Thursday, November 23, 2006

Security Tips

by Ghost_Rider
Pendahuluan
Tulisan ini ditulis dengan asumsi anda telah menginstalasi linux dan telah menguasai perintah dasar linux, tulisan ini bukanlah merupakan petunjuk langkah per langkah, tetapi bertujuan memberikan ide yang dapat membantu mengamankan komputer anda. Setelah anda selesai dengan tulisan ini, anda akan memiliki suatu komputer/jaringan yang aman, tetapi ingat tidak ada yang 100% aman.Hanya ada 3 hal yang tetap perlu anda ingat:- Otak (Saya pikir yang satu ini bukan massalah)- Pengetahuan Linux- Kopi atau sesuatu yang mengandung kkafeinMarilah kita mulai bukankah begitu? :)"Untuk melindungi diri anda perlu memandang sistem anda dari sisi penyerang"<-- Misi anda sebagai Tuan Sysadmin adalah mengamankan sistem anda -->Langkah pertama untuk mengamankan adalah instalasi ulang sistem anda. Anda mungkin bertanya mengapa ? Baiklah jika kita ingin sesuatu yang benar aman, kita perlu 100% yakin bahwa tidak ada kompromi sebelum anda mulai menerapkan suatu ukuran keamanan, jika tidak apa yang anda lakukan hanya buang-buang waktu saja.
Saya mengganggap anda baru saja selesai menginstalasi distribusi linux kesukaan anda pada komputer, dan anda siap mengamankannya.
Memilih services
Log in sebagai root.
Hal pertama yang perlu diperiksa adalah daemon apa saja yang berjalan sebagai default, kita dapat menggunakan netstat untuk hal tersebut.
# netstat -a
Active Internet connections (servers and established)
Proto Recv-Q Send-Q Local Address Foreign Address State
tcp 0 0 *:ftp *:* LISTEN
tcp 0 0 *:ssh *:* LISTEN
tcp 0 0 *:telnet *:* LISTEN
tcp 0 0 *:smtp *:* LISTEN
tcp 0 0 *:finger *:* LISTEN
tcp 0 0 *:www-http *:* LISTEN
tcp 0 0 *:pop3 *:* LISTEN
tcp 0 0 *:shell *:* LISTEN
raw 0 0 *:icmp *:* 7
raw 0 0 *:tcp *:* 7
#
Baiklah untuk apa kita memeriksa daemon yang aktif, dan berdasarkan hasilnya saya dapat menyimpulkan bahwa itu adalah hasil dari suatu versi linux untuk pemula mungkin RedHat atau Mandrake.Mengapa saya katakan demikian? Karena distribusi tersebut datang dengan sejumlah daemon aktif, mereka bertujuan memudahkan para pemula untuk dapat memanfaatkan service-service tertentu tanpa perlu susah untuk melakukan instalasi dan konfigurasi. Kerugiannya dari konfigurasi default tersebut adalah tidak dapat dikatakan aman, jadi marilah kita mulai bekerja.
Daemon Finger dan shell harus dimatikan segera mungkin. Mengapa?
Daemon Finger memberikan info kepada siapa saja yang memintanya, walaupun tidak cukup banyak, tetapi memberikan username yang sah yang memungkinkan usaha brute force, maupun usaha sosial engineering.
Daemon Shell, adalah sesuatu yang disebut sebagai service r* , karakteristiknya adalah semua service dalam kategori ini tidak membutuhkan authentikasi. Semuanya didasarkan kepada trusted host. Jika anda tetap ingin menjalankannya, pastikan anda mengaktifkan identifikasi kerberos.
service r* yang berjalan tanpa kerberos atau metode authentikasi lainnya:Ada suatu file (.rhosts) yang mana akan memberikan trusted IPs yang mana login dilakukan dari salah satu ip yang ada dalam file, akan mendapat akses ke sistem. Suatu serangan dengan menggunakan IP Spoffing dapat memanipulasi ip, dan anda akan mendapat masalah dengan sistem anda.
Sekarang service berikut masih berjalan adalah:
- ftp (File Transfer Protocol)- ssh (Secure Shell)- telnet (sebenarnya yang satu ini juga diimatikan setelah kita memiliki ssh)- smtp (Simple Mail Transfer Protocol)> - www-http (Web server)- pop3 (Post Office Protocol 3)Sekarang anda mungkin bertanya pada diri anda. Apa yang akan saya lakukan pada sistem saya?
Jika anda ingin menjadi suatu shell provider, anda mungkin akan membiarkan daemon ftp daemon sehingga pemakai dapat melakukan upload sesuatu ke shell mereka, ssh terbuka, dan demikian juga karena banyak pemakai (kebanyakan pemakai windows ingin mendapatkan suatu *nix shell) yang tidak mengenal ssh dan tidak memiliki software klien untuk hal tersebut.
Jika anda ingin menjadi suatu mail server, anda mungkin harus menutup semua port kecuali smtp, dan pop3.CATATAN: jika daemon smtp yang anda gunakan adalah sendmail, periksa apakah merupakan versi yang terakhir, seharusnya harus anda lakukan pada setiap daemon, tetapi khususnya untuk sendmail. Mengapa? Karena sendmail adalah suatu daemon dengan besar kode lebih dari 80.000 baris. Jadi anda dapat membayangkan hal tersebut merupakan surga bagi para eksploitir. Sehingga menjadi lelucon mingguan "Apa kelemahan sendmail minggu ini?". Jika anda benar-benar membutuhkan smtp, pertimbangkan untuk beralih ke qmail (www.qmail.org).
Jika anda ingin memiliki suatu web server, anda perlu membiarkan daemon www-httpd daemon dan ftp. Atau lebih baik anda memiliki akses langsung ke web server sehingga daemon ftp-nya dapat ditutup, dan upload dilakukan secara lokal.
Jika anda ingin suatu sistem standalone, tutup saja semua port tunggal yang anda miliki. Tetapi jika anda ingin mengunakan sistem anda untuk mencoba service tetapi tidak ingin orang lain mengaksesnya kecuali anda. Solusinya adalah mengunakan firewall dengan policy deny.
Apa yang seharusnya anda ketahui: Membuka/menutup port dengan mengedit file /etc/inetd.conf. Jika service yang ingin anda tutup tidak terdaftar disana, periksa pada script init yang dapat ditemukan pada direktori /etc/rc.d atau /etc/init.d tergantung pada distribusi yang anda gunakan.PENTING: Perlu diingat bahwa anda benar-benar menjalankan daemon versi terakhir. Berlangganan mailing list BugTraq (http://www.securityfocus.com) untuk mengetahui eksploit dan patch yang terkini. Jika memungkinkan, gunakan permission sebagai user normal sebagai pemilik daemon tersebut. Buatlah user baru untuk setiap daemon yang berjalan.
Dibuat oleh hendra@indoprog.comMedan - Sumatera UtaraIndonesia

Friday, May 26, 2006

RAIHLAH IMPIAN ANDA





Semua orang tua sepertinya pasti pernah menanyakan apa cita-cita atau impian anaknya. Saat anak tersebut menjawab ingin menjadi orang besar, seperti dokter, astronot, orang kaya, dan lain lain, orang tua mereka mengelus-ngelus dada, merasa tenang dan senang anaknya memiliki impian yang baik.

Pengelola rubrik:
Aribowo Prijosaksono, Roy Sembel, dan Tim ManDiri

Aribowo Prijosaksono (email:aribowo_ps@hotmail.com) dan Roy Sembel (http://www.roy-sembel.com) adalah co-founder dan direktur The Indonesia Learning Institute – INLINE (http://www.inline.or.id), sebuah lembaga pembelajaran untuk para eksekutif dan profesional.


Oleh Hans Wahyudin


Hampir semua orang tua bertekad untuk membimbing, menjaga, membekali anak-anak mereka agar menjadi orang yang sukses, tapi berapa banyak dari mereka yang benar-benar membimbing, membekali putra-putri mereka agar impian mereka tercapai. Kemungkin besar yang terpikirkan adalah hanya membekali mereka dengan hal-hal duniawi seperti sejumlah uang, mobil, dan segala sesuatu yang bisa dijadikan modal untuk mereka.
Penanaman dan pengembangan nilai-nilai baik yang diperlukan untuk mencapai sukses jauh lebih penting dari kekayaan duniawi. Memang benar diperlukan uang, modal dan segala kekayaan duniawi untuk mencapai impian. Namun sudah banyak orang yang mulai dari nol besar hingga menjadi orang besar. Sebut saja Bill Gates, Robert T. Kiyosaki, dan masih banyak contoh lainnya. Nilai-nilai baik dalam diri merekalah yang mampu memberikan kekuatan, ketabahan dalam mengejar impian mereka. Hanya memiliki kekayaan duniawi tanpa memiliki kekayaan nilai-nilai baik dalam diri pada akhirnya akan berakhir juga dengan kegagalan.
Ada tiga macam hal utama yang perlu ditanamkan untuk mencapai impian. Pertama pikiran yang membangun, persiapan dan kebiasaan yang membangun, tindakan yang membangun. Tiga hal ini pada intinya hanya memiliki satu tujuan yaitu mempersiapkan dan mengembangkan diri Anda untuk mencapai impian.

Pikiran yang Membangun
Pikiran merupakan rahmat terbesar yang diberikan Tuhan kepada manusia. Manusia dapat menjadi apapun seperti yang mereka pikirkan, pikiran jugalah yang mampu membuat manusia menjadi co-creator —pendamping Tuhan dalam mencipta sesuatu di dunia ini.
Segala imajinasi, khayalan, impian yang ingin dicapai dan segala sesuatu yang ada dalam pikiran merupakan awal pembentukan ujud utuh seorang manusia. Seseorang yang dalam pikirannya hanya ingin menjadi orang biasa, jadilah mereka orang biasa. Berbeda halnya dengan orang yang memiliki keinginan untuk menjadi besar dan berhasil, mereka lebih termotivasi dalam hidup untuk mencapai impiannya dan tak heran mereka siap bekerja keras sampai berhasil menggapainya.
Ada tiga hal yang benar-benar perlu ditanamkan dalam pikiran untuk menggapai suatu impian:
1. memiliki misi dan visi dalam hidup
2. memiliki impian yang besar
3. keinginan untuk terus berkembang dan menjadi lebih baik

