Sunday, January 01, 2012

Bagaimana Langkah Memulai Investasi di Dinar Emas Dirham Perak

Apa itu Dinar dan Dirham?

Koin dinar emas adalah koin emas 22 karat dengan berat 4,25 gram dan diameter 23 mm yang dapat berfungsi sebagai alat investasi dan proteksi nilai kekayaan.

Mengapa 4,25 gram?

Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Salam bersabda “Timbangan mengikuti yang digunakan penduduk Mekah, Takaran mengikuti yang digunakan penduduk Madinah”.

Dari hadits Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Salam tersebut, Dr. Qaradawi menyimpulkan bahwa berat 1 Dinar atau 1 Mithqal adalah sama dengan 4.25 gram timbangan saat ini ; sedangkan berat 1 Dirham adalah 2.975 gram.

Mengapa 22 karat?

Berikut adalah fakta-fakta sejarah:

Semasa Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Salam masih hidup; beliau belum (memerintahkan ) mencetak Dinar Islam sendiri. Berarti Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Salam menggunakan Dinar yang diproduksi oleh dunia di luar Islam.

Apa yang ada sebelum Islam atau di luar Islam kemudian juga digunakan oleh beliau, maka ini menjadi ketetapan atau taqrir beliau – yang berarti Dinar (uang emas) diluar Islam-pun boleh digunakan oleh umat Islam.

Dinar baru mulai dicetak di Kekhalifahan Islam pada jaman Kekhalifahan Mu’awiyah bin Abu Sufyan (41-60H) ; namun pada jaman itu uang emas dari Byzantine tetap juga digunakan bersama Dinar Islam.

Pada jaman Kekhalifahan Abdul Malik bin Marwan (75 H-76 H) barulah beliau melakukan reformasi finansial, dimana hanya Dinar dan Dirham Islam yang dipakai di Kekhalifahan.

Sampai abad 19 koin-koin emas yang ada di dunia hanya berkadar antara 0.900 % – 0.9166 % atau yang paling mendekati adalah 22 karat ( 22 karat = 22/24 = 0.917%).

Dunia Islam tidak hanya mengenal mata uang dinar emas, tapi juga dirham perak.

Dirham merupakan mata uang yang digunakan sejak awal Islam hingga berakhirnya Kekhalifahan Usmaniah Turki tahun 1924. Penggunaan dirham sama seperti dinar, tapi memiliki nilai berbeda.

Dirham digunakan sebagai alat transaksi perdagangan dan juga membayar zakat dan denda (diyat).

Standardisasi berat uang dinar dan dirham mengikuti Hadits Rasulullah SAW, “Timbangan adalah timbangan penduduk Makkah, dan takaran adalah takaran penduduk Madinah” (HR. Abu Daud).

Sementara, pada masa Umar bin Khattab sekitar tahun 642 Masehi, pencetakan dirham pertama dalam masa kekhalifahan Islam dilakukan yaitu berat tujuh dinar sama dengan berat 10 dirham. Sementara, berat satu dinar emas adalah sekitar 4,25 gram. Dengan demikian, berat satu dirham adalah 7/10 x 4.25 gram atau sama dengan 2,975 gram.

Dirham memang sudah ada sejak sebelum Islam lahir. Bahkan, mata uang perak telah digunakan sejak lama di Yunani. Dalam sejarah, istilah dirham sebetulnya berasal dari koin Yunani, Drachma.

Saat itu, Kekaisaran Romawi menggunakan drachma sebagai alat perdagangan dengan pedagang Arab sebelum masa Islam. Penggunaan drachma sebagai alat tukar memiliki alasan serupa dengan dinar emas. Hal itu karena drachma memiliki nilai instrinsik karena terbuat dari perak.

Fungsi Dinar Emas

Menurut Muhaimin Iqbal dalam artikelnya, paling tidak fungsi dinar emas ada 3, yaitu:

sebagi dua dari tiga fungsi uang yaitu sebagai store of value (proteksi nilai) dan unit of account (timbangan muamalah yang adil);
sebagai alat tukar (medium of exchange);
sebagai alat investasi.

Dari ketiga fungsi ini, paling tidak kita bisa mengetahui apa sebenarnya motivasi atau niat awal kita untuk memiliki dinar.

Mungkin kebanyakan dari para pemegang dinar yang memiliki dinar untuk fungsi ketiga, yaitu alat investasi.

Untuk hal ini, sebenarnya Dinar sangat baik untuk perencanaan keuangan/investasi jangka panjang yang penggunaannya beberapa tahun ke depan.

Misalnya untuk rencana naik haji, biaya sekolah anak, dana pensiun, dana perbaikan rumah, dll.

Dinar kurang cocok untuk alasan investasi jangka pendek – misalnya kurang dari 6 bulan – karena fluktuasi harganya sulit diprediksi, peluang untung dan ruginya kurang lebih berimbang.

Cara Buka Rekening M-Dinar

Tabungan m-dinar memungkinkan kita semua pengguna dinar untuk mencicil tabungan, tidak harus dalam kelipatan 1 dinar. Tabungan m-dinar memiliki prosedur dan mekanisme yang sama dengan tabungan di bank syariah, dilakukan dengan akad mudharabah, jadi akan ada bagi hasil dari tabungan tersebut yang akan masuk secara otomatis setiap awal bulan, insyaAllah. Bedanya dengan tabungan bank, tabungan m-dinar ini dalam satuan dinar, termasuk bagi hasilnya juga dalam satuan dinar.

Bukti kepemilikan Tabungan m-dinar adalah berupa nomor rekening m-dinar dan juga akan dapat buku tabungan m-dinar, serta histori transaksi ataupun saldo tabungan dapat dipantau di situs http://m-dinar.com, sama seperti internet banking pada bank.

M-dinar ini merupakan produk dari Koperasi Daarul Muttaqqiin yang digagas dan dikelola oleh Muhaimin Iqbal, pemilik GeraiDinar. Setiap angka yang tertera pada tabungan m-dinar kita, insyaAllah ada fisik nyatanya, jadi bukan sekadar angka virtual yang tanpa ada fisik riilnya.

InsyaAllah bertanggungjawab dan dapat dipertanggungjawabkan.

Contoh:

Bulan Januari kita menabung Rp. 750 ribu (misalkan harga dinar saat itu Rp. 1.500.000), maka saldo m-dinar kita 0,5 dinar.
Bulan Februari kita menabung lagi Rp. 400 ribu (harga dinar Rp. 1.600.000), tabungan m-dinar bertambah 0,25 dinar.
Bulan Maret kita menabung lagi Rp. 560 ribu (harga dinar Rp. 1.600.000), tabungan m-dinar bertambah 0,35 dinar. Jadi totalnya 1,1 dinar.

Januari – Rp. 750.000/1.500.000 – 0,5 dinar

Februari – Rp. 400.000/1.600.000 – 0,25 dinar

Maret – Rp. 560.000/1.600.000 – 0,35 dinar

Total – 1,1 dinar (fisik dinar dapat diambil/dikirim)

Cara membuka/mengisi tabungan rekening m-dinar

Buka halaman web berikut https://m-dinar.com/
Di Main Menu sebelah kiri klik Registration
Isi Registration Form
Tunggu dan buka email baru dari M-Dinar, klik link untuk aktifasi account
Login dengan user dan password yang Anda isi di langkah 3
Klik Mobile Payment pada Main Menu
Lengkapi informasi tipe identitas, nomor identitas, alamat, nomor handphone, no telp rumah dan jenis kelamin
Transfer ke rekening dinaremasku.com (dapat menghubungi kami untuk nomor rekening) minimal 1/4 dinar (misalnya Rp 450.000 untuk harga saat ini)
Konfirmasi transfer dan informasikan user M-Dinar, no hp, dan no KTP Anda melalui sms ke nomor handphone kami
Insya Allah rekening M-Dinar Anda dapat segera digunakan melalui https://m-dinar.com

Demikian kemudahan yang diberikan, Anda bisa memiliki tabungan m-dinar yang insyaAllah aman, dan Anda juga dapat bertransaksi finansial dengan sesama pemegang akun m-dinar. Semoga bermanfaat.

Mengenal Dinar dan Dirham Islam

Banyak yang mengira bahwa Dinar Iraq dan lain sebagainya adalah sama dengan Dinar Islam. Dinar Iraq dan sejenisnya adalah tidak sama dan bukan Dinar Islam. Dinar Iraq adalah uang kertas biasa, sedangkan Dinar Islam adalah uang emas 22 karat 4.25 gram.

Lebih jauh agar kita mengenal Dinar Islam ini lebih dekat, berikut petikan uraian dari buku Muhaimin Iqbal (Mengembalikan Kemakmuran Islam Dengan Dinar dan Dirham) yang menjelaskan detil tentang Dinar Islam.

Islamic Dinar and DirhamUang dalam berbagai bentuknya sebagai alat tukar perdagangan telah dikenal ribuan tahun yang lalu seperti dalam sejarah Mesir kuno sekitar 4000 SM – 2000 SM. Dalam bentuknya yang lebih standar uang emas dan perak diperkenalkan oleh Julius Caesar dari Romawi sekitar tahun 46 SM. Julius Caesar ini pula yang memperkenalkan standar konversi dari uang emas ke uang perak dan sebaliknya dengan perbandingan 12 : 1 untuk perak terhadap emas. Standar Julius Caesar ini berlaku di belahan dunia Eropa selama sekitar 1250 tahun yaitu sampai tahun 1204.

Di belahan dunia lainnya di Dunia Islam, uang emas dan perak yang dikenal dengan Dinar dan Dirham juga digunakan sejak awal Islam baik untuk kegiatan muamalah maupun ibadah seperti zakat dan diyat sampai berakhirnya Kekhalifahan Usmaniah Turki tahun 1924.

Standardisasi berat uang Dinar dan Dirham mengikuti Hadits Rasulullah SAW, ”Timbangan adalah timbangan penduduk Makkah, dan takaran adalah takaran penduduk Madinah” (HR. Abu Daud).

Pada zaman Khalifah Umar bin Khattab sekitar tahun 642 Masehi bersamaan dengan pencetakan uang Dirham pertama di Kekhalifahan, standar hubungan berat antara uang emas dan perak dibakukan yaitu berat 7 Dinar sama dengan berat 10 Dirham.

Berat 1 Dinar ini sama dengan 1 mitsqal atau kurang lebih setara dengan berat 72 butir gandum ukuran sedang yang dipotong kedua ujungnya.

Dari Dinar-Dinar yang tersimpan di musium setelah ditimbang dengan timbangan yang akurat maka di ketahui bahwa timbangan berat uang 1 Dinar Islam yang diterbitkan pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan adalah 4.25 gram, berat ini sama dengan berat mata uang Byzantium yang disebut Solidos dan mata uang Yunani yang disebut Drachma.

Atas dasar rumusan hubungan berat antara Dinar dan Dirham dan hasil penimbangan Dinar di musium ini, maka dapat pula dihitung berat 1 Dirham adalah 7/10 x 4.25 gram atau sama dengan 2.975 gram.

Sampai pertengahan abad ke 13 baik di negeri Islam maupun di negeri non Islam sejarah menunjukan bahwa mata uang emas yang relatif standar tersebut secara luas digunakan. Hal ini tidak mengherankan karena sejak awal perkembangannya-pun kaum muslimin banyak melakukan perjalanan perdagangan ke negeri yang jauh. Keaneka ragaman mata uang di Eropa kemudian dimulai ketika Republik Florence di Italy pada tahun 1252 mencetak uangnya sendiri yang disebut emas Florin, kemudian diikuti oleh Republik Venesia dengan uangnya yang disebut Ducat.

Pada akhir abad ke 13 tersebut Islam mulai merambah Eropa dengan berdirinya kekalifahan Usmaniyah dan tonggak sejarahnya tercapai pada tahun 1453 ketika Muhammad Al Fatih menaklukkan Konstantinopel dan terjadilah penyatuan dari seluruh kekuasan Kekhalifahan Usmaniyah.

Selama tujuh abad dari abad ke 13 sampai awal abad 20, Dinar dan Dirham adalah mata uang yang paling luas digunakan. Penggunaan Dinar dan Dirham meliputi seluruh wilayah kekuasaan Usmaniyah yang meliputi tiga benua yaitu Eropa bagian selatan dan timur, Afrika bagian utara dan sebagian Asia.

