Menjadi Lebih baik dan terbaik walaupun buruk dimata orang | Doakan Orang Tua Anda | Sedekahkan harta anda Kepada Fakir Miskin dan Kaum yang tertindas | Hari ini Mungkin kematian menjemput kita tetapi maka dari itu kerjakanlah kebaikan walau di mata manusia tak ada harganya

Sunday, May 08, 2011

Kedermawanan Si Fakir

Tersebutlah kisah salah seorang sahabat Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam, dia adalah Ulbah bin Zaid. Dia bukanlah termasuk sahabat Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam yang terkenal sebagaimana Abu Bakar dan Umar. Pada kisah hidupnya kita akan melihat potret kedermawanan si faqir. Bagaimana seorang faqir bisa disebut dermawan ? bukankah biasanya kata dermawan disematkan kepada orang yang cukup hartanya lalu dia bersedekah dan berinfaq dengan hartanya itu ? Simak kisah berikut ini...
Sekitar bulan Sya’ban di tahun 9 H, ketika itu musim paceklik sedang melanda kota Madinah dan sekitarnya, perekonomian kaum muslimin juga sedang sulit-sulitnya, musim panas sedang berada di puncaknya, angin di musim itu juga membawa hawa panas, debu-debu beterbangan mengotori atap-atap dan halaman rumah penduduk kota Madinah. Kulit serasa diiris, mata perih seperti perihnya luka yang diteteskan dengan air cuka. Di musim panas sepert itu biasanya penduduk kota Madinah lebih suka menetap di rumah, atau tinggal di kebun-kebun mereka sambil memetik kurma muda yang memang sedang ranum-ranumnya, karena pohon kurma berbuahnya justru pada musim panas.

Akan tetapi kondisi politik Islam pada saat itu keadaannya sangat luar biasa, sebagai dampak kemenangan demi kemenangan yang diraih oleh pasukan Islam terutama setelah Fathul Makkah dan perang Hunain. Disamping juga setelah itu Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam mengirimkan surat kepada seluruh raja di dunia ini untuk masuk Islam atau harus membayar pajak, atau diperangi. Hal ini semakin menambah panas keadaan. Karena pada saat itu tersebar berita bahwa bangsa Romawi yang merupakan bangsa dan kerajaan terkuat dan tebesar pada masa itu, sedang melakukan persiapan besar-besaran akibat ketidakpuasan mereka akan hasil Perang Mu’tah yang mana pasukan Islam yang jumlahnya hanya 3000 pasukan berhasil menahan gempuran 200.000 pasukan gabungan Romawi dan beberapa kabilah yang musyrik. Dimana Khalid bin Walid sebagai panglima perang kaum muslimin melakukan trik jitu, yaitu menukar pasukan yang di belakang menjadi di depan, yang kiri menjadi ke kanan dan sebaliknya sehingga pasukan Romawi menjadi gentar. Mereka mengira ada tambahan pasukan kaum muslimin. Dalam benak mereka, pasukan sejumlah 3000 orang tadi saja mampu menahan gempuran mereka, apalagi ditambah 2x lipatnya tentu Romawi akan kalah. Karena trik jitu ini pasukan muslimin bisa mundur secara perlahan tanpa dikejar oleh pasukan Romawi karena pasukan Romawi mengira ini adalah siasat untuk menjebak mereka. Akhirnya kaum muslimin kembali ke Madinah dengan selamat dan hanya jatuh korban sebanyak 12 orang.

Kasak-kusuk pun merebak di kalangan kaum muslimin akan adanya pembalasan pasukan Romawi yang akan menyerang daerah yang telah dikuasai kaum muslimin dan bahkan menuju kota Madinah. Disinilah letak kisah seorang sahabat Ulbah bin Zaid, dia diselipkan oleh catatan sejarah didalam peperangan Tabuk yang nantinya perang ini merupakan peperangan terbesar antara kaum muslimin dengan kaisar Romawi. Tidak biasanya Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam mengumumkan secara langsung akan kemana tujuan peperangannya, biasanya kalau berperang ke arah timur maka Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam bertanya kepada sahabatnya tentang arah barat dan seterusnya. Akan tetapi keberangkatan perang kali ini sangat jelas tujuannya yaitu Tabuk, suatu daerah yang nun sangat jauh bagi bangsa Arab untuk ditempuh ketika itu.

Coba lihat apa yang dilakukan oleh orang-orang munafiq pada saat itu, mereka merasa bimbang, gelisah, dan gundah karena membayangkan perjalanan yang sangat jauh. Diantara mereka saling mengatakan seharusnya keberangkatan tidak pada musim panas ini, maka Alloh Ta’ala turunkan ayat yang berkaitan dengan mereka :

وَقَالُوا لَا تَنْفِرُوا فِي الْحَرِّ قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرًّا لَوْ كَانُوا يَفْقَهُونَ

“…dan berkatalah orang-orang munafiq: ‘janganlah pergi berperang di musim panas ini’. Katakanlah (ya Muhammad) api neraka jahannam lebih panas, jika saja mereka mau mengerti ” (QS. At Taubah 81)

Suatu kali Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam ingin menguji salah seorang dari mereka yaitu Jaad bin Qois, beliau berkata “wahai Jaad, bagaimana menurutmu jika kita pergi berperang melawan Bani Ashfar (orang romawi)..?”

Dia pun menjawab,” izinkanlah aku untuk tidak berangkat perang dan jangan jatuhkan aku ke dalam fitnah (ujian). Demi Alloh ya Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam, kaumku sangat tahu bahwa aku adalah orang yang paling mudah tergoda dengan wanita diantara mereka. Dan aku takut kalau nanti aku melihat wanita romawi aku tidak tahan.., aku tidak bisa menahan nafsuku..”

Beliau pun berpaling dan berkata, “engkau aku izinkan untuk tidak berperang wahai Jaad..”

Padahal Jaad bin Qois hanya beralasan agar dia tidak berangkat perang, lalu beralasan takut tergoda oleh wanita-wanita putih Romawi, padahal tujuan sebenarnya adalah supaya dirinya tidak berangkat perang pada musim panas tersebut. Maka Alloh Ta’ala turunkan ayat

وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ ائْذَنْ لِي وَلَا تَفْتِنِّي أَلَا فِي الْفِتْنَةِ سَقَطُوا وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيطَةٌ بِالْكَافِرِينَ

“ Di antara mereka ada orang yang berkata: "Berilah saya keizinan (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus dalam fitnah." Ketahuilah bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah. Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar meliputi orang-orang yang kafir ”(QS. At Taubah : 49)

Berbeda keadaannya dengan kaum muslimin, begitu mendengar seruan jihad di jalan Alloh Ta’ala mereka berbondong-bondong memenuhi kota Madinah dari seluruh penjuru negeri. Bagaimana tidak mereka berbondong-bondong berjihad di jalan Alloh sedangkan gerbang surga yang luasnya seluas langit dan bumi akan dibukakan untuk mereka. Alloh berfirman :

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِين

“ Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. ”(QS. Ali Imron : 133-134)

Bagaimana mereka tidak berhasrat untuk berangkat jihad, sementara mereka tahu bahwasanya jalan tercepat masuk surga adalah dengan jihad, lalu badan mereka tertusuk, tercabik, memuncratkan darah, lalu mereka gugur sebagai syahid, lantas para malaikat berebut menaikkan ruhnya ke langit..?!

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ (10) تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Nabi shallallohu ‘alaihi wasallamNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. ” (QS. Ash Shaaf : 10-11)

Terngiang-ngiang di telinga mereka ayat-ayat yang berhubungan dengan jihad, ayat-ayat jihad, bukan ayat-ayat cinta,

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh… ” (QS. At Taubah : 111)

Ayat-ayat ini benar-benar hadir di dalam hati mereka, kenapa hadir di hati mereka ? bukankah ayat yang sama juga kita dengar sebagaimana mereka mendengarnya dahulu, akan tetapi berbeda efeknya..? yang membedakan antara kita dan mereka adalah telah ada dan hadir kehidupan akhirat didalam kehidupan duniawi mereka, sedangkan kita...kabut tebal tentang terlalu cinta kepada dunia menyelemuti hati kita. Memang kaki mereka masih menyentuh tanah, badan mereka pun masih bersentuhan dengan alam nyata dunia, akan tetapi ruh mereka sudah bersiap-siap menjejaki surga, alam pikiran mereka telah terasa sujud di bawah ‘Arsy Alloh Ta’ala..Allohu Akbar..!!

Berbondong-bondong mereka ke kota Madinah, tahu mereka bahwa Nabi mereka meminta bantuan ummatnya. Maka beliau mengajak para dermawan untuk menginfakkan hartanya demi keberangkatan pasukan prihatin ini (Jaisyul Usroh). Kenapa disebut pasukan prihatin ? bagaimana tidak, keadaan mereka sangat miskin, di saat musim paceklik, satu onta harus bergantian untuk delapan belas orang pasukan perang, makanan mereka adalah dedaunan agar sekalian dapat airnya, bahkan terkadang harus memotong seekor unta agar dapat air dan makanan sekaligus.

Bahkan orang-orang yang tidak mampu, tidak memiliki apa-apa dan miskin juga datang kepada Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam, berharap dirinya diikutsertakan dalam peperangan Tabuk, meminta kepada beliau bekal peperangan agar dia bisa ikut perang, termasuk juga Ulbah. Alloh berfirman :

وَلَا عَلَى الَّذِينَ إِذَا مَا أَتَوْكَ لِتَحْمِلَهُمْ قُلْتَ لَا أَجِدُ مَا أَحْمِلُكُمْ عَلَيْهِ تَوَلَّوْا وَأَعْيُنُهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ حَزَنًا أَلَّا يَجِدُوا مَا يُنْفِقُونَ

“dan tiada (pula) berdosa atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata: "Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu." lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan ” (QS. At Taubah : 92)

Coba lihat diri kita...hidup memiliki segalanya, hidup di rumah dengan AC atau kipas angin, punya kendaraan bagus, makanan tercukupi bahkan turah-turah, tidak ada yang dikeluhkan, ketenangan ada, tidak dalam keadaan perang berkecamuk seperti di Irak, tidak kepanasan sebagaimana panas yang dirasakan oleh orang-orang yang mengungsi di Palestina.., tetapi mengapa bersamaan dengan itu kenapa kita juga masih memilukan hidup.?

Maka pada saat itu tersebutlah Ulbah bin Zaid Al Haritsi, seorang yang sangat faqir, tidak memiliki apa-apa diatas dunia ini, seorang dari golongan Anshor dari kabilah Aus, tatkala dia menyaksikan kesibukan kaum muslimin dalam persiapan jihad ke Tabuk, melihat seluruh kaum muslimin dari berbagai pelosok negeri tinggal dan menetap di tanah kelahirannya Madinah, datang berbodong-bondong kemudian memancang kemah, sambil membawa apa yang mereka miliki dari senjata dan kendaraan, memancang kemahnya menunggu hari keberangkatan. Dia juga melihat transaksi di pasar-pasar Madinah banyak transaksi yang terjadi dialog berhubungan dengan persiapan perang, dari mulai kuda, unta, panah, pedang, tameng besi dsb. Dia menyaksikan itu semua dengan kesedihan yang sangat mendalam. Semua orang telah membeli perlengkapan perangnya, sedangkan dirinya... apa yang dia mau persiapkan..? kalau hendak membeli, mau beli pakai apa? Uang satu dirham pun ia tidak punya. Apalagi pagi itu dia mendengar Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam mengatakan : man jahhaza jaisyul usroh falahul jannah

من جهز جيش العسرة غفر الله له فله الجنة

Maka semakin terbenamlah serasa dirinya ke dalam bumi, hancur luluh serasa hatinya, sedih hatinya, semua orang mendapatkan surga kecuali dirinya. Semakin panas dingin badannya mendengar sabda Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam demi melihat kefaqiran dirinya, ditambah lagi Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam mensyaratkan siapa yang mau ikut berperang harus membawa alat dan kendaraan perang sendiri. Dilihat juga oleh Ulbah bin Zaid ketika dia duduk di masjid Nabawi, dia melihat Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam dikelilingi para sahabat, tiba-tiba datang Abu Bakar sambil membawa semua harta yang dia punya sejumlah 4000 dirham.

Ketika ditanya oleh Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam, “ Ya Abu Bakar, apa yang engkau tinggalkan untuk keluargamu?”

Abu Bakar menjawab, “aku tinggalkan untuk mereka Alloh dan Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam-Nya”.

Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam pun bersabda,” Tidak ada harta yang paling bermanfaat bagiku sebagaimana bermanfaatnya harta Abu Bakar”.

Umar pun datang dengan membawa setengah hartanya. Utsman bin Affan membawa seribu dinar dalam pakaiannya, bahkan kafilah dagangnya yang hendak berangkat ke Syam sejumlah dua ratus ekor unta lengkap dengan barang-barangnya dia keluarkan sedekahnya, ditambah lagi dengan seratus ekor unta, lalu ditambahnya lagi seribu dinar uang kontan. Maka Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam pun bersabda

اللهم ارض عن عثمان فإنى عنه راض

“Ya Alloh, (aku mohon padaMu) ridhoilah Utsman, sesungguhnya aku telah ridho padanya ”

Tak lama setelah itu sampailah perniagaannya yang baru datang dari Syam sejumlah 1000 ekor unta beserta isinya. Tiba-tiba datanglah tengkulak-tengkulak hendak membeli perniagaan tersebut. Salah seorang dari mereka berkata:

“Ya Utsman,kami beli 2x lipat..!!”

“Tidak..tidak..!! karena ada yang berani membeli lebih tinggi dari penawaran kalian” jawab Utsman

“Kami beli 3x lipat dari harga yang kamu dapatkan” kata si tengkulak

“Tidak..belum cukup kalau cuma 3x lipat..!!” jawab Utsman

Akhirnya tawar menawar “kami beli 10x lipat Ya Utsman..!!”

Utsman pun berkata, “tuan-tuan sekalian, ada diantara tuan-tuan yang hendak membelinya 700x lipat..??!!”

Apa kata mereka,”gila engkau Utsman..!! siapa pula yang sampai menawar hingga 700x lipat ?!”

Utsman pun menjawab,”akan tetapi Alloh telah menawarnya lebih dari 700x lipat.!!”

Allohu Akbar saudaraku…Utsman pun membacakan ayat

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِئَةُ حَبَّةٍ

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji.” (QS. Al Baqoroh : 261)

“Saksikanlah wahai para tengkulak…semua barang perniagaan yang ada ini, seluruhnya aku infaqkan di jalan Alloh Ta’ala” seru Utsman.

Subhanalloh..Allohu Akbar..dari generasi mana mereka ini muncul, dari makhluk mana mereka ini saudaraku..dari planet mana mereka datang..?? apakah mereka diciptakan dari daging yang penuh dengan nafsu dunia dan ketamakan, yang penuh dengan kebakhilan dan ketakutan akan miskin karena berinfaq dan bersedekah..?! bukan saudaraku…tapi mereka adalah para sahabat Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam.

Tidak lama kemudian datang pula Abdurahman bin Auf sang dermawan, membawa 200 uqiyah perak, datang pula ‘Abbas bin Abdul Mutholib paman Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam, Tholhah bin ‘Ubaidillah, Sa’ad bin Ubadah, Muhammad bin Maslamah, yang mereka semua berinfaq di depan mata Ulbah bin Zaid. Dia juga melihat kedatangan orang-orang yang kurang berada membawa infaq semampunya, dimulai oleh ‘Ashim bin Adiy mebawa 70 wasaq kurma, ada yang membawa dua mud bahkan satu mud kurma, tidak satu pun kaum muslimin yang tidak memberi kecuali kaum munafiqin. Alloh pun menyindir mereka

الَّذِينَ يَلْمِزُونَ الْمُطَّوِّعِينَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ فِي الصَّدَقَاتِ وَالَّذِينَ لَا يَجِدُونَ إِلَّا جُهْدَهُمْ فَيَسْخَرُونَ مِنْهُمْ سَخِرَ اللَّهُ مِنْهُمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“(Orang-orang munafik itu) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka azab yang pedih. ” (QS. At Taubah 79)

Apa yang dirasakan oleh Ulbah selain kesedihan yang sangat. Apa yang bisa diperbuat sementara ia tidak punya apa-apa, sementara orang berbondong berinfaq. Melihat hal itu pulanglah Ulbah membawa semua kesedihannya. Di zaman sekarang ribuan jutaan orang membawa kesedihan dunia, Ulbah pulang membawa kesedihan karena teringat akhirat. Adakah di zaman sekarang ini sosok seperti Ulbah..?? Memikirkan kemana nanti hendak dia di tempatkan di akhirat, apakah di surga ataukah neraka, kalau ternyata di surga di tempat yang mana, di tingkatan ke berapa dan bersama-sama siapa ??

Ketika senja telah beralu dan malam pun tiba, Ulbah berusaha memejamkan matanya, tapi bagaimana mau dipejamkan matanya sementara hati masih berdebar-debar, pikiran masih galau, apa yang bisa dilakukannya selain membolak-balikkan badannya di atas tikar yang lusuh hingga tengah malam. Akhirnya dia bangkit, timbul sebuah ide, sebuah pemikiran dalam dirinya, yang kiranya apabila dia melaksanakan idenya ini mudah-mudahan dapat mengurangi kegundahan hatinya. Lantas Ulbah berwudhu dan melaksanakan sholat malam, apalagi yang bisa dilakukan oleh orang yang sengsara dan bersedih hati selain bermunajat kepada Alloh Yang Maha Pemurah..?? bagi orang yang mendapatkan kesusahan kecuali dia mengadukan kepada Sang Khaliq…(do’a Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam Ya’qub, sebagaimana surat Yusuf : 86)

إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ

Di dalam sholatnya dia pun menangis, adakah anda pernah melihat seorang yang gundah mengadukan semua keluhan dan kegundahannya dengan menangis kepada Rabb Yang Memiliki isi langit dan bumi..? dia sebutkan kefaqirannya, dia sebutkan kelemahannya, dia sebutkan ketidakberdayaannya, dia minta kepada Alloh jangan sampai kefaqirannya dan ketidakmampuannya berinfaq pada persiapan perang Tabuk ini menggeser kedudukannya dibanding sahabat-sahabatnya kelak di surga, jikalau aku Engkau buat susah di dunia, janganlah pula Engkau jauhkan aku dari surgamu. Diantara doanya adalah:

“Ya Alloh, engkau perintahkan kami untuk berjihad, engkau perintahkan kami untuk berangkat ke Tabuk, sedangkan engkau tidak memberikan aku sesuatu apapun untuk bekal berangkat berperang bersama Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam-Mu, maka malam ini saksikanlah ya Alloh...sesungguhnya aku telah bersedekah kepada setiap muslim dari perlakuan zhalim mereka terhadap diriku, maka inilah kehormatanku aku infaqkan di jalan-Mu, jika ada seorang muslim menghinakan dan merendahkan diriku, maka aku infaqkan itu semua di jalanMu Ya Alloh..tidak ada yang dapat aku infaqkan sebagaimana orang lain telah berinfaq, kalau sekiranya aku punya sebagaimana mereka punya akan aku infaqkan untukMu, maka yang aku punya hanya kehormatan sebagai seorang muslim, kalau engkau bisa menerimanya, maka saksikanlah kehormatan ini aku sedekahkan untukMu malam ini…”

Alangkah jernihnya doa tersebut…keluar dari hati seseorang yang tidak punya apapun di dunia ini melainkan kehormatan, alangkah teduhnya ucapan di malam hari yang gelap, terangkat doanya ke langit ke tujuh, menggetarkan Arsy Alloh Ta’ala, semua sedekah tidak sehebat sedekahnya. Esok shubuh Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam memimpin sholat berjama’ah, hadir pula Ulbah bin Zaid. Telah ia lupakan air mata yang tumpah bercucuran di tikar lusuhnya tadi malam, ia lupakan karena telah dibasuh oleh air wudhu yang baru. Akan tetapi Aloh tidak pernah lupa, Alloh tidak pernah menyia-nyiakan doa hamba-Nya. Kejadian di tempat yang sepi tersebut dikabarkan oleh Alloh kepada Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam melalui Malaikat Jibril. Selesai sholat Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam pun berdiri kemudian Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam bertanya

من يتصدق بصدقة مقبولة في هذه الليلة ؟

Ternyata tidak ada yang berdiri, karena merasa tidak bersedekah tadi malam, atau merasa yakin betul sedekahnya diterima oleh Alloh Ta’ala. Ulbah bin Zaid pun tidak merasa bahwa dirinya telah bersedekah.

Akan tetapi Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam mendekati Ulbah dan berkata, “sungguh ya Ulbah, sedekahmu malam tadi telah diterima oleh Allah Ta’ala sebagai sedekah yang maqbul..!!”

Bagaikan aliran listrik yang langsung mengalir ke jantung Ulbah bin Zaid, laksana halilintar dahsyat menghantam dirinya, karena dia sama sekali tidak mengira, cahaya kebahagiaan langsung memancar dari dirinya.
http://www.blogger.com/img/blank.gif
“Benarkah ya Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam..benarkah sedekahku yang tadi malam yang tidak ada apa-apanya itu diterima Alloh...??” tanyanya penasaran seolah-olah tidak percaya.

Maka Nabi pun menyerahkan 6 ekor unta kepada Ulbah bin Ziad dan tujuh orang temannya untuk berangkat ke medan jihad, peperangan Tabuk…peperangan yang atas izin Alloh dimenangkan oleh kaum muslimin, ditandai dengan menyerahnya negara-negara boneka Romawi, dan semakin berkurangnya daerah kekuasaan kerajaan Romawi.

Disadurkan dari kajian Ust. Armen rahimahulloh
“Kedermawanan si Faqir, ibroh dari sahabat Ulbah bin Zaid Al Haritsi”

Sumber Tulisan here

Belajar dari Anekdot

Saat kinerja bisnis kita menurun, seringkali kita tidak melakukan muhasabah atau koreksi mendalam sebagaimana yang seharusnya. Boleh jadi, tanpa disadari, kita malah sibuk mencari helah pembenar atau bahkan dalih pembalik fakta. Akhirnya, kita malah melindungi kegagalan dengan 'keberhasilan semu', bukan malah memperbaikinya. Kita terjebak pada kesombongan. Sesuatu yang malah akan menjadi titik kejatuhan.
Seperti anekdot yang ditulis oleh Bonnie Triyana, seorang sejarawan-cum-wartawan di salah satu media ibukota, Januari 2009 lalu. Ia menuliskan "syahdan, dalam suatu pertemuan arkeolog internasional, arkeolog amerika melaporkan bahwa mereka telah menggali lubang sedalam 3 meter dan menemukan serat tembaga di dalam galian. Atas penemuan itu, mereka mengklaim bahwa sejak 350 tahun lalu penduduk asli amerika telah menggunakan telepon... Sementara itu arkeolog israel mengklaim telah menemukan pecahan gelas di dalam lubang sedalam 4 meter di dekat Tepi Barat, dan berdasarkan temuan yang mirip dengan serat optik itu, mereka menyimpulkan bahwa 400 tahun yang lalu orang yahudi sudah menggunakan internet. Arkeolog Indonesia tak mau kalah. Mereka melaporkan telah menggali tanah sedalam lima meter di Trowulan dan tidak menemukan apa-apa. Maka, disimpulkan bahwa 500 tahun yang lalu Gadjah Mada sudah menggunakan handphone."

Tulisan Bonnie sebenarnya diarahkan untuk menganalisis iklan politik klaim keberhasilan pembangunan oleh pemerintah. Namun, anekdot ini juga dapat dimaknai dengan interpretasi lain. Intinya, sindiran ini agaknya mengingatkan bahwa kita lebih suka melihat dan bangga atas klaim capaian hasil yang positif – sekalipun tak sepenuhnya positif – ketimbang berintrospeksi atas sejumlah capaian negatif - kalau tak mau disebut kegagalan.

Maka, saat kinerja bisnis turun atau ada tanda-tanda menurun, kita mesti sabar dan segera muhasabah apa yang sebenarnya terjadi hingga didapatkan faktor-faktor penyebabnya. Dari situlah kemudian, kita bisa susun solusinya secara tepat. Lalu, mainkan program aksinya. Rumusnya, tetap harus ada (1) motivasi bisnis untuk meraih bisnis penuh 'berkat' dan berkah, (2) doa 'sapu jagat' agar bisnis kita membahagiakan kita di dunia dan akhirat nanti, (3) ikhtiar perbaikan dan improvisasi tiada henti karena bisnis tidak stagnan tapi terus dituntut untuk lebih baik, lebih baik dan lebih baik lagi, serta (4) tawakkal yang kita letakkan di depan, di tengah dan di akhir proses bisnis kita. Sumber Tulisan here

Not Just Consumer Satisfaction but costumer delight

Di sela acara Global Marketing and Consumer Insight Conference di salah satu World Class Hotel di negara non Muslim, saya bermaksud untuk shalat, lalu saya bertanya kepada customer service (CS) apakah hotel tersebut menyediakan mushala. Ternyata tidak ada mushalla. Namun, sang customer service mempersilakan saya menggunakan salah satu ruangan business center yang sangat layak.



Satu hal yang membuat saya surprise, customer service tersebut juga menyediakan sajadah yang sudah menghadap kiblat beserta kopiahnya. Terus terang sebelumnya saya sudah sangat puas dengan kualitas pelayanan hotel tersebut, ditambah lagi dengan adanya additional service yang melebihi harapan saya sehingga membuat saya sangat happy dan ingin merekomen-dasikan hotel tersebut pada orang lain.

Pengalaman kedua saya alami ketika naik taksi menuju bandara dalam suatu perjalanan ke luar kota. Ada sesuatu yang membuat saya surprise atas pelayanan taksi tesebut, yaitu saya tidak perlu membayar uang tol sebesar Rp 20 ribu, tapi cukup membayar sesuai argo. Sebuah pelayanan yang membuat saya surprise dan tertarik untuk selalu menggunakan taxi tersebut dan merekomendasi-kan pada orang lain.

Dua penggalan pengalaman di atas merupakan implementasi sederhana dari konsep Customer Delight. Suatu pelayanan yang membuat customer surprise dan happy karena tidak terbayang akan mendapat pelayanan seperti itu. Pakar pemasaran Kotler dan Hermawan menyarankan para pebisnis melaksanakan tiga langkah berikut: Get Your Customers, Keep Them and Grow Them. Cara terbaik untuk memelihara (keep) customer kita adalah dengan terus menerus menggali apa saja kebutuhan (needs) mereka, dan berusaha memenuhinya melebihi ekspektasi mereka. Jadi mustahil customer kita akan tetap bersama kita, kalau mereka merasa tidak happy.

Mengapa sangat penting bagi pebisnis menjaga customer kita? Seorang pakar customer satisfaction F. Reichheld menemukan, bahwasanya biaya yang diperlukan untuk menjaga dan memuaskan customer yang sudah ada, 5 10 kali lebih murah dibandingkan biaya yang diperlukan untuk mendapatkan customer baru. Jadi kita jangan hanya fokus pada proses mencari konsumen baru tapi jangan lupa untuk memelihara customer yang sudah ada agar tetap loyal kepada kita.

Nabi Muhammad SAW sebagai the Most Profitable Businessman sebelum masa kenabiannya, telah menerapkan konsep Customer Delight ini. Seperti diriwayatkan oleh Hakim, bahwasanya Rabi' ibn Badr pernah melakukan kerja sama dagang dengan Nabi. Pada suatu waktu Rabi' menemui beliau SAW, lalu Nabi bertanya, “Apakah Anda mengenali saya? Ia menjawab, “Iya, Anda pernah menjadi mitra saya dan mitra yang paling baik pula (The Best Partner). Engkau tidak pernah menipu saya dan tidak pernah berselisih dengan saya.” Hal ini juga ditegaskan oleh Saib ibn Ali Saib bahwasanya Muhammad adalah mitranya dalam berdagang dan selalu lurus dalam perhitungan-perhitungan dagang.

Ketika penipuan, pengurangan takaran, perseng-ketaan menjadi suatu hal yang lazim dalam praktek bisnis jahiliyah masa itu, tetapi, subhanallah, Nabi SAW, telah melakukan praktek bisnis yang luar biasa berbeda dari pebisnis lain. Beliau melakukan praktek bisnis dengan penuh kejujuran, berusaha memahami kebutuhan konsumen dan memenuhi kebutuhan mereka dengan kualitas pelayanan yang luar biasa. Sehingga customer beliau merasa aman dari penipuan maupun kecurangan dan merasa yakin mendapat produk dan pelayanan dengan kualitas terbaik.

Customer yang delight akan menjadi customer yang loyal, dan mereka secara sukarela akan menjadi Brand Ambassador kita. Mereka akan merekomendasikan produk atau merek kita agar digunakan oleh orang lain. The Nielsen Company perusahaan riset terbesar di dunia pun menemukan faktor terpenting yang menyebabkan seseorang bersedia memakai suatu produk adalah adanya rekomendasi dari orang yang dipercaya (78 persen).

Nah pebisnis Muslim, sudahkah kita berusaha mencari tahu hal-hal apa saja yang bisa membuat customer kita surprise dan tersenyum, sehingga mereka akan tetap loyal terhadap kita dan bersedia merekomen-dasikan produk kita pada orang lain? Insya Allah.[] Sumber tulisan www.hidupberkah.com

Mobo ENPC E73

VGA
download here in www.metumumer.com

AUDIO
download here in www.metumumer.com

Semoga bermanfaat by www.metumumer.com

Tuesday, May 03, 2011

Saturday, April 30, 2011

Cara Mudah Meraih Rejeki Berlipat-lipat (Kisah nyata klien saya)

Saya ingin berbagi pengalaman klien saya menerapkan cara ini. Dalam usia muda dia berhasil menjadi pengusaha sukses dan kaya raya. Hanya dengan cara sederhana dan terkadang disepelekan banyak orang. Tetapi dahsyat hasilnya….!!

Menurut Ustadz Yusuf Mansur, rejeki dibagi menjadi dua macam. Yaitu rejeki yang memang sudah digariskan dan rejeki yang menggantung di langit. Menggantung di langit artinya, membutuhkan usaha kita untuk mendapatkannya. Lebih jelas tentang pemaparan ini bisa ada baca artikel saya yang berjudul Jenis Rejeki bagi Manusia

Menurut klien saya, rejeki menggantung di langit dibagi lagi menjadi 3 bagian. Pertama, rejeki yag kita dapatkan karena bonus atau hadiah dari Allah SWT. Semisal karena kita rajin bersedekah, menolong orang kesusahan, dan lain-lain. Lebih gampangnya, rejeki karena kita mau berjalan dan membelanjakan harta kita di jalan Allah.

Kedua, rejeki yang kita dapatkan karena usaha kita. Bagaimana daya upaya kita meraih hasil lebih banyak dari yang kita dapat dari sekarang. Manambah ilmu yang berhubungan dengan bisnis Anda atau pekerjaan Anda, atau terus mengembangkan bisnis Anda contohnya.

Ketiga, menggabungkan jatah rejeki menggantung di langit Anda dengan orang lain, dan meraihnya bersama-sama. Anda bisa mencari orang lain yang punya semangat juang yang sama dengan Anda dan bisnis yang berhubungan dengan bisnis Anda. Efek sifat rejeki ketiga ini sangat dahsyat. Ambil contoh jatah rejeki menggantung di langit Anda adalah 5 dan jatah rejeki patner Anda 7, jika digabungkan dan usaha bersama maka yang didapat bisa 12, atau bahkan lebih….!

Nah, sekarang akan saya ceritakan pada Anda, apa yang dilakukan oleh klien saya sehingga rejeki yang didapat bisa berlipat-lipat. Pertama dia selalu bersyukur atas rejeki yang telah ditetapkan, atau rejeki yang sudah digariskan Allah. Apa keuntungan dari bersyukur? Sudah pasti Allah akan terus menambah rejeki kita dari arah yang tak terduga. Itu adalah janji Allah….!

Kedua, dia selalu berusaha meningkatkan kualitas dirinya untuk bisa meraih lebih banyak rejeki yang berhubungan dengan bisnisnya. Agar dia bisa selalu menjalin silaturahmi dengan para klien atau partner bisnis, dia selalu menjaga kesehatannya. Ingat, inti dari bisnis adalah silaturahmi….. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam segala hal terus dia lakukan karena dari situlah jalan rejeki bisa terus terbuka. Serta terus ‘mengerem’ hawa nafsu akan hidup boros atau perbuatan yang dibenci Allah.
http://www.blogger.com/img/blank.gif
Ketiga, dia selalu menjalin silaturahmi dengan semua orang. Terutama orang-orang yang bisa menguatkan bisnisnya. Dalam sehari dia mempunyai target bertemu lima orang yang belum dikenal untuk memperkenalkan bisnisnya. Mencari orang yang mau diajak kerja sama atau menjadi mitra dia. Semua dilakukan hanya dengan bekal ‘kartu nama’. Karena awal mula bisnisnya dibidang percetakan, ternyata cara ini sangat jitu. Banyak sekali order yang dia dapatkan sampai dia berhasil mendapat proyek berskala nasional.

Itulah sekilas rahasia meraih rejeki berlimpah yang diceritakan pada saya beberapa waktu lalu. Semoga kisah ini bermanfaat bagi kita semua.

Selamat berkarya….. Sukses untuk Anda…….. www.metumumer.com
sumber:LINK

Sedekah 10 Ribu Dibalas 10 Juta (Kisah Nyata)

Kisah ini dialami oleh teman baik saya saat bulan Ramadhan kemarin. Sebuah kisah yang membuka mata hati saya, karena saya tahu prosesnya dari awal hingga balasan sedekah itu diterima. Kini kisah ini saya bagikan pada anda, semoga bermanfaat dan menambah semangat kita untuk selalu bersedekah walau dalam kesempitan atau dirundung masalah…..

Teman saya saat bulan Ramadhan kemarin baru satu bulan pindah dari pekerjaan lamanya. Dia memilih menjadi marketing properti di salah satu perusahaan pengembang perumahan. Hampir 2 bulan bekerja, teman saya belum bisa menjual satu pun rumah di perusahaan tersebut. Padahal tiap bulan dia mendapat gaji yang lumayan, hal inilah yang membuat dia tidak enak.

Ditengah keputusasaan tersebut, dia ingat akan kekuatan sedekah. Akhirnya dia berniat menyedekahkan hartanya untuk mengatasi permasalahan hidupnya. Dia menyedekahkan uang Rp. 10.000,- untuk panti asuhan dengan harapan Allah mau melancarkan pekerjaannya.

Sungguh diluar dugaan, dalam kurun waktu 1 jam saja, Allah memberi kelancaran bagi pekerjaannya. Dia bisa menjual 4 rumah sekaligus hari itu. Dengan nilai komisi…. 10 juta..!! Silahkan dihitung berapa kali lipat Allah membalas sedekah dia. :)

Mengapa balasannya sangat besar? Karena uang 10 ribu waktu itu, sangat berarti bagi teman saya. Anda tahu berapa uang yang dia miliki saat menyedekahkan 10 ribu tersebut? Uang yang dimiliki di dompetnya tidak lebih dari 20 ribu. Dia hanya menyisakan uang bensin untuk pulang ke rumah.

Ini sangat berhubungan dengan artikel sedekah ekstrem yang pernah saya tulis. Saat kita punya keyakinan tinggi akan kekuatan sedekah, Allah akan benar-benar membuktikannya pada anda. Saat anda yakin Allah akan menolong lewat sedekah anda, Allah akan bener-benar menolong “SAAT ITU JUGA” seperti yang dialami teman saya.

Semoga kisah ini bermanfaat, sukses untuk anda…..www.metumumer.com

Friday, April 29, 2011

tips memilih mesin fotocopy Canon seri IR

Jika anda seorang pemula dan belum mengerti mengenai mesin fotocopy rekondisi merk Canon, ada baiknya tips berikut dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pemilihan mesin sebelum memutuskan untuk membeli mesin. Karena yang dimaksud dengan mesin rekondisi adalah mesin bekas yg sudah dipakai di luar negeri, jadi kita harus teliti sebelum membeli. karena klo salah pilih dan dapat kondisi mesin yg jelek akan repot di belakangnya.

Biasanya penjual akan menyatakan barangnya bagus, tapi kita tetap hrs memeriksa kondisinya.

Ada beberapa tips yg bisa membantu dalam memilih mesin :

1. Jgn percaya pada casing (ingat bahwa kita beli barang second, casing bisa ditukar2)

2. Pastikan drumnya tidak cacat (cek dgn black copy dan white copy)

3. klo bisa cari mesin yg counter pemakaiannya tidak lebih dari 750 ribu lembar

4. Cek kondisi magnet developing unit nya masih bagus, krn ini akan berpengaruh thd hasil.

5. Pastikan ADF dan Duplex berfungsi dgn sempurna

6. Cek semua cassete berfungsi dgn baik

7. cek koneksi komputernya, harga akan beda utk mesin yg copy only dgn full system. (utk full system relatif lebih mahal antara 500rb s/d 1jt)

8. Tanya & mintalah buku manual servicenya sebelum memutuskan membeli mesin ditempat tsb.

9. Siapkan diri anda untuk menjadi teknisi amatir, ini merupakan hal yg sangat penting, krn kegagalan usaha fotocopy biasanya krn pengelola tidak tahu cara menservis mesin. dan ini yg sering dimanfaatka oleh penjual mesin sbg sarana utk menambah pemasukan, dgn manual service diharapkan pengelola bisa menservis mesinnya, terutama utk kerusakan2 yg kecil. shg tidak harus selalu memanggil teknisi setiap ada kerusakan.

tips memilih mesin fotocopy Canon seri IR

Jika anda seorang pemula dan belum mengerti mengenai mesin fotocopy rekondisi merk Canon, ada baiknya tips berikut dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pemilihan mesin sebelum memutuskan untuk membeli mesin. Karena yang dimaksud dengan mesin rekondisi adalah mesin bekas yg sudah dipakai di luar negeri, jadi kita harus teliti sebelum membeli. karena klo salah pilih dan dapat kondisi mesin yg jelek akan repot di belakangnya.

Biasanya penjual akan menyatakan barangnya bagus, tapi kita tetap hrs memeriksa kondisinya.

Ada beberapa tips yg bisa membantu dalam memilih mesin :

1. Jgn percaya pada casing (ingat bahwa kita beli barang second, casing bisa ditukar2)

2. Pastikan drumnya tidak cacat (cek dgn black copy dan white copy)

3. klo bisa cari mesin yg counter pemakaiannya tidak lebih dari 750 ribu lembar

4. Cek kondisi magnet developing unit nya masih bagus, krn ini akan berpengaruh thd hasil.

5. Pastikan ADF dan Duplex berfungsi dgn sempurna

6. Cek semua cassete berfungsi dgn baik

7. cek koneksi komputernya, harga akan beda utk mesin yg copy only dgn full system. (utk full system relatif lebih mahal antara 500rb s/d 1jt)

8. Tanya & mintalah buku manual servicenya sebelum memutuskan membeli mesin ditempat tsb.

9. Siapkan diri anda untuk menjadi teknisi amatir, ini merupakan hal yg sangat penting, krn kegagalan usaha fotocopy biasanya krn pengelola tidak tahu cara menservis mesin. dan ini yg sering dimanfaatka oleh penjual mesin sbg sarana utk menambah pemasukan, dgn manual service diharapkan pengelola bisa menservis mesinnya, terutama utk kerusakan2 yg kecil. shg tidak harus selalu memanggil teknisi setiap ada kerusakan.

tips memilih mesin fotocopy Canon seri IR

Jika anda seorang pemula dan belum mengerti mengenai mesin fotocopy rekondisi merk Canon, ada baiknya tips berikut dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pemilihan mesin sebelum memutuskan untuk membeli mesin. Karena yang dimaksud dengan mesin rekondisi adalah mesin bekas yg sudah dipakai di luar negeri, jadi kita harus teliti sebelum membeli. karena klo salah pilih dan dapat kondisi mesin yg jelek akan repot di belakangnya.

Biasanya penjual akan menyatakan barangnya bagus, tapi kita tetap hrs memeriksa kondisinya.

Ada beberapa tips yg bisa membantu dalam memilih mesin :

1. Jgn percaya pada casing (ingat bahwa kita beli barang second, casing bisa ditukar2)

2. Pastikan drumnya tidak cacat (cek dgn black copy dan white copy)

3. klo bisa cari mesin yg counter pemakaiannya tidak lebih dari 750 ribu lembar

4. Cek kondisi magnet developing unit nya masih bagus, krn ini akan berpengaruh thd hasil.

5. Pastikan ADF dan Duplex berfungsi dgn sempurna

6. Cek semua cassete berfungsi dgn baik

7. cek koneksi komputernya, harga akan beda utk mesin yg copy only dgn full system. (utk full system relatif lebih mahal antara 500rb s/d 1jt)

8. Tanya & mintalah buku manual servicenya sebelum memutuskan membeli mesin ditempat tsb.

9. Siapkan diri anda untuk menjadi teknisi amatir, ini merupakan hal yg sangat penting, krn kegagalan usaha fotocopy biasanya krn pengelola tidak tahu cara menservis mesin. dan ini yg sering dimanfaatka oleh penjual mesin sbg sarana utk menambah pemasukan, dgn manual service diharapkan pengelola bisa menservis mesinnya, terutama utk kerusakan2 yg kecil. shg tidak harus selalu memanggil teknisi setiap ada kerusakan.

Wednesday, April 27, 2011

Perbandingan Es Mentah Dan Es Matang?




Es dari air matang akan terlihat bening karena gas di dalam air terlepaskan ketika proses perebusan. Biasanya, es seperti ini disebut es kristal. Sekarang, menurut pengamatan TS, es kristal sudah banyak dipakai, TS nyebut nya es batu bolong , soalnya berbentuk pipa gitu, bolong di tengah. Biasanya es seperti ini ada di rumah makan atau mall2 (di kantin sekolah ane juga udah pake es kristal ini kok).




Es dari air mentah berwarna putih karena masih banyak gas yang terperangkap di dalamnya. Biasanya, es yang dibuat dari air mentah adalah es balok. Es ini jelas-jelas tidak baik dikonsumsi, terlebih lagi jika airnya diambil dari air sungai yang tercemar (bayangin aja, agan minum air sungai kotor ).

Humanity|Respect|Try To Not Cry