Misi merupakan keinginan seorang manusia untuk menggapai suatu tujuan dalam hidupnya sedang visi adalah pandangan hidup seseorang. Misi menyerupai impian yang ingin dicapai namun cenderung lebih besar dan universal.
Misi, visi dan impian merupakan sumber motivasi seseorang dalam hidup ini. Semakin besar misi dan impian seseorang, semakin besar motivasi yang ada dalam dirinya. Motivasi turut andil dalam memberikan energi dalam tubuh sehingga tidak heran mereka yang senantiasa termotivasi terkesan memiliki energi lebih banyak dari orang-orang biasanya. Bayangkan saja ada orang yang bisa hidup dengan tidur rata-rata selama tiga jam saja dalam hidupnya. Motivasi yang besar dalam diri manusia membuat badan dan pikiran senantiasa dalam keadaan bugar. Mereka tidak merasa lelah walaupun bekerja dalam waktu yang lama. Setahap demi setahap mereka bekerja sampai impian mereka sampai tercapai.
Keinginan untuk terus berkembang dan menjadi lebih baik juga memberikan andil dalam memberikan motivasi dalam mencapai impian. Saat menghadapi kegagalan, mereka malah termotivasi untuk memperbaiki diri, berkembang dan tidak menyerah pada keadaan. Mereka percaya adanya harapan untuk menjadi lebih baik. Kepercayaan ini memberikan energi yang sangat besar dalam hidup untuk mencoba dan mencoba lagi sampai berhasil. Thomas Alva Edison membutuhkan 5.000 kali percobaan dalam usahanya menemukan lampu bohlam. Ia tidak berhenti dalam usahanya sampai berhasil.
Orang-orang yang tidak memiliki misi, visi, dan impian dalam hidup sering bersembunyi di belakang kata ”nasib”. Kalimat yang sering mereka ucapkan dan yang menurut saya merupakan kalimat yang paling merusak manusia: ”Kemana nasib mengantar saya, ke situlah saya akan melangkah”. Mereka benar-benar berpikir mereka pasti akan menjadi seseorang seperti yang telah ditentukan oleh nasib. Bayangkan betapa merusaknya kalimat ini. Padahal fakta yang sebenarnya adalah seseorang akan menjadi seperti apa yang mereka bentuk.
Hal lain yang perlu dihindarkan dalam pikiran adalah sikap kita yang terlalu takut untuk bermimpi dan menghayal menjadi besar. Rata-rata orang berpikir mereka bukanlah orang yang terpilih untuk menjadi besar, hanya orang-orang pilihan saja yang dapat menjadi besar, dan yang jelas itu bukan diri mereka. Akibatnya mereka dihancurkan oleh pikiran mereka sendiri. Malah mungkin bisa terjadi hal yang terparah yaitu mereka hanya menjalani hari demi hari dari hidup mereka saja, mereka tidak pernah mengejar dan berusaha untuk menggapai impian mereka.
Yang seharusnya terjadi pada pikiran orang yang ingin mencapai impian adalah mereka harus berpikir bahwa mereka adalah orang yang spesial dan terpilih untuk menjadi orang besar dalam hidup ini. Hal ini akan memberikan motivasi yang besar dalam hidup ini Mereka tidak melihat apa yang mereka miliki saat ini, tapi mereka melihat apa yang nantinya akan mereka capai. Mereka percaya bahwa mereka pasti berhasil menggapainya.
Anggaplah memang kita tidak ditakdirkan untuk menjadi seseorang yang besar, seperti ayam tidak akan pernah menjadi seekor rajawali. Tapi dengan memiliki motivasi dalam hidup, hidup akan terasa lebih mengasyikan, lebih indah dan luar-biasa. Hidup lebih berarti. Mana yang Anda pilih?

Persiapan dan Kebiasaan yang Membangun
Untuk mencapai impian kita memerlukan persiapan dan kebiasaan-kebiasaan baik yang dapat membantu kita, mempercepat tercapainya impian kita. Seperti layaknya ada Tactical-Project dalam sebuah perusahaan, persiapan dan kebiasaan yang membangun berfungsi sebagai sarana untuk membantu kita dalam mencapai suatu tujuan.
Persiapan dan kebiasaan yang membangun dapat disebutkan antara lain:
1. menetapkan goal dalam hidup
2. membuat rencana (Blue-Print)
3. menciptakan keseimbangan hidup yang optimal.

”Goal”
Menetapkan goal dalam hidup sangat penting untuk memberikan arah kita berjalan selangkah demi selangkah mendekati impian kita. Banyak orang tidak pernah menetapkan tujuan bahkan lebih banyak lagi yang tidak tahu tujuan mereka. Akibatnya mereka seperti mereka-reka hidup dan terjadilah orang yang berlindung di balik kata nasib. Dengan adanya goal dalam hidup, seseorang memiliki acuan mau ke mana ia akan berjalan sehingga ia tahu persis apa yang harus ia lakukan.
Survei menunjukkan ada tiga jenis orang berkenaan dengan penetapan tujuan:
1. Golongan orang yang tidak pernah memikirkan goal
2. Orang yang memikirkan goal tapi tidak pernah menuliskannya
3. Orang yang memikirkan goal dan pernah menuliskannya

Golongan pertama terdiri dari orang-orang yang hidupnya tidak sejahtera seperti gelandangan, penjahat, golongan ekonomi bawah, dan lain-lain. Golongan kedua merupakan golongan orang yang hidupnya menengah tidak di bawah dan juga tidak di puncak kehidupan. Golongan ketiga, golongan yang jumlahnya hanya sedikit, orang-orang yang berada dalam puncak kehidupan, mereka yang berhasil mewujudkan impian mereka.
Apa yang ingin saya tekankan adalah orang pada umumnya tidak pernah tahu betapa pentingnya menetapkan tujuan hidup, mereka tidak pernah diajarkan dari kecil untuk berusaha mencari dan menetapkan tujuan hidup. Orang yang tidak memiliki tujuan hidup bagai orang berjalan dalam terowongan gelap yang tidak memiliki penerangan, saat ada lubang dia akan jatuh, saat ada batu di depannya akan ia tabrak juga, ia tidak bisa menghindari halangan di depannya dan yang terpenting ia tidak tahu akan berjalan ke mana.
Memang sulit sekali menetapkan tujuan hidup, bahkan ada orang yang sudah 45 tahun baru menemukan tujuan hidup yang sebenarnya.Tidak masalah berapa kali kita mengubah tujuan hidup, yang terpenting adalah setiap saat Anda mempunyai tujuan hidup yang ingin dicapai. Setidaknya Anda tahu ke mana akan berjalan.
Setelah menetapkan goal, kita perlu membuat rencana atau strategi untuk mewujudkan goal tersebut. Menetapkan goal dan membuat rencana sama seperti menggunakan peta dalam mencari suatu jalan yang belum diketahui. Walau sudah menggunakan peta, tidak berarti kita selalu bisa langsung mencapai tempat yang dicari, mungkin kita masih perlu bertanya untuk mencari jalan yang dicari. Namun keberadaan peta sangat membantu untuk menetapkan ancang-ancang ke mana kira-kira arah yang tepat yang mendekati tujuan kita.

Keseimbangan Hidup yang Optimal
Dalam usaha mencapai impian diperlukan keseimbangan hidup yang optimal sehari-hari. Kita harus tetap fit setiap saat, baik fisik maupun pikiran. Fisik yang tidak prima sangat mengganggu dalam menjalankan aktivitas sedangkan pikiran yang kusut tidak mungkin dapat mendukung kita dalam bekerja secara optimal. Jelas fisik dan pikiran yang prima benar-benar dibutuhkan. Hal lain juga merupakan hal yang penting adalah membuat rencana dan berpikir. Arti keseimbangan di sini adalah keseimbangan antara kerja keras dan istirahat, antara kehidupan karier atau bisnis dengan kehidupan pribadi, relasi dengan pasangan, sahabat atau sesama dan kehidupan spiritual yaitu relasi dengan Tuhan.

”Action”
Pikiran yang membangun, kebiasaan yang membangun merupakan persiapan dari perjalanan menuju sukses. Banyak hal yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan dan sepertinya tidak akan pernah selesai jika disebutkan satu per satu. Namun saya merumuskan lima langkah yang harus dimiliki semua orang yang ingin mencapai tujuan:
1. Start Now –Don’t Wait
2. Life time improvement & learn from mistakes
3. Dynamic and flexible
4. Evaluate and think
5. Never Give Up

”Start Now – Don’t Wait”
Kesalahan fatal yang benar-benar perlu dihindari adalah menunggu. Sering terjadi orang terlalu lama memikirkan sesuatu dan kehabisan tenaga tepat saat mereka ingin memulai. Segera jalankan hal-hal yang menurut Anda perlu dilakukan untuk mencapai tujuan. Jangan terlalu banyak menghabiskan tenaga untuk memikirkan bagaimana menjalankan sesuatu. Semakin dipikirkan, semakin terasa sulit untuk menjalankan suatu rencana. Lakukan segera. Saat Anda mulai benar-benar melakukannya, Anda sudah selangkah lagi lebih maju mendekati pintu kesuksesan.
Terapkan cara action and modified, lakukan sekarang, jika ditemukan kesalahan, lakukan modifikasi cari jalan pemecahannya dan terus lakukan action and modified.

”Life Time Improvement”
Banyak orang anti jika mereka disuruh belajar lagi. Sikap antibelajar ini terutama disebabkan oleh kebiasaan belajar saat masih dibangku sekolah. Hampir semua murid-murid belajar karena terpaksa. Akibatnya antipati untuk belajar tertanam sangat dalam di pikiran mereka. Selesai studi S1, mereka merasa merdeka dari kungkungan keharusan membaca buku. Ironisnya, mereka merasa bebas dari kungkungan, padahal sebenarnya pikiran merekalah yang terkungkung, bahwa belajar itu hal yang menyusahkan.
Pernahkah Anda memperhatikan anak kecil yang baru mulai belajar? Semua hal yang belum pernah dilihat, akan dipegang, digigit, dan terkadang mereka tertawa sesudahnya. Ia merasa senang walaupun saat itu sebenarnya ia sedang belajar hal baru. Mengapa dia tidak merasa susah? Rasa ketertarikan dirinya kepada objek itulah, yang membuat Ia merasa senang walaupun saat belajar. Seharusnya pola inilah yang menjadi pola pengajaran di sekolah-sekolah. Bangun ketertarikan murid-murid terlebih dahulu terhadap pelajaran, selanjutnya mereka sendiri yang akan aktif mengejar pelajaran itu. Bangunlah rasa ketertarikan Anda kepada setiap hal yang berguna, maka Anda akan dengan senang hati mempelajarinya, tidak perlu lagi Anda memaksakan diri untuk belajar, passion Anda yang akan menggerakkan diri Anda untuk mempelajari sesuatu.
Belajar dari kesalahan juga merupakan satu proses lifetime improvement yang sangat baik. Setiap terjadi kesalahan pikirkan apa yang salah dan apa yang seharusnya dilakukan. Dengan demikian kita bisa terhindar dari kesalahan yang sama dan yang terpenting kita dapat lebih cepat menguasai hal baru.
Lifetime Improvement bukan saja terbatas kepada bertambahnya ilmu, pengetahuan dan kemampuan secara teknikal saja. Intrapersonal dan interpersonal juga sangat perlu dikembangkan secara kontinu untuk mengembangkan diri secara maksimal. Kemampuan mengatur diri Anda sendiri dan berhubungan dengan orang lain dapat membantu usaha Anda dalam mengembangkan diri. Dengan bertambahnya kemampuan analitis, intrapersonal dan interpersonal tentunya akan lebih memudahkan kita mencapai impian.

”Dynamic and Flexible”
Setiap pelaksanaan rencana tidak setiap kali akan berjalan sesuai dengan yang kita inginkan. Untuk itu sangat diperlukan kesiapan untuk berpikir dan bertindak secara dinamis dan fleksibel terhadap setiap perubahan yang terjadi.
Saat badai datang, pohon-pohon yang memiliki batang besar mungkin akan tumbang karena mereka tidak bisa menahan beban yang diterima tetapi bambu hutan tidak tumbang karena bambu memiliki batang yang lentur, fleksibel untuk bergerak ke segala arah. Sama halnya dengan kita, sifat dinamis dan fleksibel membuat seseorang lebih tahan dalam menghadapi perubahan dan masalah yang datang.
Sejarah evolusi pun mengatakan hal yang sama, hanya makhluk hidup yang bisa beradaptasi dengan baik, yang mampu bertahan hidup. Sama halnya dengan usaha kita mencapai kesuksesan, mungkin ada lebih dari satu cara untuk mewujudkan impian kita. Untuk itu hendaknya kita siap untuk berpikir secara dinamis dan fleksibel dalam usaha kita mencapai kesuksesan.

”Evaluate and Think”
Evaluasi setiap rencana yang kita buat perlu dilakukan secara periodik. Kebiasaan kita untuk mengevaluasi rencana dan pelaksanaan yang dilakukan, memastikan kita berjalan setahap demi setahap menuju goal. Saat kita merasa apa yang direncanakan tidak berjalan dengan baik, segera berpikir untuk mencari jalan untuk memecahkan masalah. Jangan biarkan masalah tidak terpecahkan, segera identifikasi masalah, rumuskan dan cari jalan keluarnya.

”Never Give Up”
Kesuksesan seseorang merupakan gambaran dari kekuatannya yang tidak kenal lelah untuk terus mencoba dan mencoba. Tidak ada kesuksesan besar yang tidak luput dari kegagalan. Justru kesuksesan berawal dari kegagalan, diiringi oleh kegagalan menuju kesuksesan. Kegagalan membuat seseorang lebih baik dari sebelumnya.
Kegagalan dapat setiap saat menghampiri kita. Mengubah cara pandang bahwa kegagalan sebagai salah satu komponen yang diperlukan menuju sukses, akan membuat kita lebih tegar dalam menghadapi kegagalan. Kesiapan diri untuk menghadapi kegagalan merupakan kekuatan besar dalam perjalanan panjang kita menggapai impian.
Uraian pikiran, kebiasaan, action yang membangun yang telah dijabarkan di atas hanya akan menjadi teori yang tidak berguna, jika hanya dibaca saja dan tidak pernah dijalankan sama sekali. Dalam satu kelas semua murid belajar teori yang sama, dan diajarkan oleh guru yang sama, tapi mengapa ada murid yang mendapat nilai bagus dan ada yang jelek?
Perbedaan mereka terletak pada bagaimana seorang murid untuk memahami dan mencoba menerapkannya. Sama halnya dengan teori yang telah saya jabarkan, Anda harus menjalankannya terlebih dahulu baru bisa merasakan manfaatnya. N

Copyright © Sinar Harapan 2002

SEJARAH TAHU SUMEDANG (BUNGKENG)

Idenya dari Tiongkok BAGI orang yang suka cerita sejarah, asal-usul sesuatu yang sudah menjadibesar, seperti tahu sumedang, menjadi amat penting. Tapi sayangnya, OngKino, pencetus gagasan yang sekaligus pembuat tahu pertama di Sumedang padatahun 1917, pulang kampung ke Hokian, daratan Tiongkok (Cina) dan meninggaldi sana.Keberadaan makam Ong Kino di Cina menyulitkan kalangan pedagang tahusumedang yang ingin berziarah. "Kuburannya masih ada. Kadang-kadang masihdiziarahi keluarganya," kata Ong Yu Kim alias Ukim (64), cucu Ong Kino yangsekarang meneruskan usaha pembuatan tahu di Jalan 11 April Nomor 53,Sumedang.Ong Kino adalah perantau asal Tiongkok yang ulet, tabah menghadapi kerasnyamencari mata pencarian di tanah Sunda, persisnya di Sumedang, Jawa Barat.Tapi, setelah lelah merantau, ia pulang kampung mendekati makam orangtuanya.Ukim yang ditemui Kompas, awal Agustus lalu, menceritakan kembali tentangOng Kino yang ia tangkap dari cerita-cerita keluarganya. Ketika Ong Kinodatang, Kota Sumedang masih sepi. Belum ada mobil, rumah-rumah masihberbentuk panggung. Kota Sumedang belum terbangun seperti sekarang ini.Kedatangan Ong Kino ke Indonesia bermotif mencari nafkah. "Saat itu kakekberjualan keripik aci yang terbuat dari singkong di pinggir jalan. Lalutahun 1917, mulai membuat tahu," kata Ukim. Kedelai, sebagai bahan pokoktahu, saat itu dijatah oleh Jepang yang saat itu berkuasa di negeri ini.Pembuatan tahu ketika itu masih dilakukan secara tradisional. Kedelaidigiling dengan penggilingan batu yang digerakkan dengan tenaga manusia.Beda dengan penggilingan kedelai sekarang yang serba elektrik.Oleh karena alat produksi masih tradisional, jumlah produksinya sedikit."Sekadar untuk menyambung bisa makan sehari-hari," katanya. Waktu itu tempatpembuatannya di rumah yang sekarang terletak di Jalan 11 April Nomor 53,Sumedang. Jalan ini dulu bernama Jalan Tegal Kalong, Kelurahan Kota Kaler.Tahu hasil produksi Ong Kino saat itu dijual keliling dengan caramengasongkan. Tapi, tidak di terminal bus dan angkutan kota sepertisekarang. Ketika itu mobil belum ada. Baru ketika tahun 1955, angkutan umummulai ada.Penjualan tahu secara asongan di terminal bus atau oplet mulai dilakukan.Ketika usaha pembuatan tahu mulai membesar dan Ong Kino sudah merasa lelah,anaknya yang bernama Ong Bung Keng (1901-1993) diserahi mengelola pabriktahunya.Di tangan Ong Bung Keng, usaha tahu pun berkembang dan berhasilmempertahankan kekhasan tahu produknya yang diberi label tahu Bungkeng(mengambil nama Ong Bung Keng). Nama tahu bungkeng saat itu sudah mulaidikenal.ZAMAN mulai berubah. Kota Sumedang mulai ramai, ada mobil berseliweransehingga memungkinkan untuk mengembangkan usaha tahu. Ketika zaman memasukirezim Orde Baru, tahu semakin laris. Pasalnya, pemerintah Orde Baru ketikaitu menggalakkan tahu dan tempe sebagai makanan rakyat.Pada tahun 1970 hingga 1980, perkembangan bisnis tahu cukup menonjol. Usahapembuatan tahu yang dikelola Ong Bung Keng pun menunjukkan peningkatan.Semula pada tahun 1950-an, pembuatan tahu bungkeng menghabiskan 16 hingga 20kg kedelai per hari, meningkat menjadi sekitar 50 kg hingga 60 kg per hari(pada tahun 1970-1980)."Banyak orang yang mengambil tahu dari rumah ini dan menjualnya," tuturnya.Waktu itu, kemampuan pembuatan mencapai 2.000 hingga 3.000 potong. Usaha OngBung Keng mengalami zaman keemasan pada tahun 1992. Pada tahun menjelangkematian Ong Bung Keng hingga 1995, pabrik tahunya per hari menghabiskan 100kg kedelai dan menghasilkan tahu sekitar 7.000 potong per hari.Pada tahun 1996, pabrik tahu bungkeng yang beralih ke tangan anak Ong BungKeng, Ukim, mulai melorot. "Penurunannya mencapai 30 persen," kata Ukim.Penurunan ini bukan akibat kemerosotan kualitas tahu, tapi karena banyaksaingan. Pabrik-pabrik tahu lain bermunculan. Dan, ketika itu ekonomiIndonesia sudah mulai menunjukkan gejala tidak stabil.Sekarang perusahaan tahu yang pernah dikelola sang perintis itu tinggalmemproduksi tahu antara 4.500 hingga 5.000 potong. Semua produksinya dijualmelalui empat outlet-nya, termasuk satu outlet di depan pabrik tahunnya.Tiga lainnya didirikan konsumen dan pelanggan yang biasa datang denganmenggunakan mobil. "Kalau kami tetap menjual tahu di Jalan 11 April ini,akan sepi pembeli. Mobil tidak bisa langsung belok kemari, harus memutarkarena ada rambu-rambu larangan," tutur Ukim.Sekarang Ukim dan anaknya harus menghadapi saingan perusahaan tahu lainnyayang juga sama-sama mendirikan outlet dan warung-warung kecil untukpenjualan tahu. Pembuat tahu di perusahaan lain itu, sebagiannya, dulukaryawan pabrik tahu bungkeng. Sekarang tahu sudah berkembang di seluruhSumedang dan sekitarnya. Tahu telah menjadi identitas Sumedang.Ukim yang hingga sekarang bertahan dalam usaha tahu, mengaku bukan karenapesan kakeknya semata, tapi juga untuk nafkah sehari-hari. Ia merasa sayangbila usaha kakeknya tidak diteruskan. "Tahu bungkeng sudah terkenal,"tuturnya.Dengan ketenaran Bungkeng, Ukim memasang papan nama di depan tempat usahanyadi Jalan 11 April yang berbunyi "Tahu Bungkeng, Perintis Tahu Sumedang Sejak1917". Kepeloporan Bungkeng dalam dunia pertahuan, membedakan tahu-tahusumedang lainnya.Pada awal-awal tahun, Ong Kino merintis membuat tahu, sejumlah pemimpinSumedang sudah menaruh perhatian terhadap usaha Ong Kino. Mereka, termasukBupati Sumedang, saat itu sudah meramalkan usaha Ong Kino akan maju.Dan, benar apa yang diperbuat Ong Kino berkembang, dan ternyata menjadicikal-bakal tahu sumedang yang sekarang terkenal. Ong Kino telah meletakkandasar-dasar berwiraswasta bagi masyarakat Sumedang.Ia memberi contoh dalam membuat tahu yang baik. Setelah itu, Ong Kinokembali ke negerinya dan menutup lembaran sejarah hidup. (nas)

Tuesday, May 16, 2006

CARA MEMBUAT BATAGOR


Batagor (Bakso Tahu Goreng)


Bahan:5 buah tahu putih ukuran 8x8x3 cm100 g udang kupas, cincang halus50 g daging ayam, cincang halus1 butir telur ayam, kocok3 sdm tepung kanji½ sdt merica bubuk1 sdt garam1 sdt minyak wijen2 batang daun bawang, iris halusminyak untuk menggorengLapisan, aduk rata:1 butir telur ayam, kocok50 g tepung terigu100 ml airSambal Cuka:100 ml air matang1 sdt cuka masakHaluskan:2 sdm kacang tanah, goreng2 buah cabai merah goreng2 siung bawang putih1 sdt gula pasir1 sdt garam
Recipe
Cara membuat:Belah dua tahu hingga membentuk segitiga atau potong membujur menjadi 3 bagian.Keruk bagian tengah tahu hingga berlubang atau cekung.Haluskan tahu dari bagian tengahnya. Campur dengan daging ayam, udang, dan bahan lainnya hingga rata.Isi bagian lubang tahu dengan adonan tahu hingga tertutup kembali.Kukus dalam dandang panas selama 20 menit hingga matang. Angkat.Celupkan dalam adonan Lapisan.Goreng dalam minyak panas dan banyak di atas api sedang hingga kuning kecokelatan dan kering. Sajikan hangat dengan sambal cuka.Sambal Cuka: Cmapur air dan cuka bersama bumbu halus hingga rata.Untuk 10 buah


Batagor Bahan: 2 buah tahu putih air, belah 8 125 gr udang kupas, cincang 175 gr ikan tenggiri, cincang 1 btr telur 50 gr tepung sagu 2 siung bawang putih, haluskan 1 btg daun bawang, iris halus 1 sdt garam Adonan tepung: 150 gr tepung terigu 50 gr tepung beras 1 btr telur 350 ml air 1/2 sdt garam halus Sambal kacang: 250 gr kacang tanah, haluskan 6 buah cabai merah, haluskan 1/2 sdt garam 2 sdm gula pasir 3 sdm air jeruk limau 450 ml air Pelengkap: Jeruk limau Kecap manis Cara membuat: 1. Aduk tahu, udang, ikan tenggiri, telur, tepung sagu, bawang putih, daun bawang dan garam hingga rata sisihkan. 2. Buat adonan tepung: Aduk telur, garam, tepung terigu dan tepung beras hingga rata, tambahkan air sedikit demi sedikit sambil terus diaduk. 3. Ambil potongan tahu, beri adonan udang atasnya, ratakan. Celupkan tahu dalam adonan tepung, goreng hingga kuning kecokelatan, angkat, tiriskan. 4. Buat sambal kacang: Satukan kacang tanah, cabai merah, garam, gula pasir, air jeruk limau, cairkan dengan air, masak sambil diaduk hingga matang. Angkat. 5. Sajikan batagor dilengkapi sambal kacang, jeruk limau dan kecap.

Thursday, May 11, 2006

TUJUH KIAT SUKSES

Orang sukses adalah orang yang terus mencoba, meskipun telah mengalami banyak kegagalan. Ia memandang kehidupan sebagai peluang untuk mencapai kesuksesan. Itulah kira-kira kesimpulan dari penelitian selama 40 tahun terhadap orang-orang sukses. Yang dicoba ditemukan dari mereka adalah bagaimana dan mengapa mereka tergerak untuk menjadi teratas di bidang masing-masing, dari olah raga, pendidikan, hingga pasar modal.
Apa sebenarnya yang mereka ketahui dan lakukan untuk menjadi sukses? Berikut ada tujuh hal yang dilakukan mereka dalam meraih sukses:
1. Orang sukses mau mengambil risiko. Mereka berupaya untuk mencapai target, melakukan penghematan, membangun relasi dengan banyak orang, dan gesit mencoba sesuatu yang baru guna mengikuti perkembangan zaman. David C. McClelland, seorang guru besar yang mendalami perjalanan orang-orang sukses serta telah melakukan perjalanan ke banyak negara dan melatih pengusaha kecil, menyatakan cara menjadi pengusaha kecil sukses adalah dengan menjadi pengambil risiko moderat; yang mau terus mengambil risiko untuk meraih sukses.
2. Orang sukses percaya diri dan merasakan bahwa mereka berbuat sesuatu untuk dunia. Mereka memandang sebuah dunia yang besar dan ingin memainkan peranan penting di dalamnya. Mereka tetap bekerja sesuai keterampilan mereka, sambil tetap menyadari bahwa keterampilan inti memberi nilai kepada keterampilan lainnya. Mereka juga sadar, karya terbaik akan menghasilkan kompensasi bagi mereka.
3. Orang sukses menikmati apa yang sedang mereka lakukan. Mereka mampu melihat pekerjaan sebagai kesenangan; mereka memilih bekerja di mana mereka dapat unggul. Orang sukses menyukai tantangan; mereka menikmati pencapaian puncak permainan mereka, apakah di pekerjaan, lapangan tenis atau lapangan golf.
4. Orang sukses adalah pelajar seumur hidup. Mereka menyadari, pendidikan tak pernah berakhir tapi dimulai di setiap tingkatan kehidupan dan terus berlanjut hingga akhir kehidupan. Pendidikan tidak terbatas di ruang kelas; artinya mencoba ide baru, membaca buku, surat kabar, majalah, dan menggunakan Internet merupakan bentuk pendidikan pula. Karena itu, tetaplah mengalir sesuai perubahan ketertarikan dan kemampuan Anda, dan nikmati perubahan. Ini akan membantu Anda tumbuh dan merasakan lebih percaya diri.
5. Orang sukses berpandangan positif terhadap apa yang dapat mereka kerjakan, dan ini meluas pada hal-hal lain. Mereka percaya gelas itu setengah penuh dan bukan setengah kosong. Mereka menanamkan semangat pada diri sendiri dan dapat membayangkan diri bagaimana mereka berhasil menyelesaikan suatu tugas sulit atau mencapai penghargaan tertinggi. Orang sukses berbuat bagaikan pelatih bagi orang lain, dengan menyuguhkan pesan-pesan positif dalam kehidupan sehari-hari. Mereka senang melihat orang lain membuat tonggak sejarah dalam kehidupan mereka.
6. Orang sukses punya banyak cara untuk memotivasi diri sendiri sehingga dapat terus berkarya lebih baik dari yang lain. Ada yang dengan cara melakukan beberapa pekerjaan setiap hari pada bidang berbeda. Seorang pria setengah baya memotivasi dirinya sendiri dengan mencoba mendapatkan lebih banyak uang daripada kakaknya. Seorang wanita berusia 29 tahun menjadi perawat top untuk menunjukkan kepada bekas gurunya bahwa dia memiliki keterampilan dan kecerdasan memadai untuk mencapai profesi itu.
7. Orang sukses menyelesaikan tugas tidak dengan setengah-setengah, dan mereka menggunakan cara kreatif dalam meraih sukses. Meski mungkin membutuhkan waktu lebih lama, mereka akhirnya melampaui garis finis. Mereka manfaatkan waktu dengan baik dalam mensinergikan kemampuan fisik dan mental untuk mencapai sukses.
Rasanya, Anda bisa juga mencoba. Siapa tahu Anda pun mampu mengikuti jejak mereka. (WWM/William J. Bond/Gde)

