Menjadi Lebih baik dan terbaik walaupun buruk dimata orang | Doakan Orang Tua Anda | Sedekahkan harta anda Kepada Fakir Miskin dan Kaum yang tertindas | Hari ini Mungkin kematian menjemput kita tetapi maka dari itu kerjakanlah kebaikan walau di mata manusia tak ada harganya

Thursday, February 15, 2018

Nama-Nama Bulan Hijriyah Beserta keterangan secara lengkap

Kalender Hijriyah atau Kalender Islam (bahasa Arab: التقويم الهجري; at-taqwim al-hijri), adalah kalender yang digunakan oleh umat Islam, termasuk dalam menentukan tanggal atau bulan yang berkaitan dengan ibadah, atau hari-hari penting lainnya. Kalender ini dinamakan Kalender Hijriyah, karena pada tahun pertama kalender ini adalah tahun di mana terjadi peristiwa Hijrah-nya Nabi Muhammad saw dari Makkah ke Madinah, yakni pada tahun 622 M. Di beberapa negara yang berpenduduk mayoritas Islam, Kalender Hijriyah juga digunakan sebagai sistem penanggalan sehari-hari. Kalender Islam menggunakan peredaran bulan sebagai acuannya, berbeda dengan kalender biasa (kalender Masehi) yang menggunakan peredaran Matahari.

Kalender Hijriyah dikenal pula sebagai kalender Islam. Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, pada tahun ketiga pemerintahannya yang menyadari akan pentingnya kalkulasi ulang terhadap perhitungan masa yang sudah ada karena bulan-bulan tersebut belum ada tahunnya. Dengan demikian maka timbul pertanyaan, misalnya pada bulan Ramadhan itu bulan Ramadhan tahun lalu ataukah sebelumnya? Akhirnya Khalifah Umar mengundang tokoh-tokoh dalam bidang tersebut. Kemudian disepakati bersama bahwa awal tahun (tahun 1 Hijriyah) adalah pada saat hijrahnya Nabi dari mekkah ke Madinah bersama umat beliau. Tanggal dan bulannya tatap dan tak berubah, yaitu saat hijrah nabi adalah pada pada tanggal 2 Rabi’ul Awal dengan tahun yang telah disepakati yaitu tahun pertama hijriyah. Jadi hijrah Rasulullah SAW adalah tanggal 2 Rabi’ul Awal 01 H.

Tahun hijriyah perhitungannya berdasarkan peredaran bulan. Bulan saat mulai kelihatan hingga habisnya adalah 29 hari 8 jam 43 menit. Setahun dihitung 354 hari untuk tahun biasa (non kabisat) dan 355 hari untuk tahun kabisat. Kalau untuk kalender masehi satu siklus adalah 4 tahun (siklus kecil) maka untuk kalender Islam siklusnya adalah 30 tahun dengan ketentuan bahwa tiap-tiap 30 tahun ada 11 tahun kabisat dan 19 tahun biasa. Tahun hijriyah tak mengenal siklus besar.

Asal mula perhitungan untuk satu siklus adalah 354 11/30 hari. Jumlah hari untuk satu siklus adalah (30 X 354) + 11 = 10631 hari. Untuk mengetahui bahwa suatu tahun adalah tahun kabisat atau bukan adalah angka tahun dibagi 30, apabila ada sisa 2, 5, 7, 10, 13, 16, 18, 21, 24, 26 dan 29 adalah tahun kabisat sedangkan selain itu dianggap sebagai tahun biasa. Pada tahun biasa umur bulan Dzulhijjah (bulan ke-12) adalah 29 hari sedangkan pada tahun kabisat umurnya 30 hari.

Kalender Masehi perhitungannya berdasarkan peredaran matahari, maka dari itu pada tanggal dan bulan yang sama posisi matahari adalah sama sehingga jadwal waktu sholat yang disusun berdasarkan tanggal dan bulan Masehi berlaku abadi. Tanggal 01 Muharram 01 H berdasarkan yang telah disepakati oleh ahli hisab bertepatan dengan tanggal 15 Juli 622 M.

Adapun nama-nama bulan pada tahun hijriyah itu adalah : Muharam, Shafar, Rabi’ul Awal, Rabi’ul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawal, Dzulqa’dah, Dzulhijjah.


Kalender Islam menggunakan peredaran bulan sebagai acuannya, berbeda dengan kalender biasa (kalender Masehi) yang menggunakan peredaran matahari.
Penetapan kalender Hijriyah dilakukan pada jaman Khalifah Umar bin Khatab, yang menetapkan peristiwa hijrahnya Rasulullah saw dari Mekah ke Madinah.

Kalender Hijriyah juga terdiri dari 12 bulan, dengan jumlah hari berkisar 29 – 30 hari. Penetapan 12 bulan ini sesuai dengan firman Allah Subhana Wata’ala:

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS : At Taubah(9):36).

Sebelumnya, orang arab pra-kerasulan Rasulullah Muhammad SAW telah menggunakan bulan-bulan dalam kalender hijriyah ini. Hanya saja mereka tidak menetapkan ini tahun berapa, tetapi tahun apa. Misalnya saja kita mengetahui bahwa kelahiran Rasulullah SAW adalah di tahun gajah.

Abu Musa Al-Asyári sebagai salah satu gubernur di zaman Khalifah Umar r.a. menulis surat kepada Amirul Mukminin yang isinya menanyakan surat-surat dari khalifah yang tidak ada tahunnya, hanya tanggal dan bulan saja, sehingga membingungkan. Khalifah Umar lalu mengumpulkan beberapa sahabat senior waktu itu. Mereka adalah Utsman bin Affan r.a., Ali bin Abi Thalib r.a., Abdurrahman bin Auf r.a., Sa’ad bin Abi Waqqas r.a., Zubair bin Awwam r.a., dan Thalhan bin Ubaidillah r.a.

Mereka bermusyawarah mengenai kalender Islam. Ada yang mengusulkan berdasarkan milad Rasulullah saw. Ada juga yang mengusulkan berdasarkan pengangkatan Muhammad saw menjadi Rasul. Dan yang diterima adalah usul dari Ali bin Abi Thalib r.a. yaitu berdasarkan momentum hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Yatstrib (Madinah).

Maka semuanya setuju dengan usulan Ali r.a. dan ditetapkan bahwa tahun pertama dalam kalender Islam adalah pada masa hijrahnya Rasulullah saw.

Sedangkan nama-nama bulan Islam dalam kalender hijriyah ini diambil dari nama-nama bulan yang telah ada dan berlaku di masa itu di bangsa Arab.

Orang Arab memberi nama bulan-bulan mereka dengan melihat keadaan alam dan masyarakat pada masa-masa tertentu sepanjang tahun. Misalnya bulan Ramadhan, dinamai demikian karena pada bulan Ramadhan waktu itu udara sangat panas seperti membakar kulit rasanya.

Berikut adalah arti nama-nama bulan dalam Islam:

1. Muharrom (محرم الحرام)

http://www.sri-ya.com/2018/02/nama-nama-bulan-hijriyah-beserta.html


MUHARRAM, artinya: yang diharamkan atau yang menjadi pantangan. Penamaan Muharram, sebab pada bulan itu dilarang menumpahkan darah atau berperang. Larangan tesebut berlaku sampai masa awal Islam.

2. Shofar/Shafar (ﺻﻔﺮ)


SHAFAR, artinya: kosong. Penamaan Shafar, karena pada bulan itu semua orang laki-laki Arab dahulu pergi meninggalkan rumah untuk merantau, berniaga dan berperang, sehingga pemukiman mereka kosong dari orang laki-laki.

3. Robi’ul Awwal (ﺭﺑﻴﻊ ﺍﻷﻭﻝ)


RABI’ULAWAL, artinya: berasal dari kata rabi’ (menetap) dan awal (pertama). Maksudnya masa kembalinya kaum laki-laki yang telah meninqgalkan rumah atau merantau. Jadi awal menetapnya kaum laki-laki di rumah.

Pada bulan ini banyak peristiwa bersejarah bagi umat Islam, antara lain: Nabi Muhammad saw lahir, diangkat menjadi Rasul, melakukan hijrah, dan wafat pada bulan ini juga.

4. Robi’uts Tsani/Akhir (ﺭﺑﻴﻊ ﺍﻷﺧﻴﺮ / ﺭﺑﻴﻊ ﺍﻟﺜﺎﻧﻲ)

http://www.sri-ya.com/2018/02/nama-nama-bulan-hijriyah-beserta.html


RABIU’ULAKHIR, artinya: masa menetapnya kaum laki-laki untuk terakhir atau penghabisan.

5. Jumadil Ula (جمادى الأولى)


JUMADILAWAL nama bulan kelima. Berasal dari kata jumadi (kering) dan awal (pertama). Penamaan Jumadil Awal, karena bulan ini merupakan awal musim kemarau, di mana mulai terjadi kekeringan.

6. Jumadil Akhiroh/Tsaniyah (جمادى الآخرة / ﺟﻤاﺪى ﺍﻟﺜﺎﻧﻲة)


JUMADILAKHIR, artinya: musim kemarau yang penghabisan.

 

RAJAB, artinya: mulia. Penamaan Rajab, karena bangsa Arab tempo dulu sangat memuliakan bulan ini, antara lain dengan melarang berperang.

8. Sya’ban (ﺷﻌﺒاﻦ)


SYA’BAN, artinya: berkelompok. Penamaan Sya’ban karena orang-orang Arab pada bulan ini lazimnya berkelompok mencari nafkah. Peristiwa penting bagi umat Islam yang terjadi pada bulan ini adalah perpindahan kiblat dari Baitul Muqaddas ke Ka’bah (Baitullah).

9. Romadhon (ﺭﻣﻀاﻦ)




RAMADHAN, artinya: sangat panas. Bulan Ramadhan merupakan satu-satunya bulan yang tersebut dalam Al-Quran, Satu bulan yang memiliki keutamaan, kesucian, dan aneka keistimewaan.

Hal itu dikarenakan peristiwa-peristiwa peting seperti: Allah menurunkan ayat-ayat Al-Quran pertama kali, ada malam Lailatul Qadar, yakni malam yang sangat tinggi nilainya, karena para malaikat turun untuk memberkati orang-orang beriman yang sedang beribadah, bulan ini ditetapkan sebagai waktu ibadah puasa wajib, pada bulan ini kaurn muslimin dapat rnenaklukan kaum musyrik dalarn perang Badar Kubra dan pada bulan ini juga Nabi Muhammad saw berhasil mengambil alih kota Mekah dan mengakhiri penyembahan berhala yang dilakukan oleh kaum musyrik.

10. Syawwal (ﺷﻮﺍﻝ)


SYAWWAL, artinya: kebahagiaan. Maksudnya kembalinya manusia ke dalam fitrah (kesucian) karena usai menunaikan ibadah puasa dan membayar zakat serta saling bermaaf-maafan. Itulah yang mernbahagiakan.

11. Dzulqo’dah (ﺫﻭ ﺍﻟﻘﻌﺪة)


DZULQAIDAH, berasal dari kata dzul (pemilik) dan qa’dah (duduk). Penamaan Dzulqaidah, karena bulan itu merupakan waktu istirahat bagi kaum laki-laki Arab dahulu. Mereka menikmatmnya dengan duduk-duduk di rumah.

12. Dzulhijjah (ﺫﻭ ﺍﻟﺤﺠة)


DZULHIJJAH artinya: yang menunaikan haji. Penamaan Dzulhijjah, sebab pada bulan ini umat Islam sejak Nabi Adam as. menunaikan ibadah haji.

From : http://www.sri-ya.com/2018/02/nama-nama-bulan-hijriyah-beserta.html

No comments:

Humanity|Respect|Try To Not Cry