Pada puncak kejayaannya kekuasaan Usmaniyah pada abad 16 dan 17 membentang mulai dari Selat Gibraltar di bagian barat (pada tahun 1553 mencapai pantai Atlantik di Afrika Utara ) sampai sebagian kepulauan nusantara di bagian timur, kemudian dari sebagian Austria, Slovakia dan Ukraine dibagian utara sampai Sudan dan Yemen di bagian selatan. Apabila ditambah dengan masa kejayaan Islam sebelumnya yaitu mulai dari awal kenabian Rasululullah SAW (610) maka secara keseluruhan Dinar dan Dirham adalah mata uang modern yang dipakai paling lama (14 abad) dalam sejarah manusia.

Selain emas dan perak, baik di negeri Islam maupun non Islam juga dikenal uang logam yang dibuat dari tembaga atau perunggu. Dalam fiqih Islam, uang emas dan perak dikenal sebagai alat tukar yang hakiki (thaman haqiqi atau thaman khalqi) sedangkan uang dari tembaga atau perunggu dikenal sebagai fulus dan menjadi alat tukar berdasar kesepakatan atau thaman istilahi. Dari sisi sifatnya yang tidak memiliki nilai intrinsik sebesar nilai tukarnya, fulus ini lebih dekat kepada sifat uang kertas yang kita kenal sampai sekarang .

Dinar dan Dirham memang sudah ada sejak sebelum Islam lahir, karena Dinar (Dinarium) sudah dipakai di Romawi sebelumnya dan Dirham sudah dipakai di Persia. Kita ketahui bahwa apa-apa yang ada sebelum Islam namun setelah turunnya Islam tidak dilarang atau bahkan juga digunakan oleh Rasulullah SAW– maka hal itu menjadi ketetapan (Taqrir) Rasulullah SAW yang berarti menjadi bagian dari ajaran Islam itu sendiri, Dinar dan Dirham masuk kategori ini.

Islamic Dinar & Dirham Produced by Logam Mulia Indonesia – With The Weight & Purity Certification By KAN (Indonesia) an LBMA (UK -London) Di Indonesia di masa ini, Dinar dan Dirham hanya diproduksi oleh Logam Mulia – PT. Aneka Tambang TBK. Saat ini Logam Mulia-lah yang secara teknologi dan penguasaan bahan mampu memproduksi Dinar dan Dirham dengan Kadar dan Berat sesuai dengan Standar Dinar dan Dirham di masa awal-awal Islam.

Standar kadar dan berat inipun tidak hanya di sertifikasi secara nasional oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), tetapi juga oleh lembaga sertifikasi logam mulia internasional yang sangat diakui yaitu London Bullion Market Association (LBMA).

Seperti di awal Islam yang menekankan Dinar dan Dirham pada berat dan kadarnya – bukan pada tulisan atau jumlah/ukuran/bentuk keping – maka berat dan kadar emas untuk Dinar serta berat dan kadar perak untuk Dirham produksi Logam Mulia di Indonesia saat ini memenuhi syarat untuk kita sebut sebagai Dinar dan Dirham Islam zaman sekarang.

Seluruh Dinar dan Dirham yang diperkenalkan & dipasarkan oleh Gerai Dinar adalah produksi langsung dari Logam Mulia – PT. Aneka Tambang, Tbk. (Muhaimin Iqbal)

Di mana Bisa Menukarkan Dinar?

Pertanyaan yang paling sering muncul dari masyarakat yang baru mengenal atau membeli Dinar adalah dimana menukarnya kembali ke Rupiah bila dibutuhkan dananya. Berikut adalah jawaban yang hampir selalu saya berikan – tergantung apakah penanya puas dengan jawaban pendek atau jawaban panjang.

Kita tahu (lewat penjelasan sebelumnya) bahwa Dinar adalah emas 22 karat seberat 4.25 gram, yang di Indonesia diproduksi langsung oleh produsen emas paling terpercaya yaitu Unit Bisnis Logam Mulia – PT. Aneka Tambang, Tbk (BUMN). Jadi baik bendanya maupun siapa yang memproduksinya sangat dapat dipercaya.

Sejak ribuan tahun lalu sampai sekarang seluruh peradaban manusia di muka bumi mengakui tingginya nilai emas ini. Beda dengan uang kertas yang hanya berlaku di negara/wilayah tertentu dalam kurun waktu tertentu. Emas berlaku secara universal dan tidak mengenal istilah kadaluwarsa.

Karena sifatnya yang universal inilah emas/koin emas juga dahulu dipakai sebagai perbekalan dalam perjalanan perang, pengembaraan, da’wah dan perjalanan menuju negeri yang baru lainnya.

Dewasa inipun koin emas masih digunakan sebagai salah satu perbekalan survival kit bagi pilot tempur negara modern apabila mereka mulai perjalanan on mission -nya. Bekal mereka bukan uang kertas negaranya, melainkan koin emas yang bisa di -‘uang’-kan di manapun mereka mendarat atau tertembak jatuh.

Meskipun sifat koin emas yang universal tadi, tentu ada tempat-tempat terbaik untuk menjualnya. Berikut adalah urut-urutan tempat menjual terbaik apabila Anda membutuhkan uang kertas tunai dari Dinar Anda.

1) Sesama Pengguna : Karena tidak memerlukan biaya operasi, pajak dlsb. maka jual beli Dinar antar sesama pengguna adalah yang paling menguntungkan kedua belah pihak. Penjual dapat menikmati harga yang baik, pembeli pun dapat memperoleh Dinar dengan harga yang baik. Tepatnya berapa ? tergantung kesepakatan diantara keduanya – yang cukup sering terjadi sekitar pertengahan antara harga jual/beli Gerai Dinar.

2) Gerai Dinar : Karena secara resmi Gerai Dinar beroperasi dengan Ijin (SIUP) toko emas, maka GeraiDinar terkena peraturan perpajakan untuk toko emas – yaitu pajak netto 2% (pajak keluaran dikurangi pajak masukan). Pajak netto ini ikut menjadi factor dalam menentukan harga jual dan harga beli Gerai Dinar. Terdapat perbedaan harga 4 % antara harga jual dan harga beli Gerai Dinar . 2 % dipakai untuk alokasi pajak, dan 2 % untuk fee Gerai Dinar.

3) Logam Mulia : Bila sesama pengguna dan Gerai Dinar menghargai Dinar sebagai Dinar – termasuk ongkos-ongkos cetak/pengadaan dan unsur pajaknya; tidak demikian dengan Logam Mulia. Sebagai produsen Dinar mereka tentu mau membeli Dinar dari masyarakat kembali, tetapi karena kemungkinan Dinar tersebut akan dilebur kembali menjadi emas – maka ongkos cetak dan pajak yang merupakan komponen pembentuk harga awal Dinar tidak termasuk dalam harga pembelian kembali mereka.

4) Toko/Tukang Emas : Sama halnya dengan Logam Mulia; Toko atau tukang emas akan melihat Dinar sebagai emas biasa. Mereka akan bersedia membeli Dinar Emas karena melihat emasnya bukan karena bentuk Dinarnya. Dengan demikian ongkos pembuatan, pajak dan lain sebagainya tidak menjadi bagian dari perhitungan harga beli mereka.

Dengan urut-urtan tersebut, Insyaallah Anda akan selalu dapat meng-‘uang’-kan Dinar Anda dimanapun berada. Hanya akan lebih baik harganya apabila Anda meng-‘uang’-kannya ke sesama pengguna, atau kalau tidak ketemu ke Gerai Dinar/Agennya; nggak ketemu juga ke Logam Mulia —baru alternatif terakhir ke toko atau tukang emas. Wallahu A’lam. (M.Iqbal)

Investasi Dinar Emas

Banyak alat instrumen investasi yang sering digunakan oleh masyarakat dan termasuk kita untuk berinvestasi. Misalnya: tanah, emas, rumah, asuransi unit-link, deposito, saham, obligasi (syariah dan konvensional), reksadana, dsb. Namun belum banyak yang mengetahui bahwa dinar (koin dinar emas) merupakan salah satu instrumen investasi.

1 dinar didefinisikan sebagai 1 koin emas dengan berat 4,25 gram dan kadar 22 karat.

Dinar menjadi salah satu alat investasi yang patut diperhitungkan, mengingat nilainya yang terus ter-apresiasi terhadap dollar dalam kurun waktu 40 tahun terakhir. Bisa saja kita menggunakan perpaduan dari keseluruhan instrumen investasi tersebut, jika memang kita memiliki kelebihan dana.

Namun jika diperbandingkan, maka investasi dalam dinar merupakan yang paling menguntungkan dan mendapat nilai tambah secara syari’ah.

Misalnya saja perbandingan antara asuransi, deposito, dan dinar, seperti analisis yang dilakukan oleh M. Iqbal dalam Gerai Dinar. Taruhlah kita investasikan Rp 500.000/ bulan, untuk masing-masing instrumen investasi tersebut, selama 20 tahun. Maka analisisnya sebagai berikut:

Asuransi (unit-link): dengan hasil investasi 12% per tahun, maka setelah 20 tahun kita menaruh uang di asuransi tersebut, uang kita menjadi Rp 162 juta. Pada asuransi ini, uang kita ada yang “disedot” untuk biaya akuisisi, atau biaya administrasi yang lumayan besar dari premi yang kita bayarkan setiap bulannya. Namun, kelebihannya ada nilai proteksi yang diberikan dari asuransi ini.

Hal ini tepat sekali, karena saya mengalaminya sendiri, uang yang saya bayarkan sebagai premi, akan sesuai dengan nilai akumulasi yang saya bayarkan, yaitu ketika polis tersebut berusia 11 tahun (ini di asuransi terkenal di dunia apalagi di Indonesia, pada unit syari’ahnya).

Deposito: dengan hasil investasi 8% per tahun, maka setelah 20 tahun, uang kita akan menjadi Rp 224 juta. Lebih besar dari asuransi, karena di deposito tidak ada biaya akuisisi seperti di asuransi. Namun, deposito tidak memiliki nilai proteksi.

Dinar: dengan rata-rata apresiasi nilai emas per tahun dari statistik 40 tahun Kitco, yaitu 31% per tahun. Maka setelah 20 tahun, uang kita menjadi Rp 4,1 Milyar. Sangat jauh berbeda dengan dua instrumen sebelumnya. Insya Allah, inilah alat investasi yang terbaik setelah investasi akhirat dan investasi pada sektor riil yang dikelola dengan baik.

Konsep Arisan Dinar Emas

Konsep arisan dinar emas, sudah pernah saya tuliskan di postingan Arisan Dinar Emas.

Berikut adalah ringkasannya:

Arisan Dinar ini dibangun dengan konsep arisan pada umumnya, hanya kelebihannya adalah, tidak mendasarkannya pada uang kertas, tapi lebih pada koin dinar emas itu sendiri.

Harga dinar sesuai dengan rate yang ada di situs www.dinareasmku.com. Kemudian rate harga dinar pada saat membeli dinar, dibagi 4 untuk kemudian masing-masing orang membayarkan sesuai hasil bagi tersebut. Artinya, satu orang anggota membayar 1/4 dinar emas setiap bulannya.

Tidak terlalu ribet untuk mencari siapa yang giliran mendapatkan dinar tersebut setiap bulannya, bisa melalui kocokan kertas, atau gambreng saja sudah cukup.

Pertanyaan yang mungkin muncul adalah, jika tidak didasarkan pada uang kertas, maka setiap bulan masing-masing anggota akan membayarkan uang arisan yang berbeda? Tentu saja. Terkadang membayar Rp 350.000,-, terkadang pula hanya Rp 320.000,-. Tergantung rate dinar saat itu.

Adilkah?

Justru di sinilah letak keadilan itu.

Uang kertas hanyalah alat tukar transaksi yang mudah tergerus oleh inflasi. Uang Rp 50.000,- pada bulan Januari 2009, tidak lagi sama dengan uang Rp 50.000,- pada bulan Desember 2009. Kasihan sekali mereka yang mendapatkan arisan paling belakangan, karena nilai uangnya tidak lagi sama dengan nilai uang yang didapatkan oleh mereka yang sudah dapat arisan lebih awal. Mungkin pada bulan Januari 2009, dengan uang Rp 50.000 kita bisa membeli susu bubuk 2 kotak ukuran 400 gram. Tapi di bulan Desember 2009, apakah dengan uang Rp 50.000, kita masih bisa mendapatkannya? mungkin ya mungkin tidak.

Berbeda dengan koin dinar emas (1 dinar = 4,25 gram emas, 22 karat). Jika saat ini kita bisa naik haji dengan 50 dinar, maka insya Allah pada 10 tahun yang akan datang, kita masih bisa naik haji dengan 50 dinar pula, atau bahkan lebih murah dari itu.

Demikian konsep arisan dinar emas. Hal ini untuk memudahkan bagi mereka yang ingin berinvestasi dengan dinar emas ataupun memproteksi kekayaannya dalam bentuk dinar emas.

Emas Batangan vs Dinar Emas

Investasi Emas : Koin Dinar, Emas Lantakan, atau Emas Perhiasan?

Ketiga-tiganya tentu memiliki kesamaan karena bahannya memang sama. Kesamaan tersebut terletak pada keunggulan investasi tiga bentuk emas ini yaitu semuanya memiliki nilai nyata (tangible), senilai benda fisiknya (intrinsic) dan dan nilai yang melekat/bawaan pada benda itu (innate).

Ketiga keunggulan nilai ini tdak dimiliki oleh investasi bentuk lain seperti saham, surat berharga dan uang kertas.

Default value (nilai asal) dari investasi emas tinggi – kalau tidak ada campur tangan berbagai pihak dengan kepentingannya sendiri-sendiri otomatis nilai emas akan kembali ke nilai yang sesungguhnya – yang memang tinggi.

Sebaliknya default value (nilai) uang kertas, saham, surat berharga mendekati nol , karena kalau ada kegagalan dari pihak yang mengeluarkannya untuk menunaikan kewajibannya –uang kertas, saham dan surat berharga menjadi hanya senilai kayu bakar.

Nah sekarang sama-sama investasi emas, mana yang kita pilih ? Koin Emas, Emas Lantakan atau Perhiasan?

Kelebihan Dinar :

Memiliki sifat unit account ; mudah dijumlahkan dan dibagi. Kalau kita punya 100 Dinar – hari ini mau kita pakai 5 Dinar maka tinggal dilepas yang 5 Dinar dan di simpan yang 95 Dinar.
Sangat liquid untuk diperjual belikan karena kemudahan dibagi dan dijumlahkan di atas.
Memiliki nilai da’wah tinggi karena sosialisasi Dinar akan mendorong sosialisasi syariat Islam itu sendiri. Nishab Zakat misalnya ditentukan dengan Dinar atau Dirham – umat akan sulit menghitung zakat dengan benar apabila tidak mengetahui Dinar dan Dirham ini.
Nilai Jual kembali tinggi, mengikuti perkembangan harga emas internasional; hanya dengan dikurangkan biaya administrasi dan penjualan sekitar 4% dari harga pasar. Jadi kalau sepanjang tahun lalu Dinar mengalami kenaikan 31 %, maka setelah dipotong biaya 4 % tersebut hasil investasi kita masih sekitar 27%.
Mudah diperjual belikan sesama pengguna karena tidak ada kendala model dan ukuran.

Kelemahan Dinar :

Di Indonesia masih dianggap perhiasan, penjual terkena PPN 10% (Sesuai KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 83/KMK.03/2002 bisa diperhitungkan secara netto antara pajak keluaran dan pajak masukan toko emas maka yang harus dibayar ‘toko emas’ penjual Dinar adalah 2%).
Ongkos cetak masih relatif tinggi yaitu berkisar antara 3% – 5 % dari nilai barang tergantung dari jumlah pesanan.

Kelebihan Emas Lantakan :

Tidak terkena PPN
Apabila yang kita beli dalam unit 1 kiloan – tidak terkena biaya cetak.
Nilai jual kembali tinggi.

Kelemahan Emas Lantakan :

Tidak fleksibel; kalau kita simpan emas 1 kg, kemudian kita butuhkan 10 gram untuk keperluan tunai – tidak mudah untuk dipotong. Artinya harus dijual dahulu yang 1 kg, digunakan sebagian tunai – sebagian dibelikan lagi dalam unit yang lebih kecil – maka akan ada kehilangan biaya penjualan/adiminstrasi yang beberapa kali.
Kalau yang kita simpan unit kecil seperti unit 1 gram, 5 gram, 10 gram – maka biaya cetaknya akan cukup tinggi.
Tidak mudah diperjual belikan sesama pengguna karena adanya kendala ukuran. Pengguna yang butuh 100 gram, dia tidak akan tertarik membeli dari pengguna lain yang mempunyai kumpulan 10 gram-an. Pengguna yang akan menjual 100 gram tidak bisa menjual ke dua orang yang masing-masing butuh 50 gram dst.

Kelebihan Emas Perhiasan :

Selain untuk investasi, dapat digunakan untuk keperluan lain – dipakai sebagai perhiasan.

Kelemahan Perhiasan :

Biaya produksi tinggi
Terkena PPN
Tidak mudah diperjual belikan sesama pengguna karena kendala model dan ukuran.

Dari perbandingan-perbandingan tersebut, kita bisa memilih sendiri bentuk investasi emas yang mana yang paling tepat untuk kita. Wallahu A’lam.

sumber: geraidinar.com

Dinar Emas Peruri

Dalam waktu satu sampai dua bulan ke depan, GeraiDinar akan menerbitkan varian baru dinar emas, yaitu dinar emas yang dicetak oleh PERURI (Perum Pencetakan Uang Republik Indonesia). Dipilihnya perusahaan negara ini tentu sudah melalui semacam fit and proper test, dan memenuhi standar kualitas terbaik untuk pencetakan dinar emas yang membutuhkan akurasi yang sangat tinggi.

Pencetakan dinar emas oleh PERURI ini untuk membantu pencetakan yang dilakukan oleh Logam Mulia, karena permintaan masyarakat yang semakin meningkat, sedangkan kapasitas produksi Logam Mulia terbatas.

Dibandingkan dengan Dinar LM, Dinar Peruri kelihatan lebih kecil karena faktor diameter. Dinar LM berdiameter 23 mm, sedangkan Dinar Peruri berdiameter 20 mm. Untuk mengimbangi diameter yang lebih kecil ini, Dinar Peruri lebih tebal dari Dinar LM. Namun keduanya memiliki berat yang sama 4.25 gram dan kadar karat yang sama pula yaitu 22 karat atau 91.7%. Dari sisi ciri khas design yang mudah dikenali, bila Dinar LM menggunakan gambar timbul berupa Ka’bah di Masjidil Haram – Dinar Peruri menggunakan gambar timbul masjid Istiqlal – Jakarta.

Bila saatnya nanti Dinar Peruri sudah benar-benar diproduksi, perlakuan kepada Dinar Peruri ini akan sama dengan Dinar LM. Selain harga jual dan harga beli-nya yang sama, masyarakat bisa menukarkan Dinar LM yang dipegangnya dengan Dinar Peruri dan juga sebaliknya dari Dinar Peruri ke Dinar LM. Bila stok keduanya ada, klien-klien GeraiDinar dan jaringan agennya boleh memilih salah satu dari keduanya atau kombinasi dari keduanya – tergantung preferensi masing-masing.

Kehadiran Dinar Peruri ini adalah hasil kerjasama Peruri dengan Gerai Dinar. Peruri menyediakan infrastruktur percetakan uangnya yang sangat canggih dengan timnya yang sangat berpengalaman, sedangkan Gerai Dinar menyediakan bahan baku dan pasarnya. Kerjasama ini juga menandai babak baru dalam penyebaran Dinar ke masyarakat. Pertama masyarakat bisa memiliki pilihan dari dinar-dinar yang diproduksi oleh dua perusahaan negara yang masing-masing sangat berkompeten di bidangnya tersebut di atas, dan yang kedua ketersediaan supply dinar insyaAllah akan menjadi semakin terjamin. (Geraidinar.com)

Sumber : http://dinaremasku.com

No comments: