persegi panjang adalah persegi empat sama sisi. Persegi panjang diasimilasikan oleh anak dengam persegi empat sama sisi. Jawaban seperti ini terjadi karena bentuk persegi empat sama sisi sudah dikenal anak lebih awal daripada persegi panjang.
Menurut Piaget, jika skema lama tidak tepat untuk mengakomodasi peristiwa baru, maka anak seperti layaknya seorang ilmuwan yang baik akan memodifikasi skema dan memperluas teorinya tentang dunia. Piaget menyebut proses revisi skema ini sebagai akomodasi. (Piaget & Inhelder, 1969 dalam Rita L. Atkinson, tt : 145).
Akomodasi merupakan proses yang terjadi apabila berhadapan dengan stimulus baru. Anak mencoba mengasimilasikan stimulus baru itu tetapi tidak dapat dilakukan karena tidak ada skema yang cocok. Dalam keadaan seperti ini anak akan menciptakan skema baru atau mengubah skema yang sudah ada sehingga cocok dengan stimulus tersebut. Akomodasi dapat dikatakan sebagai proses pembentukan skema baru atau perubahan skema yang telah ada, seperti contoh di atas dimana persegi empat dilihat sebagaimana adanya persegi empat.
Asimilasi dan akomodasi berlangsung terus sepanjang hidup. Jika anak selalu mengasimilasi stimulus tanpa pernah mengakomodasikan, ada kecenderungan ia memiliki skema yang sangat besar, sehingga ia tidak mampu mendeteksi perbedaanperbedaan diantara stimulus yang mirip. Sebaliknya jika anak selalu mengakomodasi stimulus dan tidak pernah mengasimilasikannya, ada kecenderungan ia tidak pernah dapat mendeteksi persamaan dari stimulus untuk membuat generalisasi. Oleh karenanya harus terjadi keseimbangan antara proses asimilasi dan akomodasi yang disebut sebagai equlibrium.
Para ahli psikologi perkembangan mengakui bahwa pertumbuhan itu
berlangsung secara terus menerus dan mengikuti suatu tahapan perkembangan. Piaget melukiskan urutan perkembangan kognitif ke dalam empat tahap yang berbeda secara kualitatif yaitu : (1) tahap sensorimotorik, (2) tahap praoperasional, (3) tahap operasional konkrit dan (4) tahap operasional formal. Dari setiap tahapan itu urutannya tidak berubah-ubah. Semua anak akan melalui ke empat tahapan tersebut dengan urutan yang sama. Hal ini terjadi karena masing-masing tahapan berasal dari pencapaian tahap sebelumnya. Tetapi sekalipun urutan kemunculan itu tidak berubahubah, tidak menutup kemungkinan adanya percepatan untuk melewati tahap-tahap itu secara lebih dini di satu sisi dan terhambat di sisi lainnya.

a. Tahap Sensorimotorik (lahir – 2 tahun)

Tahap pertama ini dikatakan tahap sensorimotorik karena pada masa ini
terjadi saling keterkaitan yang sangat erat antara aktivitas motorik dengan persepsi pada bayi. Selama masa ini, bayi sibuk menemukan hubungan antara tindakan mereka dengan konsekuensi dari tindakan tersebut. Hal ini terjadi pada usia lahir sampai 2 tahun, mulai pada masa bayi ketika ia menggunakan pengindraan dan aktivitas motorik dalam mengenal lingkungannya. Pada masa ini biasanya keberadaan bayi masih terikat kepada orang lain bahkan tidak berdaya, akan tetapi alat-alat inderanya sudah dapat berfungsi.
Tindakan bayi berawal dari respon refleks, kemudian berkembang
membentuk representasi mental. Anak dapat menirukan tindakan masa lalu orang lain, dan merancang kesadaran baru untuk memecahkan masalah dengan menggabungkan secara mental skema dan pengetahuan yang diperoleh sebelumnya.
Dalam periode singkat antara 18 bulan atau 2 tahun, anak telah mengubah dirinya dari suatu organisme yang bergantung hampir sepenuhnya kepada refleks dan perlengkapan heriditer lainnya menjadi pribadi yang cakap dalam berfikir simbolik.
Menurut Piaget, perkembangan kognitif selama stadium sensorimotor,
intelegensi anak baru nampak dalam bentuk aktivitas motorik sebagai reaksi stimulus sensorik. Dalam stadium ini yang penting adalah tindakan-tindakan konkrit dan bukan tindakan-tindakan yang imaginer atau hanya dibayangkan saja. Secara perlahan-lahan melalui pengulangan dan pengalaman konsep, obyek permanen lama-lama terbentuk, anak mampu menemukan kembali obyek yang disembunyikan.

b. Tahap Praoperasional (2 – 7 tahun)

Dikatakan praoperasional karena pada tahap ini anak belum memahami
pengertian operasional yaitu proses interaksi suatu aktivitas mental, dimana prosesnya bisa kembali pada titik awal berfikir secara logis. Manipulasi simbol merupakan karakteristik esensial dari tahapan ini.
Pemikiran pada tahap praoperasional terbatas dalam beberapa hal penting.
Menurut Piaget, pemikiran itu khas bersifat egosentris, anak pada tahap ini sulit membayangkan bagaimana segala sesuatunya tampak dari perspektif orang lain.
Karakteristik lain dari cara berfikir praoperasional yaitu sangat memusat
(centralized). Bila anak dikonfrontasi dengan situasi yang multi dimentional, maka ia akan memusatkan perhatiannya hanya pada satu dimensi dan mengabaikan dimensi lainnya. Pada akhirnya juga mengabaikan hubungannya antara dimensi-dimensi ini.
Cara berfikir seperti ini dicontohkan sebagai berikut : sebuah gelas tinggi ramping dan sebuah gelas pendek dan lebar diisi dengan air yang sama banyaknya. Anak ditanya apakah air dalam dua buah gelas tadi sama banyaknya? Anak pada tahap ini kebanyakan menjawab bahwa ada lebih banyak air dalam gelas yang tinggi ramping tadi karena gelas ini lebih tinggi dari yang satunya. Jadi anak belum melihat dua dimensi secara serempak.
Berfikir praoperasional juga tidak dapat dibalik (irreversable). Anak belum
mampu untuk meniadakan suatu tindakan dengan melakukan tindakan tersebut sekali lagi secara mental dalam arah yang sebaliknya. Dengan demikian bila situasi A beralih pada situasi B, maka anak hanya memperhatikan situasi A, kemudian B. Ia tidak memperhatikan perpindahan dari A ke B.

c. Tahap Operasional Konkrit (7 – 11 Tahun)

Tahap operasional konkrit dapat digambarkan pada terjadinya perubahan positif ciri-ciri negatif tahap preoprasional, seperti dalam cara berfikir egosentris pada tahap operasional konkrit menjadi berkurang, ditandainya oleh desentrasi yang benar, artinya anak mampu memperlihatkan lebih dari satu dimensi secara serempak dan juga untuk menghubungkan dimensi-dimensi itu satu sama lain. Masalah konservasi pada tahap ini sudah dikuasai dengan baik.
Pada sebagian anak mungkin sudah dimiliki kemampuan dalam hal
penalaran, pemecahan masalah dan logika, namun pemikiran mereka masih terbatas pada operasi konkrit. Pada tahap ini anak dapat mengkonservasi kualitas serta dapat mengurutkan dan mengklasifikasikan obyek secara nyata, tetapi mereka belum dapat bernalar mengenai abstraksi dan proposisi hipotesis. Anak masih mengalami kesulitan untuk memecahkan masalah secara verbal yang sifatnya abstrak. Pemahaman terakhir ini baru dicapai pada tahap operasional formal.

d. Operasional Formal ( 11 – 16 tahun)

Pada tahap operasional formal anak tidak lagi terbatas pada apa yang dilihat atau didengar ataupun pada masalah yang dekat, tetapi sudah dapat membayangkan masalah dalam fikiran dan pengembangan hipotesis secara logis. Sebagai contoh, jika A < B dan B < C, maka A < C. Logika seperti ini tidak dapat dilakukan oleh anak pada tahap sebelumnya.
Perkembangan lain pada tahap ini adalah kemampuannya untuk berfikir secara sistematis, dapat memikirkan kemungkinan-kemungkinan secara teratur atau sistematis untuk memecahkan masalah. Pada tahap ini anak dapat memprediksi berbagai kemungkinan yang terjadi atas suatu peristiwa. Misalnya ketika mengendarai
sebuah mobil dan tiba-tiba mobil mogok, maka anak akan menduga mungkin bensinnya habis, businya atau platinanya rusak dan sebab lain yang memungkinkan memberikan dasar atas pemikiran terjadinya mobil mogok.

Perkembangan kognitif
pada tahapan ini mencapai tingkat perkembangan tertinggi dari tahapan yang dijelaskan Piaget.
Perkembangan kognitif anak taman kanak-kanak berada pada tahap
praoperasional. Pada tahap ini ada sebagian anak yang menguasai berbagai kemampuan secara baik tetapi ada pula sebagian anak yang tidak mampu menguasainya. Ketidakmampuan anak tampak dari sikap anak yang sulit mengerti, lambat dalam mengerjakan sesuatu, atau keliru dalam menyelesaikan suatu persoalan.
Kondisi ini mengakibatkan anak merasa tidak mampu, tidak percaya diri, merasa diri berbeda dengan anak yang lain sehingga anak menarik diri dari lingkungan, dan memandang dirinya tidak memiliki kemampuan apa-apa.

3. Sosial

Perilaku sosial merupakan aktivitas dalam berhubungan dengan orang lain, baik dengan teman sebaya, guru, orang tua maupun saudara-saudaranya. Di dalam hubungan dengan orang lain, terjadi peristiwa-peristiwa yang sangat bermakna dalam kehidupannya yang dapat membantu pembentukan kepribadiannya.
Sejak kecil anak telah belajar cara berperilaku sosial sesuai dengan harapan orang-orang yang paling dekat dengannya, yaitu dengan ibu, ayah, saudara, dan anggota keluarga yang lain. Apa yang telah dipelajari anak dari lingkungan keluarganya turut mempengaruhi pembentukan perilaku sosialnya.
Perilaku yang ditunjukkan anak dapat berbeda tergantung dengan siapa anak berhadapan. Johnson (1975 : 82) mengungkapkan bahwa anak berperilaku dalam
suatu kelompok berbeda dengan perilakunya dalam kelompok lain. Perilaku anak dalam kelompok juga berbeda dengan pada waktu anak sendirian.
Menurut Johnson, kehadiran orang lain dapat menimbulkan reaksi yang berbeda pada tiap-tiap anak. Perbedaan ini dapat terjadi karena beberapa faktor, yaitu: persepsi anak yang menjadi anggota kelompok, lingkungan tempat terjadinya interaksi dan pola kepemimpinan yang berlaku.
Dini P. Daeng S (1996: 114) mengungkapkan bahwa ada delapan faktor yang berpengaruh pada kemampuan bersosialisasi anak, yaitu :
a) Adanya kesempatan untuk bergaul dengan orang-orang di sekitarnya dari berbagai usia dan latar belakang.
b) Banyak dan bervariasinya pengalaman dalam bergaul dengan orang-orang di lingkungannya.
c) Adanya minat dan motivasi untuk bergaul
d) Banyaknya pengalaman yang menyenangkan yang diperoleh melalui pergaulan dan aktivitas sosialnya.
e) Adanya bimbingan dan pengajaran dari orang lain, yang biasanya menjadi “model” bagi anak.
f) Adanya bimbingan dan pengajaran yang secara sengaja diberikan oleh orang yang dapat dijadikan “model” bergaul yang baik bagi anak.
g) Adanya kemampuan berkomunikasi yang baik yang dimiliki anak.
h) Adanya kemampuan berkomunikasi yang dapat membicarakan topik yang dapat dimengerti dan menarik bagi orang lain yang menjadi lawan bicaranya.
Menurut Elizabeth B. Hurlock (1978 : 228) untuk menjadi orang yang mampu bersosialisasi memerlukan tiga proses. Masing-masing proses terpisah dan sangat berbeda satu sama lain, tetapi saling berkaitan. Kegagalan dalam satu proses akan menurunkan kadar sosialisasinya. Ketiga proses sosialisasi tersebut adalah :
a) Belajar berperilaku yang dapat diterima secara sosial.http://www.blogger.com/img/blank.gif
Setiap kelompok sosial mempunyai standar bagi para anggotanya tentang perilaku yang dapat diterima. Untuk dapat besosialisasi anak tidak hanya harus mengetahui perilaku yang dapat diterima, tetapi mereka juga harus menyesuaikan perilakunya dengan patokan yang dapat diterima.
b) Memainkan peran sosial yang dapat diterima.
Setiap kelompok sosial mempuyai pola kebiasaan yang telah ditentukan dengan seksama oleh para anggotanya dan dituntut untuk dipatuhi. Sebagai contoh, ada peran yang telah disetujui bersama bagi orang tua dan anak serta ada pula peran yang telah disetujui bersama bagi guru dan murid. Anak dituntut untuk mampu memainkan peran-peran sosial yang diterimanya.

sumber here

Cara Mengetahui Madu Asli

Terkait postingan tentang khasiat dibalik madu, maka kali ini saya akan memberikan sedikit tips tentang pemilihan madu. Supaya kita tidak terkecoh dalam membeli madu. Berikut ini ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengetahui asli atau tidaknya. Saya juga pernah mempraktekan dengan cara ini.

Semoga tips mengetahui madu asli di atas bisa bermanfaat, sehingga kita bisa merasakan manfaat madu.


Masukkan 1 sdm madu ke dalam air hangat. Bila madu bercampur dengan air, itu menandakan bahwa madunya palsu.
Kocoklah madu dalam botol kemasannya. Madu asli biasanya setelah dikocok akan mengeluarkan buih, sedangkan madu palsu tidak. Madu asli ahttp://www.blogger.com/img/blank.gifkan menekan tutup botol sehingga ketika tutup botol dibuka, maka akan terdengar suara letupan kecil. Oleh karena itu, jangan menyimpan madu di botol itu dalam keadaan penuh. Bisa-bisa tutupnya lepas. Dulu saya pernah nyimpan madu di botol minuman plastik dalam keadaan penuh dan ternyata tutupnya lepas.
Masukkan madu di lemari es. Madu asli tidak akan menggumpal walau disimpan dalam waktu lama, sedangkan madu palsu akan menggumpal.
Teteskan madu pada selembar kertas. Madu palsu biasanya akan lebih mudah diserap oleh kertas karena kadar air yang dikandungnya lebih tinggi dibanding madu asli.
Rasa madu asli selain manis, ada rasa asem-asem dikit dan clekit-clekit di mulut.


sumber here

CONTOH SOAL BERDASARKAN JENJANG KEMAMPUAN C1 SAMPAI C6

1. CONTOH Soal Pengetahuan C1
Dalam sejarah kesusastraan Indonesia, penyair yang banyak menulis puisi kontemporer adalah ….
A. W.S. Rendra
B. Ramadhan K.H
C. Sutarji Calzoum Bachri
D. Putu Wijaya

2. CONTOH SOAL Pemahaman (C 2)
Perbedaan prosa, puisi, dan drama dalam kesusastraan Indonesia didasarkan atas….
A. bahasa yang digunakan
B. pengembangan plot dan struktur cerita
C. perwujudan lahiriah sebuah karya sastra
D. banyaknya tokoh dalam cerita

3. CONTOH SOAL Aplikasi (C3)
a. Untuk mendapatkan luas penampang tabung 28,26 cm2, berapakah seharusnya jari-jari tabung tersebut ?

A.2 cm
B. 3 cm
C. 4 cm
D.5 cm

b. Pak Udin ingin mengetahui keterampilan siswanya dalam menggunakan mikroskop. Untuk kepentingan tersebut pak Udin telah menentukan 7 indikator. Dari 7 indikator tersebut kemudian dibuat 7 buah pertanyaan dalam bentuk skala rating. Setiap pertanyaan mempunyai 5 skala. Jika dari hasil pengukuran Ani memperoleh skor 20, berapa persenkah nilai yang diperoleh Ani ?
A. 20 %
B. 25 %
C. 57%
D. 71,4%
4. CONTOH SOAL Abalisis (C4)
Pak Adi menginginkan para siswanya dapat membuat karangan tentang bahaya rekayasa genetika dalam 5000 kata. Jenjang kemampuan berpikir yang ingin dikemabangkan oleh pak Adi adalah ….
A. penerapan
B. analisis
C. sintesis
D. evaluasI
5. CONTOH SOAL Sintesis (C5)
a. Gambar persamaan Y = kx akan selalu berbentuk ….
A. parabola
B. lurus
C. plantean
D. asintosis

b. Hasan mendengarkan dengan tekun ” Acara Pembinaan Bahasa Indonesia ” melalui TV. Sebentar-sebentar ia mencatat, kemudian cepat beralih dan memperhatikan kembali kepada pembicara. Hasan tidak beranjak dari kursinya sebelum acara tersebut selesai. Berdasarkan contoh tersebut, Hasan memiliki unsur-unsur, misalnya, konsentrasi penuh, bertujuan, berminat, siap secara fisik dan mental. Unsur-unsur tersebut termasuk bagian dari …
A. pembicara
B. pembicaraan
C. penyimak
D. situasi

6. CONTOH SOAL Evaluasi (C6)
a. Suatu pabrik menyatakan bahwa lembaran alumunium yang diproduksi mempunyai tebal 0,04 cm. Setelah diambil sampel secara acak sebanyak 100, diperoleh tebal rata-rata lembaran 0,0408 cm, dengan standar deviasi 0,004 cm. Dari sampel ini dengan = 0,10 dapat diambil kesimpulan bahwa….http://www.blogger.com/img/blank.gif
A. pertanyaan pabrik ditolak
B. pertanyaan pabrik tidak ditolak
C. tidak dapat diambil kesimpulan
D. jika = 0,20, maka pertanyaan pabrik tidak di tolak

b. ………Satelit cuaca akan memberikan informasi lebih baik kalau….
A. mengorbit tidak jauh dari bumi
B. mengorbit paling jauh dari bumi
C. menerapkan informasi dengan jangkauan lebih luas
D. merupakan satelit geostasioner

sumber here

Contoh Soal Berdasarkan Tingkatan C1- C6

Inget waktu kuliah dulu tentang mata kuliah penilaian kimia yang diajar oleh bpk. prayit. Dimana saya diberi tugas untuk membuat contoh soal-soal berdasarkan jenjang kemampuan c1 samapai c6. Berikut ini ada beberapa contoh soal yang dimaksud. Contoh soalnya terkait sama pelajaran kimia ya...
Semoga informasi ini bisa bermanfaat.


Contoh soal Hafalan/Ingatan (Recall) C1
Jenjang ini meliputi kemampuan menyatakan kembali fakta, konsep, prinsip, prosedur yang telah dipelajari oleh siswa.

Simbol unsur perak, tembaga, dan emas secara berturut-turut adalah.....
a. Ag, Cu, dan Au
b. Fe, Cu, dan Au
c. Sn, Ag, dan Cu
d. Pd, Ag, dan Cu

Peristiwa berikut yang termasuk perubahan kimia adalah.....
a. air mendidih menjadi uap air
b. gula larut dalam air panas
c. kertas dibakar menjadi abu
d. lilin meleleh karena dinyalakan

Contoh soal Pemahaman (Comprehension) C2
Pada jenjang ini siswa diharapkan kemampuannya untuk mengerti makna dari informasi yang diperoleh baik berupa fakta, konsep, dan prinsip.

Jumlah atom N yang terdapat pada molekul (NH4)2SO4 sebanyak.....
a. 1
b. 2
c. 4
d. 6

Contoh soal Penerapan (Application) C3
Yang termasuk jenjang penerapan adalah kemampuan menggunakan prinsip, aturan, atau metode yang telah diketahuinya dalam situasi baru atau situasi kongkrit.

Jika diketahui massa atom relatif Na=23, S=32, H=1, dan O=16 maka massa molekul relatif Na2S4.5H2O adalah.....
a. 19
b. 142
c. 232
d. 264

Contoh soal Analisis (Analysis) C4
Yang dimaksud jenjang analisis adalah kemampuan menguraikan suatu informasi yang dihadapi menjadi komponen-komponennya, sehingga struktur informasi serta hubungan antar komponen informasi tersebut menjadi jelas.

Dalam wadah 5 liter dimasukkan 4 mol SO3 yang terurai menurut reaksi:
2 SO3(g) <---> 2 SO2(g) + O2(g)
Jika pada saat kesetimbangan tercapai masih ada 1 mol SO3. Berapakah tetapan kesetimbangannya.....
a. 2,7
b. 5,4
c. 13,5
d. 27

Contoh soal Sintesis (Synthesis) C5
Yang dimaksud jenjang sintesis adalah kemampuan untuk mengintegrasikan bagian-bagian terpisah menjadi suatu keseluruhan yang terpadu. Termasuk di dalamnya kemampuan merencanakan eksperimen, karya tulis (laporan, artikel), menyusun cara baru untuk mengklarifikasikan obyek, peristiwa, dan informasi-informasi lainnya.

Sebanyak 1 liter larutan CrCl3 1M dielektrolisis dengan arus 6 A. Waktu yang diperlukan untuk mengendapkan semua logam kromium adalah.....(Ar Cr= 52, F=96500 C mol -1)
a. 289500 detik
b. 96500 detik
c. 48250 detik
d. 32167 detik

Contoh soal Evaluasi (Evaluation) C6
Yang dimaksud jenjang evaluasi adalah kemampuan untuk mempertimbangkan nilai suatu pernyataan, uraian, pekerjaan, berdasarkan kriteria tertentu yang ditetapkan. Misalnya memilih rumusan yang didukung oleh data.

Jika diketahui potensial elektroda standar dari:

Ag­­­­+ (aq) + e ---> Ag(s) εo = +0,80 volt
http://www.blogger.com/img/blank.gif
In­­­­3+ (aq) + 3e ---> In(s) εo = -0,34 volt

Mg­2­+ (aq) + 2e ---> Mg(s) εo = -2,37 volt

Mn­2­+ (aq) + 2e ---> Mn(s) εo = -1,20 volt
Pasangan yang memberikan perbedaan potensial sebesar +1,14 volt adalah.....
a. Ag I Ag­­­­+ II Mn­2+­ I Mn
b. In I In­­­­3+ II Ag­­­­+ I Ag
c. Mn I Mn­2+ ­II Mg­2­+ I Mg
d. Ag I Ag­­­­+ II In­­­­3+ I In

sumber here

Saturday, May 14, 2011

RESEP – PIZZA

Kulit :

1/4 sdt ragi instan
1/2 sdt gula pasir
150 gr tepung terigu
1 sdt garam
1 sdm minyak goreng
75 cc air hangat

Isi :

1 sdm margarin
2 siung bawang putih, cincang

75 gr bawang bombay, cincang
25 gr paprika, iris 1 x 1 cm
450 gr tomat, seduh air mendidih, kupas, blender
1 sdm pasta tomat
1/2 sdt oregano
1/2 sdt basil
1 sdt gula pasir
1 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk

Taburan :

25 gr keju cheddar parut
100 gr ikan tuna kalengan, hancurkan kasar
5 buah jamur kancing, iris
2 sdm keju parmesan

Cara Membuat :

1. Kulit : Campur ragi, gula, tepung terigu, dan garam. Aduk,
tuangi minyak goreng di bagian tengah, aduk dengan jari sambil tuangi
air sedikit demi sedikit.
2. Uleni sampai adonan tidak melekat di tangan. Tutup dengan
plastik, sisihkan hingga mengembang (* 30 menit).
3. Isi : Panaskan margarin, tumis bawang putih dan bawang bombay,
masukkan paprika. Aduk sebentar, lalu masukkan pure tomat, pasta tomat,
oregano, basil, gula, garam, dan merica. Masak hingga adonan kental,
angkat.
4. Siapkan loyang pizza diameter 24 cm. Panaskan oven pada suhu 180 C. Setelah adonan kulit mengembang, gilas setebal 3-4 mm. Taruh di atas loyang pizza. Tekan-tekan agar bagian pinggirnya agak menebal.
5. Oles permukaannya dengan bahan isi. Taburkan ikan tuna,
irisan jamur dan keju cheddar. Ratakan, lalu taburi dengan keju parmesan. Panggang dalam oven 15-20 menit.

Resep Pizza

Bikin Pizza susah? Eh ternyata enggak lo, gampaang banget! Resep pizza ini aku dapet waktu ada demo bikin Pizza oleh Senaz di acara masak-memasaknya deGromiest. Cuma, karena ada keluhan rotinya agak keras, resep rotinya aku ganti, nyari lagi di internet, ternyata lebih empuk jadinya karena ditambahin telor. Rasanya hmm…lumayan deh tamba kangen ama Pizza hut. Kalo bikin sendiri kayak gini, topingnya jadi bisa tebeel banget, puas deh makannya :-).

Ini dia resepnya :

Bahan-Bahan:
Roti:
300 gr terigu
1 sdm ragi instan
1 btr telur
2 sdt gula pasir
30 ml olive oil (minyak zaitun)
150 ml air
garam secukupnya

Saus:
1-2 sdm minyak zaitun
1/2 bh bawang bombay,cincang kotak2
1 siung bawang putih, cincang halus
250 gr tomat kaleng/pasta tomat(bisa diganti tomat 5-7 buah, direbus trus diparut)
1 sdt garam
1/2 sdt gula
1/2 sdt basil
1 sdt oregano
Topping:
50 gr daging cincang/smoked beef
50 gr daging ayam,cincang kotak2 kecil
1 kaleng ikan tuna
1/4 bh bawang bombay, iris bulat tipis
1/4 bh paprika merah,hijau, kuning, potong kotak bulat tipis
1/2 kaleng jamur/jamur segar 25 gr
1 bh keju mozarella, parut

Cara Membuat:
Roti:
1. ayak tepung, lalu campurkan garam dan ragi instan.
2. masukkan air hangat dan minyak zaitun sambil diuleni selama -/+ 10 menit(sampai kalis). lalu bulatkan adonan..
3. diamkan adonan selama -/+ 15 menit.
4. taburi talenan dan adonan dgn sedikit tepung, lalu giling adonan sesuai bentuk loyang,
5.oles loyang dgn minyak zaitun.
6. taruh adonan yg sudah dibentuk ke dalam loyang.
Saus:
1. panaskan minyak zaitun. tumis bwg bombay dan bwg putih sampai layu.
2. masukkan pasta tomat. masak sampai kental dan meletup2(sambil diaduk).
3. masukkan garam, gula, oregano dan basil.
4. masukkan daging cincang/ daging ayam/ ikan tuna. masak sampai matang, lalu diangkat.
Penyelesaian:
1. taruh saus-nya diatas adonan roti pizza, yg sebelumnya telah diolesi minyak zaitun pada permukaannya.
2. taburkan bawang bombay, paprika, daing cincang/ayam/tuna, jamur dan keju mozarella.
3. oven selama 20 menit dlm suhu 200 derajat celcius.

Tips :
- Jika terlalu basah adonannya, maka tambahkan tepung(sedikit2) dan bila terlalu kering kaku, tambahkan air(sedikit2).
- resep ini akan menghasilkan roti pizza dgn ketebalan sempurna, bila menggunakan ukuran loyang bundar diameter 24-26cm.
- bila ingin membuat 2 loyang pizza, dgn ukuran loyang lebih kecil dari 24-26cm, tambahkan bahan2 diatas, sesuai perbandingan besar loyangnya.
- ketika menaruh saus, jangan sampai ke tepi adonan roti pizza. sisakan sekitar 1cm. untuk menghindari saus keluar dari adonan(krn roti pizza akan mengembang ketika di oven) yang menyebabkan proses pematangan pizza lebih lama lagi.
- taburan keju digunakan pada topping paling akhir, yang gunanya selain untuk penambah rasa juga utk merekatkan semua topping.
- untuk mengecek apakah pizza sudah matang atau belum, tusuk adonan pizza dgn tusuk gigi/garpu/ujung pisau. tusuk pada bagian tepi luar (yang tidak terkena saus), lalu lihat apakah roti sudah mengembang sempurna ato belum. kalo masih lembek berarti belum matang.

Roti Canai

Bahan :
175 gr tepung terigu
1/2 sdt garam
100 cc air hangat
125 gr mentega/margarin, cairkan



Cara Membuat:

Uleni tepung terigu, garam, dan air hangat sampai rata. Masukkan mentega/margarin cair. Uleni sampai licin.

Bagi menjadi 8-10, bulatkan. Biarkan 15 menit.

Pipihkan setebal 1/2 cm. Goreng dalam wajan datar yang sudah dialasi minyak panas. Goreng sambil dibolak-balik sampai matang. Angkat.

Thursday, May 12, 2011

VARIASI RASA DAN GAYA NASI GORENG

Siapa pun bisa membuat nasi goreng. Tapi pernahkah Anda merasa bosan
dengan rasa nasi goreng yang itu-itu saja? Jika demikian, Anda bisa
mencoba berbagai resep ini. Bahan-bahannya pun biasanya terdapat
dalam lemari pendingin para keluarga.
RESEP NASI PUTIH:
1 kg beras
1,5 liter air
Cara membuat:
1. Cuci beras sampai bersih. Didihkan air, masukkan beras dan masak
sampai air terserap, dan menjadi nasi aron.
2. Panaskan panci pengukus, kukus nasi aron kurang lebih selama 45
menit sampai matang, angkat, dinginkan.
NASI GORENG ALA MAGELANG
BAHAN:
250 gr nasi putih
150 gr daging ayam matang, suwir-suwir
40 gr mi kering, rendam air panas, tiriskan
2 butir telur, kocok lepas
75 gr kol, iris kasar
1 batang daun bawang iris halus
1/4 buah tomat merah, iris
1 sdm bawang goreng
3 sdm kecap manis
4 sdm minyak goreng
BUMBU HALUS:
3 butir bawang merah
2 siung bawang putih
2 buah cabai merah keriting
3 cabai rawit merah
2 butir kemiri
garam secukupnya
Pelengkap: acar ketimun wortel, cabai rawit hijau, dan kerupuk bawang
CARA MEMBUAT:
1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan tomat,
daging ayam, dan telur, aduk rata. Lalu masukkan kol dan daun bawang,
aduk sampai kol layu.
2. Masukkan mi, nasi putih, dan kecap, aduk rata di atas api kecil, angkat.
Hidangkan dengan acar ketimun dan kerupuk bawang. Taburi bawang
goreng.
Untuk: 2 porsi
NASI GORENG SPESIAL
.:: TABLOID NOVA - VARIASI RASA DAN GAYA NASI GOREN... http://www.tabloidnova.com/articles.asp?id=712
2 of 4 23/12/2006 16:41
BAHAN:
250 gr nasi putih
100 gr udang sedang, kupas
5 buah bakso sapi, iris bulat
50 gram kacang polong
2 batang daun bawang iris halus
1 sdm saus cabai
1/4 buah tomat merah, iris
2 sdm minyak untuk menumis
1 sdm kecap manis
1 sdm kecap asin
1 sdt ang ciu
Pelengkap: telur mata sapi dan kerupuk udang
BUMBU HALUS:
2 siung bawang putih
3 butir bawang merah
1 buah cabai merah
1/4 sdt merica
garam secukupnya
CARA MEMBUAT:
1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus sampai harum, masukkan daun
bawang, dan tomat, aduk rata. Tambahkan udang dan bakso, aduk rata.
2. Masukkan nasi putih, tambahkan saus, kecap manis, kecap asin, dan
ang ciu, aduk rata, angkat.
3. Sajikan hangat dengan taburan bawang goreng, kerupuk udang, telur
mata sapi, dan acar ketimun.
Untuk: 3 porsi
NASI GORENG ORIENTAL
BAHAN:
250 gr nasi putih
50 gr bawang bombay, iris kasar
150 gram udang sedang kupas
100 gr fillet ayam, iris dadu
1 butir telur ayam kocok lepas
50 gr wortel, iris dadu kecil
1 sdm kecap asin
3 sdm minyak goreng
1 sdm saus tomat
2 sdm minyak untuk menumis
1 sdm margarin
Pelengkap:
2 batang daun bawang, iris 1/2 cm untuk taburan
Ketimun secukupnya
BUMBU HALUS:
3 siung bawang putih
2 buah cabai merah, buang bijinya, rebus sebentar
1/4 sdt merica
garam secukupnya
CARA MEMBUAT:
1. Panaskan minyak dan margarin, tumis bumbu halus dan bawang
bombay sampai harum. Masukkan udang, ayam, dan wortel, aduk rata,
angkat sebentar.
2. Masukkan telur dan aduk-aduk, tambahkan nasi putih, saus tomat, dan
kecap asin, aduk rata di atas api, angkat.
Untuk: 2 orang
NASI GORENG KAMBING
.:: TABLOID NOVA - VARIASI RASA DAN GAYA NASI GOREN... http://www.tabloidnova.com/articles.asp?id=712
3 of 4 23/12/2006 16:41
BAHAN:
250 gr nasi putih
2 sdm minyak untuk menumis
150 gr daging kambing muda, potong kotak 2 x 2 cm
2 batang daun bawang, iris halus
1/4 buah tomat merah, iris
2 sdm kecap manis
Pelengkap:
Acar mentimun
50 gr emping goreng
BUMBU HALUS:
2 siung bawang putih
4 butir bawang merah
2 cabai merah keriting
2 butir kemiri
1/4 sdt merica
1/2 sdt terasi udang, goreng
garam secukupnya
ACAR:
1 buah ketimun potong panjang 1 x 3 cm
1 buah wortel potong korek api
1/4 sdt cuka
1/2 sdt gula pasir
sedikit air panas
CARA MEMBUAT:
1. Campur bahan acar jadi satu, aduk rata. Masukkan lemari pendingin,
sisihkan.
2. Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan tomat,
daun bawang, dan daging kambing, aduk rata.
3. Setelah daging kambing matang, masukkan nasi putih dan kecap
manis, aduk rata, angkat.
4. Sajikan hangat dengan taburan bawang goreng, lengkapi dengan
emping goreng dan acar.
Untuk: 2 porsi
NASI GORENG IKAN ASIN
BAHAN:
250 gr nasi putih
100 gr ikan jambal roti, potong kotak, goreng
5 butir bawang merah, iris halus
1 batang dau bawang, iris halus
3 buah cabai hijau, iris serong
2 cabai merah, iris serong
2 butir telur, kocok lepas
1 papan petai, iris panjang
1 sdm kecap ikan
1/4 sdt merica bubuk
garam secukupnya
2 sdm minyak untuk menumis
Pelengkap: kerupuk kanji goreng dan selada
yang diiris tipis
CARA MEMBUAT:
1. Panaskan minyak, tumis bawang merah sampai harum, masukkan daun
bawang, cabai hijau, dan cabai merah, aduk rata.
2. Sisihkan tumisan cabai. Pecahkan telur dalam wajan dan buat orak-arik.
Lalu masak bersama tumisan cabai, masukkan petai dan nasi, tambahkan
kecap ikan, merica bubuk, dan garam, aduk rata.
3. Masukkan ikan asin, dan masak sampai matang, angkat. Sajikan
dengan kerupuk kanji.
.:: TABLOID NOVA - VARIASI RASA DAN GAYA NASI GOREN... http://www.tabloidnova.com/articles.asp?id=712
4 of 4 23/12/2006 16:41
Untuk: 2 orang
NASI GORENG ALA VIETNAM
BAHAN:
250 gr nasi putih
3 sdm minyak sayur untuk menumis
50 gr bawang bombay, cincang kasar
2 siung bawang putih, cincang halus
1 sdm ebi rendam, cincang kasar
50 gr daging kepiting (kepiting kaleng)
100 gr cumi, iris bulat 1 cm
50 gr ikan kakap, iris kasar
1 sdm kecap asin
1/4 sdt merica bubuk
75 gr nanas, iris
garam secukupnya
Nanas utuh, untuk wadahnya
CARA MEMBUAT:
1. Panaskan minyak, tumis bawang bombay dan bawang putih sampai
harum. Masukkan ebi, daging kepiting, cumi, dan kakap, aduk rata.
2. Masukkan nasi putih, aduk rata, tambahkan kecap asin, merica bubuk,
dan garam, aduk rata.
3. Masukkan nanas dan masak sebentar, angkat. Sajikan di dalam nanas
yang diambil dagingnya. Taburi bawang goreng.
Untuk: 2 orang
Tips membuat nasi goreng:
1. Nasi yang pulen justru kurang enak dibuat nasi goreng. Pilihlah nasi
yang punar atau pera (berbutir-butir).
2. Nasi goreng tidak selalu berwarna cokelat. Bila ingin variasi lain,
sebagai gantinya pakai saus tomat, saus cabai, atau kecap asin.
3. Pada dasarnya segala macam bahan seperti sayur dan daging dapat
dicampur dalam nasi goreng.
4. Nasi goreng enak lebih nikmat disantap selagi panas dan disajikan
dengan acar ketimun, daun selada, tomat iris. Lebih enak lagi dilengkapi
dengan kerupuk.
5. Bila terpaksa menyimpan nasi goreng Anda, simpan dalam plastik
kemasan dan tutup dengan aluminium foil. Panaskan sebentar dengan
cara digoreng, sesaat akan dimakan.
6. Untuk cita rasa khas nasi goreng ala Magelang, campur nasi goreng
dengan mi dan masak di atas wajan besi dengan panas dari arang kayu.

Wednesday, May 11, 2011

Aset: Sekilas tentang aset

Pengertian

FASB mendefinisi aset dalam rerangka konseptualnya sebagai berikut (SFAC No 6, prg 25):

Assets are probable future economic benefits obtained or controlled by a perticular entity as a result of past transactions or events.

(Aset adalah manfaat ekonomik masa datang yang cukup pasti atau diperoleh atau dikuasai/dikendalikan oleh suatu entitas akibat transaksi atau kejadian masa lalu.)

Dengan makna yang sama, IASC mendefinisi aset sebagai berikut:

An assets is resource controlled by the enterprise as a result of past events and from which future economic benefits are expected to flow to the enterprise.

Dalam Statement of Accounting Concepts No. 4, Australian Accounting Standard Board (AASB) mendefinisi aset sebagai berikut:

Assets are service potential or future economic benefits controlled by the reporting entity as a result of past transaction or other past events.

Definisi FASB dan AASB cukup dibanding definisi yang lain luas karena aset dinilai mempunyai sifat sebagai manfaat ekonomik (economic benefits) dan bukan sebagai sumber ekonomik (resources) karena manfaat ekonomik tidak membatasi bentuk atau jenis sumber ekonomik yang dapat dimasukkan sebagai aset.

Berdasar uraian diatas, pada dasarnya dapat disimpulkan bahwa terdapat tiga karakteristik utama yang harus dipenuhi agar suatu objek atau pos dapat disebut aset, yaitu:

1. Manfaat ekonomik yang datang cukup pasti

Untuk dapat disebut sebagai aset, suatu objek harus mengandung manfaat ekonomik di masa datang yang cukup pasti. Uang atau kas mempunyai manfaat atau potensi jasa karena daya belinya atau daya tukarnya. Sumber selain kas mempunyai manfaat ekonomik karena dapat ditukarkan dengan kas, barang, atau jasa, karena dapat digunakan untuk memproduksi barang dan jasa, atau karena dapat digunakan untuk melunasi kewajiban.

2. Dikuasai atau dikendalikan entitas

Untuk dapat disebut sebagai aset, suatu objek atau pos tidak harus dimiliki oleh entitas tetapi cukup dikuasai oleh entitas. Oleh, karena itu, konsep penguasaan atau kendali lebih penting daripada konsep kepemilikan. Penguasaan disini berarti kemampuan entitas untuk mendapatkan, memelihara/menahan, menukarkan, menggunakan manfaat ekonomik dan mencegah akses pihak lain terhadap manfaat tersebut. Hal ini dilandasi oleh konsep dasar substansi mengungguli bentuk yuridis (substance over form). Pemilikan (ownership) hanya mempunyai makna yuridis atau legal.

3. Timbul akibat transaksi masa lalu

Kriteria ini sebenarnya menyempurnakan kriteria penguasaan dan sekaligus sebagai kriteria atau tes pertama (first-test) pengakuan objek sebagai aset. Aset harus timbul akibat dari transaksi atau kejadian masa lalu adalah kriteria untuk memenuhi definisi. Penguasaan harus didahului oleh transaksi atau kejadian ekonomik. FASB memasukkan transaksi atau kejadian sebagai kriteria aset karena transaksi atau kejadian tersebut dapat menimbulkan (menambah) atau meniadakan (mengurangi) aset. Misalnya perubahan tingkat bunga, punyusutan atau kecelakaan.

Pengukuran

Salah satu kriteria pengakuan aset adalah keterukuran (measureability) manfaat ekonomik yang akan datang. Yang dimaksud pengukuran di sini adalah penentuan jumlah rupiah yang harus dilekatkan pada suatu objek aset pada saat terjadinya, yang akan dijadikan data dasar untuk mengikuti aliran fisis objek tersebut.

Dan jika suatu sumberdaya yang diperoleh suatu perusahaan tidak andal (reliable) pada elemen pengukurannya, maka sumberdaya tersebut tidak dapat ditampilkan sebagai aset melainkan diakui sebagai pendapatan ketika terjadi transaksi.

Penilaian

Di dalam akuntansi, istilah pengukuran dan penilaian sering tidak dibedakan karena adanya asumsi bahwa akuntansi menggunakan unit moneter untuk mengukur makna ekonomik (economic attribute) suatu objek, pos, atau elemen. Pengukuran biasanya digunakan dalam akuntansi untuk menunjuk proses penentuan jumlah rupiah yang harus dicatat untuk objek pada saat pemerolehan. Penilaian biasanya digunakan untuk menunjuk proses penentuan jumlah rupiah yang harus dilekatkan pada tiap elemen atau pos statemen keuangan pada saat penyajian.

Tujuan dari penilaian aset adalah untuk merepresentasi atribut pos-pos aset yang berpaut dengan tujuan laporan keuangan dengan menggunakan basis penilaian yang sesuai. Sedangkan tujuan pelaporan keuangan adalah menyediakan informasi yang dapat membantu investor dan kreditor dalam menilai jumlah, saat, dan ketidakpastian aliran kas bersih ke badan usaha. Singkatnya, tujuan penilaian aset harus berpaut dengan tujuan pelaporan keuangan.

FASB mengidentifikasi lima makna atau atribut yang dapat direpresentasi berkaitan dengan aset, dasar penilaian menurut FASB (SFAC No. 5, prg. 67) dapat diringkas sebagai berikut:

a. Historical cost. Tanah, gedung, perlengkapan, perlengkapan pabrik, dan kebanyakan sediaan dilaporkan atas dasar kos* historisnya yaitu jumlah rupiah kas atau setaranya yang dikorbankan untuk memperolehnya. Kos historis ini tentunya disesuaikan dengan jumlah bagian yang telah didepresiasi atau diamortisasi.

b. Current (replacement) cost. Beberapa sediaan disajikan sebesar nilai sekarang atau penggantinya yaitu jumlah rupiah kas atau setaranya yang harus dikorbankan kalau aset tertentu diperoleh sekarang.

c. Current market value. Beberapa jenis investasi dalam surat berharga disajikan atas dasar nilai pasar sekarang yaitu jumlah rupiah kas atau setaranya yang dapat diperoleh kesatuan usaha dengan menjual aset tersebut dalam kondisi perusahaan yang normal (tidak akan dilikuidasi). Nilai pasar sekarang juga digunakan untuk aset yang kemungkinan akan laku dijual dibawah nilai bukunya.

d. Net realizable value. Beberapa jenis piutang jangka pendek dan sediaan barang disajikan sebesar nilai terealisasi bersih yaitu jumlah rupiah kas atau setaranya yang akan diterima (tanpa didiskun) dari aset tersebut dikurangi dengan pengorbanan (kos) yang diperlukan untuk mengkonversi aset tersebut menjadi kas atau setaranya.

e. Present (or discounted) value of future cash flows. Piutang dan investasi jangka panjang disjikan sebesar nilai sekarang penerimaan kas di masa mendatang sampai piutang terlunasi (dengan tarif diskun implisit) dikurangi dengan tambahan kos yang mungkin diperlukan untuk mendapatkan penerimaan tersebut.

Pengakuan

Pada umumnya pengakuan aset dilakukan bersamaan dengan adanya transaksi, kejadian, atau keadaan yang mempebgaruhi aset. Disamping memenuhi definisi aset, kriteria keterukuran, keberpautan, dan keterandalan harus dipenuhi pula. Menurut Sterling, Belkaoui (1993) menunjukkan kondisi perlu (necessary) dan kondisi cukup (sufficient) yang merupakan penguji (test) yang cukup rinci untuk mengakui aset tersebut, yaitu:

1. Deteksi adanya aset (detection of existence test). Untuk mengajui aset, harus ada transaksi yang menandai timbulnya aset

2. Sumber ekonomik dan kewajiban (economic resources and obligation test). Untuk mengakui aset, suatu objek harus merupakan sumber ekonomik yang langka, dibutuhkan dan berharga.

3. Berkaitan dengan entitas (entity association test). Untuk mengakui aset, kesatuan usaha harus mengendalikan atau menguasai objek aset.

4. Mengandung nilai (non-zero magnitude test). Untuk mengakui aset, suatu objek harus mempunyai manfaat yang terukur secara moneter.

5. Berkaitan dengan waktu pelaporan (temporal association test). Untuk mengakui aset, semua penguji di atas harus dipenuhi pada tanggal pelaporan (tanggal neraca).

6. Verifikasi (verification test). Untuk mengakui aset, harus ada bukti pendukung untuk meyakinkan bahwa kelima penguji diatas dipenuhi.

Yang dikemukakan Belkoui di atas sebenarnya adalah apa yang disebut dengan kaidah pengakuan (recognition rules) yang merupakan petunjuk teknis atau prosedur untuk menerapkan empat kriteria pengakuan (recogniton criteria) FASB yaitu definisi, keterukuran, keberpautan, dan keterandalan. Kaidah tersebut diperlukan karena kriteria pengakuan sifatnya konseptual atau umum.

Penyajian

Pengungkapan dan penyajian pos-pos aset harus dipelajari dari standar yang mengatur tiap pos. Secara umum, prinsip akuntansi berterima umum memberi pedoman penyajian dan pengungkapan aset sebagai berikut:
http://www.blogger.com/img/blank.gif
a. Aset disajikan di sisi debit atau kiri dalam neraca berformatakun atau di bagian atas dalam neraca berformat laporan.

b. Aset diklasifikasi menjadi aset lancar dan aset tetap.

c. Aset diurutkan penyajiannya atas dasar likuiditas atau kelancarannya, yang paling lancar dicantumkan pada urutan pertama.

d. Kebijakan akuntansi yang berkaitan dengan pos-pos tertentu harus diungkapkan (misalnya metoda depresiasi aset tetap dan dasar penilaian sediaan barang.

Sumber here

Sengketa Tanah 34.000 M2 Dibawa Siswa ke PN, DPRD Mimika

Sengketa Tanah 34.000 M2 Dibawa Siswa ke PN, DPRD Mimika
Dalam aksi yang dipimpin Ketua Yayasan Anu Beta Tubat, Melianus Mosso itu, para siswa mengusung sejumlah spanduk dan poster yang berisi antara lain tuntutan kepada DPRD Mimika untuk memanggil Kantor Pertanahan, PN Timika dan pihak kepolisian guna menyelesaikan sengketa tanah sekolah.

Sebelum menuju Kantor DPRD Mimika, para siswa yang didampingi guru-guru SMP dan SMK Petra mendatangi Kantor PN Timika. Mereka diterima Ketua PN Timika, Sucipto SH di halaman gedung pengadilan.

Fredrik Y Welafubun meminta pihak PN Timika mempertimbangkan seadil-adilnya kasus sengketa tanah antara pihak Yayasan Anu Beta Tubat yang menaungi SMP dan SMK Petra dengan Hardin Runturambi agar tidak sampai mengganggu aktivitas belajar-mengajar di kedua sekolah itu.

“Kalau ini dibiarkan, bagaimana mungkin anak-anak bisa menikmati pendidikan dalam suasana yang aman dan nyaman,” kata Fredrik.

Ketua PN Timika, Sucipto menyambut baik aspirasi yang disampaikan para siswa dan guru-guru SMP dan SMK Petra Timika. Adapun keputusan terhadap sengketa tanah sekolah akan diserahkan sepenuhnya kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara dimaksud, tanpa bisa diintervensi oleh siapapun.

Sekitar pukul 10.45, para siswa bergerak ke gedung DPRD Mimika dengan berjalan kaki dari Kantor PN Timika yang berjarak sekitar tiga kilo.

Di halaman Kantor DPRD Mimika, perwakilan guru dan siswa membacakan tujuh butir pernyataan sikap di hadapan Sekretaris DPRD Mimika, Buang Salakory.

Ketujuh butir pernyataan sikap itu ditandatangani Kepala SMK Petra Fredrik Yembise, Kepala SMP Petra Hermanus Howay dan Ketua Yayasan Anu Beta Tubat Melianus Mosso.

Para siswa mengancam akan menggelar aksi demonstrasi lebihttp://www.blogger.com/img/blank.gifh besar lagi jika tuntutan mereka tidak segera disikapi oleh DPRD Mimika, PN Timika, pihak kepolisian dan juga Hardin Runturambi selaku pihak yang dituding melakukan penyerobotan tanah sekolah seluas 34.000 meter per segi.

Bahkan Fredrik Welafubun mengancam akan mengerahkan siswanya belajar di Kantor DPRD Mimika jika aspirasi guru dan siswa SMP dan SMK Petra tidak disikapi secara serius oleh kalangan wakil rakyat setempat. (E015/K004)

Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2011

sumber here

Sunday, May 08, 2011

Monopoly - Game

Sumber Download di www.metumumer.com

mobbo p4m800

sumber download www.metumumer.com

MOBO p4vm800

sumber download www.metumumer.com

Abdurrahman bin Auf, sukses yang mengguncangkan dunia

HidupBerkah.com - Jika al Khawarizmi mampu mengguncang dunia di abad 8 Hijriah, maka hal yang sama juga terjadi dalam rentang 14 abad Islam menaungi 2/3 belahan dunia, merahmati alam raya. Salah satunya adalah sahabat Abdurrahman bin Auf yang telah mengguncang dunia melalui keteladanannya sebagai muslim sejati, termasuk dalam berbisnis yang dilakukannya pada abad 1 Hijriah.

Abdurrahman bin Auf termasuk generasi sahabat yang masuk Islam sangat awal, menjadi orang kedelapan yang bersahadah 2 hari setelah Abu Bakar. Beliau termasuk salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga.

Sungguh banyak teladan yang dapat direngkuh dari sepak terjang bisnis beliau. Salah satunya adalah pada aspek prinsip manajemen bisnis yang dipegang kuat dan diterapkan secara konsisten dan penuh komitmen. Beberapa prinsip beliau yang telah dikenal luas adalah hanya berbisnis barang yang halal dan menjauhkan diri dari barang yang haram bahkan yang subhat sekalipun, keuntungan bisnis yang didapat dinikmati dengan menunaikan hak keluarga dan hak Allah, untuk perjuangan di jalan Allah dan menjadikan harta perniagaan sebagai sesuatu yang dikendalikannya, bukan yang mengendalikannya.

Prinsip-prinsip manajemen bisnis itu pun dibuktikan. Sejarah pun mencatatnya. Diantaranya adalah

Berbisnis barang yang halal dan menjauhkan diri dari barang yang haram bahkan yang subhat sekalipun.

Keseluruhan harta Abdurahman bin Auf adalah harta yang halal, sehingga sahabat lainnya, Utsman bin Affan ra. yang juga pengusaha sukses dan sudah sangat kaya pun bersedia menerima wasiat Abdurahman ketika membagikan 400 Dinar bagi setiap veteran perang Badar. Ustman bin Affan berkata, “ Harta Abdurahman bin Auf halal lagi bersih, dan memakan harta itu membawa selamat dan berkah”.

Keuntungan bisnis yang didapat dinikmati dengan menunaikan hak keluarga dan hak Allah, perjuangan di jalan Allah.

Ketika Rasullullah SAW membutuhkan dana untuk perang Tabuk yang mahal dan sulit karena medannya jauh, ditambah situasi Madinah yang sedang musim panas. Abdurrahman bin Auf memeloporinya dengan menyumbang dua ratus uqiyah emas (1 uqiyah setara dengan 50 dinar) sampai-sampai Umar bin Khattab berbisik kepada Rasulullah SAW “ Sepertinya Abdurrahman berdosa kepada keluarganya karena tidak meninggali uang belanja sedikitpun untuk keluarganya”. Mendengar ini, Rasulullah SAW bertanya pada Abdurrahman bin Auf, “Apakah kamu meninggalkan
uang belanja untuk istrimu ?”, “ Ya!” Jawab Abdurrahman, “Mereka saya tinggali lebih banyak dan lebih baik dari yang saya sumbangkan”. “Berapa ?” Tanya Rasulullah. “ Sebanyak rizki, kebaikan, dan pahala yang dijanjikan Allah.” Jawabnya. Subhanallahu.

Suatu saat ketika Rasullullah SAW berpidato menyemangati kaum muslimin untuk berinfaq di jalan Allah, Abdurrahman bin Auf menyumbang separuh hartanya senilai 2.000 Dinar. Atas infaq ini beliau didoakan khusus oleh Rasulullah SAW : “Semoga Allah melimpahkan berkah-Nya kepadamu, terhadap harta yang kamu berikan. Dan Semoga Allah memberkati juga harta yang kamu tinggalkan untuk keluarga kamu.”

Menjadikan harta perniagaan sebagai sesuatu yang dikendalikannya, bukan yang mengendalikannya.

Abdurrahman bin Auf pernah menyumbangkan seluruh barang yang dibawa oleh kafilah perdagangannya kepada penduduk Madinah padahal seluruh kafilah ini membawa barang dagangan yang diangkut oleh 700 unta yang memenuhi jalan-jalan kota Madinah. Selain itu juga tercatat Abdurrahman bin Auf telah menyumbangkan antara lain 40.000 Dirham, 40.000 Dinar, 200 uqiyah emas, 500 kuda, dan 1.500 unta.

Banyak dan sering sekali, beliau menggunakan hartanya untuk diinfaqkan. Sampai- sampai ada penduduk Madinah yang berkata “ Seluruh penduduk Madinah berserikat dengan Abdurrahman bin Auf pada hartanya. Sepertiga dipinjamkannya pada mereka, sepertiga untuk membayari hutang-hutang mereka, dan sepertiga sisanya dibagi-bagikan kepada mereka”.

Dengan begitu banyak harta yang diinfaqkan di jalan Allah, ketika meninggal pada usia 72 tahun beliau masih juga meninggalkan harta yang sangat banyak yaitu terdiri dari 1.000 ekor unta, 100 ekor kuda, 3.000 ekor kambing dan masing-masing istri mendapatkan warisan 80.000 Dinar. Artinya, kekayaan yang ditinggalkan Abdurrahman bin Auf saat itu berjumlah 2.560.000 Dinar.

Subhanallahu… Allahu akbar!!!

catatan: 1 dinar = 4,25 gram emas. 1 dirham = 2,975 gram perak.

disarikan dari berbagai sumber. sumber tulisan here

Para Penghurni Surga

HidupBerkah.com - Surga, lambang kenikmatan dan anugerah dari sisi Allah SWT bagi orang-orang yang beriman. Ia adalah sebaik-baiknya tempat kembali. Surga merupakan tempat peristirahatan terindah yang akan didapatkan oleh mereka yang telah berhasil beribadah dengan penuh kesabaran di dunia. Mereka akan menempati surga dengan penuh kesenangan sebagai buah dari perjuangannya di dunia, balasan dari Allah SWT. Mengimani keberadaannya tentu merupakan sebuah kewajiban, karena ia adalah bagian dari keimanan kita kepada hari akhir.

Allah SWT berfirman:

"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa." (TQS. Ali `Imrân [3]: 133)

Siapa sajakah orang-orang yang akan Allah SWT beri anugerah indahnya surga? Siapa sajakah yang akan menempati tempat terbaik itu?

Allah SWT telah menyampaikan kepada kita di dalam Al-Quran bahwa ada banyak orang yang akan menempatinya. Diantaranya adalah para Nabi, orang-orang yang jujur, para syuhada dan orang-orang yang shalih. Allah SWT telah menjanjikan surga untuk mereka sebagai anugerah nikmat dariNya. Allah SWT berfirman:

"Dan barangsiapa yang menta'ati Allah dan Rasul-(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni'mat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddîqîn, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya." (TQS. an-Nisa [4]: 69)

Di dalam kelompok ini tentu kita ada kesempatan masuk ke dalamnya; bersama-sama mendapatkan kenikmatan surga. Yaitu kita dapat berjuang untuk menjadi para syuhada (mati di medan perang), atau kita berjuang untuk menjadi orang-orang yang sholih.

Golongan lainnya yang dijanjikan oleh Allah SWT untuk memasuki surga adalah orang-orang yang berbuat baik (al-abrar). Terhadap orang yang selalu berbuat baik ini Allah SWT juga telah menjanjikannya untuk dapat menikmati surga. Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan, minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. (Yaitu) mata air (dalam surga) yang daripadanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan. Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera." (TQS. al-Insân [76]: 5-12).

Golongan berikutnya yang Allah SWT janjikan akan menikmati keindahan surga adalah mereka yang terdahulu (masuk Islam) yang didekatkan kepada Allah. Allah SWT dalam hal ini berfirman:

"Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk surga). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam surga keni'matan." (TQS al-Wâqi'ah [56]: 10 –12)

Orang yang akan masuk surga seperti yang dijanjikan oleh Allah SWT yang lainnya adalah para Ashhâbul Yamin yaitu orang-orang yang menerima buku catatan amal dari sebelah kanan. Allah SWT berfirman,

"Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya, dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk. Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya, (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan." (TQS. al-Wâqi'ah [56]: 27-38)

Allah SWT juga telah menjanjikan surga bagi mereka para Muhsinûn, yaitu orang-orang yang senantiasa berbuat baik dengan ikhlas dan sesuai dengan aturan syariat. Allah SWT berfirman,

"Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya." (TQS. Yûnus [10]: 26)

Ada juga diantara manusia yang dijanjikan untuk menikmati keindahan surga adalah orang-orang yang bersabar (Ash-Shâbirûn). Mereka adalah yang bersabar terhadap ujian dan bersabar dalam menjalankan syari'at-Nya. Allah SWT menginformasikan bahwa mereka telah dijanjikan untuk memasuki surga adalah firmanNya,

"(yaitu) surga `Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteriisterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan): "Salamun `alaikum bimâ shabartum". Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu." (TQS. ar-Ra'd [13]: 23-24)

Terhadap orang yang takut saat menghadap Tuhannya juga Allah SWT telah menjanjikan surga kepadanya. Allah SWT berfirman,

"Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga." (TQS. ar-Rahmân [55]: 46)

Yang berikutnya adalah Al-Muttaqûn, yaitu orang-orang yang bertakwa. Mereka juga telah Allah SWT janjikan akan mendapatkan anugerah surga. Allah SWT berfirman,

"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir)." (TQS. al-Hijr [15]: 45).

"Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman). mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti, sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa; sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka." (TQS. ar-Ra'd [13]: 35).

Pintu selanjutnya untuk memasuki surga adalah orang-orang yang beriman dan beramal shalih. Allah SWT juga telah menjanjikan surga untuk mereka. Dia berfirman,

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal, mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah daripadanya." (TQS. al-Kahfi [18]:107-108)

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalamal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam surga yang penuh kenikmatan." (TQS. Yûnus [10]: 9)

At-Tâibûn atau orang-orang yang bertaubat juga Allah telah janjikan untuk mereka surga. Allah SWT berfirman,

"Kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun." (Thttp://www.blogger.com/img/blank.gifQS. Maryam [19]: 60)

Dan masih banyak lagi pintu-pintu lainnya yang dapat mengantarkan kita untuk mendapatkan anugerah indah berupa surga dan perjumpaan denganNya di akhirat kelak.

Dari beberapa golongan yang dijanjikan Allah SWT di atas, di manakah letak kita berada? Sudahkah kita berusaha untuk meraih surgaNya melalui pintu-pintu ini? Alahkah indahnya apabila kita termasuk salah satu dari mereka. Semoga.

Wallahu'alam. [mf]

Disarikan dari kitab Min-Muqawwimat an-Nafsiyyah al-Islamiyyah

Sumber tulisan here

MOBO CLE266

Sumber download here www.metumumer.com

Sumber download here www.metumumer.com

Sumber download here www.metumumer.com

Sumber download here www.metumumer.com

Taubatnya Malik Bin Dinar

HidupBerkah.Com - Kehidupanku dimulai dengan kesia-siaan, mabuk-mabukan, maksiat, berbuat zhalim kepada manusia, memakan hak manusia, memakan riba, dan memukuli manusia. Kulakukan segala kezhaliman, tidak ada satu maksiat melainkan aku telah melakukannya. Sungguh sangat jahat hingga manusia tidak menghargaiku karena kebejatanku.

Malik bin Dinar Rohimahullah menuturkan: Pada suatu hari, aku merindukan pernikahan dan memiliki anak. Maka kemudian aku menikah dan dikaruniai seorang puteri yang kuberi nama Fathimah.

Aku sangat mencintai Fathimah. Setiap kali dia bertambah besar, bertambah pula keimanan di dalam hatiku dan semakin sedikit maksiat di dalam hatiku.

Pernah suatu ketika Fathimah melihatku memegang segelas khamr, maka diapun mendekat kepadaku dan menyingkirkan gelas tersebut hingga tumpah mengenai bajuku. Saat itu umurnya belum genap dua tahun. Seakan-akan Allah Subhanahu wa Ta'ala -lah yang membuatnya melakukan hal tersebut.

Setiap kali dia bertambah besar, semakin bertambah pula keimanan di dalam hatiku. Setiap kali aku mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala selangkah, maka setiap kali itu pula aku menjauhi maksiat sedikit demi sedikit. Hingga usia Fathimah genap tiga tahun, saat itulah Fathimah meninggal dunia.

Maka akupun berubah menjadi orang yang lebih buruk dari sebelumnya. Aku belum memiliki sikap sabar yang ada pada diri seorang mukmin yang dapat menguatkanku di atas cobaan musibah. Kembalilah aku menjadi lebih buruk dari sebelumnya. Setanpun mempermainkanku, hingga datang suatu hari, setan berkata kepadaku: “Sungguh hari ini engkau akan mabuk-mabukan dengan mabuk yang belum pernah engkau lakukan sebelumnya.” Maka aku bertekad untuk mabuk dan meminum khamr sepanjang malam. Aku minum, minum dan minum. Maka aku lihat diriku telah terlempar di alam mimpi.

Di alam mimpi tersebut aku melihat hari kiamat.
Matahari telah gelap, lautan telah berubah menjadi api, dan bumipun telah bergoncang. Manusia berkumpul pada hari kiamat. Manusia dalam keadaan berkelompok-kelompok. Sementara aku berada di antara manusia, mendengar seorang penyeru memanggil: Fulan ibn Fulan, kemari! Mari menghadap al-Jabbar. Aku melihat si Fulan tersebut berubah wajahnya menjadi sangat hitam karena sangat ketakutan.
Sampai aku mendengar seorang penyeru menyeru namaku: “Mari menghadap al-Jabbar!”

Kemudian hilanglah seluruh manusia dari sekitarku seakan-akan tidak ada seorangpun di padang Mahsyar. Kemudian aku melihat seekor ulat besar yang ganas lagi kuat merayap mengejar kearahku dengan membuka mulutnya. Akupun lari karena sangat ketakutan. Lalu aku mendapati seorang laki-laki tua yang lemah. Akupun berkata: “Hai, selamatkanlah aku dari ular ini!” Dia menjawab: “Wahai anakku aku lemah, aku tak mampu, akan tetapi larilah kearah ini mudah-mudahan engkau selamat!”

Akupun berlari kearah yang ditunjukkannya, sementara ular tersebut berada di belakangku. Tiba-tiba aku mendapati api ada dihadapanku. Akupun berkata: “Apakah aku melarikan diri dari seekor ular untuk menjatuhkan diri ke dalam api?” Akupun kembali berlari dengan cepat sementara ular tersebut semakin dekat. Aku kembali kepada lelaki tua yang lemah tersebut dan berkata: “Demi Allah, wajib atasmu menolong dan menyelamatkanku.” Maka dia menangis karena iba dengan keadaanku seraya berkata: “Aku lemah sebagaimana engkau lihat, aku tidak mampu melakukan sesuatupun, akan tetapi larilah kearah gunung tersebut mudah-mudahan engkau selamat!”

Akupun berlari menuju gunung tersebut sementara ular akan mematukku. Kemudian aku melihat di atas gunung tersebut terdapat anak-anak kecil, dan aku mendengar semua anak tersebut berteriak: “Wahai Fathimah tolonglah ayahmu, tolonglah ayahmu!”

Selanjutnya aku mengetahui bahwa dia adalah putriku. Akupun berbahagia bahwa aku mempunyai seorang putri yang meninggal pada usia tiga tahun yang akan menyelamatkanku dari situasi tersebut. Maka diapun memegangku dengan tangan kanannya, dan mengusir ular dengan tangan kirinya sementara aku seperti mayit karena sangat ketakutan. Lalu dia duduk di pangkuanku sebagaimana dulu di dunia.

Dia berkata kepadaku:

“Wahai ayah, “belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah.” (Qs. Al-Hadid:16)

Maka kukatakan: “Wahai putriku, beritahukanlah kepadaku tentang ular itu.”
Dia berkata: “Itu adalah amal keburukanmu, engkau telah membesarkan dan menumbuhkannya hingga hampir memakanmu. Tidakkah engkau tahu wahai ayah, bahwa amal-amal di dunia akan dirupakan menjadi sesosok bentuk pada hari kiamat? Dan lelaki yang lemah tersebut adalah amal shalihmu, engkau telah melemahkannya hingga dia menangis karena kondisimu dan tidak mampu melakukan sesuatu untuk membantu kondisimu. Seandainya saja engkau tidak melahirkanku, dan seandainya saja tidak mati saat masih kecil, tidak akan ada yang bisa memberikan manfaat kepadamu.”

Dia Rohimahullah berkata: Akupun terbangun dari tidurku dan berteriak: “Wahai Rabbku, sudah saatnya wahai Rabbku, ya, “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah.” Lantas aku mandi dan keluar untuk shalat subuh dan ingin segera bertaubat dan kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Dia Rohimahullah berkata:
Akupun masuk ke dalam masjid dan ternyata imampun membaca ayat yang sama:
“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah.” (Qs. Al-Hadid: 16)
.....

Itulah kisah taubatnya Malik bin Dinar Rohimahullah yang beliau kemudian menjadi salah seorang imam generasi tabi'in, dan termasuk ulama Basrah. Dia dikenal selalu menangis sepanjang malam dan berkata: “Ya Ilahi, hanya Engkaulah satu-satunya Dzat Yang Mengetahui penghuni sorga dan penghuni neraka, maka yang manakah aku di antara keduanya? Ya Allah, jadikanlah aku termasuk penghuni sorga dan jangan jadikan aku termasuk penghuni neraka.”

Malik bin Dinar Rohimahullah bertaubat dan dia dikenal pada setiap harinya selalu berdiri di pintu masjid berseru: “Wahai para hamba yang bermaksiat, kembalilah kepada Penolong-mu! Wahai orang-orang yang lalai, kembalilah kepada Penolong-mu! Wahai orang yang melarikan diri (dari ketaatan), kembalilah kepada Penolong-mu! Penolong-mu senantiasa menyeru memanggilmu di malam dan siang hari. Dia berfirman kepadamu: “Barangsiapa mendekatkan dirinya kepada-Ku sathttp://www.blogger.com/img/blank.gifu jengkal, maka Aku akan mendekatkan diri-Ku kepadanya satu hasta. Jika dia mendekatkan dirinya kepada-Ku satu hasta, maka Aku akan mendekatkan diri-Ku kepadanya satu depa. Siapa yang mendatangi-Ku dengan berjalan, Aku akan mendatanginya dengan berlari kecil.”

Aku memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar memberikan rizki taubat kepada kita. Tidak ada sesembahan yang hak selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zhalim.

Malik bin Dinar Rohimahullah wafat pada tahun 130 H. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala merahmatinya dengan rahmat-Nya yang luas. (Misanul I'tidal, III/426). [http://kisahislam.com/kisah-teladan/19-taubatnya-malik-bin-dinar-rohimahullah-.html]

sumber tulisan here

Al-Awwalun: Para Sahabat Pelopor Kebaikan

HidupBerkah.Com - “ Ya Allah ya Rabbi, jadikanlah Kami Hamba Yang Bisa Menjadi Pelopor Kebaikan Seperti Para Sahabat Rosulullah SAW”

Yang pertama kali masuk Islam dari golongan wanita dan laki-laki adalah Sayyidah Khadijah binti Khuwailid.

Yang pertama masuk Islam dari golongan anak-anak adalah Ali bin Abi Thalib. Rasulullah saw, jika telah tiba waktu shalat maka beliau keluar menuju lembah-lembah di kota Makkah, dan Ali keluar menyertainya (padahal dia masih berumur sepuluh tahun) secara sembunyi-sembunyi agar tidak diketahui oleh ayah dan kaumnya. Lalu mereka berdua melakukan shalat bersama, dan jika waktu sore tiba mereka berdua kemudian pulang.

Yang pertama kali masuk Islam dari kalangan laki-laki merdeka adalah Abu Bakar Shiddiq. Rasulullah saw bersabda: Tidaklah aku mengajak seseorang masuk Islam kecuali ia akan berwajah pucat mendengarnya, merasa ragu-ragu, dan berpikir panjang, kecuali Abu Bakar. Ia tidak menunda-nunda masuk Islam ketika aku menceritakan Islam kepadanya, dan juga tidak merasa ragu-ragu.

Orang yang pertama kali mengeraskan bacaan al-Qur’an di kota Makkah adalah Abdullah bin Mas’ud. Tatkala ia berada di depan para pemuka Quraisy, ia mengeraskan suaranya yang merdu dan membangkitkan minat pendengarnya, ketika membaca firman Allah Swt

Tuhan Yang Maha Pemurah. Yang telah mengajarkan al-Qur’an. Dia menciptakan manusia, mengajarnya pandai berbicara. Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan. Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya. (TQS. ar-Rahman [55]: 1-6)

Sampai pada bacaan tersebut, ia dipukuli oleh kaum kafir Quraisy hingga jatuh pingsan. Ketika siuman, ia meminta ijin pada Nabi saw untuk mengulangi lagi apa yang dilakukannya itu pada malam berikutnya.

Wanita yang pertama gugur menjadi syahidah dalam Islam adalah Sumayyah bin Khubbath (Ibu Ammar bin Yasir).

Khatib yang pertama kali menyerukan agama Allah adalah Abu Bakar as-Shiddiq, ketika jumlah kaum Muslim mencapai tiga puluh sembilan orang. Abu Bakar mendesak Rasulullah saw untuk menampakkan Islam secara terang-terangan, maka Rasulullah saw bersabda: “Wahai Abu Bakar, jumlah kita masih sedikit”. Abu Bakar terus mendesak hingga akhirnya Rasulullah saw muncul dan kaum Muslim berpencar di beberapa sisi masjid. Abu Bakar kemudian berdiri menjadi khatib, sedang Rasulullah saw duduk mendengarkannya, sehingga Abu Bakar menjadi khatib pertama yang menyeru kepada Allah dan Rasulullah saw. Kaum musyrikin sangat marah kepada Abu Bakar dan kaum Muslim. Mereka memukulinya dengan sangat hebat. Abu Bakar diinjak-injak. Si fasik, Utbah bin Rabiah, mendekati beliau, kemudian ia memukulnya dengan dua sepatunya, yang meninggalkan bekas luka di wajah Abu Bakar sehingga sukar diketahui rupa hidung di wajahnya.

Pedang yang pertama kali dihunus dalam Islam, adalah pedang Zubair bin Awwam. Di masa-masa awal kemunculan Islam, tersiar kabar bahwa Rasululllah saw telah dibunuh. Yang dilakukan Zubair tidak lain kecuali segera menghunus pedangnya, kemudian dia mengitari jalanan Makkah bagaikan badai topan. Dan di daerah Makkah bagian atas dia bertemu dengan Rasulullah saw, yang segera menanyainya tentang apa yang terjadi? Zubair mengabarkan berita tersebut kepada Rasulullah saw. Lalu Rasulullah saw mendoakannya agar kebaikan diperuntukkan bagi dirinya dan kemenangan bagi pedangnya.

Rumah yang pertama kali digunakan untuk mengemban dakwah Islam adalah rumah Arqam bin Abi al-Arqam, yang berada di Bukit Shafa. Rumah itu seringkali digunakan Nabi Muhammad saw untuk duduk mengajarkan Islam. Rasulullah saw terus mengajarkan Islam di rumah Arqam hingga jumlah kaum Muslim mencapai empat puluh orang. Lalu mereka keluar menampakkan seruan kepada Allah.

Orang yang pertama kali berhijrah ke Habsyah; dialah Utsman bin Affan bersama isterinya Ruqayyah binti Rasulullah saw. Diriwayatkan dari Rasulullah saw, bahwasanya Utsman merupakan orang yang pertama kali berhijrah menyelamatkan agama Allah bersama keluarganya setelah Nabi Luth as.

Darah yang pertama kali tumpah dalam Islam. Di masa permulaan dakwah Islam, ketika itu Sa’ad bin Abi Waqash bersama beberapa orang sahabatnya sedang melaksanakan shalat di salah satu lembah di Makkah. Keberadaan mereka diketahui beberapa orang kaum musyrikin. Kaum musyrikin kemudian menentang dan mencela apa yang mereka lakukan, hingga akhirnya terjadi perkelahian diantara mereka. Pada saat itu, Sa’ad memukul salah seorang kaum musyrikin dengan rahang unta sehingga orang itu terluka (dan mati terbunuh), dan itulah darah yang pertama kali tumpah dalam Islam.

Duta pertama dalam Islam, adalah Mush’ab bin Umair. Rasulullah saw memilihnya untuk menjadi duta beliau, yang dikirim ke Madinah dalam rangka memahamkan dan mengajarkan agama Islam kepada kaum Anshar, menyeru penduduk Yatsrib kepada Islam, dan mempersiapkan Madinah menyongsong terjadinya hijrah, padahal disisi beliau ada beberapa sahabat yang lebih tua umurnya dan lebih dekat hubungannya daripada Mush’ab. Mush’ab bin Umair ra mengemban amanat itu dengan dibantu oleh nikmat yang telah dianugerahkan Allah kepadanya berupa akal yang cerdas dan perilaku yang mulia. Ia berhasil menjalankan misinya, dimana penduduk Madinah masuk Islam dan menyambut seruan Allah dan Rasul-Nya.

Yang pertama kali membangun masjid adalah Utsman bin Affan.

Yang pertama kali menjadikan rumahnya sebagai masjid yang digunakan untuk shalat adalah Ammar bin Yasir.

Orang Anshar yang pertama kali masuk Islam adalah As’ad bin Zurarah al-Anshari. As’ad bin Zurarah dan Dzakwan bin Abdi Qais berangkat ke Makkah. Di sana mereka berdua bertengkar dengan Utbah bin Rabiah. Mereka berdua mendengar kabar tentang Rasulullah saw dan mendatanginya, lalu Rasulullah saw menyampaikan Islam dan membacakan al-Qur’an dihadapan keduanya. Kemudian mereka berdua masuk Islam dan tidak mendekati Utbah bin Rabiah lagi. Keduanya lalu pulang ke Madinah, dan menjadi orang yang pertama kali pulang ke Madinah membawa Islam.

Orang yang pertama kali memegang tangan Rasulullah saw pada malam Bai’at al-’Aqabah kedua adalah al-Barra bin Ma’rur. Al-Barra memegang tangan Rasulullah saw dan berkata: “Ya, demi Zat yang mengutusmu menjadi seorang Nabi dengan membawa agama yang haq, kami akan melindungimu sebagaimana kami melindungi anak isteri kami. Bai’atlah kami wahai Rasulullah. Demi Allah, sesungguhnya kami adalah ahli perang, ahli senjata, yang selalu kami wariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya”.

Sumber tulisan here

Bunda, I Love You Forever!

Umi…umi… umi
seolah terdengar suara Rasulullah
Kubayangkan wajahnya ketika berucap
menyebut namamu berkali - kali

Ibu… ibu… ibu
Di pundakmu tetes air mata kuhapus
Dilututmu rebah jiwa lelahku
Ketika engkau belaiku
Sirna semua bebanku

Bunda… bunda… bunda
di telapak kakimu surga membentang
didalam doamu terkabullah cinta
dan senyummu tiada mengenal senja

Umi… umi… umi
menjadi tua adalah kodrat kita
kini engkau nanti aku pula
Jika Allah memberi

HidupBerkah.Com - Senandung merdu nasyid ini selalu mengisi ruang hati saat merindukan sosok yang begitu bermakna dalam hidup ini. Seolah "BPM", pemilik lagu, ini ingin mengajak kita menyusuri bahtera hidup sosoknya. Seolah ia ingin mengatakan "Cintailah dia". Dialah sosok termulia itu, Ibu.

Ibu, Umi, Bunda… seolah nama-nama ini tak akan pernah henti disenandungkan lisan-lisan manusia. Karena "seluruh manusia" bermuara darinya. Banyak nama, namun satu makna; CINTA. Ia adalah muara cinta manusia di dunia. Tak heran jika sosok yang bernama Ibu ini dimuliakan oleh Allah SWT dan RasulNya. Bukan karena sosoknya, rupanya, atau yang lainnya. Namun karena kelembutan, cinta dan pengorbanannya. Rasulullah sendiri sampai mengulangnya tiga kali saat ditanya oleh sahabat tentang siapa yang harus lebih dulu kita berbakti. "Ibumu... Ibumu... Ibumu... lalu Bapakmu..." Demikian ujar Baginda Rasulullah Saw ketika itu.

Tidak cukup sampai di situ, sosok yang bernama Bunda ini juga dimuliakan Allah SWT. Allah SWT telah meninggikan derajatnya melebihi makhluk-makhluk lain yang ada di dunia ini. Ia telah dijadikan kunci pembuka pintu ampunan, ridlo dan cintaNya. Tak heran jika Allah SWT memberinya keutamaan diantara keutamaan manusia. "Surga di bawah telapak kaki Ibu." Demikian dikatakan.

Mengapa sosok yang bernama Umi ini begitu dimuliakan?

Salah satu hal yang akan menyadarkan kita adalah, ketika kita atau pasangan kita kelak, sudah berganti nama menjadi "dia". Saat itulah semua hal tentangnya akan terungkap. Saat itulah perihal keutamaan-keutamaan itu akan terbuka. Saat itulah setiap derajat-derajatnya nampak dengan jelas. Saat itulah setiap bulir cintanya terasa menyusuri setiap waktu perjalanan kita. Terlebih ketika kita atau pasangan kita sedang menanti datangnya sang buah hati. Maka sosoknya begitu nyata hadir dalam diri kita.

Karena ternyata, kita sadari ataupun tidak, keberadaan kita di dunia adalah karena keberadaannya. Dialah pengantar hidup kita dari Sang Pencipta. Dialah tangan-tangan ikhlas dari yang Maha Ikhlas. Dialah kaki-kali ringan dari yang Maha Ringan. Cinta, pengorbanan, perjuangan, keikhlasan, kehangatan, rindu bahkan khawatir dan ketakutan telah bergumul menjadi jalinan penuh kesyahduannya. Itulah Ibu. Ah, terlalu berlebihan mungkin. Namun, itulah yang terjadi.

Sudah terlalu banyak mungkin cerita, ceramah atau tulisan yang mengupas bagaimana jasa-jasa sosok yang kita beri nama Umi ini mengisi relung pikiran kita. Mulai dari saat kita berada dalam rahimnya. Saat melahirkan. Saat dibesarkan. Saat kita sakit. Saat kita terjatuh. Saat kita mandi. Saat kita lapar. Saat kita terkantuk. Saat kita sedih. Saat kita bahagia. Saat kita sekolah. Saat kita menangis. Saat kita tertawa. Saat kita kuliah. Saat kita bekerja. Bahkan saat kita menikah dan kita punya anak. Ia selalu menyertai kita. Ia tak henti-hentinya menjadi titik perhatiannya. Karena kita baginya adalah Cinta.

Tak cukup rasanya untuk mengurai tali-temali penuh harap ini. Tak cukup lembar-lembar yang ada dalam buku-buku kehidupan kita untuk menuangkannya. Tak cukup pena-pena yang ada untuk menuliskannya. Tak cukup bait-bait kalimat untuk menggambarkannya. Satu hal yang lebih penting dari semua itu adalah jawaban atas pertanyaan, "Sudahkah kita berbakti kepadanya? Sudahkan kita membahagiakannya? Sudahkah kita memberi yang terbaik untuknya?"

Inilah yang selalu harus kita ingat dan selalu ada di hati kita. Inilah pendorong mengapa diri kita harus bangkit. Inilah pendorong mengapa diri kita harus berhasil. Inilah pendorong mengapa diri kita harus menjadi yang terbaik. Karena ia bukan beban. Tapi ia adalah pembangkit semangat, pembangkit cinta. Karena diri kita sudah saatnya memberi. Karena diri kita sudah saatnya mempersembahkan cinta terbaik untuknya. Bunda.

Mulai saat ini, lakukanlah yang terbaik untuknya. Berilah yang terbaik yang bisa kita berikan untuknya. Persembahkanlah yang terbaik yang bisa kita persembahkan untuknya. Mulai detik ini. Penuhilah setiap doa-doa kita dengan nama-namanya. Penuhilah setiap rasa dengan cintanya. Penuhilah setiap langkah dengan pendorongnya.

Sekarang telephonlah ia, smslah ia, suratilah ia, jika ia masih ada. Mintalah maaf kepadanya, mintalah ridlo darinya. Kabarkankah kabar gembira kepadanya. Karena bahagia kita bahagia mereka. Duka kita juga duka baginya. Kabarkanlah bahwa anda sedang bahagia, sedang rindu kepadanya, sedang ingin memeluknya, sedang ingin mencium tangannya. Sampaikanlah bahwa anda mencintainya, "Ibu... Aku sayang Ibu..." Sampaikanlah kepadanya, "Bunda...! I love you forever!"
Mengapa? Karena kita tidak bisa melakukannya ketika ia sudah tiada! [Asep Supriatna]

Sahabat HidupBerkah, tanpa kehadiran seorang Ibu, kita tidak akan lahir ke dunia. Tidakkah itu menjadi alasan yang sangat kuat bagi kita untuk selalu BERBAKTI PADA ORANGTUA terutama SEORANG IBU?

Dalam pembelajaran praktis UMMAT TERBAIK HIDUP BERKAH, kita diajak untuk belajar bersyukur terhadap kenikmatan yang telah ALLAAH berikan pada kita. Termasuk kehadiran Ibu dalam keluarga kita. Tidak sekedar berteori tapi juga dibimbing untuk TAKE ACTION dalam rangka pengembangan diri. Apa yang bisa http://www.blogger.com/img/blank.gifkita berikan pada IBU sebagai bentuk rasa syukur kita. Lalu kita dibimbing bagaimana CARA MENSETTING DREAM agar impian kita untuk sang ibu bisa terwujud. Setiap materi disampaikan secara SEDERHANA, MUDAH DIMENGERTI, DAN MUDAH DITERAPKAN. Layaknya sebuah pelatihan bisnis dan seminar motivasi praktis yang membantu para pengusaha muslim atau enterpreneur membangun impian hidup berlimpah dengan menjadikan bisnis islami sebagai mesing uang.

Jika Anda tertarik untuk mengikuti pembelajaran praktis UTHB, segera daftarkan diri Anda secara online DISINI untuk mendapatkan harga investasi SPESIAL. Anda juga bisa menghubungi kami di 021-522 6167 atau Hidup Berkah Center daerah DISINI untuk informasi lebih lengkap.

sumber tulisan here