Saturday, February 13, 2010

BERCINTA SETIAP HARI

Jika saya sudah memilih menjadi pengusaha, dan saya memang betul-betul punya passion di situ, apa yang harus saya lakukan jika suatu suatu ketika saya patah semangat?� tanya salah satu peserta pada sebuah talkshow bertema “Entrepreneur vs. Public Relations� di STIKOM London School of Public Relations di Jakarta, Kamis 25 Juli 2009. Talkshowini menjadi menarik bagi mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi tersebut karena bukan hanya membahas bagaimana posisi enterpreneur terhadap Public Relations dan sebaliknya, namun juga mengupas masa depan mereka kelak, apakah lebih memilih menjadi pengusaha atau praktisi PR.

Buat saya, pertanyaan itu mengandung kontradiksi. Jika sudah memiliki hasrat menggebu-nggebu alias passion, semestinya tidak akan pernah patah semangat. “Orang yang memiliki passion terhadap sesuatu itu ibarat bercinta setiap hari,� jawab saya yang saat itu menjadi salah satu pembicara, bersama narasumber lain termasuk Donny Pramono, founder dan CEO Sour Sally, merek yogurt yang lagi naik daun saat ini. “Orang yang punya passion tidak akan ada waktu untuk patah semangat karena setiap hari selalu bercinta dengan apapun yang ia hasrati,� lanjut saya. Bahkan jika tidak bergelut dengan yang dihasrati, ia akan “sakit kepala�.

Saya mencontohkan diri saya sendiri. Begitu membangun Virtual Consultingawal Januari 2003 lalu, nyaris tidak pernah patah semangat, bosan, jenuh atau patah arang terhadap apa yang saya jalani. Bahkan di saat-saat sulit pun, tatkala perusahaan menghadapi tantangan berat di tengah jalan, semangat untuk membangunn bisnis di bidang Internet ini nyaris tak pernah pudar.

Saya betul-betul merasa jatuh cinta dengan perusahaan yang saya bangun ini. Saya merasa “bercinta� setiap saat, baik di saat perusahaan dalam posisi bagus maupun kurang bagus. Saya jadi ingat moto Maylaffayza, pemain biola yang sudah menelorkan dua album. “I play my violin like I make love,�katanya. Ia menggesek biolanya sedemikian menghayatinya sehingga serasa sedang bercinta. Kini wanita cantik itu menjadi salah satu ikon violis di Indonesia.

Mereka yang punya passion akan jauh dari bosan, jenuh, atau patah semangat.� Punya passion itu, ibaratnya, punya hasrat bercinta yang tak pernah padam, alias keranjingan bercinta,� kata saya lagi. Atau, kalau pun sempat patah semangat, itu hanya sesaat, dan dengan mudahnya pulih seketika.

Maka menjawab pertanyaan peserta tadi, saya mengatakan: “Jika kita mengaku punya passion, namun masih ada kesempatan untuk patah semangat, maka ada kemungkinan yang kita sebut sebagai passion itu sesungguhnya bukan passion kita.� Bisa jadi kita punya passion yang lain.

Namun memang tidak mudah menemukan passion kita dan menjaga api semangat terus menyala. Kenyataan hidup sering memaksa nyala semangat kita meredup. Nah jika itu yang terjadi, dekat-dekatlah dengan mereka yang memiliki nyala semangat tinggi. Jangan terpuruk dalam kesendirian, karena nyala yang tinggal sedikit itu bisa padam. Mendekatlah kepada mereka yang bernyala terang agar lilin semangat kita hidup semakin terang. Semangat dan passion orang akan menyebar ke mereka yang berada di dekatnya.

Itu sebabnya, dalam perjalanan membangun usaha, saya seringkali mendekat kepada mereka yang jauh lebih sukses baik secara fisik (bertemu muka, mendengarkan langsung, berdiskusi) atau secara tidak langsung dengan membaca kisah-kisah mereka, mendengarkan melalui media tv dan radio. Saya serap semangat mereka sebanyak mungkin sehingga nyala api semangat saya pun tak pernah memudar.

Selamat menemukan passion anda dan berharap anda bisa bercinta setiap hari.

No comments: