Saturday, February 06, 2010

Mata Merah Pada Saat di Foto

Pada saat kita memotret teman atau siapapun di malam hari, biasanya tidak lupa digunakan lampu kilat. Lalu ketika hasil foto diperiksa, sering tampak mata yang seperti berpendar merah. Tidak alamiah, bahkan cenderung menakutkan. Bagaimana sampai bisa terjadi ?

Fundus
Pada hewan jenis harimau dan kucing, memang ada lapisan pemantul pada mata sehingga dalam keadaan gelap mata terlihat mencorong berwarna. Lapisan itu tidak ada pada manusia, tetapi terjadi peristiwa yang mirip, menjadikan mata tampak merah (disebut red-eye effect).

Pertama-tama ini karena suasana sekitar yang redup atau gelap sehingga perlu lampu kilat untuk memotret. Padahal kegelapan mempengaruhi pupil mata, yang menjadi jendela penakar porsi cahaya. Jika terdapat cahaya terlalu banyak, pupil akan menyempit supaya mata tidak merasa silau. Di pihak lain jika gelap suasana, cahaya perlu diloloskan banyak-banyak dan pupilpun membuka besar.

Nah, ketika cahaya lampu kilat tiba-tiba menyergap, mata belum sempat bereaksi sehingga seluruh cahaya langsung saja menerobos pupil yang sedang lebar. Sementara itu pada manusia, retina (bagian mata yang peka terhadap cahaya) terpasang pada jaringan fundus yang dipenuhi oleh pembuluh darah. Ketika sorot cahaya cemerlang itu datang, lensa mata memusatkannya pada retina, menerangi dengan kuat jaringan pembuluh darah. Akibatnya warna merah dari darah terkirimkan balik sepanjang jalur yang sama, melewati lensa untuk kembali menuju sumber cahaya yang terang tadi.

Kamera saku
Itu sebabnya citra mata merah sering terjadi pada kamera saku (compact camera) yang lampu kilatnya terpasang dekat dengan lensa penangkap citra. Soalnya cahaya yang balik ke arah sumber cahaya semula, mudah sekali melimpah pada lensa kamera menghasilkan foto yang tidak bagus itu.

Dari pemahaman di atas, beberapa cara dapat dipikirkan untuk mengurangi efek mata merah, misalnya:
 Sebelum lampu kilat menyala, dikirimkan cahaya pendahulu. Kesan terang oleh pendahulu ini akan menyuruh pupil untuk mengecil, sehingga ketika kilatan sebenarnya datang, berkuranglah cahaya yang bisa keluar masuk mata. Akal ini dilaksanakan oleh kamera yang dilengkapi fasilitas anti red-eye.
 Seandainya kamera tidak memiliki fasilitas tersebut, jangan kuatir. Sesaat sebelum pemotretan, persilakan mereka yang akan dipotret melihat lampu yang terang. Sinar lampu berfungsi sebagai cahaya pendahulu. Empat lima detik cukuplah, persilakan mereka kembali bergaya siap difoto.
 Karena efek merah terutama terjadi pada mata yang menatap lensa kamera, dapat juga mereka diminta untuk tidak melihat kamera tetapi memandang misalnya tiang atau bunga atau apapun yang agak jauh di sebelah kamera.
 Untuk jenis lampu kilat yang dapat dipisahkan dari kamera, lepaskan dan jauhkan posisinya dari lensa kamera. Lebih baik lagi jika cahayanya dibuat difus, misalnya diarahkan ke langit-langit yang putih.
 Akhirnya bagi peminat pekerjaan komputer, tersedia beberapa perangkat lunak untuk menghilangkan efek mata merah sesudah foto digital dihasilkan.

Mudah-mudahan hasil yang diperoleh tidak lagi menampilkan mata merah menyeramkan. ***

No comments: