Sunday, April 25, 2010

Jalan Tol Cipularang

Jalan tol cipularang dibangun diantara pengunungan
diatas tanah kapur serta bebatuan cadas, sehingga
kontur lintasannya selain labil juga bumpy. Selain itu
karena lintasannya di punggung bukit sehingga banyak
tanjakan dan turunan yang curam.
Dan project pembangunan jalan tol ini sangat instant
dan dibangun secara keroyokan oleh beberapa sub
contractor pada tiap ruas nya. Yang paling patut
diwaspadai di sini adalah :

1. Banyak kombinasi tikungan radius panjang (long
turn) dikombinasi dengan tanjakan dan turunan yang
arah sudut chambernya (apex) netral. normalnya pada
sebuah tikungan ketika ada tikungan kiri atau kanan
seharusnya designer merancang sudut permukaan jalan
miring sesuai arah tikungan, hal ini untuk mengurangi
moment sentripetal (gaya buang) akibat gravitasi dan
kecepatan mobil kala menikung. Justru di tol
cipularang banyak yang netral. Hal ini berbahaya
sekali, mobil bisa terbuang menabrak pagar pembatas.

Trik-nya : Usahakan perlambat mobil tiap masuk
tikungan dan jika kondisi jalan sepi bisa dipakai
teknik melambung (WITO: wide in tight out) misal
ketika akan belok kekanan posisi mobil saat masuk
mulut tikungan dimarka kiri, saat ditikungan dan
keluar tikungan bergeser ke marka kanan. Trik ini
cukup ampuh untuk mendapatkan kestabilan saat menikung
pada saat kecepatan diatas 100km/h.

2. Di lintasan antara Padalarang – Sadang ada beberapa
tikungan blind spot, dimana saat menikung kita tidak
tahu arah tikungan tandem yang selanjutnya hal ini
berbahaya untuk rekan-rekan yang tidak hafal lintasan
dan mengemudikan mobil dengan kecepatan di atas
80km/h.

Tipsnya cukup perlambat laju mobil saja tiap ada
tikungan

3. Di tol cipularang di area dekat waduk Jatiluhur
kita akan mendapatkan sebuah fenomena "down draft",
area di mana tempat konsentrasi uap air akibat proses
penguapan di daratan. Maka jangan aneh kalau di siang
hari bolong yang terik di area tersebut terkadang
hujan dan berkabut.

4. Kalau kita cermati di tanjakan Plered disisi kanan
dari arah Jakarta, kita akan melihat sebuah gundukan
hutan kecil yang rapat dan tidak sempat diratakan oleh
buldoser saat pembangunan tol, orang sunda menyebutnya
"leuweung leutik aya angin muiran". Nah kalau rekan –
rekan sering jalan tengah malem saat melintas disitu
perhatikan deh pasti ada yang nyam – nyam.

5. Awas jangan pernah menyalip di bahu kiri jalan tol
cipularang buat yang doyan ngebut, lintasannya hanya
didesain 2 marka saja, berbeda dengan Cikampek dan
Jagorawi.

6. Perhatikan juga terkadang kita akan banyak
menemukan bangkai binatang liar seperti anjing hutan
dan kucing hutan (terkadang celeng) yang bekas
tertabrak, jangan panik.

Semoga bermanfaat buat keselamatan kita semua..

No comments: