Tuesday, September 22, 2009

Mari Berwirausaha

Saat ini penggalangan dana sponsorship kurang mendapat respon yang baik dari pihak perusahaan, kami berpikir untuk membuat usaha mandiri untuk memenuhi kebutuhan agenda dakwah kami, adakah usul usaha apa saja yang telah terbukti sukses di kampus lain ?

Saya sangat sepakat dengan pernyataan bahwa respon dari perusahaan untuk kerjasama dengan kegiatan dakwah mahasiswa sedikit berkurang. Analisan instan saya menilai bahwa beberapa kecewa dengan kerjasama yang telah dilakukan sebelumnya. Kurang profesionalnya mahasiswa dalam menjalankan kerjasama menjadi pemicu utama. Oleh karena itu kita harus berpikir keras untuk mampu meng-outsorce sumber dana yang bisa menjadi tambahan masukan bagi lembaga dakwah. Atau bahkan sebagai sumber utama dari pemasukan kas dakwah.

Sebagai seorang kader kita dituntut untuk dapat mandiri dalam hal finansial, karena kemandirian finansial akan membuat lembaga dakwah menjadi independen, tidak bergantung pada pihak lain. kekuatan finansial pula yang saat ini harus kita akui yang membuat dunia ini timpang sebelah. Ada negara adidaya, negara teknologi maju, negara berkembang dan negara miskin. Dalam paradigma yang digunakan negara adidaya, dengan kekuatan uang Anda akan dapat lebih mengembangkan pengaruh dan mempengaruhi yang lain. Analogi yang sedikit kapitalis ini akan saya gunakan. Memang uang akan mampu membuat dakwah lebih berkembang, uang akan membuat kita dapat berinvestasi lebih pada pengembangan potensi kader, uang juga memungkinkan kita untuk membuat media yang tersebar ke pelosok kampus, uang yang membuat agenda syiar dapat berjalan tanpa harus “mengencangkan ikat pinggang”, dan uang pula yang membuat kita untuk berinvestasi dalam pengembangan usaha lain kedepannya.

Membangun usaha mandiri adalah masa depan bagi dunia dakwah kampus, Anda, Kita akan membangun kekuatan dakwah dengan kekuatan finansial yang independen. Kekuatan finansial yang bersumber dari modal kader untuk mengembangan usaha yang akan bertahan lama dan akan menjadi pemasukan pasif bagi lembaga dakwah 3-5 tahun mendatang. Sebuah pertaruhan besar tentunya membangun usaha ini, karena harus ada keberlanjutan usaha agar menguntungkan. Tidak ada yang cepat dalam berusaha, begitulah kira-kira perkataan kepala departemen ekonomi GAMAIS, Gumilar Rahmat Hidayat. Bisnis itu butuh proses, awalnya mungkin akan rugi, akan tetapi jika bisa melewati masa sulit ini dengan sabar, barulah bisa dinikmati keuntungannya.

Setelah berbagai pengamatan dari kunjungan ke berbagai kampus serta diskusi bersama kepala sektor keuangan GAMAIS, Muhammad Luthfi Nur Imam, saya mencoba memaparkan beberapa usaha yang bisa dilakukan oleh lembaga dakwah dengan potensi yang ada. Sebagai tips awal dalam membangun usaha mandiri ini adalah menempatkan seorang businessman pada posisi bagian keuangan/dana/ekonomi lembaga dakwah Anda. Berikut beberapa contoh usaha mandiri yang bisa dilakukan.

· Penjualan kue, atau donat mungkin. Biasanya mahasiswa jarang sarapan pagi, dan hanya membutuhkan makanan ringan setiap pagi. Anda bisa mengoptimalkan seluruh kader untuk jualan kue di kelas masing-masing. Memang keuntungan secara retail kecil, akan tetapi jika bisa dilakukan rutin dan dalam jumlah distribusi penjual yang besar akan berdampak pada keuntungan pula. Buat mekanisme bagi hasil dengan kader yang menjual kue, sehingga dapat sebagai pemasukan juga untuk kader yang membutuhkan.

· Rental infokus,harga infokus saat ini sudah cukup murah. Dengan 7.000.000 anda sudah bisa membeli sebuah infokus dengan kualitas baik. Setiap hari di kampus atau lingkungan sekeliling kampus. Mainkan harga dengan mematok harga sedikit dibawah standar, akan tetapi koita mencari tingginya frekuensi penggunaan infokus untuk disewa. Gunakan tambahan fasilitas screen sebagai bonus dan added value bagi lembaga dakwah kita dalam menyewakan infokus ini.

· Fotokopi, jasa fotokopi adalah usaha yang tidak akan terlepas dari kampus. Di dekat kampus pasti akan dibutuhkan jasa fotokopi ini. Membangun usaha ini memang akan membutuhkan effort banyak. Biaya alat fotokopi yang mencapai 15.000.000 merupakan tantangan tersendiri. Akan tetapi keuntungan yang didapat lebih pasti.

· Bundel Catatan dan Soal, mahasiswa biasanya enggan mencatat saat kuliah dan lebih memiliki belajar poin-poin pentings aja saat ujian. Anda bisa menjual bundel catatan dan soal mata kuliah tertentu untuk pemasukan dakwah. Catatan bisa kita ambil dari kader yang paling rajin di suatu program studi atau dari kawan Anda yang gemar mencatat. Untuk bundel soal, memang akan membutuhkan effort untuk menjawab soal yang ada. Keuntungan dari usaha ini sangat besar, apalagi jika Anda bisa memonopoli penjualan bundel catatan dan soal. Ribuan mahasiswa yang baru masuk akan menjadi primary target market.

· Rumah Makan, saya pernah melihat usaha ini di universitas hasanudin. Dimana mahasiswa mmebuka usaha tempat makan. Dengan rumah makan ini bisa memberikan kesempatan untuk lapangan kerja tentunya. Ada hal unik di UNHAS, yakni panitia yang sedang membutuhkan dana dapat “bekerja” di rumah makan tersebut dan keuntungan dari penjualan makanan akan menjadi pemasukan panitia. Hal ini yang membuat semangat pegawai yang notabene nya juga mahasiswa selalu bersemangat.

· Buku, membuat buku yang ditulis dari kader lembaga dakwah. Dimana buku ini dicetak dan diterbitkan oleh penerbit dan dana loyalti dapat menjadi pemasukan untuk lembaga dakwah. Usaha ini juga memicu kemampuan kader dalam menulis.

· Pulsa, berjualan pulsa handphone atau distributor pulsa. Usaha ini bisa lebih menguntungkan dengan beberapa kebijakan tambahan, seperti adanya kebijakan agar kader membeli pulsa disana. Atau membangun jaringan agen pulsa oleh mahasiswa di kampus. Untuk membangun usaha ini langkah awal yang perlu dilakukan adalah membangun pelanggan tetap.

· Agribisnis, bermodalkan sepetak tanah yang bisa ditanami, usaha ini menjanjikan dimasa datang. Terutama untuk kampus yang memilki jurusan yang berhubungan dengan agricultur tentu bisa menemukan formula terbaik dalam mengembangkan bisnis ini. Mahasiswa berperan dalam pemodalan dan mengembangkan konsep. Untuk pelaksana harian, Anda dapat memberikan kesempatan kepada yang membutuhkan pekerjaan.

· Wartel, Warnet dan Rental komputer, usaha yang juga tidak bisa lepas dari dunia kampus. Memang usaha ini membutuhkan modal cukup besar. Akan tetapi BEP dari usaha ini cukup cepat, sehingga 1-2 tahun dapat sudah meraih keuntungan.

· Laundry, mahasiswa biasanya kost ketika kuliah, dan mahasiswa biasanya juga malas atau bahkan tidak bisa mencuci. Jasa cuci kiloan saat ini menjadi bisnis yang digemari, karena berbanding lurus dengan jumlah mahasiswa.

· Kost-kostan, Anda dapat saja membeli atau menyewa sebuah rumah dan memetakkannya untuk dijadikan kost-kostan. Cari tempat yang strategis dan sewakan dengan harga yang menguntungkan bagi lembaga dakwah. Buat sasaran peruntukan kost, apakah untuk tingkat menengah keatas atau menengah kebawah. Kost ini juga dapat sebagai tempat pembinaan kader.

· Bimbingan belajar, mahasiswa punya kemampuan untuk mengajar siswa SD, SMP, SMU. Buat sebuah lembaga bimbingan belajar dibawah lembaga dakwah. Staf pengajar bisa berasal dari kader atau mahasiswa lain. buat sistem mengajar yang baik dan mekanisme pengaturan pengajar dan publikasi yang baik. Maka siswa akan cepat mendaftar, ini usaha yang cukup cepat untuk mendapat keuntungan.

· Jasa desain, menjual desain produk, atau desain visual dari kaos, pin, jaket, logo, media publikasi dan lainnya. Memanfaatkan potensi desain dari kader untuk mendesain. Harga jual sebuah desain tidak terbatas harganya. Bisa dibuat inkubasi ide desain diantara kelompok desain ini. Di kampus, terdapat puluhan kegiatan setiap bulannya. Maka jasa desain akan sangat dibutuhkan.

· Percetakan, menyediakan jasa untuk memproduksi barang-barang media seperti pin, spanduk, umbul-umbul, dan baligo. Sasaran utama adalah lembaga mahasiswa lainnya. Tawarkan harga yang lebih murah untuk mahasiswa sehingga akan banyak pelanggan yang akan datang.

· Konsultan dan Training, untuk lembaga dakwah kampus yang sudah memiliki pengalaman dan kader yang berkompeten di bidang manajemen dakwah. Usaha ini bisa dilakukan, kebutuhan akan trainer dan konsultan dakwah berkembang pesat seiring kebutuhan percepatan lembaga dakwah. Pemasukan berasal fee yang diberikan kepada trainer.

· Bekam, jasa bekam saat ini mulai berkembang, dan mahasiswa sudah mulai bisa melakukan pengobatan bekam ini. Bisa dikembangkan usaha ini sebagai jasa kesehatan yang lumayan menguntungkan. Modal yang dibutuhkan hanya alat bekam saja.

· Penerbit, percetakan buku, sebuah usaha yang membutuhkan waktu yang cukup lama dan jaringan distribusi yang besar. Pada awalnya Anda dapat bekerjasama dengan percetakan tertentu karena alat pencetak buku realatif mahal. Akan tetapi harga jual buku dapat Anda sesuaikan, dengan penerbit dari lembaga dakwah Anda, jumlah keuntungan jaug lebih besar ketimbang memasukan buku ke penerbit lain.

· Konveksi, menyediakan jasa untuk memproduksi jaket, kaos, dan lainnya. Sasaran utama adalah lembaga mahasiswa lainnya. Tawarkan harga yang lebih murah untuk mahasiswa sehingga akan banyak pelanggan yang akan datang.

· Transleter , dengan memanfaatkan kemampuan bahasa Asing kader , Anda dapat membuka jasa menerjemahkan tulisan ke bahasa Indonesia. Ini merupakan pengembangan usaha mandiri dengan memanfaatkan potensi kader.

· Usaha berbasis kompetensi, setiap proogram studi mempunyai kekhasan tersendiri, dan kemampuan masing-masing. Gunakan potensi akademik kader untuk mencari dana untuk dakwah, apakah dengan proyek atau dengan produk.

Tentu masih banyak lagi contoh yang belum disebutkan, saya memang hanya menyampaikan bentuk akhirnya saja. Saya berkeyakinan, jika Anda telah mengetahui hasil akhir dari sebuah usaha, Anda akan dapat berinovasi untuk memenuhi target yang diinginkan. Saat ini usaha yang sangat diharapkan berkembang adalah usaha ilmu atau jual pengetahuan dan teknologi. Manfaatkan segala potensi internal untuk membangun usaha mandiri.

No comments: