Sunday, November 27, 2011

[MIRIS GAN] Sebuah surat dari pejuang Hamas ( Gaza ) untuk negri Indonesia











Posted by
gogoklik





“Untuk saudaraku di Indonesia, mengapa saya harus memilih dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia. Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki adalah karena negri kalian berpenduduk muslim terbanyak di punggung bumi ini, bukan demikian saudaraku?

Di saat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis dakwah dari jama’ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama’ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum.



Lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku, jika jumlah jama’ah haji asal Gaza sejak tahun 1987 sampai sekarang digabung, itu belum bisa menyamai jumlah jama’ah haji dari negara kalian dalam satu musim haji saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat dibanding kalian. Wah pasti uang kalian sangat banyak, apalagi menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang memnunaikan ibadah haji yang kedua kalinya, Subhanallah.

Wahai saudaraku di Indonesia,

Pernah saya berkhayal dalam hati, kenapa saya dan kami yang ada di Gaza ini, tidak dilahirkan di negri kalian saja. Pasti sangat indah dan mengagumkan. Negri kalian aman, kaya, dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui tentang negri kalian.
Pasti ibu-ibu disana amat mudah menyusui bayi-bayinya, susu formula bayi pasti dengan mudah kalian dapoatkan di toko-toko dan para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalin di rumah sakit yang mereka inginkan.



Ini yang membuatku iri kepadamu saudaraku, tidak seperti di negri kami ini. Tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah. Sehingga istri kami terpaksa melahirkan di atas mobil, ya di atas mobil saudaraku.!
Susu formula bayi adalah barang langka di Gaza sejak kami diblokade 2 tahun yang lalu, namun istri kami tetap menyusui bayi-bayinya dan menyapihnya hingga 2 tahun lamanya, walau terkadang untuk memperlancar Asi mereka, istri kami rela minum air rendaman gandum.
Namun, mengapa di negri kalian, katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah dan ibunya. Terkadang ditemukan mati di parit-parit, selokan, dan tempat sampah. Itu yang kami dapat dai informasi di televisi.

Dan yang membuat saya terkejut dan merinding, ternyata negri kalian adalah negri yang tertinggi kasus aborsinya untuk wilayah Asia. Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian? Apakah karena di negri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami disini, sehingga orang bisa melakukan hal hina seperti itu? Sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa bagi kami disini.



Memeang hampir setiap hari di Gaza sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-bayi kami mati. Namun, bukanlah di selokan-selokan atau got-got apalagi di tempat sampah. Mereka mati syahid saudaraku! Mati syahid karena serangan roket tentara Israel!

Kami temukan mereka tak bernyawa lagi di pangkuan ibunya, di bawah puing-puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan Zionis Israel. Saudaraku, bagi kami nilai seorang bayi adalah aset perjuangan kami terhadap penjajah Yahudi. Mereka adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan negri ini.

Perlu kalian ketahui, sejak serangan Israel tanggal 27 Desember 2009 kemarin, saudara-saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 di antaranya adalah anak-anak kami, namun sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut lahirnya 3000 bayi baru di jalur Gaza, dan Subhanallah kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar, Allahu Akbar!

Wahai saudaraku di Indonesia,

Negri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah, namun kenapa di negri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar. Apa karena sulit mencari rizki disana? Apa negri kalian diblokade juga?

Perlu kalian ketahui saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi, apalagi sampai mati kelaparan, walau sudah lama kami diblokade. Sungguh kalian terlalu manja! Saya adalah pegawai tata usaha di kantor pemerintahan HAMAS sudah 7 bulan ini belum menerima gaji bulanan saya. Tetapi Allah SWT yang akan mencukupkan rizki untuk kami.


Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda baru saja melangsungkan pernikahan. Ya, mereka menikah di sela-sela serangan agresi Israel. Mereka mengucapkan akad nikah diantara bunyi letupan bom dan peluru, saudaraku.Dan Perdana Menteri kami, Ust Isma’il Haniya memberikan santunan awal pernikahan bagi semua keluarga baru tersebut.

Wahai saudaraku di Indonesia,

Terkadang saya pun iri, seandainya saya bisa merasakan pengajian atau halaqah pembinaan di negri antum (anda). Seperti yang diceritakan teman saya, program pengajian kalian pasti bagus, banyak kitab mungkin yang kalian yang telah baca. Dan banyak buku-buku pasti sudah kalian baca. Kalian pun bersemangat kan? Itu karena kalian punya waktu.

Kami tidak memiliki waktu yang banyak disini. Satu jam, ya satu jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami disini untuk halaqah. Setelah itu kami harus terjun ke lapangan jihad, sesuai dengan tugas yang diberikan kepada kami.

Kami disini sangan menanti-nantikan saat halaqah tersebut walau hanya satu jam. Tentu kalian lebih bersyukur. Kalian punya waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqah, seperti ta’aruf, tafahum, dan takaful disana.
Halafalan antum pasti lebih banyak daripada kami. Semua pegawai dan pejuang HAMAS disini wajib menghapal Surah Al-Anfal sebagai nyanyian perang kami, saya menghafal di sela-sela waktu istirahat perang, bagaimana dengan kalian?

Akhir Desember kemarin, saya menghadiri acar wisuda penamatan hafalan 30 Juz anakku yang pertama. Ia merupakan diantara 1000 anak yang tahun ini menghafal Al-Qur’an dan umurnya baru 10 tahun. Saya yakin anak-anak kalian jauh lebih cepat menghapal Al-Qur’an ketimbang anak-anak kimi disini.

Di Gaza tidak ada SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu) seperti di tempat kalian yang menyebar seperti jamur di musim hujan. Disini anak-anak belajar diantara puing-puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tanahnya sudah diratakan, diatasnya diberi beberapa helai daun kurma. Ya, di tempat itu mereka belajar, saudaraku. Bunyi suara setoran hafalan Al-Qur’an mereka bergemuruh dianatara bunyi-bunyi senapan tentara Israel. Ayat-ayat jihad paling cepat mereka hafal, karena memang didepan mereka tafsirnya. Langsung mereka rasakan.

Oh iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia. Kami menyaksikan aksi demo-demo kalian disini. Subhanallah, kami sangat terhibur.

Karena kalian juga merasakan apa yang kami rasakan disini.Memang banyak masyarakat dunia yang menangisi kami disini, termasuk kalian yang di Indonesia. Namun, bukan tangisan kalian yang kami butuhkan , saudaraku. Biarlah butiran air matamu adalah catatan bukti akhirat yang dicatat Allah sebagai bukti ukhwah kalian kepada kami. Doa-doa dan dana kalian telah kami rasakan manfaatnya.

Oh iya, hari semakin larut, sebentar lagi adalah giliran saya menjaga kantor, tugasku untuk menunggu jika ada telpon dan fax yang masuk. Insya Allah, nanti saya ingin sambung dengan surat yang lain lagi. Salam untuk semua pejuang-pejuang Islam dan ulama-ulama kalian.

Tuesday, November 22, 2011

Cara Mudah Merawat Komputer dengan Advance SystemCare

Cara Mudah Merawat Komputer dengan Advance SystemCare




Jul 8, 2011 by Under Tips & Trik - 4 Comments  

Cara Mudah Merawat Komputer dengan Advance SystemCare Image


Advanced SystemCare Free sesuai dengan namanya adalah aplikasi gratis yang berfungsi untuk membantu kita melindungi, memperbaiki dan mengoptimalkan kinerja sistem komputer. Advance SystemCare Free dikeluarkan oleh iobit.com dan saat ini sudah memasuki versi 4.01. Kemudahan pengoperasian aplikasi ini dapat dilihat dari terdapatnya  4 tombol aplikasi pada bagian mainscreen sehingga menawarkan fitur one click untuk melakukan perawatan komputer.




  1. Quick Care

    Cara Mudah Merawat Komputer dengan Advance SystemCare Image

    Berfungsi untuk membersihkan, memperbaiki dan mengoptimalkan komputer dengan cara menghapus spyware, adware dan malware, membersihkan registry, repair invalid shortcuts,menghapus aktivitas history saat browsing dan membersihkan file sampah untuk membuat komputer kita lebih cepat.

  2. Deep Care


    Hampir sama seperti Quick Care dengan penambahan bebeapa tool tambahan seperti Disk Scan, Vulnerability Fix, Passive Defense dan Disk Defragment serta melakukan scan malware dan membersihkan registry secara lebih dalam.

  3. Turbo Boost

    Cara Mudah Merawat Komputer dengan Advance SystemCare ImageFitur Turbo Boost dapat membantu meningkatkan kecepatan komputer dengan menonaktifkan beberapa service windows dan proses yang berjalan di background. Sebelum menjalankan fitur ini sebaiknya kita melakukan konfigurasi terlebih dahulu terhadap service dan aplikasi apa saja yang boleh untuk dinonaktifkan, terutama apabila komputer kita terkoneksi ke jaringan.


  4. Toolbox

    Dalam Toolbox ini berisi sekitar 20 tool tambahan yang dapat kita gunakan untuk  merawat, memperbaiki dan mengoptimalkan kinerja komputer. Ada bebarapa tool yang harus di download terpisah seperti misalnya Smart Defrag, Game Booster dan IObit Malware Fighter. Beberap tool juga hanya dapat kita gunakan apabila kita menggunakan Advanced SystemCare Pro misalnya Internet Booster dan Registry Cleaner dan Registry Defrag.



Cara merawat komputer dengan Advance SystemCare


Sebenarnya untuk merawat komputer menggunakan Advance SystemCare ini caranya sangat mudah, disini saya hanya sekedar share aja tentang beberapa tips dalam menjalankan program ini:



  1. Jalankan Quick Care secara harian, misalnya sewaktu kita akan pulang kerja

  2. Jalankan Deep Care secara mingguan, mungkin bisa dilakukan di akhir pekan.


  3. Untuk komputer yang terhubung ke jaringan, sebaiknya tidak mendisbale service windows yang terdapat pada fitur Turbo Boost.

  4. Jalankan Driver Manager, untuk mengupdate dan membackup driver.

  5. Jalankan aplikasi Disk Doctor. Aplikasi pada dasarnya sama dengan menjalankan aplikasi Chekdisk pada windows dengan perintah chkdsk C: /f, yaitu mengecek kondisi hardisk dan secara otomatis memperbaiki file system yang error.


  6. Download juga Smart Defrag, tool untuk menggantikan aplikasi defrag bawaan windows yang konon katanya kurang optimal. Lakukan defrag hardisk secara mingguan atau pada saat kita telah menginstal atau uninstall aplikasi, mengcopy atau delete file yang berukuran besar

    Cara Mudah Merawat Komputer dengan Advance SystemCare Image

  7. Download IObit Malware Fighter untuk membantu mendeteksi, menghapus, dan melindungi komputer dari berbagai spyware, adware, trojans, keyloggers,bots, worm, dan hijackers.

  8. Gunakan IObit Uninstaller untuk menguninstall program-program yang tidak dibutuhkan lagi.



Mungkin itulah sedikit tips untuk membantu merawat komputer kita dengan menggunakan aplikasi Advance SystemCare ini, dengan melakukan perawatan secara teratur diharapkan komputer kita tetap dalam kondisi yang optimal.

Cara Mudah Install Driver Secara Manual Pada Komputer/Notebook

Cara Mudah Install Driver Secara Manual Pada Komputer/Notebook




Sep 7, 2011 by Under Tips & Trik - 4 Comments  

Sesuai request beberapa pengunjung, sekarang kami coba untuk share bagaimana cara menginstall driver secara manual melalui device manager pada Windows. Cara ini biasa dilakukan jika secara kebetulan driver yang anda miliki tidak disertai dengan file EXE (Executable) yang tinggal klik langsung jalan. File driver tersebut biasa berupa file INF dan file DLL yang berisi informasi dan database agar perangkat/device bisa dikenali oleh Windows.



Cara Mudah Install Driver Secara Manual Pada Komputer/Notebook Image


Share kali ini juga bisa digunakan untuk mengembalikan driver yang sudah di backup menggunakan software DriverMax. Untuk lebih jelasnya, silahkan baca artikel Cara Mudah Backup Driver Windows Menggunakan DriverMax. Lebih jelasnya ikuti petunjuk di bawah ini:



  • Buka Properties Komputer. Kalau di Windows XP, klik kanan My Computer dan pilih Properties. Kalau di Windows 7, klil tombol Start, Pilih Computer, klik kanan dan pilih Properties.

  • Selanjutnya, klik tombol Device Manager.

  • Klik kanan salah satu device yang drivernya belum teinstall dengan sempurna dan lanjutkan dengan memilih Update Driver.


    Cara Mudah Install Driver Secara Manual Pada Komputer/Notebook Image

  • Pada bagian Welcome to the Hardware Update Wizard, pilih Yes this time only dan lanjutkan dengan klik tombol Next.

  • Selanjutnya, pilih Install from list or specific location (Advanced) yang diikuti dengan klik tombol Next.

  • Pada bagian Please choose your search and installation options, klik tombol Browse dan pilih di mana lokasi di mana anda menyimpan file driver.

    Cara Mudah Install Driver Secara Manual Pada Komputer/Notebook Image

  • Setelah lokasi file driver sudah ketemu, lanjukan dengan klik tombol OK yang diikuti dengan tombol Next. Pastikan anda sudah memilih folder yang tepat sebelum melanjutkan proses install driver.

  • Tunggu sampai proses selesai dan terakhir klik tombol Finish.

    Cara Mudah Install Driver Secara Manual Pada Komputer/Notebook Image

  • Jika komputer/notebook anda meminta restart, ikuti saja prosesnya agar keseluruhan proses update bsia berjalan dengan maksimal.



Sekarang, dengan pedoman ini anda tidak akan kebingungan lagi jika harus menginstall driver secara manual.


Selain itu, seperti pada keterangan sebelumnya, cara ini juga bisa digunakan untuk menginstall driver dari file backup driver yang dihasilakn oleh DriverMax. Yang perlu diperhatikan, arahkan folder driver pada lokasi di mana anda menyimpan file driver. Jika anda salah memilih, anda bisa mengulanginya lagi sampai driver bisa terinstall dengan baik.


Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Cara Mudah Download dan Install Driver All LAN dan WiFi

Cara Mudah Download dan Install Driver All LAN dan WiFi




Jan 24, 2011 by Under Tips & Trik - 20 Comments  

Cara Mudah Download dan Install Driver All LAN dan WiFi ImageMungkin beberapa di antara anda pernah mengalami kesulitan dalam download dan install driver LAN ataupun WiFi? Artikel berikut ini akan membahas tentang cara mudah download dan  install semua driver LAN dan WiFi. Mari kita simak bersama!



Sebelumnya perlu anda ketahui bahwa driver LAN dan WiFi yang akan kita pasang ini adalah driver universal, artinya bisa kita gunakan untuk semua merk Lancard ataupun WiFi. Dan Ukurannya pun cukup kecil yaitu sekitar 36Mb.


Driver ini nantinya akan di extract sewaktu anda menginstallnya ke dalam komputer ataupun laptop anda dan secara otomatis driver ini akan mencari sendiri LAN Card ataupun Wifi type dan merk apa yg terpasang di komputer ataupun laptop anda. Dan anda tidak perlu bersusah payah dalam mencari driver LAN dan Wifi, karena berikut ini kami akan memberikannya untuk anda.


Berikut langkah mudah download dan install driver LAN dan WiFi :



  1. Download dulu driver LAN dan WiFi Universal di link berikut ini : http://www.softpedia.com/get/System/OS-Enhancements/3DP-Net.shtml.


  2. Setelah masuk ke link di atas, klik tombol download kemudian pilih salah satu link download di sebelah kanan halaman tersebut. Dan driver akan secara otomatis terdownload. Oya, driver ini namanya 3DP Net. Download driver LAN dan Wifi ini hanya anda lakukan sekali saja, dan setelah itu anda dapat menggunakannya secara offline tanpa internet.

  3. Untuk Install driver LAN ataupun WiFi, anda tinggal dobel klik pada file driver hasil download tadi, maka file akan terextract dengan sendirinya. Berikut screenshootnya :Cara Mudah Download dan Install Driver All LAN dan WiFi Image

  4. Kemudian klik driver untuk menginstall driver LAN anda. Kalau anda ingin menginstall driver WiFi, anda dapat klik tanda + di sebelah kanan, maka akan muncul driver WiFi dan kemudian tinggal klik driver untuk Install driver WiFi.


  5. Klik next untuk melanjutkan install driver, dan tunggu prosesnya sampai selesai.Cara Mudah Download dan Install Driver All LAN dan WiFi ImageCara Mudah Download dan Install Driver All LAN dan WiFi Image

  6. Driver sudah terinstall dan sudah siap untuk digunakan.


Bagaimana? Mudah kan?


Dan sekarang pekerjaan anda akan jauh lebih cepat sehingga bisa menghemat waktu anda untuk kegiatan anda lainnya.


Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Tuesday, November 15, 2011

Macam-macam Imbuhan







Kata Imbuhan: Awalan, Akhiran, Sisipan, Imbuhan Gabung.



BAB I
PENDAHULUAN


Acapkali sebuah kata dasar atau bentuk dasar perlu diberi imbuhan untuk dapat digunakan didalam perturutan. Imbuhan ini dapat mengubah makna, jenis dan fungsi sebuah kata dasar atau bentuk dasar menjadi kata lain, yang fungsinya berbeda dengan kata dasar atau bentuk dasarnya.

Imbuhan mana yang harus digunakan tergantung pada keperluan penggunaannya didalam pertuturan. Untuk keperluan pertuturan itu sering pula sebuah kata dasar atau bentuk dasar yang sudah diberi imbuhan dibubuhi pula dengan imbuhan lain.




Imbuhan yang ada dalam bahasa Indonesia adalah :

1. Akhiran : -kan, -i, –nya, -in, -at, -is, -isme, -man, -wan, -ah, -us,-wi.


2. Awalan : ber-, per-, me-, di-, ter-, ke-, se-, dan pe-

3. Sisipan : -el, -em, dan –er

4. Imbuhan gabung : ber-kan, ber-an, per-kan, per-I, me-kan, me-I, memper-, memper-kan, memper-I, di-kan, di-I, diper-, diper-kan, diper-I, ter-kan, ter-I, ke-an, se-nya, pe-an, per-an

Dalam makalah ini akan dibahas mengenai bagaimana cara menggunakan imbuhan tersebut.







BAB II

PEMBAHASAN
1. Akhiran -kan


Akhiran –kan tidak mempunyai variasi bentuk. Jadi untuk situasi dan kondisi mana pun bentuknya sama. Pengimbuhan dilakukan dengan cara merangkaikannya dibelakang kata yang diimbuhinya. Fungsi akhiran –kan adalah membentuk kata kerja transitif, yang dapat digunakan dalam kalimat perintah, kalimat pasif yang predikatnya berbentuk (aspek)+pelaku+kata kerja, dan subjek menjadi sasaran perbuatan dan pada keterangan tambahan pada subjek atau objek yang berbentuk yang+(aspek)+pelaku+kata kerja.

Pembentukan kata dengan akhiran –kan akan memberikan makna sebagai berikut :

a. Untuk mendapatkan makna “sebabkan jadi” akhiran –kan harus diimbuhkan pada :

1) Kata sifat

Contoh : tenangkan dulu anak-anak itu!

Tenangkan artinya “jadikan tenang”

2) Kata kerja yang menyatakan keadaan

Contoh : hubungan telepon telah mereka putuskan

Putuskan artinya “jadikan putus”


3) Beberapa kata benda yang memiliki sifat khusus

Contoh : daerah itu harus kita hutankan kembali

Hutankan artinya “jadikan hutan”

b. Untuk mendapatkan makna “sebabkan jadi berada” akhiran –kan harus diibuhkan pada kata benda yang menyatakan tempat. Contoh :

Pinggirkan dulu mobil itu!

Pinggirkan artinya “jadikan berada dipinggir”

c. Untuk mendapatkan makna “lakukan…” akhiran –kan harus diimbuhkan pada kata kerja yang menyatakan tindakan. Contoh :

Lemparkan bola itu kesini!

Lemparkan artinya “lakukan lempar akan bola”


d. Untuk mendapatkan makna “lakukan untuk orang lain” akhiran -kan harus diimbuhkan pada kata kerja yang kata dasarnya sudah transitif. Contoh :

Tolong ambilkan buku itu!

Ambilkan artinya “ambil untuk orang lain”

e. Untuk mendapatkan makna “bawa masuk ke…” akhiran –kan harus digunakan pada beberapa kata benda yang menyatakan ruang atau wadah. Contoh :

Asramakan saja anak-anak itu.

Asramakan artinya “masukkan ke asrama”

Catatan :

Akhiran –kan lazim digunakan bersama dengan awalan me- sehingga menjadi me-kan yang digunakan dalam kalimat aktif transitif atau juga dengan awalan di- sehingga menjadi di-kan yang digunakan dalam kalimat pasif transitif.




2. Akhiran –i

Akhiran –I tidak mempunyai variasi bentuk, jadi untuk kondisi dan situasi mana saja bentuknya sama saja. Pengimbuhannya dilakukan dengan cara merangkaikannya dibelakang kata yang diimbuhinya. Perlu diperhatikan kata-kata yang berakhir dengan fonem /i/ tidak dapat diberi akhiran –i.

Pembubuhan kata dengan akhiran –I ini akan memberikan makna antara lain yang menyatakan :

a. Untuk mendapatkan makna berkali-kali akhiran –I harus diimbuhkan ada kata kerja yang menyatakan tindakan. Contoh :

Pencuri itu mereka pukuli sampai babak belur.

Pukuli artinya (pekerjaan) memukul dilakukan berkali-kali.

b. Untuk mendapatkan makna “tempat” akhiran –I harus diimbuhkan pada kata kerja yang menyatakan tempat. Contoh :

Jangan duduki kursi itu.

Duduki artinya “duduk di kursi.


c. Untuk mendapatkan makna “merasa sesuatu pada” akhiran –I harus diimbuhkan pada kata kerja yang menyatakan sikap batin. Contoh :

Hormatilah gurumu!

Hormati artinya “merasa hormat pada gurumu.

d. Untuk mendapatkan makna “memberi atau membubuhi” akhiran –I harus diimbuhkan pada kata benda yang menyatakan benda yang dapat diberikan. Contoh :

Tolong nasihati anak-anak itu!

Nasihati artinya “memberi nasihat pada anak-anak itu.

e. Untuk menanyakan makna “menjadi atau menganggap“ akhiran –I harus diimbuhkan pada beberapa kata benda tertentu yang dikenal dengan sifat khasnya. Contoh :

Jangan kalian budaki anak itu!

Budaki artinya “anggap sebagai budak”


f. Untuk mendapatkan makna “sebabkan jadi” akhiran –I harus dibubuhkan pada kata sifat. Contoh :

Lengkapi dulu syarat-syaratnya!

Lengkapi artinya “jadikan lengkap pada”

Catatan :

Akhiran –I lazim digunakan bersama dengan awalan ME sehingga menjadi ME-I yaitu yang digunakan dalam kalimat aktif transitif atau juga dengan awalan DI- sehingga menjadi DI-I yaitu yang digunakan dalam kalimat pasif transitif.



3. Akhiran –AN

Akhiran –AN tidak mempunyai variasi bentuk. Jadi untuk situasi dan kondisi mana pun bentuknya tetap –AN. Pengimbuhannya dilakukan dengan cara merangkaikannya dibelakang kata yang diimbuhinya.

Fungsi akhiran –AN adalah membentuk kata benda. Sedangkan makna yang didapat sebagai hasil pengimbuhan dengan akhiran –AN itu antara lain :


a. Untuk mendapatkan makna “hasil” akhiran –AN harus digunakan pada kata kerja tertentu. Contoh :

Tulisan adik sudah bagus.

Tulisan artinya “hasil dari pekerjaan menulis”

b. Untuk mendapatkan makna “alat” akhiran –AN harus diimbuhkan pada beberapa kata kerja. Contoh :

Keranjangnya ada tetapi pikulannya tidak ada.

Pikulan artinya “alat untuk memikul.

c. Untuk mendapatkan makna “benda atau hal yang dikenal pekerjaan” akhiran –AN harus diimbuhkan pada beberapa kata kerja. Contoh :

Makanan ini lezat sekali

Makanan artinya “sesuatu yang dimakan”


d. Untuk mendapatkan makna “tempat” akhiran –AN harus diimbuhkan pada beberapa kata kerja. Contoh :

Di tengah sawah itu ada kubangan kerbau.

Kubangan artinya “tempat kerbau berkubang.

e. Untuk mendapatkan makna “tiap-tiap” akhiran –AN harus digunakan pada kata benda yang menyaakan waktu atau satuan ukuran. Contoh :

Majalah bulanan ini terbit di Jakarta.

Bulanan artinya terbit tiap-tiap bulan.

f. Untuk mendapatkan makna :mengandung banyak hal yang disebut kata dasarnya” akhiran –AN harus diimbuhkan pada kata benda tertentu. Contoh :

Ayah sudah ubanan

Ubanan artinya “banyak ubannya


g. Untuk mendapatkan makna “himpunan bilangan atau jumlah” akhiran –AN harus digunakan pada kata bilangan. Contoh :

Yang diundang banyak tetapi yang dating hanya belasan orang.

Belasan artinya “himpunan yang jumlahnya sebelas sampai Sembilan belas”

h. Untuk mendapatkan makna “bersifat yang disebut kata dasarnya” akhiran –AN harus digunakan pada beberapa kata sifat. Contoh :

Dia tak mau membeli barang murahan

Murahan artinya “harganya murah”.



4. Akhiran -NYA

Akhiran -NYA tidak mempunyai variasi bentuk. Jadi untuk situasi dan kondisi mana pun bentuknya tetap. Pengimbuhannya dilakukan dengan cara merangkaikannya dibelakang kata yang diimbuhkan.


Dalam bahasa Indonesia perlu diperhatikan adanya dua macam –nya.

Pertama : -nya sebagai ganti orang ketiga tunggal yangberlaku objek atau pemilik. Contoh : saya minta tolong kepadanya

Kedua : -nya sebagai akhiran.

Contoh : turunnya harga beras menggembirakan rakyat.

Penggunaan akhiran –nya untuk mendapatkan fungsi-fungsi tersebut adalah sebagai berikut :

a. Untuk membentuk kata benda akhiran –nya harus diimbuhkan pada beberapa kata kerja yang menyatakan keadaan atau kata sifat. Contoh :

Tenggelamnya kapal Tampomas banyak menelan korban.

b. Untuk memberi penekanan pada bagian kalimat akhiran –nya harus diimbuhkan pada kata benda. Contoh :

Saya ingin mandi, airnya tidak ada.


c. Untuk membentuk kata keterangan akhiran –nya harus diimbuhkan pada beberapa kata tertentu. Contoh :

Agaknya dia tidak akan dating.



5. Awalan ber-

Fungsi awalan ber- adalah membentuk kata kerja intransitive. Sedangkan makna yang diperoleh sebagai hasil pengimbuhan dengan awalan ber- antara lain :

a. Untuk mendapatkan makna ‘mempunyai atau memiliki” awalan ber- harus diimbuhkan pada kata benda umum. Contoh :

Anak itu sudah tidak berayah lagi

Berayah artinya “mempunyai ayah”

b. Untuk mendapatkan makna “memaknai atau mengenakan” awalan ber- harus diimbuhkan pada kata benda yang menyatakan pakaian atau perhiasan. Contoh :


Orang yang berdasi itu bukan paman saya

Berdasi artinya “memakai dasi”

c. Untuk mendapatkan makna “mengendarai, menaiki, atau menumpang” awalan BER- harus diimbuhkan pada kata benda yang menyatakan kendaraan atau alat angkutan. Contoh : setiap hari dia bersepeda ke kantor

Bersepeda artinya “mengendarai” sepeda

d. Untuk mendapatkan makna “mengeluarkan” atau “menghasilkan awalan BER- harus diimbuhkan pada kata benda yang menyatakan hasil perbuatan atau kejadian. Contoh : beliau sudah banyak berkarya dibidang seni.

Berkarya artinya “menghasilkan karya”

e. Untuk mendapatkan makna “berisi atau mengandung” awalan ber- harus diimbuhkan pada kata benda yang menyatakan zat. Contoh :

Bahan makanan ini cukup bergizi

Bergizi artinya mengandung “gizi”


f. Untuk mendapatkan makna “mengusahakan atau melakukan sebagai mata pencaharian” awalan ber- harus diimbuhkan pada kata benda yang menyatakan bidang usaha. Contoh :

Banyak orang beternak ayam di daerah Bogor

Beternak artinya “mengusahakan peternakan”

g. Untuk mendapatkan makna “memanggil, menyebut, atau menyapa” awalan BER- harus diimbuhkan pada beberapa kata ganti dan kata yang menyatakan tali perkerabatan. Contoh :

Sejak dulu dia berkakak kepada saya.

Berkakak artinya memanggil atau menyapa degan kata kakak

h. Untuk mendapatkan makna “melakukan atau mengerjakan” awalan BER- harus diimbuhkan pada :

1) Kata benda yang menyatakan kegiatan.

Contoh : kita harus berolah raga untuk menjaga kesehatan. Berolah raga artinya melakukan olah raga.


2) Beberapa kata kerja

Contoh : lebih baik kita berdamai saja dengan dia. Berdamai artinya melakukan perbuatan damai.

3) Sejumlah bentuk dasar praktegonal yang menyatakan tindakan seperti :

Mereka berkelahi di kelas kemarin

Kami akan bertempur melawan musuh

Saya tidak dapat bergaul dengan mereka

a) Untuk mendapatkan makna’ merasakan, mengalami, atau dalam keadaan’ awalan BER- harus diimbuhkan pada kata sifat yang menyatakan keadaan batin.

Contoh: kalau kamu lulus ujian, sayapun ikut bergembira.

Bergembira artinya “merasa gembira”


b) Untuk mendapatkan makna “kelompok atau himpunan yang terdiri dari yang disebut kata dasarnya” awalan ber- harus diimbuhkan pada kata bilangan utama.

Contoh: kami berdua tidak dapat hadir.

Berdua artinya “kelompok yang terdiri dari dua orang”

Catatan: awalan ber- dengan arti kiasan banyak juga digunakan pada kata kerja. Umpanya:

- Berpulang dengan arti “meningal”

- Bertolak dengan arti “melakukan perjalanan”

- Bertekuk lutut dengan arti “menyerah”



6. Imbuhan Gabung ber-kan



Imbuhan gabung ber-kan adalah awalan ber- dan akhiran -kan yang secara bersama-sama digunakan pada sebuah kata dasar. Pengimbuhannya dilakukan secara bertahap. Mula-mula diberi awalan ber- kemudian diberi akhiran -kan.

Fungsi imbuhan BER-kan adalah bentuk kata kerja intasitif yang dilengkapi dengan sebuah pelengkap sedangkan makna yang didapat sebagai hasil pengimbuhan itu adalah menyatakan menjadikan yang disebut pelenglkapnya sebagai yang disebut kata dasarnya.

Cntoh: pemuda-pemuda pada waktu itu berani melawan belanda wlaupun hanya bersenjatakan bamboo runcing.

Bersenjatakan artinya “menjadiakan bamboo runcing sebagai senjata”



7. Imbuhan gabung BER-AN


Yang dimaksud dengan gabungan ini adalah awalan BER akhiran AN yang digunakan secara bersama-sama pada sebuah kata dasar. Cara mengimbuhkannya dilakukan sekaligus. Umpanya pada kata dasar lari diimbuhkan imbuhan BER-AN sehingga menjadi kata berlarian.

Dalam hal ini perlu diingat ada kata-kata yang berimbuhan BER-AN tetapi pengimbuhannya dilakukan tidak sekaligus melainkan bertahap. Umpamanya pada kata atur, mula-mula diimbuhkan akhiran an sehingga menjadi aturan, kemudian diimbuhkan pula awalan BER sehingga menjadi beraturan.

