Monday, December 26, 2011

Kabar Mutasi Besar-besaran Picu Keresahan Guru Honorer SD Nurul Hidayati - detikSurabaya

Kabar Mutasi Besar-besaran Picu Keresahan Guru Honorer SD
Nurul Hidayati - detikSurabaya


Share4
Surabaya - Rencana mutasi besar-besaran ratusan guru SMP, SMA, dan SMK mejadi guru SD membuat sebagian guru tidak tetap atau honorer SD resah. Mereka diliputi ketakutan akan tergusur dari SD tempat mereka mengajar.

"Ya sebenarnya kurang setuju. Guru honorer yang rencananya dua atau tiga tahun lagi mau sertifikasi, jadi tidak jelas nasibnya, ada kemungkinan digusur," kata YH, guru Olahraga di salah satu SD di Surabaya kepada detiksurabaya.com Minggu (25/12/2011).

Tidak hanya Yahya yang resah, guru honorer di SD lain pun dilanda keresahan. "Kurang setuju, kasihan yang sudah honorer lima tahun, tujuh tahun, nggak jelas nasibnya," kata HN, guru Bahasa Inggris di sebuah SD.

Namun sampai saat ini keresahan mereka belum terjawab karena belum ada penjelasan dari dinas pendidikan mengenai nasib mereka. "Belum ada penjelasan sekarang, dari sekolah disuruh nunggu kabar selanjutnya saja," tambah HN.

Dikonfirmasi kepada Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Muhammad Taswin, menyatakan program mutasi ini tidak akan mempengaruhi hak-hak guru honorer yang sudah mengajar di SD. "Jadi mereka tidak perlu khawatir," katanya.

Seperti dikatakan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, SMP kelebihan guru sebanyak 300 orang, SMA dan SMK sebanyak 100-an, sedangkan di pihak lain SD kurang 700-an guru. Karena itulah mutasi ratusan guru SMP, SMA, dan SMK menjadi guru SD dilakukan agar guru-guru bisa memenuhi standar mengajar 24 jam per minggu.

(gik/gik)

No comments: