Menjadi Lebih baik dan terbaik walaupun buruk dimata orang | Doakan Orang Tua Anda | Sedekahkan harta anda Kepada Fakir Miskin dan Kaum yang tertindas | Hari ini Mungkin kematian menjemput kita tetapi maka dari itu kerjakanlah kebaikan walau di mata manusia tak ada harganya

Sunday, March 01, 2009

Fikri Yathir

Judul Buku : Reformasi Sufistik
Penulis : Jalaluddin Rakhmat
Penerbit : Pustaka Hidayah, Bandung
Cetakan I : Rajab 1419/November 1998
Tebal buku : 372 Halaman [termasuk indeks]

--------------------------------------------------------------------------------

Setelah Jalaludin Rumi, Sa’di adalah pujangga sufi kedua yang paling
dikagumi Kang Jalal. Setiap kata yang ditulis Sa’di, mengadung tujuh puluh
makna. Sebuah buku Kang Jalal yang meniru gaya Sa’di. Kisah Sa’di pertama
dalam Gulistan:

"Telah saya dengar kisah seorang raja yang memberi isyarat untuk membunuh
tawanannya. Orang malang itu, dalam keadaan putus asa, mulai mencaci-maki
raja dan mengeluarkan kata-kata kotor.

Bak pepatah: Siapa saja yang membersihkan tangan kehidupan, semua yang ada
dalam hatinya ia ungkapan. Dalam bahaya, ketika kamu tak mungkin
meloloskan diri, tanganmu akan nekad memegang ujung pedang yang tajam.
Jika orang putus asa, lidahnya akan panjang. Seperti kucing yang
menyerahkan, anjing yang mengalahkannya.

Raja bertanya: ‘Apa katanya?’ Salah seorang menteri yang baik budi
berkata: "Bagainda, Tuhan bersabda: Dan orang-orang yang menahan amarahnya
dan memaafkan manusia."

Raja jatuh iba kepada orang itu dan tidak jadi membunuhnya. Menteri yang
lain, saingan menteri yang tadi, berkata: ‘Orang seperti kita hanya boleh
berkata yang benar di hadapan raja. Orang ini telah melecehkan raja dan
mencacinya’. Mendengar perkataan itu, raja gusar dan berkata: ‘Kebohongan
yang dia ucapkan. Karena dia mengucapkannya dengan maksud baik dan kamu
mengucapkannya dengan niat buruk. Orang bijak berkata: "Kebohongan yang
mendatangkan kebaikan, lebih baik dari kebenaran yang membawa kekacauan".

Kang Jalal selalu teringat pada cerita Sa’di ini setiap kali menulis. Ia
merasa tidak punya bahan yang bagus untuk dituliskan. Dan ia tidak mau
asal menulis, harus menemukan bahan bermutu. Kang Jalal tidak hanya ingin
mengobrol dengan pembaca, tapi juga ingin berbagi informasi. Ketika harus
memilih antara menulis yang buruk dengan tidak menulis apapun, Kang Jalal
memilih yang pertama. Lebih baik tulisan buruk dengan maksud baik
ketimbang tulisan baik dengan maksud buruk.

Banyak orang memuji tulisan Kang Jalal dan menisbahkan kebaikan tulisannya
pada latar belakang ilmu komunikasi yang dimiliki. Banyak orang yang
menyukai tulisannya tetapi tidak suka penulisnya. Jika ia menulis buruk,
karena alasan seperti di atas, citranya sebagai penulis rusak. Jika ia
menulis baik, orang yang tidak suka dengan namanya akan kehilangan manfaat
besar karena tidak akan membacanya. Akhirnya demi citra, demi kebahagiaan
pembaca dan demi kelangsungan Majalah Ummat, Kang Jalal menghilang dan
mengganti namanya dengan Fikri Yathir.

Fikri Yathir secara harpiah berarti "pikiran terbang". Seperti kata Sa’di
mengungkapkan banyak makna. Fikri Yathir adalah orang yang hilang ingatan,
yang pikirannya ngelantur ke sana kemari, yang bingung, yang imajinasinya
dengan bebas terbang memasuki berbagai alam. Jadi, membaca tulisan Fikri
Yathir: would drive you crazy dapat membuat anda gila. Tetapi, dalam dunia
yang sudah gila, hanya orang gila saja yang dapat berkomunikasi dengan
masyarakat yang gila.

Dalam tasawuf, anda hanya dapat membuktikan kecintaan anda kepada Layla
dengan menjadi Majnun.

Pikiran Fitri Yathir yang dituangkan dalam bahasa sufi mengajak kita
berdiskusi tentang berbagai hal persoalan sosial belakangan ini. Diberi
judul Reformasi Sufistik karena dia mengusik pandangan hampa, mengasah
tumpulnya kepekaan dan mengganggu pikiran yang terkadang sudah
meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan. Karenanya sangat menarik buku ini
untuk dibaca, nasihat dalam bahasa Sa’di membuat kita termenung di hiruk
pikuk keduniaan.

Jika rekan anda menasihati anda untuk tidak membaca tulisan Fikri Yathir
yang gila, ucapkan kepadanya perkataan Sa’di: "Kebohongan yang dia ucapkan
lebih bisa diterima dari kebenaran yang kamu ucapkan. Karena dia
mengucapkan dengan maksud baik dan kamu mengucapkannya dengan niat buruk".

Noorhalis M

1 comment:

amsi said...

salam bos..
tah buku ieu mah the first book of kang Jalal i ever read..inspiratif! buku ini yang mengantarkan saya ke dalam dunia tasawuf yang misteri dan eksotis..thanks bro

Humanity|Respect|Try To Not Cry