Fungsi imbuhan gabung BER-AN adalah membentuk kata kerja intransitive, sedangkan makna yang diperoleh sebagai proses pengimbuhannya adalah:


- Banyak serta tidak teratur

- Saling atau tidak berbalasan

- Saling berada di

Aturan pengimbuhan dengan imbuha BER-AN adalah sebagai berikut

1) Untuk mendapatkan makna “ banyak serta tidak teratur” imbuhan BER-AN harus diimbuhkan pada kata kerja yang menyatakan gerak.

Contoh: mereka berlarian kesana –sini untuk menyelamaykan diri

Berlarian artinya “banyak yang berlari dan larinya tidak teratur”

2) Untuk mendapatkan makna “saling atau berbalasan” imbuhan gabungan BER-AN harus diimbuhkan pada kata kerja tertentu.

Contoh: kedua jalan itu berpotongan dibalik bukit itu,


Berpotongan artinya “ saling memotong”

3) Untuk mendapatkan makna “ saling berada di” imbuhan gabungan BER-AN harus diimbuhkan pada beberapa kata kerja yang menyatakan letak atau jarak.

Contoh: kami duduk bersebelahan didalam kereta pai itu.

Bersebelahan artinya “saling berada disebelahnya.



8. Awalan PER

Awalan PER mempunyai tiga macam bentuk, yaitu PER, PE, dan PEL

PER digunakan pada kata-kata yang tidak dimulai dengan konsonan r, seperti: peristri, percepat, dan perketat.

PE digunakan pada kata-kata yang dimulai dengan konsonan r, seperti peringan dan perendah.


PEl digunakan pada kata ajar, menjadi pelajar. Tidak ada contoh lain.

Fungsi awalan PER adalah membentuk kata kerja perintah, yang dapat digunakan dalam

a) Kalimat perintah

Contoh: persingkat saja acaranya!

Pensempit dulu masalahnya!

b) Kalimat yang predikatnya berbentuk : (aspek)+pelaku+kata kerja.

Contoh: penjagaan akan saya perketet nentimalam

c) Keterangan tambahan pada subjek atau objek yang berbentuk: yang+ aspek+pelaku+kata kerja.

Contoh: saluran yang telah kami perdalam telah dangkal lagi.


Adapun aturan pengimbuhan dengan awalan PER- antara lain menyatakan

- Jadikan lebih

- Anggap sebagai

- Bagi

1). Untuk mendapatkan makna “jadikan lebih” awalan PER- harus diimbuhkan pada kata sifat.

Contoh: pertegas aturannya!

Pertegas artinya “jadikan tegas”

2). Untuk mendapatkan makna “jadikan atau anggap sebagai” awalan PER- harus diimbuhkan pada beberapa kata benda, yang dikenal dengan sifatnya.

Contoh: jangan kalian perbudak anak-anak itu


Perbudak artinya “jadikan atau anggap sebagai budak”

3). Untuk mendapatkan makna “jadikan atau bagi” awalan PER- harus diimbuhkan pada beberapa kata bilangan.

Contoh: uang sebanyak ini kita perdua saja

Perdua artinya “jadikan dua”



9. Imbuhan Gabung PER-kan

Imbuhan Gabung PER-kanadalah awalan PER dan akhiraan KAN yang digunalkan secara bersama-sama pada sebuah klata dasar. Pengimbuhan dilakukan secara serentak.

Imbuhan gabung PER-kan berfungsi membentuk kata kerja yang digunakan:

a) Dalam kalimat predikatnya berpola aspek + pelaku + kata kerja.


Contoh: masalah itu akan kita berdebatkan lagi minggu depan

b) Sebagai keterangan tambahan pada subjek atau objek yang berpola: yang + aspek + pelaku + kata kerja.

Contoh: tarian yang sudah mereka pertunjukan akan di ulangoi lagi.

c) Dalam kalimat perintah

Contoh: persiapkan dulu bahan-bahannya



1) Untuk mendapatkan makna “jadikan bahan” imnbuhan gabungan PER-kan harus diimbuhkan pada kata kerja tertentu

Contoh: jangan perdebatkan lagi masalah itu!

Perdebatkan artinya “jadikan bahan p[erdebatan”


2) Untuk mendapatkan makana “jadikan supaya” imbuhangabungan PER-kan harus diimbuhkan pada beberapa kata sifat tertentu

Contoh: bahan-bahannya akan segera kami persiapkan

Persiapkan artinya “jadilkan supaya siap”

3) Untuk mendapatkan makna lakukan imbuhan gabung PER-kan harus diimbuhkan pada beberapa kata kerja tertentu

Contoh: pertahankan benteg ini sekuat tenaga kalian

P[ertahankan artinya “lakukan pertahanan”

4) Untuk mendapatkan makna “jadikan me” imbuhan gabung per-kan harus diimbuhkan pada beberapa kata kerja tertentu

Contoh: nanti akan kami perlihatkan kepadamu

Perlihatkan artinya “jadikan orang lain melihat”


5) Untuk mendapatkan makana “jadikan ber” imbuhan gabung per-kan harus diimbuhkan pada kata kerja tertentu

Contoh: akan kita perhubungkan daerah-daerah itu dengan jalan-jalan baru

Perhubungkan artinya “jadikan berhubungan”



10. Imbuhan gabung PER-I

imbuhan ini dilakukan bersama-sama pada sebuah kata dasar pengimbuhannya dilakukan secara serentak.

Mana yang didapat sebagai hasil pengimbuhan dengan imbuhan per-i antara lain lakukan supaya jadi dan lakukan yang disebut kata dasarnya pada objeknya.

a) Untuk mendapatkan makana “supaya jadi” imbuhan gabung per-i harus diimbuhkan pada kata sifat tertentu

Contoh: mereka kami perlengkapi dengan alat-alat pertanian


Perlengkapi artinya “lakukan supaya lengkap”

b) Untuk mendapatkan makana “lakukan yang disebut kata dasarnya pada objeknya” imbuhan gabung per-i harus diimbuhkan pada kata kerja tertentu

Contoh: jangan kamu perturuti terus permintaannya

Perturuti artinya “lakukan agar permintaanya terturuti”




11. Awalan ME

Awlan ME adalah imbuhan yang produktif, pengimbuhannya dilakukan dengan cara merangkaikannya dimuka kata yang diimbuhinya. Awlan ME mempunyai enam macam bentuk yaitu: me, mem, men, meny, meng, dan menge.

1). Me- digunakan pada kata-kata yang mulai dengan konsonan r, l, w. dan y; serta konsonan sengau m, n, ny, dan ng. umpamanya terdapat pada kata-kata.

- merasa (me + rasa)


- melihat (me + lihat)

- mewarisi (me + warisi)

- meyakinkan (me + yakinkan)

- memerah (me + merah)

- menanti (me + nanti)

- menyanyi (me + nyanyi)

- menganga (me + nganga)

2). Mem- digunakan pada kata-kata yang dimulai dengan konsonan b, p, f, dan v. umpamanya seperti terdapat dalam kata-kata:

- membawa (mem + bawa)


- memilih (mem + pilih)

- memfitnah (mem + fitnah)

- memvonis (mem + vonis)

3). Men- digunakan dengan kata-kata yang dimulai dengan konsonan d dan t. konsonan d tetap diwujudkan; sedangkan konsonan t tidak diwujudkan, melainkan disenyawakan dengan bunyi asal dari awalan itu. Contohnya seperti terdapat dalam kata-kata berikut:

- mendengar (me + dengar)

- menarik (me + tarik)

4). Meny- digunakan pada kata- kata yang dimulai dengan konsonan s; dan konsonan s itu tidak diwujudkan, melainkan disenyawkan dengan bunyi asal dari awalan itu. Contoh:

- menyingkir (me + singkir)

- menyingkat (me + singkat)


5). Meng- digunakan pada kata- kata yang mulai dengan konsonan k, g, h, dank kh; serta vocal a, I, u, e, dan o. konsonan k tidak diwujudkan, tetapidisenyawakan dengan bunyi asal dari awalan itu.sedangkan konsonan lainnya tetap diwuudkan. Contohnya seperti :

- mengirim (me + kirim)

- menggali (me + gali)

- menghitung (me + hitung)

- mengkhayal (me + khayal)

- mengambil (me + ambil)

- mengiris (me + iris)

- mengutus (me + utus)

- mengekor (me + ekor)


- mengolah (me + olah)

6). Menge- digunakan pada kata- kata yang hanya bersuku satu. Contohnya seperti:

- mengetik (me + tik)

- mengebom (me + bom)



Fungsi awalan Me- adalah membentuk kata kerja aktif transitif dan intransitif. Sedangkan makna yang didapat sebagai proses pengimbuhannya antara lain menyatakan: melakukan, bekerja dengan alat, membuat barang, bekerja dengan bahan, memakan meminum menghisap, menuju arah, mengeluarkan, menjadi, menjadikan lebih, menjadi atau berlaku seperti, menjadikan menganggap atau memberlakukan seperti, dan memperingati.

Adapun aturan dengan menggunakan dengan menggunakan imbuhan Me-nini adalah:

a). untuk mendapatkan makna “melakukan perbuatan yang disebutkan dasarnya” awaln Me- harus diimbuhkan pada kata dasar kata kerja.

Contoh: ayah membaca Koran.


Membaca artinya “melakukan pekerjaan baca”

b). Untuk mendapatkan makna “bekerja dengan alat yang disebutkan kata dasarnya” awalan me- harus diimbuhkan dengan kata benda yang menyatakan alat atau perkakas.

Contoh: siapa yang sedang menggergaji itu?

Menggergaji artinya “bekerja dengan alat gergaji”

c). untuk mendapatkan makna “membuat baraang yang disebut kata dasarnya” awalan me- harus diimbuhkan pada kata benda yang menyatakan hasil olahan atau kerajinan.

Contoh: adik menggambar dengan spidol.

Menggambar artinya “membuat gambar”

d). untuk mendapatkan makna “bekerja dengan bahan yang disebut kata dasarnya” awalan ME- harus diimbuhkan pada kata benda yang menyatakan bahan.

Contoh: siapa yang mengecat rumah ini?


Mengecat artinya “bekerja dengan cat sebagai dasarnya”

e). untuk mendapatkan makna “mamakan, meminum, dan menghisap” awaln me harus diimbuhkan pada kata benda yang menyatakan makanan atau minuman. 




12. imbuhan me- -kan

Yang dimaksud dengan imbuhan me- -kan adalah awalan me- dan akhiran –kan yang digunakan secara bersama-sama pada sebuah kata dasar atau sebuah bentuk dasar. Pengimbuhannya dilakukan secara bertahap, mula-mula pada sebuah kata dasar atau sebuah bentuk dasar diimbuhkan akhiran –kan. Setelah itu diimbuhkan awalam me-.

Contohnya pada kata dasar baca mula-mula diimbuhkan akhiran –kan sehingga menjadi bacakan. Setelah itu diimbuhkan awalam me- sehingga menjadi membacakan.

Fungsi imbuhan gabung me- -kan adalah membentuk kata kerja aktif transitif. Sedangkan makna yang didapat sebagai hasil pengimbuhannya, antara lain menyatakan:

1) Menyebabkan jadi yang disebut kata dasarnya

2) Melakukuan sesuatu untuk orang lain


3) Menjadikan berada di…

4) Melakukan yang disebut bentuk dasar

5) Melakukan yang disebut kata dasarnya akan

1. untuk mendapatkan makna yang “menyebabkan jadi yang disebut kata dasarnya” imbuhan gabung me- -kan harus diimbuhkan pada:

a. kata sifat

contohnya:

Pemerintah akan melebarkan jalan didepan sekolah kami.

Melebarkan artinya ‘membuat jadi lebar’

b. kata kerja yang menyatakan keadaan


contohnya:

Kapal perang Inggris dengan mudah menenggelamkan kapal perang Argentina itu.

Menenggelamkan artinya ‘membuat jadi tenggelam’

c. kata benda yang mempunyai ciri khas

contohnya:

Kami akan membukukan hasil seminar itu.

Membukukan artinya ‘menjadikan buku’

d. kata keterangan yang menyatakan derajat

contohnya:


Kami berhasil menyamakan kedudukan kami.

Menyamakan artinya ‘menjadikan sama’

Untuk mendapatkan makna ‘menyebabkan atau membuat jadi’ imbuhan gabung me- -kan dapat juga diimbuhkan pada:

1. kata kerja keadaan yang berbentuk kata jadian

contoh:

Gubernur akan menyeragamkan pakaian semua sopir taksi.

Menyeragamkan artinya ‘membuat jadi seragam’

2. kata kerja keadaan atau kata sifat yang berbentung gabungan kata

contoh:


Pemerintah bertekad untuk melipatgandakan produksi pangan.

Melipatgandakan artinya ‘membuat jadi berlipat ganda’

2. Untuk mendapatkan makna “melakukan untuk orang lain” imbuhan gabung me- -kan harus diimbuhkan pada kata kerja yang sudah transitif .

Contoh:

Saya membelikan rokok untuk ayah.

Membelikan artinya ‘membeli untuk (ayah)

3. Untuk mendapatkan makna “menjadikan berada di…”, imbuhan gabung me- -kan harus diimbuhkan pada kata dasar yang menyatakan lokasi, wadah, atau ruang.

Contoh:

Pilot mendaratkan pesawatnya dengan baik.


Mendaratkan artinya ‘menyebabkan jadi berada di darat’

4. Untuk mendapatkan makna “melakukan yang disebutkan bentuk dasarnya” imbuhan gabung me- -kan harus diimbuhkan pada kata kerja yang menyatakan tindakan.

Contoh:

Jangan mengharapkan bantuan lagi.

Mengharapkan artinya ‘mengharap akan (bantuan-nya)




13. Imbuhan gabung me- - i

Yang dimaksud dengan imbuhan gabung me- -i adalah awalan me- dan akhiran –i yang digunakan bersama-sama pada sebuah kata dasar atau sebuah bentuk dasar.

Pengimbuhannya dilakukan secara bertahap. Mula-mula pada sebuah kata dasar atau sebuah bentuk dasar diimbuhkan akhiran –i setelah itu diimbuhkan awalam me-. Contohnya pada kata dasar tanam diimbuhkan akhiran –i sehingga menjadi Tanami. Setelah itu diimbuhkan pula awalan me- sehingga menjadi menanami.


fungsi imbuhan gabung me- -i adalah membentuk kata kerja transitif aktif. Sedangkan makna yang didapat sebagai hasil pengimbuhan, antara lain menyatakan:

1. membuat jadi yang disebut kata dasarnya pada

2. memberi atau membubuhi pada

3. melakukan pada

4. melakukan berulang-ulang

5. merasa pada

1) untuk mendapatkan makna ‘membuat jadi yang yang disebut kata dasar pada objeknya’ imbuhan gabung me- -i harus digunakan pada kata sifat.

Contoh:

Bulan menerangi bumi.


Menerangi artinya ‘membuat jadi terang pada (bumi)’.

2) Untuk mendapatkan makna ‘memberi atau membubuhi yang disebut kata dasarnya pada objeknya’ imbuhan gabung me- -i harus diimbuhkan pada kata benda yang menyatakan zat, atau bahan.

Contoh:

Siapa yang menggarami laut?

Menggarami artinya ‘memberi atau membubuhi garam pada (laut).

3) Untuk mendapatkan makna ‘melakukan atau berbuat sesuatu pada atau di’imbuhan gabung me- -i harus diimbuhkan pada kata kerja tertentu.

Contoh:

Mereka menanami halaman rumahnya dengan berbagai tanaman hias.

Menanami artinya ‘melakukan pekerjaan tanam di(halaman rumah).


4) Untuk mendapatkan makna ‘melakukan berulang-ulang’ imbuhan gabung me- -i harus diimbuhkan pada kata kerja yang menyatakan tindakan.

Contoh:

Mereka memukuli pencuri itu sampai babak belur.

Memukuli artinya ‘berilang kali memukul’

5) Untuk mendapatkan makna ‘merasa sesuatu pada’ imbuhan gabung me- -i harus diimbuhkan pada kata kerja yang menyatakan emosi atau sikap batin.

Contoh:

Kami tidak menyukai sikap anak itu.

Menyukai artinya ‘merasa tidak suka pada (sikap anak itu)’.




14. Imbuhan gabung memper-

yang dimaksud dengan imbuhan memper- adalah awalan me- dan awalan per- yang digunakan secara bersama-sama pada sebuah kata dasar atau sebuah bentuk dasar.

Fungsi imbuhan gabung memper- adalah membentuk kata kerja aktif transitif. Sedangkan makna yang didapatkan sebagai hasil pengimbuhannya, antara lain menyatakan :

1. membuat jadi lebih

2. menjadikan atau menganggap sebagai

a. untuk mendapatkan makna ‘membuat jadi lebih’ imbuhan gabung memper- harus diimbuhkan pada kata sifat.

Contoh:

Jalan layang dibuat untuk memperlancar lalu lintas.

Memperlancar artinya ‘membuat lebih lancar’.


b. Untuk mendapatkan makna ‘menjadikan atau menganggap sebagai’ imbuhan gabung memper- harus diimbuhkan pada kata benda tertentu.

Contoh:

Mereka memperbudak tawanan itu dengan sewenang-wenang.

Memperbudak artinya ‘menjadikan sebagai budak.




15. Imbuhan gabung memper- -kan

yang dimaksud dengan imbuhan gabung memper- -kan adalah awalam me-, awalan per-, dan akhiran –kan yang digunakan secara bersama-sama pada sebuah kata dasar , atau pada sebuah bentuk dasar.

Fungsi imbuhan gabung memper- -kan adalah membentuk kata kerja aktif transitif. Sedangkan makna yang dimiliki sebagai hasil dari proses pengimbuhannya, antara lain, menyatakan:

1. menjadikan bahan


2. menjadikan supaya

3. melakukan per- -an

4. menjadikan dapat di-

5. menjadikan ber-

a. untuk mendapatkan makna ‘menjadikan sebagai bahan’ imbuhan gabung memper- -kan harus diimbuhkan pada kata kerja tertentu.

Contoh:

Tidak baik mempermainkan orang tua seperti itu.

Mempermainkan artinya ‘menjadikan (orang tua seperti itu) sebagai bahan permainan.

b. Untuk mendapatkan makna ‘menjadikan supaya’ imbuhan gabung memper- -kan harus diimbuhkan pada kata sifat dan kata kerja yang menyatakan keadaan.


Contoh:

Saya ingin memperkenalkan kamu pada ayahku.

Memperkenalkan artinya ‘menjadikan (kamu) supaya berkenalan’.

c. Untuk mendapatkan makna ‘melakukan per- -an’ imbuhan memper- -kan harus diimbuhkan pada beberapa bentuk dasar yang memiliki kata benda berbentuk per- -an.

Contoh:

Trans 7 akan mempersembahkan kesenian daerah.

Mempersembahkan artinya ‘melakukan persembahan’.

d. Untuk mendapatkan makna ‘menjadikan dapat di…’ imbuhan memper- -kan harus diimbuhkan pada beberapa bentuk dasar kata kerja.

Contoh:


Saya akan memperlihatkan naskah aslinya.

Memperlihatkan artinya ‘menjadikan dapat dilihat’.

e. Untuk mendapatkan makna ‘menjadikan ber…’ imbuhan memper- -kan harus diimbuhkan pada beberapa bentuk dasar yang memiliki kata kerja berbentuk ber-.

Contoh:

Janganlah kau mempersekutukan Tuhan.

Mempersekutukan artinya ‘menjadikan bersekutu’.




16. Imbuhan gabung memper- -i

imbuhan gabung memper- -i adalah awalan me-, awalan per-, dan akhiran –i, yang digunakan secara bersama-sama pada sebuah kata dasar atau sebuah bentuk dasar.


Fungsi imbuhan gabung memper- -i adalah membentuk kata kerja aktif transitif, sedangkan makna yang didapat sebagai hasil proses pengimbuhan adalah:

a. untuk mendapatkan makna ‘membuat supaya objeknya menjadi atau menjadi lebih’ imbuhan gabung memper- -i harus diimbuhkan pada beberapa kata sifat tertentu.

Contoh:

Saya akan memperbaiki dulu rumah itu.

Memperbaiki artinya ‘membuat agar (rumah ini) menjadi baik.

b. Untuk mendapatkan makna ‘melakukan yang disebut kata dasarnya pada objeknya’ imbuhan gabung memper- -i harus diimbuhkan pada kata kerja tertentu.

Contoh:

Siapa yang harus memperturuti kata hatinya akan celaka.

Memperturuti artinya ‘melakukan agar segala(kata hatinya) dituruti’





17. Awalan di-

awalan di- tidak mempunyai variasi bentuk. Bentuknya untuk posisi dan kondisi mana pun sama saja. Hanya perlu diperhatikan adanya di- sebagai awalan dan di- sebagai kata depan.

di- sebagai awalan dilafalkan dan dituliskan serangkai dengan kata yang diimbuhinya. Sedangkan di- sebagai kata depan dilafalkan dan dituliskan terpisah dari kata yang mengikutinya.

Contoh:

Dia ditangkap polisi.(di- sebuah awalan)

Adik belajar di perpustakaan.(di- sebuah kata depan)

Fungsi awalan di- adalah membentuk kata kerja pasif. Maka makna yang didapat sebagai hasil pengimbuhannya merupakan kebalikan dari makna kata kerja aktif transitif, yakni kata kerja berawalan me- yang transitif.

Contoh:


Kata kerja transitif kata kerja pasif

Berawalan me- berawalan di-

- membaca - dibaca

- menulis - ditulis




18. Imbuhan gabung di- -kan

imbuhan gabung di- -kan berfungsi membentuk kata kerja pasif, sebagai kebalikan dari kata kerja aktif berimbuhan gabung me- -kan. Semua kata kerja aktif berimbuhan gabung di- 0kan adalah kata kerja transitif.

Contoh kata kerja pasif berimbuhan di- -kan

- digunakan


- disamakan

sebagai kebalikan dari kata kerja aktif transitif berimbuhan gabung me- -kan, contohnya:

- menggunakan

- menyamakan




19. Imbuhan gabung di- -i

imbuhan gabung di- -i berfungsi membentuk kata kerja pasif, sebagai kebalikan dari kata kerja aktif berimbuhan gabung me- -i.

contoh kata kerja pasif berimbuhan gabung di- -i

- diawasi


- ditemani

sebagai kebalikan, kata kerja aktif transitif berimbuhan gabung me- -i, contohnya:

- mengawasi

- menemani



20. Imbuhan gabung diper-

imbuhan gabung diper- berfungsi membentuk kata kerja pasif, sebagai kebalikan dari kata kerja aktif transitif berimbuhan gabung memper-

contoh kata kerja pasif berimbuhan gabung diper-

- dipercepat


- diperbesar

sebagai kebalikan dari kata kerja aktif transitif berimbuhan gabung memper-, contohnya:

- mempercepat

- memperbesar



21. Imbuhan gabung diper- -kan


imbuhan gabung diper- -kan berfungsi membentuk kata kerja pasif, sebagai kebalikan dari kata kerja aktif berimbuhan gabung memper- -kan

semua kata kerja aktif berimbuhan gabung memper- -kan adalah kata kerja transitif. Oleh karena itu setiap kata kerja berimbuhan gabung memper- -kan ada kebalikannya dalam bentuk kata kerja pasif berimbuhan gabung diper- -kan.

Contoh kata kerja pasif berimbuhan gabung diper- -kan


- dipergunakan

- dipertemukan

sebagai kebalikan kata kerja aktif transitif berimbuhan gabung memper- -kan contohnya:

penghitung (kata dasar: hitung)

penggali (kata dasar: gali)

pengambil (kata dasar : ambil)

penginap (kata dasar: inap)

pengurus (kata dasar: urus)

pengekor (kata dasar: ekor)


pengobat (kata dasar: obat)



22. Imbuhan Penge-

digunakan pada kata-kata yang hanya bersuku satu. Umpamanya seperti terdapat pada kata-kata berikut:

pengetik (kata dasar: tik)

pengecat (kata dasar: cat)

pengelas (kata dasar: las)

pengelem (kata dasar: lem)



23. Awalan PE-


Fungsi awalan PE- adalah membentuk kata benda. Sedangkan makna yang didapat sebagai hasil pengimbuhannya adalah:

(1) orang yang melakukan atau yang berbuat

(2) orang yang pekerjaannya

(3) orang yang suka, gemar, atau acapkali melakukan

(4) orang yang bersifat

(5) alat untuk mengerjakan sesuatu

Aturan pengimbuhannya adalah:

a). Untuk mendapatkan makna’ orang yang melakukan atau berbuat’ awalan PE- harus diimbuhkan pada kata kerja tertentu.

Contoh: - Siapa penulis buku ini?


Penulis artinya ‘orang yang menulis’

b). Untuk mendapatkan makna’orang yang pekerjaannya’ awalan PE- harus diimbuhkan pada kata kerja tertentu.

Contoh: - Ibunya seorang pelukis terkenal

Pelukis artinya’ornagyang pekerjaannya melukis’

c), Untuk mendapatkan makna ‘orangyang suka, gemar, atau seringkali melakukan yang disebut kata dasarnya’ awalan PE- harus diimbuhkan pada kata kerja tertentu.

Contoh: - Jangan berteman dengan pendusta itu.

Pendusta artinya ‘orang yang sering kali berdusta’

d).Untuk mendapatkan makna ‘orangyang bersifat’ awalan PE- harus diimbuhkan pada kata sifat.

Contoh : - Hanya pemalas yang tidak ikut bekerja.


Pemalas artinya ‘orang yang malas’

e).Untuk mendapatkan makna ‘alat untuk mengerjakan sesuatu’ awalan PE- harus diimbuhkan pada kat akerja tertentu.

Contoh: - Tolong bersihkan papan tulis ini dengan penghapus itu.

Penghapus artinya ‘alat untuk menghapus’

Catatan:

(1) Kata kerja berawalan PE- mempunyai hubungan dengan kata kerja berawalan ME-, kata kerja berimbuhan gabung ME- -kan, dan kata kerja berimbuhan gabung ME- -I. Oleh karena itu maka:

(a) Kaidah persengauan yang berlaku pada awalan PE-, berlaku juga pada awalan ME-. Umpamanya seperti terdapat pada kata-kata berikut:

perawat - merawat

pembaca - membaca


pemotong - memotong

(b) Arti yang dimilki kata benda berawalan PE- ada hubungannya dengan arti yang dimilki kata kerja berawalan Me-. Umpamanya:

perawat berarti ‘yang merawat’

pemotong berarti ‘yang memotong’

penggali berarti ‘yang menggali’



Dalam perbendaharaan kata bahasa Indonesia dewasa ini setiap kata benda berawalan PE- ada pasangannya kata kerja berawalan ME-, kata kerja berimbuhan gabung Me- - KAN, atau berimbuhan gabung ME- -I. Tetapi sebaliknya tidak setiap kata kerja berawalan ME-, berimbuhan gbaubg ME- -kan, atau ME- -I, mempunyai pasangan kata benda berawalan PE-. Umpamanya, kata-kata berawalan PE- berikut tidak ada:

membiasakan - * pembiasa

merestui - * perestu


melirik - * pelirik



(c) Karena ada tiga macam bentuk kata kerja yang mempunyai hubungan dengan awalan PE-, yaitu kata kerja berawalan ME-, kata kerja berimbuhan gabung ME- -kan, adan kata kerja berimbuhan gabung ME- -I, maka ada kemungkinan sebuah kata benda berawalan PE- mempunyai hubungan makna dengan lebih dari sebuah kata kerja itu. Umpamanya seperti yang dipunyai kata benda berikut: pendengar, dapat berarti : (a) yang mendengar, atau (2) yang mendengarkan

(2) Kata benda berawalan PE- yang mempunyai hubungan dengan kata berawalan BER-. Oleh karena itu, maka:

(a) Kata benda berawalan PE- yang mempunyai hubungan dengan kata kerja berawalan BER- ini tidak mengalami proses persengauan. Malah mempunyai variasi benda yang mirip dengan variasi bentuk yang ada pada awalan BER-. Umpamanya seperti terdapat pada kata-kata berikut:

pekerja - bekerja

peternak - beternak

pelajar - belajar

(b) Arti yang dimiliki kata benda berawalan PE- tersebut ada hubungannya dengan arti yang dimilki kata kerja berawalan BER-. Umpamanya:


pekerja, berarti ‘yang bekerja’

peternak, berarti ‘yang beternak’

pelajar, berarti ‘yang belajar’

Dalam perbendaharaan kata bahasa Indonesia dewasa ini setiap kata benda berawalan PE- ada pasangannya kata benada berawalan BER-. Tetapi sebaliknya tidak setiap kata kerja berawalan BER- mempunyai pasangan kata benda berawalan PE-. Umpamanya kata-kata benda berawalan PE- berikut tidak ada..

bersepeda - * pesepeda

berkarya - * pekarya

bermimpi - * pemimpi



(3) Kata benda berawalan PE- selain mempunyai hubungan dengan kata kerja berawalan ME- dan kata kerja BER- juga mempunyai hubungan dengan kata kerja dasar atau kata sifat dasar. Dalam hal ini:


(a) kaidah persengauan yang berlaku pada kata benda berawalan PE- itu sesuai dengan kaidah yang berlaku untuk awalan PE-, yang berhubungan dengan awalan ME-. Umpamanya seperti terdapat pada kata-kata berikut :

pendatang – datang

pemberani – berani

penakut – takut

(b) arti kata benda yamh dimiliki kata benda berawalan PE-, ada hubungannya dengan arti yang dimiliki kata kerja atau kata sifat dasar itu. Umpamanya :

pendatang, berarti “yang datang”

pemberani, berarti “yang berani”

penakut, berarti “yang takut”

(4) Oleh karena sebuah kata benda yang berawalan PE-, mempunyai kemungkinan berhubungan dengan kata kerja berawalan ME-, atau kerja yang berawalan BER- atau juga kata kerja atau kata sifat dasar, maka ada kemungkinan makna yang dimiliki oleh sebuah kata benda berawalan PE- menajdi lebih dari sebuah. Umpamanya kata-kata benda berikut :


Penakut berarti (a) ‘orang yang takut’ atau (b) ‘alat untuk menakuti’ seperti pada penakut burung.

Pembesar berarti (a) ‘orang besar (pemimpin)’, atau (b) ‘alat untuk membesarkan’, seperti pada kata pembesar.

(5) Awalan PE- dengan sengau digunakan untuk membentuk kata benda yang mempunyai hubungan dengan kata kerja berawalan ME- atau dengan kata kerja atau kata sifat dasar. Sedangkan awalan PE- tanpa sengau digunakan untuk emmbentuk kata benda yang mempunyai hubungan dengan kata kerja berawalan BER-. Oleh karena itu, perbedan arti yang pokok diantara keduanya adlah PE- dengan sengau berarti ‘yang me..’, sedangkan PE-tanpa sengau mempunyai arti yang ber..’. Jadi pengajar adalah ‘orang yang mengajar’, pelajar adlah ‘orang yang belajar’. Peninju adalah ‘orang yang meninju’ sedangkan peninju berarti ‘orang yang bertinju’

Berdasarkan konsep dasar di atas, kini dalam perbendaharaan kata bahasa Indonesia sebagai hasil proses analogo, kita jumpai pemakaian kedua bentuk awalan PE- itu dengan arti yang berbeda.

Kata-kata itu antara lain :

Penyuruh x pesuruh

Penunjuk x petunjuk

Pengasih x pekasih

Penatar x petatar




24. Imbuhan Gabungan PE-AN

Imbuhan gabung PE-AN adalah awalan PE- dan akhiran –AN yangdiimbuhkan secara bersamaan pada sebuah kata dasar atau sebuah bentuk dasar.

Imbuhan gabung PE-AN mempunyai enam macam bentuk, yaitu Pe-an, Pem-an, Pen-an, Peny-an, Peng-an, dan Peng-an.

(1) Pe-an digunakan pada kata-kata yang mulai dengan konsonan l, r, w, y, m, n, ng, dan ny. Misalnya seperti terdapat pada kata-kata :

Pelarian

Perawatan

Pewarisan

Peyakinan


(2) Pem-an digunakan pada kata-kata yang mulai dengan konsonan b dan p, konsonan b tetap diwujudkan, sedangkan konsonan p tidak diwujudkan tetapi disenyawakan dengan bunyi sengau dari imbuhan itu. Misalnya seperti terdapat pada kata-kata berikut :

Pembinaan

Pembacaan

Pemotongan

Pemisahan

(3) Pen-an digunakan pada kata-kata yang mulai dengan konsonan d dan r, konsonan d tidak diwujudkan sedangkan konsonan t tidak diwujudkan tetapi disenyawakan dengan bunyi sengau dari imbuhan itu. Misalnya seperti terdapat pada kata-kata :

Pendirian

Pendapatan

Penentuan


Penembakan

Selain itu, sesuai dengan system ejaan yang berlaku, bentuk Pen-an digunakan juga pada kata-kata yang mulai dengan konsonan c dan j. Misalnya seperti terdapat pada kata-kata :

Pencarian

Pencegahan

Penjualan

Penjernihan

Padahal secara fonetis kata-kata di atas dilafalkan :

(penycarian)

(penycegahan)


(penyjualan)

(penyjernihan)

(4) Peny-an digunakan pada kata-kata yang mulai dengan konsonan s, dan konsonan s itu disenyawakan dengan bunyi sengau dari imbuhan itu. Misalnya seperti terdapat pada kata-kata :

Penyaringan

Penyetoran

Penyusunan

(5) Peng-an digunakan pada kata-kata yang mulai dengan konsonan k, kh, h, g, serta a, u, I, e, dan o. Konsonan k disenyawakan dengan bunyi nasal dari imbuhan itu. Sedangkan konsonan kh, h, dan g, serta vocal a, I, u, e dan o, tetap diwujudkan. Misalnya seperti terdapat pada kata-kata berikut :

Pengiriman

Pengurangan


Pengkhianatan

Penghabisan

(6) Penge-an digunakan pada kata-kata yang hanya bersuku satu. Misalnya terdapat pada kata-kata :

Pengetikan

Pengesahan

Pengecatan

Pengelasan

Imbuhan gabung PE-AN berfungsi membentuk kata benda. Sedangkan makna yang didapat sebagai hasil pengimbuhan adalah :

(1) menyatakan hal atau peristiwa


(2) menyatakan proses

(3) menyatakan tempat

(4) menyatakan alat

Aturan pengimbuhannya adalah :

a). Untuk mendapatkan makna ‘hal atau peristiwa’ imbuhan gabung PE-AN harus diimbuhkan pada kata kerja, kata benda, atau kata sifat tertentu

Contoh :

Pembinaan bahasa Indonesia perlu ditingkatkan. Pembinaan artinya ‘hal membina’

Pekan penghijauan dipusatkan di Jawa Tengah. Penghijauan artinya ‘hal menghijaukan

Pemasaran barang-barang itu tidak lancar. Pemasaran artinya ‘hal memasarkan’


b). untuk mendapatkan makna ‘proses’ imbuhan gabung PE-AN harus diimbuhkan pada kata kerja, kata benda, atau kata sifat tertentu.

Contoh :

Pembayaran dilakukan bertahapa. Pembayaran artinya ‘proses membayar’

Penulisan buku itu memerlukan waktu dua tahun. Penulisan artinya ‘proses menulis’

Pengadilan terhadao koruptor itusudah berjalan lima tahun. Pengadilan artinya ‘proses mengadili’

c). Untuk mendapatkan makna ‘tempat’ imbuhan gabung PE-AN harus diimbuhkan pada kata kerja, kata benda, dan kata sifat tertentu.

Contoh :

Ayah bekerja di pelelangan ikan. Peleangan artinya ‘tempat melelang’

Jenazahnya dikuburkan di pemakaman umum. Pemakaman artinya ‘tempat memakamkan’


d). Untuk mendapatkan makna ‘alat’ mbuhan gabung PE-AN harus dibutuhkan pada kata kerja tertentu.

Contoh :

Ibu membeli penggorengan baru. Penggorengan artinya ‘alat untuk menggoreng’

Walupun usianya sudah lanjut tetapi penglihatannya masih baik. Penglihatan artinya ‘alat untuk melihat’

Pembakaran arkue ini mmerlukan listrik 200 watt. Pembakaran artinya ‘alat untuk membakar’

Catatan :

(1) Imbuhan gabung PE-AN digunakan juga pada kata jadian dan pada kata gabung, dengan arti seperti yang berlaku untuk kata dasar.

Contoh :

Pemberhentian bis terletak di dekat simpang jalan itu. Pemberhentian artinya ‘tempat memberhentikan’


Penyeragaman pakaian kerja dimulai bulan depan. Penyeragaman artinya ‘proses menyergamkan’

(2) Kata benda berimbuhan gabung PE-AN mempunyai hubungan dengan kata kerja berawalan ME-, kata kerja brimbuhan gabung ME-kan, atau kata kerja berimbuhan gabung ME-I. Oleh karena itu, maka:

(a) Kaidah persengauan yang berlaku pada awalan ME- berlaku pula pada imbuhan gabung PE-AN. Umpamanya seperti terlihat pada kata-kata berikut :

Merawat - perawatan

Membaca - pembacaan

Memotong - pemotongan

(b) Makna yang dimiliki imbuhan gabung PE-AN ada hubungannya dengan makna yang dimilki awalan ME-, imbuhan gabung ME-kan, atau ME-I. Umpamanya:

Perawatan berarti ‘hal atau proses merawat’

Penemuan berarti ‘hal atau proses menemukan’


Pemotongan berarti ‘hal atau proses memotong’

(3) Dalam perbendaharaan kata bahasa Indonesia dewasa ini setiap kata benda berimbuhan gabung PE-AN ada pasangannya kata kerja berawalan ME-, berimbuhan gabung ME-kan atau yang berimbuhan gabung ME-I. Tetapi sebaliknya tidak setiap kata kerja berawalan ME-, berimbuhan gabung ME-kan, atau berimbuhan gabung ME-I ada pasangannya kata benda berimbuhan gabung PE-AN. Umpamanya kata-kata berimbuhan gabung PE-AN yang berikut tida ada.

Menari - *penarian

Mencoba - *pencobaan

Membisikkan - *pemisikan

(3) Karena ada tiga macam bentuk kata kerja yang mempunyai hubungan dengan kata benda berimbuhan gabung PE-AN, yaitu kata kerja berawalan ME-, kata kerja berimbuhan gabung ME-kan, dan kata kerja berimbuhan gabung ME-I, maka ada kemungkinan sebuah kata benda berimbuhan gabung PE-AN mempunyai hubungan maka dengan lebih dari sebuah kata kerja itu. Umpamanya seperti yang dipunyai kata benda berikut :

Penyamanan dapat berarti (a) ‘hal menyamakan’ atau (b) ‘hal menyamai’

Pencangkolan dapat berarti (a) ‘hal mencangkok’ atau (b) ‘hal mencangkokkan’





25. Imbuhan Gabung PER- -AN

Imbuhan gabung PER- -AN adalah awalan PER- dan akhiran –AN yang diimbuhkan secara sekaligus pada sebuah bentuk dasar.

Imbuhan gabung PER- -AN mempunyai tiga macam bentuk. Yaitu per-an, pe- -an, dan pel- -an.

Aturan penggunaannya adalah:

(1) Per-an digunakan pada:

(a) kata dasar kata kerja dan kata sifat , yang kata kerja berimbuhannya berawalan BER-, berimbuhan gabung MEMPER, berimbuhan gabung MEMPER- -kan, atauberimbuhan gabung MEMPER- -I Umpamanya seperti terdapat pada kata-kata berikut:

Perdagangan (kata kerja : berdagang)

Pertanian (kata kerja : bertani)

Perbaikan (kata kerja: memperbaiki)


(b) kata benda dalam arti ‘tentang masalah’. Umpamanya seperti terdapat pada kata-kata berikut : perminyakan



(2) Pe- -an digunakan pada:

a). kata- kata tertentu yang kata kerjaberimbuhannya berawalan BER- dalam bentuk BE- contohnya: pekerjaan (kata kerja : bekerja)

b) kata benda yang menyatakan tempat, wilayah, atau daerah. Contohnya: pekuburan, pedesaan, dll.

(3) Pel- -an hanya terdapat padakata ajar, yaitu menjadi kata pelajaran. Tidak ada kata yang lain.

Imbuhan gabung PER- -AN berfungsi membentuk kata benda. Sedangkan makna yang didapat dari pengimbuhannya adalah: menyatakan “hal melakukan”. Menyatakan “hal tentang atau masalah”. Menyatakan “tempat kejadian”, menyatakan “kawasan, wilayah, dan daerah”. Aturan pengimbuhannya adalah:

a). Untuk mendapatkan makna “hal melakukan” imbuhan gabung PER- -AN harus diimbuhkan pada kata kerja tertentu.

Contoh: Perbaikan mobil ini membutuhkan waktu dua hari.


Perbaikan artinya “hal memperbaiki”

b). Untuk mendapatkan makna”hal, tentang, masalah” imbuhan gabungan PER- -AN harus diimbuhkan pada kata benda yang menyatakan tempat.

Contoh: Usaha perhotelan diindonesia cukup baik.

Perhotelan artinya “tentang atau mengenai hotel”.

c). untuk mendapatkan makna “ Tempat kejadian”imbukan harus digabungkan pada kata kerja tertentu.

Contoh: Rumah-rumah peristirahatan banyak terdapat didaerah itu.

Peritirahatan artinya “tempat beristirahat”.

d). Untuk mendapatkan makna “ daerah, wilayah, dan kawasan”imbuhan harus diimbuhkan pada kata benda yang menyatakan tempat.

Contoh : Mereka tinggal dipegunungan


Pegunungan artinya daerah yang bergunung.



26. Sisipan –EL, -EM, dan –ER


Sisipan ini tidak mempunyai variasi bentuk, dan ketiganya merupakan imbuhan yang tidak produktif. Artinya tidak digunakan lagi untuk membentuk kata-kata baru.

Pengimbuhannya dilakukan dengan cara menyisipkan diantara konsonandan volal suku pertama pada sebuah kata dasar.

Contoh : -EL + tapak – telapak, -ER + gigi – gerigi, -EM + tali – temali.

Arti yang yang dikandung oleh ketiga sisipan itu adalah:

1. Menyatakan banyak dan bermacam- macam.

2. Menyatakan intensitas.


3. Menyatakan yang melakukan yang disebut kata dasar.

a). Untuk mendapatkan makna “bermacam-macam” sisipan ini harus diimbuhkan pada kata benda tertentu, contohnya yaitu: temali, gerigi, dsb.

b). Untuk mendapatkan makna “intensitas” sisipan ini harus diimbuhkan pada kata benda tertentu, contohnya seperti: gemetar, gemuruh, dll.

c). Untuk mendapatkan makna “yang melakukan” sisipan ini harus diimbuhkan pada kata kerja tertentu, contohnya seperti: pelatuk, telapak, dan telunjuk.

Karena sisipan ini tidak produktif lagi, maka penggunaanya terbatas pada contoh yang sudah ada saja.









DAFTAR PUSTAKA



Chaer,Abdul. 1998. Tata bahasa praktis bahasa Indonesia, Rineka cipta, Jakarta

Anton M. mulyono, Departemen kebudayaan, Tata bahasa baku bahasa indosesia, Perumbalai pustaka, 1992 Jakarta.

Kusno budi santoso, Problematika bahasa Indonesia sebuah analisis praktis bahasa baku, Rineka cipta, Jakarta: 1990

Masnur Muslich, Problematika bahasa indomesia, Bumi aksara, Jakarta: 1990.

Sugono Dendi, Bahasa Indonesia dengan benar, PT. Priastu, Jakarta: 1991


Haryatmo sri, Buku panduan mata kuliah bahasa Indonesia. Universitas Negri Yogyakarta : 2009.



Download file Kata Imbuhan Dalam Bahasa Indonesia disini

Macam-macam Imbuhan

Materi Bahasa Indonesia Kelas 3 ” Macam-macam Imbuhan”


IMBUHAN

AWALAN (prefiks)

Awalan adalah imbuhan yang diberikan di awal kata.

Contoh : me-, ber- di-, ke-, pe-, ter-

Awalan me –

Pemakaian awalan me- bervariasi yaitu mem-, men-, meny-, meng-, dan menge-

Contoh : melapor, membaca, menarik, menyanyi, menghitung, dan mengecat

Makna awalan me- :

1. Melakukan perbuatan/tindakan.

Contoh : mengambil, menjual.

2. Melakukan perbuatan dengan alat.

Contoh : memotong, menyapu.

3. Menjadi atau dalam keadaan.

Contoh : menurun, meluap.

4. Membuat kesan.

Contoh : mengalah, membisu.

5. Menuju ke.

Contoh : mendarat, menepi.

6. Mencari.

Contoh : mendamar, merotan.

Awalan di-

Awalan di mempunyai makna suatu perbuatan aktif. Awalan di- merupakan kebalikan dari awalan me- yang bermakna aktif.

Contoh : di + siram à disiram

di + tanam à ditanam

di + beli à dibeli

Awalan ber-

Pemakaian awalan ber- mempunyai kaidah sebagai berikut.

1. Apabila diikuti kata dasar yang berhuruf (r) dan beberapa kata dasar yang suku pertamanya berakhir huruf (er), bentuk awalan ber berubah menjadi be-.

Contoh : ber + rantai à berantai

ber + kerja à bekerja

2. Apabila awalan ber- bertemu dengan kata dasar ajar, ber- berubah menjadi bel-

Contoh : ber + ajar à belajar

3. Apabila awalan ber- diikuti kata dasar selain yang disebutkan di atas, ber- tetap tanpa perubahan.

Contoh : ber + lari à berlari

ber + nyanyi à bernyanyi

Makna awaln ber-

1. Mempunyai.

Contoh : beranak, berhasil

2. Memakai/menggunakan/mengendarai.

Contoh : bersepeda, bersepatu

3. Mengeluarkan.

Contoh : berkata, bertelur

4. Menyatakan sikap mental.

Contoh : berbahagia, berbaik hati.

5. Menyatakan jumlah.

Contoh : berdua, berempat.

AWALAN pe-(n)

Pemakaian awalan pe-(n) memiliki variasi sebagaimana yang berkalu pada awalan me-(n).

Makna awalan pe-(n) :

1. Menyatakan yang melakukan perbuatan.

Contoh : penulis, pembaca.

2. Menyatakan pekerjaan.

Contoh : perpanjang, perlebar.

3. Menyatakan alat.

Contoh : penghapus, penggaris.

4. Menyatakan memiliki sifat.

Contoh : pemaaf, pemalu.

5. Menyatakan penyebab.

Contoh : pemanis, pemutih

AWALAN ke-

Makna awalan ke-

1. Menyatakan kumpulan yang terdiri dari jumlah.

Contoh : kesebelasan.

2. Menyatakan urutan.

Contoh : kesatu, kedua, ketiga

Awalan ter-

1. Awalan ter- hampir sama dengan awalan di-. Awaln ter- berfungsi untuk membentuk kata kerja pasif.

Contoh : ter + tendang à tertendang

i. ter + bakar à terbakar

2. Awalan ter- ada pula yang termasuk golongan kata sifat.

Contoh : ter + pandai à terpandai

i. ter + kecil à terkecil

Makna awalan ter-

1. Sudah di atau dapat di.

Contoh : tertutup, terbuka.

2. Ketidaksengajaan.

Contoh : terbawa, terlihat.

3. Tiba-tiba.

Contoh : teringat, terjatuh.

4. Dapat atau kemungkinan.

Contoh : ternilai, terbagus.

5. Pelaing atau super.

Contoh : terpandai, tertua.

AWALAN pe-

Umumnya tidak bias digunakan secara mandiri. Pemakaian awlan per- membutuhkan imbuhan lain misalnya –kan dan –an.

Contoh : per-kan + kembang à perkembangan

per-an + usaha à perusahaan

AWALAN se-

Makna awalan se-

1. Menyatakan satu.

Contoh : selembar, seribu.

2. Menyatakan seluruh.

Contoh : sekota, sedesa.

3. Menyatakan sama.

Contoh : sepandai, seindah.

4. Menyatakan setelah.

Contoh : sekembali

SISIPAN (infiks)

Sisipan adalah imbuhan yang diberikan di tengah kata.

Contoh : -el, -em, dan –er.

Makna sisipan :

1. Menyatakan internsitas atau frekuensi.

Contoh : geletar, gemetar

2. Menyatakan banyak dan bermacam-macam.

Contoh : temali, gemerincing

3. Memiliki sifat yang disebut dalam kata dasarnya.

Contoh : temurun, gemilang, telunjuk, pelatuk, gelembung, telapak

AKHIRAN (sufiks)

Imbuhan yang diberikan di akhir kata.

Contoh : -kan, -I, -an, -kah, -tah, dan –pun.

Akhiran -i

Makna akhiran –I :

1. Mengandung arti membentuk kalimat perintah.

Contoh :

Turuti perintahnya !

2. Menyebabkan sesuatu jadi.

Contoh :

menyakiti hati, menghargai dia

3. Menyarakan intensitas (pekerjaan yang berulang-ulang)

Contoh :

menembaki, memukuli

Akhiran –kan

Makna akhiran –kan :

1. Secara umum mengandung arti perintah.

Contoh :

Dengarkan baik-baik !

2. Menyatakan sebagai alat atau membuat dengan.

Contoh :

menusukkan pisau, melemparkan batu

3. Menyebabkan atau menjadikan sesuatu.

Contoh :

membesarkan, menjatuhkan

4. Menyatakan arti bahwa suatu pekerjaan dilakukan untuk orang lain.

Contoh :

meminjamkan, mengembalikan

5. Mentransitifkan kata kerja ke dinding

Contoh :

memantulkan

Akhiran –an

Makna akhiran –an

1. Menyatakan tempat.

Contoh : pangkalan, kubangan

2. Menyatakan alat.

Contoh : ayunan, timbangan

3. Menyatakan hal atau cara.

Contoh : didikan, pimpinan

4. Menyatakan akibat, hasil perbuatan.

Contoh : hukuman, balasan

5. Menyatakan sesuatu yang di.

Contoh : catatan, suruhan

6. Menyatakan seluruh, kumpulan.

Contoh : lautan, sayuran

7. Menyatakan menyerupai.

Contoh : anak-anakan, kuda-kudaan

8. Menyatakan tiap-tiap.

Contoh : tahunan, mingguan

9. Menyatakan mempunyai sifat.

Contoh : asinan, manisan

Akhiran –isme dan –isasi

Merupakan jenis imbuhan serapan.

Makna akhiran –isme adalah paham atau ajaran :

Contoh : komunisme, animisme, liberalisme

Makna akhiran –isasi adalah proses atau menjadikan sesuatu.

Contoh : swastanisasi, lebelisasi

Akhiran – i , – iah, – is, – wi

Merupakan jenis imbuhan serapan.

- i berasal dari bahasa Inggris.

- iah, – is, – wi berasal dari bahasa Arab

Makna akhiran – i, – iah, – is, – wi adalah membentuk kata sifat.

Contoh : insani : memiliki sifat keinsanian

alamiah : memiliki sifat alamiah, natural

agamais : menujukkan sifat orang yang taat beragama

manusiawi : bersifat kemanusiaa

AWALAN DAN AKHIRAN (konfiks)

Awalan dan akhiran adalah imbuhan yang berupa gabungan dari awalan dan akhiran.

Contoh : me-kan, pe-an, ber-an, se-nya, meper-kan

Awalan dan Akhiran me-kan, dan memper-kan

Makna me-kan:

1. Melakukan pekerjaan orang lain.

Contoh : Adik memesankan ibu makanan.

2. Menyebabkan atau membuat jadi.

Contoh : Lemparan bola itu memecahkan kaca jendela kamar.

3. Melakukan perbuatan.

Contoh : Gajah menyemburkan air dari belalainya.

4. Mengarahkan.

Contoh : Ayah meminggirkan kendaraannya.

5. Memasukkan.

Contoh : Polisi memenjarakan penjahat itu di tahanan POLDA.

Makna memper-kan :

1. Menyebabkan atau membuat jadi :

Contoh : Rini mempertotonkan kebolehannya bermain biola.

Awalan dan Akhiran ber – an

Makna :

1. Menyatakan jumlah pelaku yang banyak.

Contoh : berdatangan, berterbangan

2. Menyatakan perbuatan yang berulang-ulang

Contoh : bergulingan, berlompatan

3. Menyatakan hubungan antara dua pihak.

Contoh : bersamaan, bersebelahan, berduaan.

4. Menyatakan hubungan timbal balik.

Contoh : bersahutan, bersalaman

Awalan dan Akhiran pe – an

Makna :

1. Menyatakan hal

Contoh : pendidikan, penanaman

2. Menyatakan proses atau perbuatan.

Contoh : pendaftaran, penelitian.

3. Menyatakan hasil.

Contoh : pengakuan, peghasilan

4. Menyatakan tempat.

Contoh : penampungan, pemandian

5. Menyatakan alat.

Contoh : penglihatan, pendengaran

Awalan dan Akhiran per- an

Makna :

1. Menyatakan tempat.

Contoh : perhentian, perusahaan

2. Menyatakan daerah.

Contoh : perempatan, pertigaan

3. Menyatakan hasil perbuatan.

Contoh : pertahanan, perbuatan

4. Menyatakan perihal.

Contoh : perbukuan, perkelahian

5. Menyatakan banyak.

Contoh : persyaratan, persaudaraan

Awalan dan Akhiran se –nya

Makna :

Menyatakan makna tingkatan yang paling tinggi yang dapat dicapai.

Contoh : sebagus-bagusnya, setinggi-tingginya

Sering disertai dengan kata ulang.

Contoh : sebaik-baiknya, semerah-merahnya