KIAT SUKSES MEMBANGUN KEPERCAYAAN

Banyak ahli menilai, percaya diri merupakan faktor penting yang menimbulkan perbedaan besar antara sukses dan gagal. Karenanya, tidak sedikit pula yang memberikan pandangannya mengenai teknik-teknik membangkitkan rasa percaya diri.Dalam dimensi yang sangat luas, sukses adalah milik semua orang. Tetapi, tidak semua orang tahu bagaimana cara mendapatkan atau meraih kesuksesan. Kebanyakan orang menilai bahwa kesuksesan adalah milik orang-orang yang ber-IQ tinggi, lulusan sekolah terbaik dan memilih spesialisasi yang paling terkenal. Penilaian ini memang tidak sepenuhnya salah, tetapi kita juga harus melihat fenomena yang lebih luas, bahwa tidak sedikit orang-orang sukses yang tidak mengenyam pendidikan tinggi. Dengan kata lain, IQ tinggi, lulusan sekolah terbaik dan spesialisasi yang terkenal hanyalah bagian dari penunjang kesuksesan. Di luar kemampuan itu, ada faktor lain yang tidak kalah pentingnya dalam memprediksi kesuksesan seseorang; itulah yang kita sebut, antusiasme, hasrat, ketekunan, kerja keras, serta kebulatan tekad seumur hidup yang dimilikinya. Sebagian pakar menilai bahwa untuk mencapai sukses, kematangan pribadi seseorang sangat dibutuhkan. Sebab kematangan pribadi akan mengantarkan seseorang pada sikap optimis dan kesadaran bahwa apa yang dicita-citakannya akan mudah diraih. Di sisi lain, meraih kesuksesan jelas bukanlah perkara gampang. Ketika kita berusaha untuk meraih apa yang kita inginkan, tentu banyak tantangan yang harus dihadapi. Ada kalanya seseorang begitu tegar, tetapi tidak sedikit juga yang patah semangat bahkan menyerah karena merasa tidak sanggup menghadapi tantangan yang ada di depannya.Pada saat semacam inilah, rasa percaya diri sangat penting ditumbuhkan. Banyak ahli menilai bahwa percaya diri merupakan faktor penting yang menimbulkan perbedaan besar antara sukses dan gagal. Karenanya, tidak sedikit pula yang memberikan pandangannya mengenai teknik-teknik membangkitkan rasa percaya diri. Berikut ini adalah beberapa kiat guna membangun percaya diri.Pertama, berani menerima tanggung jawab. Gerald Kushel, Ed.D., direktur The Institute of Effective Thinking, pernah mengadakan penelitian terhadap sejumlah manajer. Dari penelitian tersebut, Kushel menyimpulkan bahwa ia menemukan sifat terpenting yang dimiliki oleh hampir semua manajer yang memiliki kinerja tinggi. Dan sifat tersebut adalah rasa tanggung jawab yang mendorong mereka untuk tampil "sempurna" tanpa peduli pada hambatan apapun yang menghadangnya. Sebaliknya, manajer yang berkinerja buruk dan gagal mencapai kapasitas maksimumnya cenderung melimpahkan kesalahannya pada siapa saja.Kedua, kembangkan nilai positif. Jalan menuju kepercayaan diri akan semakin cepat manakala kita mengembangkan nilai-nilai positif pada diri sendiri. Menurut psikolog Robert Anthony, PhD., salah satu cara untuk mengembangkan nilai-nilai positif adalah dengan menghilangkan ungkapan-ungkapan yang mematikan dan menggantinya dengan ungkapan-ungkapan kreatif. Dia menganjurkan membuat peralihan bahasa yang sederhana tapi efektif dari pernyataan negatif ke pernyataan positif. Misalnya, mengganti kata, "Saya tidak bisa," menjadi, "Saya bisa!"Ketiga, bacalah potensi diri. Segeralah lacak, gali, dan eksplorasi potensi sukses yang ada pada diri kita. Misalnya dengan bertanya kepada orang-orang terdekat. Termasuk juga mengikuti psikotes dan mendatangi para ahli seperti psikiater, dokter bahkan kiai untuk melacak potensi kita. Karena bisa jadi sangat banyak potensi yang kita miliki tanpa kita sadari, sehingga tidak berhasil kita gali.Keempat, berani mengambil risiko. Keberanian dalam mengambil risiko ini penting, sebab daripada menyerah pada rasa takut alangkah lebih baik belajar mengambil risiko yang masuk akal. Cobalah menerima tantangan, kendati terasa menakutkan atau menciutkan hati. Cari dukungan sebanyak mungkin. Dengan melakukan hal ini, kita akan mendapat banyak peluang yang tak ternilai harganya. Namun jangan lupa, ketika mencoba sesuatu kita harus siap dengan hasil yang sesuai atau tidak sesuai dengan keinginan. Kalau hasilnya tak sesuai dengan keinginan, bisa jadi itulah yang terbaik menurut Allah Azza wa Jalla. Kalau kita sudah mencoba, maka niatnya saja sudah menjadi amal. Orang yang gagal adalah orang yang tak pernah berani mencoba. Bukankah menaiki anak tangga kelima puluh harus diawali dengan tangga pertama? Kelima, tolaklah saran negatif. Bisa jadi, tidak semua orang di sekitar kita memberikan dorongan, dukungan, dan bersikap positif pada kita. Sebagian dari orang yang ada di sekitar kita mungkin berpikiran negatif. Hal inilah yang tak jarang malah melunturkan rasa percaya diri kita dengan mempertanyakan kemampuan, pengalaman, dan aspirasi-aspirasi kita. Dengan demikian, mungkin ada baiknya jika kita sedikit mengambil jarak dengan sebijak mungkin bila ada pihak-pihak yang mencoba melunturkan kepercayaan diri kita. Keenam, ikuti saran positif. Rasa percaya diri merupakan sifat "menular". Artinya, jika kita dikelilingi oleh orang-orang yang memiliki cara pandang positif, bersemangat, optimis, dsb, maka kita memiliki kecenderungan untuk meniru sifat tersebut. Karena itu, carilah lingkungan yang bisa memotivasi kita untuk sukses. Kita harus mulai senang bergaul dengan orang-orang yang mempunyai kemampuan untuk bangkit. Bergaul dengan orang-orang yang percaya diri akan berbeda dibandingkan bergaul dengan orang-orang yang gagal. Sebab bergaul dengan orang-orang yang percaya diri, Insya Allah semangatnya akan menular kepada diri kita. Ketujuh, jadikan keresahan sebagai kawan. Banyak peristiwa atau saat-saat dalam kehidupan yang dapat membuat kita mengalami rasa cemas atau gelisah. Akibatnya, kita mengalami krisis percaya diri. Saat itulah kita harus mulai mengingatkan diri sendiri bahwa rasa cemas dan gelisah merupakan kawan. Tingkatkan energi, tajamkan kecerdasan, tinggikan kewaspadaan, dan kembangkan pancaindera. Daripada menyia-nyiakan energi untuk kecemasan yang sia-sia, lebih baik menghadapi tantangan itu secara tegas dan efektif.Sesudah perhitungan kita matang, selanjutnya kepercayaan diri akan bertambah dengan memperkokoh ibadah dan doa, karena doa dan ibadah dapat mengundang pertolongan Allah. Semakin kokoh ibadah kita, shalat kita, makin kuat doa-doa kita, dan keyakinan kita dengan pertolongan Allah, maka itu bisa meningkatkan percaya diri. Kita harus benar-benar menyadari bahwa Allah menciptakan kita benar-benar dengan perhitungan dan pertimbangan Yang Mahacermat. Seperti di firmankan Allah SWT dalam Quran surat at-Tiin ayat 4, "La qad khalaqnal insaana fii ahsani taqwiim" (Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya). Wallahu a`lam.n deny riana/mqp (republika)

Thursday, April 20, 2006

Soichiro Honda Biografy (text in english)

Soichiro Honda (Honda Sōichirō, November 17, 1906–Agustus 15, 1991) was a Japanese industrialist born in Hamamatsu, Shizuoka, Japan.
Honda spent his early childhood helping his father, a blacksmith, with his bicycle repair business. At the time his mother was a weaver. At 15, without any formal education, Honda arrived in Tokyo to look for work. He obtained an apprenticeship at a garage in 1922, and after some vacillation over his employment, he stayed for six years, working as a car mechanic before returning home to start his own auto repair business in 1928 at the age of 22.
Honda enjoyed racing, and set a speed record in 1936. He suffered injuries in a bad crash, breaking several bones including both wrists, and was persuaded by his wife to give up racing. Honda thereafter concentrated on his business, and in 1937 he moved into piston-ring manufacture, setting up Tokai Seiki Heavy Industry (TSHI). In 1948 Honda sold TSHI to Toyota for 450,000 yen (worth about US$1 million in 2003 terms).
In 1948 Honda began producing Motorcycles as president of the Honda Motor Company. Honda turned the company into a billion-dollar multinational that produced the best-selling motorcycle in the world. Honda's excellent engineering and clever marketing resulted in Honda motorcycles out-selling Triumph and Harley-Davidson in their respective home markets. In 1959 Honda Motorcycles opened its first dealership in the United States.
Honda remained president until his retirement in 1973, stayed on as director, and was appointed "supreme adviser" in 1983. In retirement Honda busied himself with work connected with the Honda Foundation. He died in 1991 from liver failure.
The Man Behind The Legend
Throughout his life, Soichiro Honda never forgot the day he became a small figure who ran hopelessly after the first motor car he ever saw.
Long before it actually reached Yamahigashi, a small village in Japan's Shizuoka prefecture (now called Tenryu-shi), its own extraordinary noise heralded its imminent arrival. The small boy who heard the rumble was at first astonished, then excited, and finally enthralled, by it.
Later he would describe that moment as one of those life-changing experiences. He was seeing his first car, and as he began to tremble the closer it drew, and the dust cloud of its passage engulfed him, something inside him was triggered off.
"I turned and chase after that car for all I was worth," he said later. "I could not understand how it could move under its own power. And when it had driven past me, without even thinking why I found myself chasing it down the road, as hard as I could run."
He had no chance of catching it, and the experience became a symbol for his life: always he was chasing something that was just beyond his reach. By the time the road was empty and the car long departed, the young boy continued to stand there breathing in its gasoline stench. When he came upon a drop of its precious lifeblood spilled on the dusty track, he dropped to his knees and sniffed the oily stain like a man in a desert smelling water.
Soichiro Honda was born in Yamahigashi on November 17 1906. His father, Gihei Honda, was the local blacksmith but could turn his hands to most things, including dentistry when the need arose. His mother, Mika, was a weaver.
Honda's subsequent spirit of adventure and determination to explore the development of new technology had its roots in his childhood. The family was not wealthy, but Gihei Honda instilled into his children the ethic of hard work, and a love of mechanical things. Soichiro soon learned how to whet the blades of farm machinery, and how to make his own toys. A nearby rice mill was powered by a small engine, and the noise fascinated him. He would demand daily that his grandfather took him to watch it in action. At school he got the nickname 'black nose weasel', which is less derogatory in Japanese than it sounds in English, because his face was always dirty from helping his father in the forge.
Soichiro Honda's childhood days are full of examples of technical ingenuity, including using a bicycle pedal rubber to forge his family's seal on school reports that were less than promising.
The bicycles had another use: those that his father sold from the shop he subsequently opened helped Honda to hone his engineering skills. As he grew, the dream of the car on the country road acted like a magnetic force, drawing him ever closer towards things mechanical. In 1917 a pilot called Art Smith flew into the Wachiyama military airfield to demonstrate his biplane's aerobatic capabilities. Honda raided the family's petty cash box, 'borrowed' one of his father's bicycles and rode the 20 kilometers to a place he had never before visited. When he got there he soon realized that the price of admission, let alone a flight, was far beyond his meagre means, but after climbing a tree he watched the plane in motion, and that was enough. When Gihei Honda learned what his son had done to get to the airfield, he was more impressed with his initiative, determination and resilience than he was angry with him for taking the money and the bike.
By 1922 Honda was working in an auto shop in Tokyo called Art Shokai. Initially he had done menial tasks, but more and more he became a trusted mechanic. He worked on the racing car Art Daimler, then the famous machine born from the marriage of a Curtiss aircraft engine and an American Mitchell chassis. The need to make parts for this monster taught him things that would be invaluable later in life.
When Shinichi Sakibahara raced the car for the first time at Tsurumi, and won the Chairman's Trophy, the young man riding alongside as his mechanic was Soichiro Honda. He was 17 years old.
As customers brought in Mercedes, Lincolns and Daimlers for attention, Honda's experience grew in proportion with his ambition. Four years after that first race he started his own Art Shokai auto shop in Hamamatsu. It opened its doors for business on the day that, thousands of miles away on Daytona Beach, Frank Lockhart crashed to his death trying to break the land speed record. April 25, 1928. The American track star and the Japanese kid lived in different worlds but had much in common besides their willingness to take a risk. Lockhart's mechanical genius had set new standards for record car design, and in the years that followed Soichiro Honda's own technological ideas would similarly revolutionize Japan's motorcycle and automobile industries.
Yet Honda himself never sought dominance in his homeland. At a time when nationalism was at its peak, he always saw the bigger picture. "I knew that if I could succeed in the world market," he said, "then automatically it would follow that we led in the Japanese market."
Employees in the Art Shokai shop soon came to understand that sloppy workmanship and poor performance would not be tolerated, but while his tool-hurling antics did not always encourage loyalty, those who stayed recognized his total determination to succeed and to establish an engineering business second to none. And Honda was sufficiently aware of his own managerial shortcomings. Honda Motor Co. Ltd. was established in September 1948, initially to build small capacity motorcycles to get Japanese workers mobile. While Honda focused his considerable energies on the engineering side, using all the experience he had painstakingly accumulated, including time out taken to study piston ring design at Hamamatsu tech and subsequent experimentation with a small engine-powered bicycle, he left the running of the company in the hands of Takeo Fujisawa. His most trusted friend and urged him to look to the long-term. They complemented one another perfectly.
When the first fruits of their partnership hit the streets it was a 98 cc two-stroke motorcycle appropriately named 'Dream'.
Several times Honda Motor Co. sailed close to the rocks in the years that followed, for both Honda and Fujisawa were gamblers who knew that expansion would only be possible with risk. Growth at one stage was unprecedented, until the purchase of state-or-the-art machinery in the early Fifties led them perilously close to bankruptcy. But Honda was never faint-hearted.
Later, when the Juno bike flopped and bankruptcy again beckoned, his reaction was to embark on the Tourist Trophy race program that would eventually make Honda's name as an international motorcycle manufacturer. It took him five years, but by 1959 Hondas were racing on the Isle of Man. Two years later they were the talk of the TT.
In 2000, Honda's management again made clear just how determined it is to win again in F1. The first effort, with the 1.5 liter V12 of 1964, came good just as the small-bore formula was ending. The subsequent three-liter V12 was over-engineered and far too heavy, yet won the Italian GP with John Surtees in 1967. But Honda's next effort brought domination throughout the late Eighties and the early Nineties, until Renault's arrival crossed over with Honda's decision to pull back in 1992.
Now once again Honda expects victories, this time from BAR and Jordan, prior to an all-out championship challenge in 2002. Such uncompromising ambition is a fundamental part of the legacy bequeathed by its founder, who died in Tokyo's Juntendo Hospital on August 5 1991, aged 84 years and eight months. "Racing is in our blood," former president Nobuhiko Kawamoto once admitted.
Soichiro Honda was the prototypical F1 engineer. He was always probing new limits of technology, always seeking better and greater feedback from the men who rode or drove the machines that bore his name. He preached the gospel that ambition was no sin, and that success was the reward for hard work and investment. Honda was the first major manufacturer to understand that motorsport was the perfect crucible in which to develop not just superior machines, but superior engineers, and today every global player in the F1 game rotates its engineers through its motorsport programs.
Yet there was more than even that to Honda. He and his wife Sachi both held private pilot's licences, he was still skiing, hang-gliding and ballooning at 77, and he was a highly accomplished artist. And he was a man of rare understanding. He had never wanted to follow his father in the smithy or the bicycle shop, and he and Fujisawa made a pact never to force their own sons to join the company.
Today Honda continues to leave honorable footprints in the motorsport sand, for it has been racing ever since that day in 1917 when Soichiro Honda left his own footprints chasing an automobile - and a dream - down a dusty road that had no end.

Monday, April 17, 2006

KATA MUTIARA (WAKTU)

• Setiap insan dikurniakan 24 jam sehari di dalam hidupnya. Bergantung pada dirinya bagaimana untuk menguruskannya. Ada yang merasakan 24 jam sehari tidak mencukupi baginya dan ada juga yang merasakan terlalu sukar untuk menghabiskannya.
• Orang yang berjaya dalam hidupnya amat menghargai masa. Pepatah ada mengatakan, "Masa itu emas". Apabila masa terbuang bermaksa kita telah menghabiskan harta kita dengan sia-sia. Orang yang berjaya telah merancang masa mereka sebaik mungkin supaya kegiatannya berjalan lancar dan tiada gangguan.
• Orison Swett memberikan pendapatnya, "Setiap hari masa mengunjungi kita seperti sahabat yang sedia membawa hadiah-hadiah yang bergarga. Apabila hadiah itu kita tidak terima, maka ia akan pergi dan tidak akan kembali lagi. Tiap-tiap pagi dia datang dengan membawa hadiah-hadiah baru. Tetapi jika kemarin dan kemarin dulu hadiah-hadiah itu tidak kita terima, lama-lama kita tidak dapat menikmati lazatnya hadiah pemberian masa itu, sebab kita tidak pandai menghargainya. Peribahasa mengatakan bahawa kekayaan yang hilang dapat dicari semula jika rajin, kesihatan yang terganggu akan sembuh jika berubat, tetapi masa yang hilang terbuang tidak dapat dicari selama-lamanya.
• Micheal Faraday ada berkata, "Satu-satunya yang saya hargai dalam hidup ini adalah masa. Jika masa itu boleh dibeli, setiap hari saya akan membelinya".
• Coba kita perhatikan masyarakat Jepang. Mereka amat mematuhi dan menepati masa kerja. Hasilnya, Jepang telah berjaya menjadi sebuah negara industri yang menguasai dunia. Kita juga boleh berjaya dalam hidup kita sekiranya kita juga ada disiplin diri dan amat menghargai masa kita.
• Orang yang berjaya tidak akan membiarkan masa berlalu. Setiap detik digunakan untuk memanfaatkan sesuatu. Oleh itu, gunakanlah masa sebaik mungkin. Renungkanlah satu pengalaman menarik dari Benjamin Franklin, seorang yang berjaya dalam semua bidang. Franklin mempunyai sebuah kedai buku yang dijaga oleh seorang pekerja. Seorang pelanggan ingin membeli buku yang berharga seringgit. Dia minta dikurangkan. Apabila tidak berjaya, dia ingiin menemui tuan punya kedai. Apabila Franklin mendengar kata pemuda itu ia terus berkata "Mengapa saudara ingin menemui saya?" Pemuda itu lalu bertanya tentang harga buku tersebut. Franklin memberitahu harganya $1.50 yaitu lebih 50 sen. Pemuda itu terkejut lalu bertanya. "Apakah encik tidak keliru?" tanya pemuda itu. "Tidak, kau telah memanggil aku dan masa terbuang untuk melayan kamu. Jadi kamu harus membayar kerugian masa saya," kata Franklin. Dari cerita di atas, kesimpulannya masa itu sangat penting dan berharga.
• Ingatlah, kalau kita pandai menggunakan masa, ia akan memberi hadiah kepada kita, yaitu kajayaan. Jika kita mensia-siakan masa, kita akan kecewa.

KATA MUTIARA (BISNIS)

  1. Unsur terpenting dalam rumusan meraih sukses adalah mengetahui bagaimana menjalin hubungan baik dengan orang lain. (Theodore Roosevelt )
  2. Wujudkanlah cita-cita saudara. Dr. Dale Carnegie
  3. Jangan sekali-kali berputus asa! Tetapi jika engkau berputus asa juga, teruslah bekerja dalam putus asa itu! Edmund Burke
  4. Janganlah menolak mengerjakan soal-soal yang kecil, karena pekerjaan yang besar dimulai dari yang kecil-kecil juga. Lenin
  5. Suatu usaha yang engkau mulai, janganlah engkau hentikan sebelum hasilnya engkau rasakan. Shakespeare
  6. Satu-satunya doa yang dapat kusampaikan kepadamu ialah agar pekerjaanmu bertambah bertumpuk dan tenagamu berlipat ganda untuk menyelesaikan pekerjaan itu. Rudyard Kipling
  7. (Experience is simply the name we give to our mistakes) Pengalaman adalah nama yang paling gampang kita berikan terhadap kesalahan-kesalahan kita. Oscar Wilde
  8. Setiapa langkah untuk pergerakan yang sebenarnya adalah lebih penting dari selusin acara. Karl Mark
  9. (Go the last mile – and enjoy it! Only when you have done tour full duty are you completely happy) Bekerjalah sampai selesai, kemudian bergembiralah! Jika engkau telah menyelesaikan seluruh kewajibanmu, barulah engkau akan merasa bahagia yang sesungguhnya. Konrad Adenauer, PM Federasi Jerman
  10. Kalau orang bodoh melakukan sesuatu ia malu dan selalu mengatakan bahwa ia hanya melakukan tugasnya. George Bernard Shaw
  11. Dengan bekerja keras dan keberanian menghadapi hidup, maka segala kekesalan dapat dihilangkan. Goethe
  12. Kekuatan terbesar saya sebagai konsultan adalah bertindak sebagai orang bodoh dan mengajukan sejumlah pertanyaan. Peter Drucke)
  13. Berpikirlah hari ini dan berbicaralah besok. H. G. Bohn
  14. Kaya raya akan menghancurkan masa muda. J. Ray
  15. Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi. Jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.
  16. Beribu-ribu orang punya bakat untuk sukses, tapi kalau berbekal itu saja pasti tidak cukup. Katharine Butler Hathaway
  17. Semua orang dapat melihat taktik saya untuk menang, namun tidak ada yang tahu strategi saya mencapai kemenangan.
  18. Tiga strategi dalam diferensiasi atau kepemimpinan pasar : apresiasi yang cemerlang yaitu memberi pelanggan produk yang handal dengan harga yang bersaing dan mudah didapat, keakraban dengan pelanggan, dan keunggulan produk
  19. karyawan yang baik yaitu: kompeten, kredibilitas, dapat diandalkan, reponsif dan komunikatif

KATA MUTIARA (ILMU)

Tanda akal seseorang itu ialah pekerjaannya dan tanda ilmu seseorang itu ialah perkataannya.

Ilmu, kata Sayidina ‘Ali bin Abi Thalib, lebih utama ketimbang harta. "Ilmu menjagamu, sedang engkaulah yang harus menjaga harta. Harta berkurang jika dibelanjakan, sedang ilmu malah tumbuh subur jika ‘dibelanjakan’ - yakni diajarkan kepada orang lain," begitu nasihatnya Kumail. Begitulah, Islam memang menjunjung tinggi ilmu - semua itu terungkap dalam Kitab Suci dan Hadis Nabi. Sayangnya, ungkapan ini sekarang menjadi semakin klise: lebih sering diungkapkan ketimbang dijalankan.

"ILMU DAN KEPANDAIAN ITU ADALAH SAHABAT YANG SETIA DALAM HIDUP SAMPAI KEPADA PENGHABISAN UMUR""Jangan pernah lupa dimana kamu berasal"

Orang-orang dari segala usia sebenarnya dapat belajar apa saja jika mereka melakukannya dengan gaya unik mereka, dengan kekuatan pribadi mereka sendiri (Barbara Prashnig, The power of Diversity)

Kita belajar 10% dari apa yang kita baca, 20% dari apa yang kita dengar, 30% dari apa yang kita lihat, 50% dari apa yangn kita lihat dan dengar, 70% dari apa yang kita katakan, 90% dari apa yang kita katakan dan lakukan (Vernon A Magnesen)

Kekurangan pengetahuan adalah semisal malam gelap gulita untuk bathin kita, sebagai juga alam yang tak diterangi oleh bulan dan bintang. (Kong Hu Tju)

Pengertian tanpa peninjauan adalah kosong, peninjauan tanpa pengertian adalah buta. (Immanuel Kant)

Akan kuceritakan kepadamu apa ilmu pengetahuan itu? Ialah mengetahui kedua-duanya, apa-apa yang diketahui orang dan apa yang tidak diketahui orang. (Kong Hu Tju)
Belajar tanpa pemikiran adalah penghamburan kerjaan, pemikiran tanpa pelajaran adalah berbahaya. (Khung Tse)

Tidak ada yang lebih mencelakakan dari pada bekerja dengan tidak memakai pengetahuan. (Goethe)

(Disciplina Vitae Scipio) Ilmu pengetahuan adalah tiang hidup. (Peribahasa Latin)

KATA MUTIARA (KEHIDUPAN)

Cara yang paling baik untuk akhir kehidupan kita adalah hidup untuk orang lain. Itulah yang saya coba lakukan. John D Rockefeller

Hanya penderitaan hidup yang mengajarkan kepada manusia menghargai kebaikan dan kebagusan hidup. Goethe

Satu kehidupan bersih dan sederhana adalah satu-satunya cara yang dapat diharapkan membikin orang berpuas hati; harta menghilangkan ketentraman dan kedengkian hati merusak jiwa seperti karat memakan besi. Plato

Hidup hampir sama dengan sekaleng sarden, kita semua mencari kuncinya. Alan Benet

Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam alam nyata. Semoga kamu memimpikan orang seperti itu.

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu dan mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian adanya dan kamu harus melepaskannya.

Cahaya itu menyerak setiap benda kemudian menciptakan baying-bayang yang lebih besar dari wujud benda yang melahirkannya. Di dinding suatu kali kita merasakan bagai ada seorang pelukis baru saja menciptakan karyanya. Lihatlah yang mati dan tak bergerakpun menciptakan kehidupan. Apalagi yang hidup, yang mestinya harus mengisi hidupnya. PW

saat tiba waktu sore, janganlah sekali-kali menunggu datangnya waktu subuh. Begitupula ketika datangnya waktu subuh janganlah menunggu tibanya waktu sore. Akan tetapi pergunakanlah waktu sehatmu sebelum dating sakitmu dan manfaatkanlah kesempatan hidupmu sebelum akhirnya ajal menjemputmu. (Ibnu Umar)

total commitment toward pursuing yaour goal will enable you to attain the success you seek
commitment is another name for success

if you take the train off the tracks, it’s free, but it can’t go anywhere
be clear about your goals, be flexible about the process of achieving them


1. و عين الرضا عن كل عيب كليلة
ولكن عين البغض تبدى المساويا
Mata simpati tumpul dari segala cacat, akan tetapi mata anti pati dapat menampakkan kekurangan-kekurangan
2. الروح كالريح إن مرت على عطر طابت
و تنجث إن مرت على جيف
Roh itu bagaikan angin, jika melalui harum-haruman maka harumlah ia, tetapi ia menjadi busuk bila berlalu pada bangkai
3. لأستسهلن الصعب أو أدرك المنى
فما انقادت الامال إلا لصابر
Aku akan menganggap mudah pada kesulitan sehingga meraih cita-cita, karena tidaklah tunduk cita-cita kecuali kepada orang sabar.
4. إذا نصحت فأوجز كلامك
فإن كثير الكلام ينسى بعضه بعضاأ
Jika anda memberi nasehat maka ringkaskanlah perkataan jarena banyaknya perkataan akan melupakan yang satu terhadap yang lainnya.
5. العلم بلا عمل كالشجر بلا ثمر
Ilmu yang tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah
6. من لم يزرع في صغره يندم في كبره
Orang yang tidak menanam pada waktu kecilnya niscaya dia menyesal pada hari tuanya
7. من ازداد علما و لم يزدد هدى فلم يزدد من الله الا بعد
Orang yang bertambah ilmu tetapi tidak bertambah petunjuk, maka tidak bertambah hubungan dengan Allah, kecuali semakin jauh
8. المعدة بيت الداء, الحمية رأس كل الدواء
Lambung (perut besar) merupakan sarangnya penyakit, sedang tindakan preventif merupakan sumber dari segala obat
9. التعلم في الصغر كالنقش على الحجر
و التعلم في الكبر كالنقش على الماء
Belajar di waktu kecil bagaikan mengukir diatas batu, dan belajar di waktu tua bagaikan mengukir diatas air.
1. نم مبكرا وانهض مبكرا تسعد لك الحياة
Bersegeralah tidur dan bersegeralah bangun niscaya anda hidup bahagia
2. ترجو النجاة و لم تسلك مسالكها
إن السفينة لا تجري على اليبس
Anda mengharapkan selamat tetapi tidak menempuh galannya, (hal itu tidak mungkin, karena) sesungguhnya perahu tidak berlayar di daratan

3. ما كل ما يتمنى المرء يدركه
تجرى الرياح بما لا يشتهى السفن
Tidak setiap yang diharapkan oleh seseorang dapat dicapai, karena anginpun dapat berhembus dari arah yang tidak diinginkan oleh kapal layar
4. الصبر كالصبر مر في مذاقته
لكن عواقبه أحلى من العسل
Sabar itu bagaikan jadam, pahit rasanya tetapi akibatnya lebih manis dari pada madu

KATA MUTIARA (CINTA)

  • Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia.
  • Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang, tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.
  • Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah, romantika dan masih tetap perduli padanya.
  • Cinta dimulai dengan sebuah senyuman, bertumbuh dengan sebuah ciuman dan berakhir dengan tetesan air mata.
  • Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati, kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti hatinya.
  • Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya.
  • Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba, jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup, jangan pernah mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.
  • Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu. Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh di hatimu.
  • "Start the day with LOVE''

"Fill the day with LOVE''

"End the day with LOVE''

"This is the way to GOD''

  • Oleh karena sentuhan cinta, seseorang menjadi penyair. (Plato, 427-347 SM)
  • Kehidupan tanpa cinta bagaikan pohon tanpa bunga. (Kahlil Gibran, 1883-1931)
  • Bukti terbaik dari cinta ialah kepercayaan. (Joyce Brothers)
  • Lelaki selalu menginginkan cinta pertama seorang perempuan; perempuan ingin menjadi cinta terakhir seorang lelaki. (Oscar Wilde, 1854-1900)
  • Persahabatan kerap berakhir dengan cinta; tapi cinta tak pernah berakhir dengan persahabatan. (Charles Caleb Colton, 1780-1832)
  • Dimana ada cinta disitu ada kehidupan. (Mahatma Ghandi, 1869-1948)
  • Dalam cinta terjadi paradoks, dua mahluk menjadi satu namun tetap saja dua. (Erich Fromm, 1900-1980)
  • Takut mencintai samahalnya takut pada kehidupan, dan mereka yang takut pada kehidupan tiga perempat bagian dirinya sudah mati. (Bertrand Russell, 1872-1970)
  • Cinta seperti mentega, baru terasa nikmatnya setelah dipadu dengan roti. (Anonim)
  • Kita tidak dapat melepaskan dari cinta karena ia sebagian dari asal kejadian manusia. (Lord Byron, Pujangga Inggris)
  • Cinta adalah emas, memberi berarti menerima dan orang yang suka melepaskan dirinya, akan memperoleh dirinya sendiri. (Wailer)
  • Binatanng hanya dalam satu musim saja megecap kesenangan cinta. Tetapi manusia dapat mengecap kesenangan cinta itu sepanjang waktu, hingga ia jadi tua bangka. (Socrates)
  • Jangan kamu mengira bahwa kamu dapat menentukan arah jalannya cinta, sebab apabila kamu dianggap layak baginya, maka cinta akan mengarahkan jalanmu. (Khalil Gibran)
  • Greater love hath no man than this, that a man lay down his life for his friends (Tidak ada orang mempunyai rasa cinta yang lebih besar dari ini, bahwa orang mengorbankan jiwanya untuk kawan-kawannya. (Sabda Kristus)
  • (At the touch of love every one becomes a poet) pada sentuhan cinta, setiap orang menjadi penyair. (Plato dalam Symposium)
  • Yang paling menarik hati dan kelemahan manusia yang tidak dapat diberi ampun, ialah cinta. (Hukama)
  • Cinta adalah bahan alam yang diperindah oleh khayal. (Voltaire)
  • Cinta adalah seorang tiran yang sama sekali tidak menghendaki kawan, ia maunya memerintah sendiri. Segala macam orang yang jadi pemujanya harus tunduk dan menurut kepadanya. (Paskal)
  • Cinta adalah semacam peperangan. (Ovide)
  • Diantara hal-hal yang diperjual-belikan, cinta tiruan lebih mahal harganya daripada cinta sejati. (Albert Guillaume)
  • Pada soal-soal kecillah seringkali seorang wanita mengukur cinta seorang laki-laki. (Yves de Constantin)
  • Mulai dari saat mencapai kepuasan, maka cinta laiki-laki terasa berkurang, tapi wanita lainnya tampak kepadanya lebih menarik daripada yang telah dimilikinya, dia menginginkan suatu perubahan. Cinta wanita sebaliknya semakin bertambah besar mulai dari saat itu. (Schopenhauer)
  • Permulaan berkurangnya cinta terasa oleh terperanjatnya seseorang pada waktu dia mengetahui bahwa dia hanya berdua dengan kekasihnya. (La Bruyere)
  • Cinta yang dimulai dengan api semangat yang membakar, seringkali berakhir dingin dan beku. (Seneca)
  • (In love one has need of being believed, in friendship of being understood) Dalam cinta, orang membutuhkan dipercayai, dalam persahabatan orang membutuhkan dimengerti. (Abel Bonnard dalam The Art of Friendship)
  • Tiap laki-laki yang dapat merasakan cinta adalah laki-laki yang baik. (Mozart)
  • Hati wanita hanya mengenal satu kegembiraan di dunia ini, yaitu mencintai dan dicintai. (M. de Beer)
  • Orang mudah mencintai dengan sangat, tapi sukar mencintai dengan bijaksana. (Erasmus)
  • Ada tiga hal yang tidak boleh dipanaskan lagi, ialah kopi, kelakar, dan asmara. (Pepatah Perancis)

50 CARA UNTUK MENCINTAI PASANGAN ANDA

1. pertama-tama cintailah diri anda sendiri
2. awali setiap hari dengan pelukan
3. sajikan sarapan di tempat tidur
4. katakan “Aku Cinta Padamu” setiap kali akan berpisah
5. jangan ragu dan salinglah memuji
6. terimalah dan syukurilah perbedaan kalian
7. hayati hidup setiap hari seolah-olah itu hari terakhir anda
8. tulislah surat cinta yang tak terduga
9. tanamlah sebutir benih secara bersama-sama dan rawatlah sehingga tumbuh menjadi besar
10. kencanlah sekali seminggu
11. kirimlah bunga tanpa alasan
12. terimalah dan cintailah keluarga dan kawan-kawan pasangan anda
13. buatlah tanda-tanda kecil yang bertuliskan “Aku Cinta Padamu” dan rekatkanlah disembarang tempat dirumah anda
14. berhentilah dan hiruplah wangi bunga mawar
15. kejutkan dia dengan kecupan
16. nikmatilah saat matahari tenggelam bersama pasangan anda
17. mintalah maaf dengan sungguh-sungguh
18. bersedia untuk memaafkan
19. saling berpegangan tangan
20. katakan “Aku Cinta Padamu” dengan mata anda
21. biarkan dia menangis dalam pelukan anda
22. katakan padanya bahwa anda mengerti
23. bersulanglah demi cinta dan komitmen
24. lakukanlah sesuatu yang menggairahkan
25. biarkan dia membimbing anda ketika anda tersesat
26. tertawalah karena leluconnya
27. hargailah kecantikan kepribadiannya
28. lakukanlah tugas sehari-hari pasangan anda
29. bangkitkan impian yang menakjubkan
30. berjanjilah untuk bersikap mesra di depan umum
31. ingatlah hari ketika anda jatuh cinta dan ciptakan saat yang indah itu
32. lakukanlah pijatan-pijatan cinta tanpa ikatan apapun
33. mulailah menulis buku harian tentang cinta dan tulislah saat-saat istimewa anda
34. redakan ketakutan pasanagn anda
35. berjalan-jalanlah bersama pasangan anda di pantai dengan bertelanjang kaki
36. mintalah dia menikah lagi dengan anda
37. katakana ya
38. hormatilah pasangan anda
39. jadilah penggemar panatik pasangan anda
40. berikan cinta yang ingin anda terima
41. tunjukkan minat pada pekerjaan pasangan anda
42. kerjakan sesuatu bersama-sama
43. berikan cinta yang ingin anda terima
44. buatlah benteng dengan selimut
45. berayunlah setinggi mungkin diayunkan dalam sinar cahaya bulan
46. berpikniklah di dalam rumah ketika hari hujan
47. janganlah pernah pergi tidur dengan kesal
48. dalam doa pertama-tama doakanlah pasangan anda
49. berikan kecupan selamat malam
50. tidurlah seperti dua buah sendok

Monday, April 10, 2006

TAK USAH MALU, TAPI JANGAN MALU-MALUIN

Oleh : Andi Guntur Permana, S.Pd
Mungkin anda sering mendengar atau bahkan sering sekali dalam melakukan sesuatu ada yang berkata: "ah, aku ga mau, malu, abis takut diejek." Banyak alasan yang menjadikan kita seperti itu, mungkin karena budaya kita juga kali yeee. Bukankah budaya kita harus punya malu. Mungkin itu juga yang mendasari, mengapa setiap gerak-gerik kita dikungkung oleh rasa malu - yang bisa jadi setiap orang - sebenarnya, salah dalam meyikapi rasa malu ini. Sudah setengah abad lebih negara ini merdeka. Akan tetapi, jika kita perbandingkan dengan negara tetangga kita, tidak kita rasakan sebuah kemajuan besar yang terjadi dengan negara ini. Kita memiliki sumber daya alam yang melimpah tapi kita juga memiliki utang yang sangat melimpah pula. mungkin sebuah "prestasi" yang telah diukir oleh anak-anak bangsa yang bermental "setengah jadi". Ya, mentalitas karbitan. bangsa ini tidak lagi memiliki mentalitas dan daya juang yang mumpuni guna bersaing dengan negara tetangga yang baru merdeka dibandingkan dengan kita. Sungguh anomali jika melihat bangsa ini. Acungkanlah jempol ke atas kepada para pedagang kaki lima yang dengan ikhlasnya mencari makan guna memenuhi kebutuhan hidup mereka, berikanlah selamat kepada para buruh yang dengan gigihnya mempertahankan hakya. Selamat bagi anda-anda sekalian yang rela berjuang. Perangilah mental birokratis yang selalu memperlambat bangsa ini ke arah yang lebih baik. banyak sekali orang-orang yang tak tahu malu menjabat di negara ini. karena orang-orang inilah bangsa ini menjadi perahu keropos yang mungkin sebentar lagi tenggelam. "Perahu ini telah banyak kebocoran disana-sini", kata Amin Rais. Akhirnya rakyat lagi yang bergotong royong menjadi tumbal guna melancarkan perahu agar sampai ketepian. Dari rakyat - Oleh rakyat - Untuk Rakyat menjadi sebuah efuisme bangsa ini. Kita negara miskin tak usah malu-malu untuk mengatakannya, kita ini negara miskin. Bukankah negara berkembang sebuah bahasa efuisme birokrat. Jangan malu membangun bangsa ini dengan ikhlas, janganlah malu para birokrat untuk berjalan ditengah rakyat tanpa meninggikan bahu-bahu mereka. Janganlah malu pemimpin-pemimpin kita untuk mengatakan bahwa korupsi itu salah, prostitusi itu salah, pungutan liar itu salah, penebangan hutan itu salah. Karena Anda-anda sekalian adalah orang yang malu-maluin jika ternyata anda-anda sekalian bagian dari sisi gelap bangsa ini.

Sunday, April 02, 2006

BERGERAK

By Rhenald Kasali
Sebagian besar orang yang melihat belum tentu bergerak, dan yang bergerak belum tentu menyelesaikan (perubahan).”
Kalimat ini mungkin sudah pernah Anda baca dalam buku baru Saya, “ChaNge”. Minggu lalu, dalam sebuah seminar yang diselenggarakan Indosat, iseng-iseng Saya mengeluarkan dua lembaran Rp 50.000. Di tengah-tengah ratusan orang yang tengah menyimak isi buku, Saya tawarkan uang itu. “Silahkan, siapa yang mau boleh ambil,” ujar Saya. Saya menunduk ke bawah menghindari tatapan ke muka audiens sambil menjulurkan uang Rp 100.000.
Seperti yang Saya duga, hampir semua audiens hanya diam terkesima. Saya ulangi kalimat Saya beberapa kali dengan mimik muka yang lebih serius. Beberapa orang tampak tersenyum, ada yang mulai menarik badannya dari sandaran kursi, yang lain lagi menendang kaki temannya. Seorang ibu menyuruh temannya maju, tetapi mereka semua tak bergerak. Belakangan, dua orang pria maju ke depan sambil celingak-celinguk. Orang yang maju dari sisi sebelah kanan mulanya bergerak cepat, tapi ia segera menghentikan langkahnya dan termangu, begitu melihat seseorang dari sisi sebelah kiri lebih cepat ke depan. Ia lalu kembali ke kursinya. Sekarang hanya tinggal satu orang saja yang sudah berada di depan Saya. Gerakannya begitu cepat, tapi tangannya berhenti manakala uang itu disentuhnya. Saya dapat merasakan tarikan uang yang dilakukan dengan keragu-raguan. Semua audiens tertegun.
Saya ulangi pesan Saya, “Silahkan ambil, silahkan ambil.” Ia menatap wajah Saya, dan Saya pun menatapnya dengan wajah lucu. Audiens tertawa melihat keberanian anak muda itu. Saya ulangi lagi kalimat Saya, dan Ia pun merampas uang kertas itu dari tangan Saya dan kembali ke kursinya. Semua audiens tertawa terbahak-bahak. Seseorang lalu berteriak, “Kembalikan, kembalikan!” Saya mengatakan, “Tidak usah. Uang itu sudah menjadi miliknya.”
Setidaknya, dengan permainan itu seseorang telah menjadi lebih kaya Rp.100.000. Saya tanya kepada mereka, mengapa hampir semua diam, tak bergerak. Bukankah uang yang Saya sodorkan tadi adalah sebuah kesempatan? Mereka pun menjawab dengan berbagai alasan:
“Saya pikir Bapak cuma main-main ............”“Nanti uangnya toh diambil lagi.”“Malu-maluin aja.”“Saya tidak mau kelihatan nafsu. Kita harus tetap terlihat cool!”“Saya enggak yakin bapak benar-benar akan memberikan uang itu .....”“Pasti ada orang lain yang lebih membutuhkannya....”“Saya harus tunggu dulu instruksi yang lebih jelas.....”“Saya takut salah, nanti cuma jadi tertawaan doang.........”“Saya, kan duduk jauh di belakang...”dan seterusnya.
Saya jelaskan bahwa jawaban mereka sama persis dengan tindakan mereka sehari-hari. Hampir setiap saat kita dilewati oleh rangkaian opportunity (kesempatan), tetapi kesempatan itu dibiarkan pergi begitu saja. Kita tidak menyambarnya, padahal kita ingin agar hidup kita berubah. Saya jadi ingat dengan ucapan seorang teman yang dirawat di sebuah rumah sakit jiwa di daerah Parung. Ia tampak begitu senang saat Saya dan keluarga membesuknya. Sedih melihat seorang sarjana yang punya masa depan baik terkerangkeng dalam jeruji rumah sakit bersama orang-orang tidak waras. Saya sampai tidak percaya ia berada di situ. Dibandingkan teman-temannya, ia adalah pasien yang paling waras. Ia bisa menilai ”gila” nya orang di sana satu persatu dan berbicara waras dengan Saya. Cuma, matanya memang tampak agak merah. Waktu Saya tanya apakah ia merasa sama dengan mereka, ia pun protes. ”Gila aja....ini kan gara-gara saudara-saudara Saya tidak mau mengurus Saya. Saya ini tidak gila. Mereka itu semua sakit.....”. Lantas, apa yang kamu maksud ’sakit’?”
”Orang ’sakit’ (gila) itu selalu berorientasi ke masa lalu, sedangkan Saya selalu berpikir ke depan. Yang gila itu adalah yang selalu mengharapkan perubahan, sementara melakukan hal yang sama dari hari ke hari.....,” katanya penuh semangat.” Saya pun mengangguk-angguk.
Pembaca, di dalam bisnis, gagasan, pendidikan, pemerintahan dan sebagainya, Saya kira kita semua menghadapi masalah yang sama. Mungkin benar kata teman Saya tadi, kita semua mengharapkan perubahan, tapi kita tak tahu harus mulai dari mana. Akibatnya kita semua hanya melakukan hal yang sama dari hari ke hari, Jadi omong kosong perubahan akan datang. Perubahan hanya bisa datang kalau orang-orang mau bergerak bukan hanya dengan omongan saja.
Dulu, menjelang Soeharto turun orang-orang sudah gelisah, tapi tak banyak yang berani bergerak. Tetapi sekali bergerak, perubahan seperti menjadi tak terkendali, dan perubahan yang tak terkendali bisa menghancurkan misi perubahan itu sendiri, yaitu perubahan yang menjadikan hidup lebih baik. Perubahan akan gagal kalau pemimpin-pemimpinnya hanya berwacana saja. Wacana yang kosong akan destruktif.
Manajemen tentu berkepentingan terhadap bagaimana menggerakkan orang-orang yang tidak cuma sekedar berfikir, tetapi berinisiatif, bergerak, memulai, dan seterusnya. Get Started. Get into the game. Get into the playing field, Now. Just do it!. Janganlah mereka dimusuhi, jangan inisiatif mereka dibunuh oleh orang-orang yang bermental birokratik yang bisanya cuma bicara di dalam rapat dan cuma membuat peraturan saja. Makanya tranformasi harus bersifat kultural, tidak cukup sekedar struktural. Ia harus bisa menyentuh manusia, yaitu manusia-manusia yang aktif, berinisiatif dan berani maju. Manusia pemenang adalah manusia yang responsif. Seperti kata Jack Canfield, yang menulis buku Chicken Soup for the Soul, yang membedakan antara winners dengan losers adalah “Winners take action…they simply get up and do what has to be done…”. Selamat bergerak!